NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Bintang

Istri Rahasia Sang Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Dokter
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Dunia mengenalnya sebagai bintang paling bersinar. Namun, hanya dia yang tahu betapa redupnya pria itu di balik layar.
Elvano Alvendra punya segalanya: kekuasaan, ketenaran, dan wajah yang dipuja jutaan orang. Tapi bagi Selena Nayumi, Elvano hanyalah pasien keras kepala yang lupa cara mengurus diri sendiri.
Sebuah perjodohan kolot dari sang nenek memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tersembunyi. Bagi Elvano, Selena adalah "obat" yang tidak pernah ia duga akan ia butuhkan. Bagi Selena, Elvano adalah teka-teki misterius yang perlahan mulai ia cintai.
Di antara jadwal konser yang padat, kilatan kamera media, dan kontrak kerja jutaan dolar, ada satu rahasia besar yang mereka simpan rapat di balik pintu rumah: Status mereka.
Dapatkah cinta tumbuh di tengah kepura-puraan? Dan sanggupkah Selena bertahan menjadi rahasia terbesar sang bintang saat dunia menuntut Elvano untuk tetap "milik publik"?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Gemuruh suara ribuan VALS memenuhi National Stadium Singapura, menciptakan atmosfer yang sanggup menggetarkan dada siapa pun yang mendengarnya. Cahaya dari lightstick berwarna midnight blue—warna resmi Elvano—berpendar seperti samudra yang berkilauan di bawah langit malam. Teriakan histeris pecah saat layar raksasa di tengah panggung mulai memutar video profil Elvano Alvendra.

Potongan klip sinematik yang memperlihatkan sisi karismatik Elvano sebagai CEO, aktor, hingga penyanyi kelas dunia berpindah dengan cepat, diiringi dentum musik dari salah satu lagu hits miliknya yang bertempo upbeat. Ketegangan di area penonton sudah mencapai puncaknya, semua orang menanti sang legenda hidup muncul ke permukaan.

Di balik kemegahan panggung itu, suasana di ruang tunggu utama terasa jauh lebih khusyuk. Elvano berdiri di tengah lingkaran tim manajemen, penari latar, dan kru teknis. Wajahnya yang biasa dingin kini tampak sangat fokus. Ia memimpin doa bersama, memohon kelancaran untuk konser yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan ini.

“Terima kasih semuanya. Lakukan yang terbaik, bersenang-senanglah, dan pulang dengan selamat,” ucap Elvano dengan nada rendah yang penuh otoritas.

Satu per satu staf meninggalkan ruangan untuk menempati posisi masing-masing, hingga hanya menyisakan Elvano dan Darian di sana. Keheningan sesaat menyelimuti ruangan itu. Elvano meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja rias bermarmer. Ada satu notifikasi pesan dari Selena yang belum sempat ia buka karena jadwal yang sangat mencekik sejak pagi tadi.

Begitu jemarinya menyentuh layar, sebuah video mulai terputar. Di sana muncul wajah ceria Selena yang masih mengenakan jas putih dokternya, tampak baru saja menyelesaikan praktiknya di Jakarta.

“Hai, Tuan Bintang, Elvano Alvendra! Selamat untuk malam puncaknya! Aku buat video ini untuk kirim semangat dan doa buat kamu. Maaf ya, aku benar-benar belum bisa hadir di konser perdanamu kali ini karena ada pasien pasca operasi yang harus kupantau ketat gizinya. Tapi ingat, aku akan tonton kamu lewat siaran digital nanti. Semangat, Tuan Bintang! Jangan lupa minum air mineral yang sudah kusiapkan di tasmu, ya? Kamu pasti luar biasa malam ini!” ucap Selena dalam video itu sembari mengepalkan tangan kecilnya ke kamera dan diakhiri dengan senyum Dr. Sunshine yang begitu tulus.

Elvano tertegun. Sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyuman tipis namun sangat dalam. Rasanya seperti ada aliran energi baru yang menjalar ke seluruh pembuluh darahnya. Baginya, video singkat itu jauh lebih berharga daripada ribuan teriakan fans di luar sana.

“Dia benar-benar tahu cara membuatku merasa tidak sendirian di tempat setinggi ini,” gumam Elvano lirih, hampir tidak terdengar.

Darian yang memperhatikannya dari sudut ruangan hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum menggoda.

“Sepertinya bateraimu sudah terisi penuh sekarang, El? Wajahmu langsung bercahaya begitu melihat Dokter Gizi kesayanganmu,” goda Darian sambil melangkah mendekat.

Elvano tidak membalas ejekan itu dengan kata-kata dingin seperti biasanya. Ia hanya memberikan ponselnya kepada Darian dengan gerakan tenang.

“Simpan ini. Pastikan tidak ada satu panggilan pun yang menggangguku di panggung, kecuali jika itu darinya,” perintah Elvano tegas.

Darian menerima ponsel itu dan mengangguk. “Siap, Bos. Sekarang ayo, jemput takdirmu di luar sana. Mereka sudah menantimu sampai gila.”

Elvano melangkah keluar ruangan menuju area backstage bawah panggung. Detak jantungnya beradu dengan dentuman bass yang mulai terdengar dari sistem suara utama. Konser ini akan dibuka dengan lagu pembuka yang penuh energi, menuntut koreografi yang atraktif dan kekuatan vokal yang stabil.

Di kegelapan bawah panggung, Elvano berdiri di atas lift hidrolik. Ia memejamkan mata sejenak, membayangkan wajah Selena, lalu mengembuskan napas panjang. Aura karismatiknya meledak seketika. Ia bukan lagi Elvano yang overthinking, ia adalah Elvano Alvendra, sang penguasa panggung.

“Lima... empat... tiga... dua... satu!” suara kru di ear monitor bergema.

