NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10.kemarahan delisa dan Alvaro

Jam delapan malam delisa baru saja sampai rumah, ia melemparkan tas nya diatas kasur dan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang empuk itu, hari ini dia sangat sangat lelah,

Ting (notifikasi)

mas sudah sampai rumah sayang ( Alvaro 🥶🤍)

Iya,aku juga sudah sampai rumah

Udah bersih bersih belum ( Alvaro 🥶🤍)

belum,sebentar lagi,aku sangat lelah

Cepet mandi gih, setelah itu istirahat ( Alvaro 🥶🤍)

Iya 🫡

Love you ( Alvaro 🥶🤍)

More

Delisa mematikan ponselnya dan segera beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,

tidak beberapa lama delisa keluar dari kamar mandi, rambutnya basah ia menuju meja rias minimalis modern miliknya, ia mulai melakukan rutinitasnya seperti membersihkan wajah dan juga memakai serangkai an skincare malam.

Setelah dirasa sudah selesai dia mengambil hairdryer mengerikan rambut nya secara perlahan dan merata,

Tok tok ( suara pintu)

Delisa yang sudah selesai dengan kegiatan mengeringkan rambut, mulai berjalan kearah pintu, setelah itu membukanya dan ternyata yang datang mamanya,

" ada apa mah " ucap delisa tersenyum kecil

" nak, ada paman kamu katanya mau berbicara penting" ucap mama Rania dengan raut wajah gelisah,

" mau buat masalah apalagi dia " guman delisa, dia benar-benar lelah sebenarnya dan segera tidur,

" baik mah, sebentar lagi aku turun " ucap delisa tersenyum kecil kearah mamahnya dan mamahnya hanya mengangguk setelah itu berlalu pergi.

delisa masuk ke kamar nya mengambil ponselnya dan segera keluar kamar untuk menemui pamannya,

Delisa turun kebawah dia melihat paman nya yang sedang menatap tajam kearah papahnya.

" hilangkan saja mata paman kalau melihat papa seperti itu" ucap delisa dengan ucapan yang tenang, dan sang paman mengerang kesal.

" delisa tidak sopan kamu " ucap paman delisa dengan wajah yang marah,

" ada apa, katakan " ucap delisa memandang pamannya angkuh, setalah tadi siang berbicara dengan Alvaro,Roy dan Afnan,ia rasa tak perlu terlalu hormat,

" delisa kau apakan perusahaan Wijaya" ucap paman to the point,

" aku hanya memberikan mereka pelajaran, memang ada yang salah paman " ucap delisa tenang, penuh dengan rasa wibawa

" jangan buat masalah delisa, ingat perusahaan milik artatama masih belum sepenuhnya milik mu " ucap paman dengan nada yang meninggi,

" memang belum sepenuhnya tapi calon suami ku, sudah memiliki kuasa jadi yang melakukan jelas keluarga Adipati bukan delisa " skamat ucapan delisa menancap tepat didada Handoyo, bukan kah ucapan delisa benar bahwa yang melakukan pencabutan saham tadi siang adalah Alvaro yang jelas bukan dia.

" ya setidaknya kamu memberi tau Alvaro agar memberikan kesempatan kepada keluarga Wijaya, dan tidak perlu mencabut saham " ucap paman Handoyo masih mengelak,

" itu bukan hak delisa, karena delisa belum sepenuhnya masuk ke keluarga Adipati jadi paman aku tidak bisa berbuat apa-apa" ucap delisa tersenyum penuh kemenangan

" oh iya kenapa paman begitu marah saat saham grub Wijaya di cabut apa paman mengenal mereka " ucap delisa memancing reaksi Handoyo yang tampak memucat,

* apa mungkin dia tau sesuatu* batin paman Handoyo yang mulai panik

" paman mengenal mereka karena salah satu klien kakekmu dulu " bohong ucapan Handoyo jelas bohong,

" benarkah, kenapa kakek mau kerjasama dengan mereka yang notabene nya perusahaan kecil " ucap delisa lagi dan lagi jebakan bagi Handoyo,

" mungkin saja kakek melihat potensi di perusahaan mereka " ucap paman dengan nada mencoba,

Delisa ingin tertawa saat ini memandang lelaki tua yang menganggap dirinya hebat,

" kakek tidak sebodoh itu paman " ucap delisa dengan senyuman anehnya,

" apa maksud kamu delisa " ucap paman lagi-lagi gelisah menatap mata delisa yang memancarkan aura sangat gelap.

