NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa lagi

Bagas yang baru keluar dari toilet langsung panik. Bagas berlari secepat mungkin. " Andini, Andini," Bagas berlutut, menepuk pipi Andini pelan. Wajah Andini pucat, matanya terpejam. Tapi dibalik bulu matanya, dia mengintip reaksi Bagas.

Karyawan lain mulai menoleh. Satria yang baru saja datang langsung mendekat.

" Kenapa dia?" Tanya Satria. Suaranya datar.Matanya tajam kearah Bagas.

  " Tidak tahu pak, tiba tiba saja jatuh," Bagas gugup. Tangannya gemetar mau angkat tubuh Andini.

Satria menahan lengan Bagas," Bawa ke klinik kantor dulu. Saya panggil OB, yang lainnya bantu Bagas angkat tubuh Andini!"

   " Tidak, biar saya bawa langsung kerumah sakit." Bagas menolak. Pikiran tentang pesan Raya tadi buat dia serba salah, tapi melihat Andini pingsan didepan matanya. Rasa bersalah lamanya muncul lagi.

 Andini tersenyum didalam hati" kena kamu Bagas "

 Dirumah balkon lantai dua. Raya masih berdiri, Angin malam membuat ujung dasternya berkibar, HP ditangannya belum ada balasan lagi setelah Bagas bilang "iya. Aku pulang."

Raya masih menunggu, setiap detik membuat remuk jantung, tidak tahu nanti apa yang akan dikatakan oleh Bagus, Yang jelas mereka memang harus bicara empat mata.

 Galang dan Gilang sudah tidur pulas, rumah sepi. Cuman ada suara jangkrik ditaman.

Raya tarik nafas panjang, jam di layar HPnya sudah menunjukkan pukul 21.00, Bukankah Bagas sudah harus pulang? rapi tanda tanda kedatangan Bagas tidak juga ada.

Ting

HP ditangan Raya bergetar, ada panggilan dari nomor Bagas.

  " Halo" Raya mengangkat panggilan telepon dadi Bagas. Suaranya tenang. Tapi tangannya dingin.

 " Ra.." Suara Bagas terdengar kacau di seberang. Ada suara sirine samar. " Aku..aku belum bisa pulang sekarang".

 Jantung Raya berdetak sekali. keras. " Kenapa?" Satu kata itu keluar tanpa emosi. kosong.

" Andini..Andini pingsan dikantor, Aku harus bawa dia ke UGD.Dia tidak ada siapa siapa disini Ra.."

 Hening. Angin di balkon terasa menusuk tulang. Raya melihat keatas langit, tidak ada bintang malam ini, Cuman mendung.

  " Jadi?" Tanyanya. pelan.

 " Aku janji, besok pagi aku langsung pulang. Kita bicara. Aku mohon, Ra. kasih aku waktu malam ini saja."

 Raya tertawa. Lagi. pahit. Sama seperti tadi sore didepan Galang. Bedanya, kali ini tidak ada airmata. Sudah kering.

  " Apa tidak ada orang lain dikantormu? apa hanya kamu yang bekerja disana? oh, iya. Aku lupa. Dia adalah wanita yang kamu cintai." Tajam, menusuk.

  " Selamat jaga dia baik baik.." Raya mematikan sambungan telponnya.

 Rasanya dia sudah salah sangka pada Bagas, Dia kira Bagas akan pulang malam ini Dan mereka bisa membicarakan permasalahan rumah tangga yang kini sudah diujung tanduk.

" Raya..Raya..?" Bagas masih memanggil nama Raya.

  Raya kini terluka lagi, Ternyata dia yang merupakan istri sah. Tidak begitu penting dimata Bagas.

  Bagas mengacak rambutnya frustasi, Untuk sekian kalinya dia membuat Raya terluka dan kecewa.

 Raya segera masuk kedalam kamar anak anaknya. Diselimutinya lagi Gilang yang menendang selimut. Dikecupnya kening Gilang, lalu beralih ke Galang di sebelah.

  " Papa kalian sudah tidak mengganggap kita ada nak, Dia sudah jauh berbeda, Wanita itu berhasil mencurinya dari kita.." bisiknya.

Di UGD.

 Andini siuman, pas Dokter sedang mengecek tekanan darahnya. Drama pusing, katanya kurang gula.

Bagas duduk disamping tempat tidur rumah sakit. Nafasnya lega. Bagas tidak melihat Hpnya nyala di dalam saku. Andini melirik, pura pura lemas.” Makasih ya mas, kamu sudah membawa aku kesini dan kamu tidak meninggalkan aku.” 

 Bagas tersenyum getir.” iya.!” Hanya itu yang dikatakan oleh Bagas.

 Senyum Andini kembali pudar.  Dia merasa ada kekecewan dari mulut Bagas. Bukan Kata lega dan khawatir. 

Andini kembali mencari cara untuk menarik simpati Bagas, pokoknya Bagas harus menemaninya disini sampai besok pagi.

" Mas.." Andini menggeser tangannya. Pura pura mau menggenggam jemari Bagas. " Terimakasih ya mas, terimakasih karena kamu sudah mau mengantarkan aku kerumah sakit ini. Kalau bukan kamu, pasti sekarang aku sudah tidak selamat."