Light panggung mulai dimainkan dengan liar. Sorot lampu laser membelah kegelapan stadion. Para penari latar mulai muncul ke atas panggung dengan gerakan yang sangat sinkron dan bertenaga. Teriakan VALS semakin memekakkan telinga saat musik mencapai puncaknya.

Tiba-tiba, dari balik lantai panggung, Elvano muncul dengan sebuah lompatan indah yang sangat presisi. Ia mendarat dengan sempurna di tengah formasi penari, langsung menyambar mikrofon dan melantunkan bait pertama dengan suara yang sangat stabil dan power yang luar biasa kuat.

“Singapore, are you ready to fly with me tonight?!” teriak Elvano di tengah jeda lagu, yang langsung dijawab dengan gemuruh teriakan yang seolah ingin meruntuhkan stadion. Konser berjalan dengan sangat magis.

**

Lampu-lampu panggung di National Stadium Singapura meredup, menyisakan satu sorot lampu putih yang jatuh tepat di tengah panggung. Di sana, sebuah grand piano hitam mengilat sudah menanti.

Elvano Alvendra melangkah pelan, kini ia telah berganti pakaian dengan setelan jas beludru berwarna biru gelap yang membalut tubuh atletisnya dengan sempurna. Kesan mahal dan berkelas terpancar kuat, membuat ribuan VALS menahan napas serentak.

Ia duduk di kursi piano, jemari panjangnya menyentuh tuts dengan lembut. Denting nada pertama lagu ballad andalannya mulai mengalun, memenuhi setiap sudut stadion.

Suara Elvano yang dalam dan hangat mulai terdengar, melantunkan lirik tentang kerinduan dan pencarian akan rumah yang sesungguhnya. Kali ini, ia tidak sedang bernyanyi untuk pamer teknik vokal, ia bernyanyi seolah-olah sedang membisikkan rahasia paling pribadinya kepada angin.

“I find my peace where the sun meets the rain...” nyanyi Elvano lembut, matanya terpejam, menghayati setiap kata yang ia tulis sendiri.

Gemuruh teriakan berubah menjadi keheningan yang khusyuk. Ribuan lightstick bergerak pelan mengikuti irama, menciptakan pemandangan seperti galaksi yang sedang bernapas. Banyak VALS yang mulai menitikkan air mata, larut dalam emosi yang dialirkan Elvano melalui jemari dan suaranya.

Di saat yang bersamaan, ribuan kilometer di Jakarta, suasana di ruang istirahat staf rumah sakit juga tidak kalah emosional. Beberapa perawat dan pegawai administrasi berkumpul di depan sebuah tablet yang diletakkan di atas meja makan kayu. Mereka sedang menyaksikan potongan video siaran langsung yang diunggah oleh penggemar di Singapura.

“Ya ampun, Elvano... kenapa dia bisa sekeren ini sih? Lihat cara dia menatap piano itu, seolah-olah dia sedang jatuh cinta,” seru salah satu perawat muda dengan mata berkaca-kaca.

“Suaranya benar-benar menenangkan. Rasanya lelah setelah shift malam langsung hilang hanya dengan dengar satu bait saja,” sahut pegawai lainnya sambil menghela napas panjang.

Selena, yang baru saja selesai mengecek jadwal menu diet pasien di ruangannya, berjalan melewati ruang istirahat tersebut. Langkahnya terhenti saat telinganya menangkap suara piano yang sangat ia kenali—suara yang pernah ia dengar secara langsung saat Elvano bersenandung kecil di dapur rumahnya.

Ia memilih berhenti di ambang pintu, bersandar pada kusen kayu, dan ikut melihat layar kecil itu bersama para pegawai lainnya. Di layar itu, Elvano tampak begitu bersinar, namun di mata Selena, pria itu terlihat sangat tenang dan jujur.

“Dokter Selena, coba dengar ini. Suara Elvano bagus banget, kan? Belum lagi permainan pianonya, dia benar-benar jenius musik!” ucap salah satu perawat menyadari kehadiran Selena.

Selena mengangguk pelan, senyum tulus terukir di wajahnya. “Iya, suaranya memang indah sekali. Sangat merdu. Permainan pianonya juga sangat mahir, dia tahu cara menyampaikan perasaan lewat nada-nada itu,” jawab Selena jujur.

Ada rasa bangga yang menyelinap di dada Selena. Pria yang sedang dipuja sejuta umat itu adalah pria yang sama yang tadi pagi merengek minta dibuatkan jus jeruk tambahan.

Selena meraih ponsel di saku jas putihnya. Ia mengambil foto candid para pegawai rumah sakit yang sedang asyik menonton video konser Elvano dengan wajah penuh kekaguman. Ia lalu membuka ruang obrolannya dengan Elvano dan mengirimkan foto itu.

“Kamu dapat banyak pujian dari para pejuang medis di Jakarta malam ini, El. Mereka bilang suaramu sangat menenangkan lelah mereka. Semangat ya, Tuan Bintang!” tulis Selena sebagai caption foto tersebut.

Setelah menekan tombol kirim, Selena segera menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku. Ia tahu Elvano tidak akan mungkin membalas pesannya sekarang. Pria itu masih berada di atas panggung, memberikan seluruh hatinya untuk menghibur ribuan orang.

***

1
Sri Murtini
elvano kau benar " cinta ya bukan akting
Sri Murtini
Elfano jatuh cinta se jatuh"nya dipelukan kekasih hati. ternyata tidak selamanya perjodohan itu berdampak buruk.... ini memang ketemu pasangan sejatì
Penta Ning Thiyas
luar biasa
Penta Ning Thiyas
karyamu selalu keren.. dan nagih😍👍 semangat kak
Hugo Hamish
kak up dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!