NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:312.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau cemburu?

Setelah berhasil membubarkan tamu, Bima tidak langsung pulang maupun menuju rumah sakit. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor polisi pusat kota, tempat Arsen akan membawa Dami untuk memberikan keterangan.

Wajahnya tampak tenang dari luar, namun hatinya dipenuhi perasaan yang saling bertentangan, antara marah atas kekacauan yang terjadi, bingung, dan ada rasa khawatir yang berusaha ia sembunyikan rapat-rapat.

Sesampainya di ruang kerja Arsen, ia duduk menunggu sambil meletakkan rekaman cctv yang sudah diambilnya dari pengelola hotel. Tak lama kemudian, Arsen masuk sendirian. Ia telah menempatkan Dami di ruang pemeriksaan sementara, bukan di sel tahanan, agar tidak diperlakukan seperti tersangka berat.

Bima langsung menatap sang adik, nada bicaranya terdengar tegas namun tidak lagi setajam sebelumnya.

"Apa dia akan ditahan? Tidak ada cara lain? Mereka yang memancing emosinya lebih dulu," tanyanya langsung tanpa basa-basi.

Arsen menghela napas panjang, lalu duduk di kursi di hadapan Bima sambil menyandarkan punggungnya. Ia mengerti posisi Bima, sebagai suami, wajar jika ia ingin melindungi istrinya, meski saat ini hubungan keduanya sedang tegang. Namun sebagai penegak hukum, ia harus tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

"Aku akan mengeluarkannya malam ini juga," jawab Arsen perlahan namun pasti.

"Mereka memang memancingnya, wanita itu yang lebih dulu menampar dan menghinanya. Itu sudah tercatat dalam keterangan saksi dan terlihat jelas di rekaman cctv. Tapi tindakan Dami tetap melebihi batas pembelaan diri yang dibenarkan hukum. Dia memukulnya sampai tulang pipi retak dan pendarahan hebat. Karena itu, dia tidak bisa lepas begitu saja."

Bima mengerutkan keningnya.

"Lalu apa maksudnya? Dia tetap dianggap bersalah?"

"Bukan bersalah sepenuhnya," lanjut Arsen sambil mengambil selembar kertas kosong di atas meja.

"Dia akan mendapatkan surat pernyataan dan surat peringatan resmi dari kepolisian. Surat itu menyatakan bahwa ia telah melakukan penganiayaan, namun diperingan karena dipicu oleh provokasi dan penghinaan yang berat. Surat ini akan dicatat dalam sistem, tapi tidak akan menjadi catatan kriminal yang berat selama dia tidak mengulangi perbuatan serupa di masa depan."

Bima terdiam sejenak, mencerna penjelasan itu.

"Jadi dia tidak perlu ditahan, tidak perlu dituntut di pengadilan?"

"Ya, aku akan mengatur semuanya. Aku tahu kau masih peduli padanya. Dia juga bagian dari keluarga kita. Tenang saja, aku tidak akan membiarkan dia berakhir di penjara."

Bima mengangguk pelan, rasa lega mulai menyelinap di hatinya meski ia tidak menampakkannya.

"Baiklah. Aku yang akan menanggung seluruh biaya perawatan dan ganti rugi. Aku tidak ingin ada masalah lebih lanjut."

Arsen menatap sang adik.

"Kalau masih peduli, kenapa masih bersikap sedingin itu? Aku melihat dia sedang berusaha menebus kesalahannya."

Bima terdiam lama.

"Aku tahu, tapi tiap kali mengingat dia bersetubuh dengan laki-laki itu .... Rasanya seperti ada duri yang menusuk di dadaku, sulit untuk dihilangkan begitu saja," ucap Bima dengan suara berat, matanya menatap kosong ke arah meja.

"Aku selalu berharap suatu hari nanti dia bisa melihatku bukan hanya sebagai kakak, tapi sebagai lelaki yang bisa mendampinginya. Lalu apa yang kulihat? Dia bercinta dengan laki-laki lain di kamarku sendiri."