Bagas menarik tangannya pelan. Tidak kasar, Tapi cukup untuk membuat Andini paham." Dokter bilang kamu cuman kurang gula. Istirahat saja.Besok kamu sudah boleh pulang."

" Besok?" Andini mengeyit." Kamu bakal nemenin aku sampai besok kan, mas?"

Bagas menarik nafas, kali ini dia hanya ingin bersama dengan anak anaknya bukan dengan Andini. Tapi untuk meninggalkan Andini sendiri disini Bagas juga tidak tega.

" Satria sudah hubungi HRD, keluarga kamu di kota lain juga sudah dihubungi, mereka akan segera kemari." Suara Bagas datar. Sama datarnya dengan suara Satria yang menelponya tadi. " Saya cuman bisa bantu kamu sampai sini, Din."

Mata Andini membulat, drama lemas nya hilang setengah. Andini masih mencari cara untuk mendapatkan simpati Bagas.

" Mas, kamu marah ya? karena Raya telpon? Aku nggak maksud.."

" Saya yang salah.." Bagas memotong. " Dari awal saya kasih kamu ruang buat salah paham. Saya kira dengan membiarkan kamu dekat, rasa bersalah saya ke kamu lunas. Saya kira saya jatuh cinta padamu, tapi saya salah paham, perasaan ini tidak seharusnya ada. Dengan mengatakan saya jatuh cinta kepadamu didepan Raya yang masih sah sebagai istri sahku. Aku sudah membuat luka yang dalam untuk nya." Bagas mulai tersadar.

Tidak seharusnya dia seperti ini, tidak seharusnya dia meminta hati yang lain, sementara hati dirumahnya begitu setia padanya.

Andini menggigit bibirnya, ucapan Bagas begitu membuat hatinya luka, tidak boleh. Dia tidak boleh kalah.

" Aduh,,Aduh,, Kepalaku tiba tiba sakit ,mas" Andini kembali berpura-pura.

" Kamu baik baik saja kan Andini? Mas akan panggil Dokter.." Bagas tampak panik.

Namun Andini memegang erat tangan Bagas, Andini menarik kuat leher Bagas , sampai akhirnya bibir mereka bertemu, yap. Andini dengan sengaja menahan Bagas dengan ciuman.

Mata Bagas membulat, Dia sama sekali tidak menyangka kalau Andini senekat ini. " Apa yang kamu lakukan Andini?" Bagas tampak kesal dengan apa yang barusan terjadi. Dia menarik diri dengan kasar.

Andini tersenyum, ternyata diam diam Andini sudah menyiapkan kamera di HPnya untuk memfoto ciumannya dengan Bagas.

foto itu nantinya akan dikirim Andini ke Raya.

" Jangan marah begitu sayang. Jujur saja kamu pasti menikmatinya, Bukankah kamu menyukai bibir ku?" Andini tersenyum licik.

" Kamu Keterlaluan Andini.." Bagas keluar dari ruangan Andini. Dilorong Satria sudah menunggu sambil menyender ke dinding. Tangannya dilihat ke dada.

" Udah?" Tanya Satria yang tadi tanpa sengaja melihat Bagas dan Andini berciuman.

Bagas mengangguk." Titip Andini, Saya mau pulang, pak."

" Yakin?" Tanya Satria sambil menatap tajam kearah Bagas, Satria sangat benci dengan yang namanya perselingkuhan.

Bagas mengangguk dan berlalu dari hadapan Satria.

Andini mengirim foto tersebut ke nomor Raya," Jangan kira kamu bisa menang Raya, hahaha!" Andini tertawa, membayangkan ekspresi Raya saat melihat foto yang dikirimkannya.

1
Rini Anggraini
maaf point q habis thor😭😭 g bissa kasih hadiah...🙏🥲
Mamany Ali: iya kk, terimakasih sudah membaca ya kk😍
total 1 replies
Rini Anggraini
jadi g seru thor,soalnya g ada gregetnya dari bagas,g ada usaha sama sekali buat yakinin istrinya buat balikan,cuma pasarah doank,kaya novel² lainnya 🙏🙏
Mamany Ali: iya ya kk🤭
total 1 replies
Rini Anggraini
gimana jadinya thor,kaya sinetron rumah tangga sebelah...🤣🤣
ditunggu upnya ya semoga bagas masih punya kesempatan balik sama keluarganya lagi...💪🙏
Mamany Ali: iya kk🤣🤣🤣
total 1 replies
Masitoh Masitoh
bagi pelempang dua kali ke pipinya biar tau rasa andini
Ma Em
Semoga Raya memergoki Bagas dgn Andini dirumah nya saat Bagas bermesraan dgn Andini agar Raya tdk jadi kembali pada Bagas , lbh baik Raya berpisah saja dgn Bagas .
Ma Em
Raya emang lbh baik berpisah dari Bagas apa yg hrs dipertahankan oleh Raya Bagas sebagai suami selingkuh sedangkan mertua bkn nya bela menantu malah bela selingkuhan anaknya dan selalu menghina Raya , Raya bagaimana mau bahagia hdp nya tdk ada yg akan tahan kalau nasib nya seperti Raya .
Mamany Ali
semoga terhibur, ditunggu kritik dan sarannya🥰
Mamany Ali: ini udah di up kk, belum bisa sama noveltoon masih di review 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!