Trauma sang Letnan akan masa lalunya bersama seorang wanita untuk kesekian kalinya, membuatnya tidak ingin lagi berurusan dengan makhluk berjenis wanita.
Rasa sakit di hatinya membuatnya betah 'melajang', bahkan sampai rekan letting dan juniornya banyak yang memiliki momongan.
Namun, cara Tuhan mempertemukan manusia dengan jodohnya memang sangatlah adil. Ia sangat tidak menyukai gadis ini tapi.............
KONFLIK TINGKAT TINGGI. SKIP bagi yang tidak bisa membaca alur cerita berkonflik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Identitas.
"Kalau begitu kenapa tidak menikah sama perempuan itu saja." Sambar Anye malas. "Lagi pula, Anye sudah ada laki-laki yang Anye suka."
Siapa namanya????"
"Untuk apa Abang tau. Abang mau musuhin dia?? Mau lawan dia???" Omel Anye. Sungguh melihat wajah Bang Rinto membuatnya emosi.
"Sebenarnya apa salah saya sampai kamu kesal sama saya??" Tanya Bang Rinto.
"Salahnya karena Abang bukan laki-laki yang Anye suka."
Jemari Bang Rinto mengepal kuat, ia tidak paham mengapa hatinya terasa begitu sakit mendengar Anye memiliki hati untuk pria lain sedangkan dirinya memiliki perhatian lebih pada gadis yang ia kenal melalui sosial media itu.
"Selama kita masih ada ikatan, kamu tidak boleh ada interaksi lebih dengan laki-laki lain selain saya ataupun kakak laki-laki mu..!!" Ucap tegas Bang Rinto.
Anye melenggang meninggalkan Bang Rinto sendirian, agaknya ia mulai muak berinteraksi dengan pria yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya dan membuatnya setengah mati kesulitan menjalani hari.
\=\=\=
Hari ketiga setelah kontrak pacaran mulai berjalan, Anye sibuk mengetik pesan di ponselnya sambil tersenyum lebar. Bang Rinto yang sedang membaca koran di ruang tamu melihatnya dan merasa dada nya sesak.
"Kamu hubungi dia lagi???" Tanya Bang Rinto dengan nada yang coba ia buat setenang mungkin.
Anye terkejut, lalu segera menyembunyikan ponselnya di balik bantal. "Tidak... cuma chat teman saja."
Bang Rinto menghela nafas dan mendekatinya. "Anye, kita sudah punya kesepakatan. Kalau kamu masih berkomunikasi dengan dia, setidaknya beri tau saya. Saya hanya khawatir kamu punya masalah sama laki-laki lain. Bagaimana kalau dia b******k??? Bagaimana kalau dia sudah punya istri."
"Kenapa Abang selalu tidak percaya sama Anye. Dia tidak seperti yang Abang pikirkan..!! Lagipula kita hanya kontrak." Ucap Anye marah, lalu berdiri dan masuk kamar sambil mengunci pintu.
Bang Rinto merasa frustasi. Ia segera menghubungi Prada Tegar yang sedang menyelidiki identitas pria yang selama ini dekat dengan Anye.
...
"Gar, sudah dapat informasi yang jelas belum? Saya perlu tau siapa dia dan apa yang dia inginkan dari Anye."
"Siap. Saya sedang menyamakan datanya, Dan, kami sedang kroscek data pangkat dan nomor identitas yang ada di akunnya. Ada yang aneh dari beberapa informasi yang Danton berikan, semua sama persis dengan data Danton."
"Maksudnya???? Sama persis dengan saya???" Bang Rinto sampai bingung dengan penjabaran ajudannya.
Beberapa menit kemudian, Prada Tegar mengirimkan tangkapan layar akun media sosial Black Mamba beserta detail profil yang tercantum di sana. Bang Rinto membacanya dengan mata yang membulat besar. Deskripsi tentang hobi dan cita-cita nya sama persis dengan dirinya sendiri. Bahkan foto yang digunakan adalah foto profil lama dirinya sebagai pekerjaan internal yang sudah di hapus beberapa tahun lalu.
"A*u... Jadi selama ini aku mencemburui diriku sendiri???" Bisik Bang Rinto. "Pantas, setiap dia bilang mau menghubungi laki-laki itu nantinya ada notifikasi di ponselku. Ternyata laki-laki itu, aku."
Bang Rinto langsung berdiri dan pergi ke kamar Anye. Dia mengetuk pintu dengan keras. "Anye, buka pintu..!! Kita perlu bicara sekarang juga..!!!!"
Setelah beberapa saat, pintu terbuka. Anye masih memegang ponselnya dengan wajah marah. "Apa lagi yang Abang mau? Kalau mau melarang saya ngobrol sama dia, jangan bicara sama Anye lagi..!!"
"Siapa namanya?? Black Mamba??" Tanya Bang Rinto.
"Kok Abang tau???" Respon Anye heran. "Oohh.. Atau jangan-jangan... Abang hacker?????"
Bang Rinto menghela nafas panjang. Entah bagaimana gadis ini tidak bisa berpikir sesuai jalur.
Secepatnya tangan itu mengambil dompet dan mengambil foto di dalamnya. Foto yang memperlihatkan punggung berpostur gagah milik seorang pria tanpa memperlihatkan wajah sama sekali. "Ambil, lihat foto ini..!!"
Anye merampasnya dengan kasar lalu melihatnya.
"Kenal??" Tanya Bang Rinto saat melihat ekspresi wajah Anye berubah.
"Darimana Abang dapat foto ini???"
"Kamu tidak tau kan, inisial itu apa? Ada tulisan RNT disana. Itu nama saya."
"Rin_to??" Jawab Anye ragu.
"Menurutmu???" Bang Rinto balik bertanya.
Anye menggigit bibirnya. Ia melirik Bang Rinto dengan wajah memerah dan mulai salah tingkah.
Bang Rinto melipat kedua lengan di depan dada. "Jadi... Kita lanjut pacaran atau tidak??"
.
.
.
.
memang rumit, percayakan kisah sesuai alur yang diinginkan othornya
semangat Thor.....sukses selalu
💪💪