Berat sekali bagi Bima. Tapi dia juga tidak bisa melepaskan Dami sekarang. Hatinya masih terus memikirkan wanita itu, belum lagi kalau orangtuanya sampai tahu mereka hanya menikah kontrak pada awalnya. Mamanya bisa drop.

"Kapan dia bisa keluar?" tanya Bima kemudian.

"Kau bisa membawanya pulang sekarang." sahut Arsen. Bima mengangguk.

Mereka lalu berjalan bersama menuju ruang pemeriksaan sementara yang terletak di ujung lorong. Suasana di kantor polisi malam itu terasa sepi, hanya sesekali terdengar suara langkah petugas atau derit pintu yang dibuka-tutup. Sesampainya di depan ruangan, Arsen membukakan pintu dan memberi isyarat pada Bima untuk masuk terlebih dahulu.

Di dalam sana, Dami duduk di kursi kayu. Punggungnya tegak, namun raut wajahnya terlihat lelah. Saat mendengar pintu terbuka, ia mengangkat wajahnya dan menatap ke arah datangnya suara. Matanya bertemu dengan tatapan Bima, yang berdiri di ambang pintu sejenak sebelum melangkah masuk, diikuti Arsen yang kemudian menutup pintu dan menunggu di luar agar keduanya bisa bicara dengan leluasa.

Suasana menjadi hening sejenak. Bima berdiri di hadapannya, menatap wanita itu lekat-lekat. Ia melihat ada sedikit goresan di sudut bibir Dami akibat tamparan Riana tadi, dan buku-buku jarinya yang tampak memerah juga sedikit bengkak. Sesuatu di dalam hatinya terasa berdenyut, campuran antara rasa kesal, khawatir, dan perasaan lain yang sulit ia ungkapkan.

"Kau boleh pulang," ucap Arsen pada Dami, sebelum menoleh ke arah Bima dan menambahkan,

"Semua berkas sudah selesai ditandatangani. Surat peringatannya akan disimpan di arsip, tidak akan dibagikan ke publik."

Dami mengangguk pelan, lalu perlahan berdiri. Ia merapikan gaunnya yang sedikit kusut, lalu menatap Bima yang masih berdiri di tempatnya. Tidak ada senyum, tidak ada kata kata-kata lain yang terucap dari mulut pria itu.

Mereka berjalan keluar dari ruangan tanpa banyak bicara. Arsen mengantar sampai ke pintu depan, lalu berhenti.

"Hati-hati di jalan. Kalau ada apa-apa lagi, kabari aku saja."

Bima mengangguk singkat, lalu melangkah lebih dulu menuju mobilnya yang terparkir di halaman. Ia membukakan pintu untuk Dami, dan wanita itu masuk tanpa protes. Begitu keduanya sudah duduk dan pintu tertutup, suasana di dalam mobil terasa sunyi, hanya diisi suara mesin yang menyala dan deru angin malam.

Bima tidak langsung menyalakan mobil. Ia duduk memegang setir, menatap lurus ke depan, sebelum akhirnya berbicara dengan suara rendah.

"Aku sudah membayar semua biaya perawatan dan ganti rugi untuk Riana. Masalah ini selesai, tidak akan ada tuntutan lagi. Dan kau, jangan mengacau seperti itu lagi." katanya tanpa menatap Dami.

Dami menoleh ke samping menatapnya.

"Dia bilang kalian sangat dekat di masa lalu. Apa kau tidak marah aku memukulnya seperti itu?" Dami tidak tahu kenapa dengannya, emosinya seperti tidak stabil, entah karena kelelahan atau apa.

Kali ini Bima balas menatapnya tajam.

"Kenapa, kau cemburu mendengar aku pernah dekat dengan perempuan lain?" ia menatap ke dalam mata Dami, wanita itu mendengus keras.

