NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Malam itu, mansion Knight terasa lebih dingin dari biasanya. Arkan tidak bisa memejamkan mata. Bayangan Evelyn yang "menyelamatkannya" di butik terus berputar di kepalanya. Suara tenang dan tegas yang membisikkan instruksi pernapasan itu... Arkan yakin itu bukan halusinasi akibat aroma terasi.

"Samuel," panggil Arkan melalui saluran pribadi terenkripsi di ruang kerjanya yang steril.

"Iya, Bos? Masih terjaga jam segini? Apa ada kuman baru yang mutasi di dapur?" suara Samuel terdengar mengantuk.

"Periksa rekaman CCTV butik Mama sore tadi. Aku ingin kau fokus pada detik-detik sebelum lampu padam. Dan satu lagi, periksa semua pembelian pisang di supermarket sekitar mansion dalam tiga hari terakhir."

Samuel terdiam sejenak. "Pisang, Bos? Kau mau buka toko buah?"

"Lakukan saja!" Arkan mematikan sambungan.

Sementara itu, di lantai bawah, Evelyn sedang sibuk di balik pintu kamarnya yang terkunci rapat. Ia tidak sedang tidur. Ia mengenakan *headset* taktis dan tangannya menari di atas *keyboard* laser yang diproyeksikan ke meja belajarnya.

"Ed, Lucas Ford hampir saja mendapatkan sampel DNA-ku tadi. Kita harus mengganti profil DNA-ku di pusat data nasional. Masukkan data palsu—buat seolah-olah aku memiliki alergi terhadap stroberi dan IQ rata-rata. Jangan biarkan mereka tahu aku bisa menghitung algoritma enkripsi sambil menutup mata," perintah Evelyn.

"Sudah dilakukan, Queen. Tapi ada masalah lain. Arkan baru saja memerintahkan Samuel untuk melacak pembelian pisang. Sepertinya kulit pisang tadi sore terlalu mencurigakan bagi seorang King Mafia."

Evelyn menepuk jidatnya. "Sial, aku lupa dia punya detektif siber yang handal. Baiklah, retas database supermarket itu. Masukkan data bahwa yang membeli pisang adalah... Bi Ijah! Bilang saja dia mau buat pisang goreng untuk Arkan."

"Jenius, Queen. Tapi bukankah Arkan tidak makan gorengan karena takut minyaknya tidak steril?"

"Biarkan saja dia pusing memikirkannya!"

Keesokan paginya, Arkan turun ke dapur dengan wajah yang lebih gelap dari kopi hitamnya. Ia melihat Evelyn sedang sibuk menuangkan susu ke mangkuk serealnya—kali ini tanpa alat solder.

"Evelyn," panggil Arkan tiba-tiba, membuat Evelyn hampir menjatuhkan kotak serealnya.

"I-iya, Tuan Sstt-Sstt? Tuan mau sereal juga? Tenang, sudah Eve cek, tidak ada semut yang sedang demo di dalamnya."

Arkan berjalan mendekat, berhenti tepat di jarak satu meter. Ia menatap Evelyn dengan mata yang menyelidik. "Bi Ijah bilang dia membeli dua sisir pisang kemarin atas permintaanmu. Benar?"

Evelyn mengerjapkan mata, memasang wajah paling polos sedunia. "Oh! Iya! Eve kepingin sekali makan pisang, Tuan. Kata buku yang Eve baca, pisang itu mengandung potasium yang bagus untuk... untuk mencegah mimpi buruk tentang kuman!"

Arkan menyipitkan mata. "Dan ke mana perginya semua pisang itu? Aku tidak melihat satu pun kulit pisang di tempat sampah."

Evelyn menelan ludah. Aduh, dia cek tempat sampah juga?!

"E-eh... Eve makan semuanya, Tuan! Termasuk... kulitnya! Iya, kulitnya! Eve baca di artikel internet, kulit pisang itu kaya akan serat dan bisa membuat kulit glowing seperti lampu neon!" Evelyn memberikan senyum lebar, memamerkan giginya yang putih.

Arkan terdiam. Ia menatap Evelyn seolah-olah istrinya itu baru saja mengaku berasal dari planet Mars. "Kau... makan kulit pisang?"

"Iya! Rasanya agak... agak seperti sandal jepit, tapi demi kecantikan, Eve rela!"