" tidak ada " ucap delisa dingin.

" lalu_" ucap paman terpotong,

Tiba-tiba saja pintu depan terbuka menampilkan seseorang wanita sexy dan berwajah sangat sombong,siapa lagi kalau bukan Melisa.

" delisa kapan kamu akan meninggalkan Alvaro " ucap Melisa tidak tau malu dan langsung duduk tanpa di persilahkan pemilik rumah,

" apa urusan dengan mu tentang hubungan ku dan calon suami ku " ucap delisa geram,

" kamu harusnya sadar diri dong,kalau yang pantas bersanding dengan Alvaro itu aku " ucap Melisa percaya diri,

" oh ya tapi kenyataannya kakek lebih memilih ku dari pada kamu " ucap delisa setengah mengejek kakak sepupunya,

" kakek saja yang buta tidak melihat dengan jelas " ucap Melisa membuat delisa geram,

" JAGA UCAPAN mu Melisa" teriak delisa berdiri dari duduknya

" kenapa emang benarkan " ucap Melisa tersenyum mengejek

" pantas saja mas Alvaro merasa jijik saat bersama mu ternyata kamu seperti seorang wanita murahan" ucap delisa

" jaga ucapan kamu delisa dia juga kakak mu " ucap paman tidak terima dengan lontaran kata yang baru saja diucapkan delisa

" memang kenapa paman bukankah itu nyata bahkan saat dia berpenampilan menjijikan saja mas Alvaro merasa mual " ucap delisa menunjuk kearah Melisa

" lancang kamu delisa " ucap Melisa sembari menampar pipi delisa,

" berani sekali kamu menampar calon istri saya " teriakan dari ambang pintu membuat semua yang berada di dalam menoleh ke sumber suara,saat mengambil sesuatu di mobilnya Alvaro tidak sengaja melihat laptop dan beberapa buku milik delisa sebenarnya saat tadi menuju ke mall mereka menggunakan satu mobil dan mobil delisa dititipkan di butik.

Alvaro mencoba menghubungi nomor ponsel delisa tapi tidak diangkat akhirnya dia mengantarkan nya karena takut barang barang itu dibutuhkan besok di sekolah,dan disinilah Alvaro melihat pemandangan yang memerihkan matanya tamparan Melisa pada delisa.

" kak Alvaro dia duluan yang menghina ku " ucap Melisa memperlihatkan wajah sok tersakiti,

" apa aku tuli dan buta hingga aku tidak bisa mendengar bahkan bisa melihat bagaimana mana cara mu yang amat sangat menjijikan itu mencela delisa" ucap Alvaro menatap Melisa dengan rahang mengeras dan tatapan yang ingin memb*n*h Melisa saat itu juga,

" aku hanya membela diri memangnya salah " ucap Melisa takut

" memang tidak salah, tapi apa yang diucapkan delisa benar kamu hanya wanita yang haus belaian laki laki kaya bahkan penampilan mu tak lebih seperti jalang " ucap Alvaro pedas pada Melisa,dia menghampiri delisa menatap wajah delisa dimana pipi cabi delisa memerah bekas tamparan Melisa yang begitu keras,

" sakit hmm " ucap Alvaro lembut sembari mengelus pelan pipi delisa, dan delisa meringis dan itu membuat Alvaro murka,

" kak alvaro ucapan mu sangat melukai ku " ucap Melisa berkaca-kaca,

" aku tidak peduli " ucap Alvaro, setelah itu meraih tubuh delisa dalam dekapannya.

" ada apa ini??? " ucap papa Gerland yang kembali bergabung lagi, tadi sebelumnya sudah lebih dulu masuk kedalam kamar setelah delisa datang,

" delisa Astaga nak pipi mu kenapa " ucap mama Rania panik melihat pipi delisa sedikit bengkak akibat tamparan itu,

" aku gpp mah, mamah tenang ya " ucap delisa melepaskan pelukannya dari Alvaro, dan segera menghampiri mamahnya yang sudah menitikkan air mata.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!