"Cemburu? Untuk apa cemburu? Wanita yang dekat denganmu itu menghinaku, mengataiku perempuan jalang, apa aku tidak pantas marah?"

"Semuanya yang dia bilang memang benar, apa aku salah? Kau sudah lupa seperti apa dirimu?"

Hening. Dami dan Bima saling berhadap-hadapan. Sudah cukup, Dami sudah berusaha menjadi lebih baik demi pria itu, berusaha memberi hatinya yang sempat tersisa untuk Jeremy, tapi Bima menganggapnya terlalu menjijikkan. Untuk apa bertahan kalau jelas-jelas pria itu terus menyimpan sakit hati yang sangat dalam terhadapnya?

Tanpa mengatakan apa-apa, Dami turun dari mobil dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu. Bima kaget. Ia ikut turun dan mengejar Dami.

1
Etty Sumaryanti
semoga hubungan y membaik sm Bima klu dami mau sm Bima udah berusaha jgan hamil dlu dami seblm berhubungan lg sm Bima takut ank y mlh gk diterima sm Bima, klu udah sering x berhubungan ranjang baru deh 🙏🙏
Ita rahmawati
kalo Dami hamil pokoknya harus anak bima Thor krna kalo anak Damian ceritanya bakal ribet bgt ih 🤣🤣
Dewi Ansyari
Semoga saja Bima bisa memaafkan Dami, dan Dami sudah mau berubah it yg utama,semoga hubungan mereka bisa akur lagi
⭐️asteri
hanya othor yang menciptakan karakter pria dg cinta tanpa batas.
klo pake logika sih,laki2 yg sudah melihat istrinya di sentuh laki lain,pasti akan meninggalkanyaa.

tapi othor menciptakan karakter lali2 yg tidak biasa.
kereen thor, biasanya laki2 kayak gini kebanyakan di jumpai di negara western atau America.
jika ada laki2 kayak gini di Indonesia, super keren sih
imel
ntar ketangkap lagi sama Jeremy
Tuti Tyastuti
𝘵𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘫𝘦𝘳𝘳𝘮𝘺
Popo Hanipo
dari pada selalu mengungkit masa lalu lebih baik pisah
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Semoga hubungan dami dan bima membaik, semoga bima bisa berdamai dengan keadaan dapat memaafkan dami... tapi nanti dami hamil bingung anak siapa,, semoga aja hamil anaknya bima...
jeremy merelakan dan mengikhlaskan dami bahagia bersama bima...

seandainya dami jatuh cinta bima, mungkin jeremy bisa rela dan ikhlas bersama bima, tuk sekarang ini jeremy tahunya dami masih mencintai jeremy...
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Syavira Vira
lanjut
Mar lina
mantan tunangan pasti Datang
untuk mengganggu...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Rita Anelis
jangan ketemu jeremy dulu donk thor biar gak perang🤣🤣
Danendra Faiz
fix in mh ttp sm bima
kasian kamu jer jer
Dewi Ambarwati
🤣🤣🤣🤣dasar Dami ceroboh bgt😜😜😜
Bunda Dzi'3
aduhh Dami lebih Baik jgn jauh2 Dari Bima kmu hrs berada..biar bima bisa melihat kmu..
kok jdi khawatir jeremy ngikutin dami sampai ke puncak..jgn smpai bima salah paham lagi
Al Fatih: Betul Bun...,, si Jeremy kan kayak jalangkung yaa,, tiba2 muncul,, tiba2 mendekat....,, eeeeh nambah masalah lagi
total 1 replies
Bunda Dzi'3
wahh hamil anak bima..biasanya wanita hamil mual dket2 ayah dri janim nyaa...ayolahh thor buat Bima bhgia punya anak dari dami wanita yg di cintai diem2 slama 8 th🤗😍
Amik Suparmi
lanjut ketemu jeremy thor🤣
LANY SUSANA: jangan donk🤣🤣
tar hubungan yg mulai membaik tegang lg 🤣🤣
total 1 replies
Hanima
Lanjut Dami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!