Arkan mundur selangkah, ekspresinya antara ngeri dan bingung. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan botol *hand sanitizer*, dan menyemprot tangannya dengan kalap. "Kau benar-benar tidak normal, Evelyn. Jangan mendekatiku selama 24 jam. Aku tidak mau tertular kegilaanmu."

Arkan segera berbalik dan pergi menuju kantornya dengan langkah seribu.

Evelyn menghela napas lega, ia menyandarkan punggungnya ke meja dapur. "Hampir saja. Makan kulit pisang... ide macam apa itu, Eve? Kau benar-benar merusak reputasi Queen Mafia-mu sendiri."

Di kantor Knight Company, Arkan masih tidak tenang. Ia memanggil Kenan ke ruangannya.

"Kenan, bagaimana hasil pemeriksaan pada dua pengkhianat di butik kemarin?"

"Mereka bungkam, Bos. Tapi kami menemukan sesuatu di saku mereka," Kenan meletakkan sebuah kantong plastik bening di meja Arkan. Di dalamnya terdapat sebuah koin perak kecil dengan ukiran logo EVG.

Arkan tertegun. "EVG? Queen Mafia itu lagi?"

"Sepertinya faksi pemberontak Black Eclipse bekerja sama dengan EVG untuk menjatuhkanmu, Bos. Atau... EVG sedang mencoba melindungimu dengan caranya sendiri."

Arkan teringat wanita di gudang dan wanita di butik. "Tidak mungkin dia melindungiku. Mafia tidak punya hati. Mereka hanya bergerak demi keuntungan."

Tiba-tiba, layar monitor di ruang kerja Arkan berkedip-kedip. Sebuah pesan muncul di layar, menutupi semua data kerja Arkan.

[DARI: ANONYMOUS]

"Tuan Higienis, perhatikan asistenmu. Ada tikus di dalam kantormu yang lebih berbahaya daripada kuman di gagang pintu."

Arkan langsung menatap Kenan dengan tajam. Kenan tampak bingung. "Ada apa, Bos?"

"Samuel! Lacak pengirim pesan ini!" teriak Arkan.

Namun, sebelum Samuel bisa beraksi, pesan itu menghilang dan berganti dengan gambar ''seekor kucing culun yang sedang memakai kacamata tebal dan memegang pisang.''

Arkan mematung. Jantungnya berdegup kencang. Gambar kucing itu... mirip sekali dengan Evelyn.

Apakah ini sebuah kebetulan? Atau Istriku sedang mengejekku dari rumah?

"Kenan, siapkan mobil. Kita pulang sekarang," perintah Arkan. "Aku harus memastikan sesuatu."

Sesampainya di mansion, Arkan langsung mendobrak pintu kamar Evelyn. Ia tidak peduli lagi dengan aturan atau sanitasi.

"Evelyn! Jelaskan padaku apa ini!" Arkan menunjukkan foto kucing berkacamata di ponselnya yang sempat ia potret.

Evelyn, yang sedang asyik maskeran dengan lumpur hitam (sebenarnya masker pembersih pori-pori, tapi terlihat menyeramkan), menoleh dengan wajah kaget. "Lho? Itu kan kucing lucu, Tuan! Kok mirip Eve ya? Apa Tuan diam-diam buat fan art untuk Eve? Soalnya ada pisangnya juga!"

Arkan menatap Evelyn yang wajahnya tertutup lumpur hitam, hanya matanya yang terlihat besar di balik kacamata.

"Kau... kau meretas komputerku?" tanya Arkan dengan nada mengancam.

Evelyn tertawa cengengesan. "Meretas? Tuan, buka laptop saja Eve sering salah tekan tombol power jadi tombol delete. Eve cuma tahu cara main Solitaire, itu pun kalah terus sama komputer."

Arkan mendekati Evelyn, ia meraih dagu Evelyn (yang tertutup lumpur) dan memaksanya menatap matanya. "Jangan main-main denganku, Evelyn. Jika aku tahu kau membohongiku..."

"Kalau Eve bohong, Tuan boleh suruh Eve makan kulit pisang lagi di depan Tuan!" tantang Evelyn dengan berani.

Arkan melepaskan dagu Evelyn dengan jijik karena tangannya kini terkena lumpur masker. "Sial! Kuman!" Arkan langsung berlari ke kamar mandi Evelyn untuk mencuci tangannya.

Evelyn tersenyum miring di balik masker lumpurnya. Satu-kosong, Tuan Higienis. Selama kau masih takut kuman, kau tidak akan pernah bisa menangkapku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!