Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Sedangkan Nurul tetap duduk tenang sambil tersenyum. Karna ia tahu pasti. Jika Lara belum tahu, jika dirinya adalah istri Nizam selama ini.
" Kenapa kaget? apa kak Nizam tak memberi tahumu tempo hari" kata Nurul menatap Lara.
" Kau ....!! " kata Lara sambil mengepalkan tangannya. Lalu mendekati Nizam.
" Kak ...kenapa ngak cerita, aku butuh penjelasan sekarang" kata Lara terlihat emosi.
" Ra nanti saja, kamu makan dulu sana. Kita bicara setelah sepulang kerja. Please jangan membuat masalah disini. Malu tahu !! kami sedang makan siang. Kamu bisa cari tempat lain deh" kata Nizam yang tak mau orang orang memperhatikan mereka.
" Ok ....Lara cari tempat lain, tapi nanti pulangnya Lara mau Kak Nizam mengantar Lara pulang" tegas Lara.
" Ya " jawab Nizam.
" Ada apa ra, emang kamu punya hubungan apa sama pak Nizam" kata teman Lara yang bingung. Lalu menatap kearah Nizam dan Lara.
" Itu...ngak ada apa apa Jeng. Lara hanya salah paham kok, kalian mau makan kan. Tuh disana ada meja kosong." kata Nizam yang berusaha menjelaskan ia sedang makan siang bersama istrinya. Dan Nurul hanya tersenyum kepada kedua teman Lara. Beda hal dengan Lara yang menatap tajam pada Nurul. Karna tak terima, jika istri Nizam itu teman lamanya.
" Ngak bakal berjalan lancar pernikahan ku besok, jika Nurul ternyata istri kak Nizam" batin Lara berpikiran picik. Sembari berpikir mencari jalan pintas untuk memaksa Nizam segera menikahinya. Jika tidak Nurul pasti akan menghalanginya. Untuk mendapatkan pria perjodohan orang tuanya.
" Ya sudah kalo begitu kita cari tempat lain saja ra. Mari pak Nizam" kata teman Lara berlalu. Lalu tersenyum pada Nurul. Nurul yang mengerti dua wanita itu menyapanya dengan senyuman. Membalas tersenyum kepada keduanya. Karna tahu mereka adalah bawahan suaminya.
" Ya silahkan" kata Nizam yang merupakan menejer perusahaan.
Sehingga Lara pun akhirnya mengikuti dua temannya itu. Demi menjaga gengsi agar teman temannya tidak merasa curiga. Sebab dikantor tak ada yang tahu. Jika ia punya hubungan khusus dengan Nizam di luar pekerjaan. Namun hati nya sangat marah. Ketika melihat Nizam membawa Nurul makan siang diluar. Apalagi wanita itu sepertinya sengaja ingin meremehkannya.
" Sial . .kenapa harus dia sih" kata Lara terlihat dengan wajah kesal. Namun mau tak mau ia pergi meninggalkan meja Nizam.
Sedangkan Nizam hanya memperhatikan Lara sekilas. Setelah itu ia menatap raut wajah istrinya yang masih makan dengan lahap tanpa bersuara.
" Ada apa, kangen sama calon istri. Dekati saja." kata Nurul tersenyum
" Bisa bisanya ade meledek kak Nizam. Dia itu orang ketiga diantara kita. Apa ade tidak marah. Atau ade sudah punya rencana lain jika kak Nizam nekat menikahinya" sindir Nizam karna Nurul hanya bersikap tenang dan biasa saja kepada Lara. Tidak seperti banyak wanita lain. Yang akan mengamuk tahu suaminya punya Wil.
" Hmm....apa kak Nizam ingin melihat Nurul bersikap gila. Ngak buat apa, buang buang energi saja. Toh keputusannya ada di tangan kan Nizam kan. Jika kak Nizam mau menikah alhamdulilah, jika tidak juga alhamdulilah. Karna Nurul tak bisa mengikat kak Nizam. jika memang ada niat itu dihati kak Nizam silahkan lakukan saja. Nurul hanya bisa tetap berdiri di atas pilihan" kata Nurul yang tak mau menurunkan harga dirinya untuk ribut dan berkelahi lantaran seorang pria, sekalipun itu suaminya. Apalagi sampai mengemis dan merengek untuk dikasihani. Itu bukan sifat Nurul. Sebab sejatinya jika suaminya itu benar benar mencintainya. Tidak akan ada celah bagi wanita lain untuk masuk ke dalam rumah tangga mereka. Walau dengan seribu alasan untuk berbakti kepada orangtua.
" Hm....ya sudah habis kan dulu makannya. " kata Nizam yang tahu Nurul memang bawaan nya tenang dan percaya diri. Membuat Nizam tak bisa meruntuhkan kepribadian istrinya itu. Sekalipun Nizam sudah mencari celah untuk menduakannya. Namun Nurul punya cara sendiri dalam menjaga batasannya.
Tadinya Nizam sempat berpikir jika Nurul akan mengizinkannya untuk menikahi Lara. Sebab wanita sholehan seperti Nurul pasti akan patuh, tapi ternyata Nurul mengambil sikap menolak. Bahkan dengan tegas Nurul menolak tanpa memberi pilihan.Yang jelas jelas tak mau di poligami olehnya. Membuat Nizam berpikir ulang dalam mengambil keputusannya. Jika ia salah langkah, maka ia sendiri yang akan di buat repot. Karna sepertinya Nurul akan memilih bercerai darinya pada dimadu.
*************
Sesampainya dikantor setelah mengantar Nurul dan Aliya pulang. Nizam kembali bekerja. Karna ia harus menyelesaikan tugasnya sebelum pulang nanti sore. Apalagi nanti ia masih harus mengantar Lara pulang dan bicara baik baik pada wanita pilihan ibunya itu.
Sedangkan Nurul menemani Aliya membongkar hadiah dari abangnya. Aliya terlihat sangat senang. Karna selain banyak boneka ada banyak coklat dan makanan kecil pemberian Bram.
" Bun...pakde baik banget sama Al ya. Apa pakde punya anak juga?" tanya Aliya sembari memakan coklat.
" Iyalah, ada kak Brian dan kak Jasmine. dirumah. Kapan kapan bunda akan bawa Al pulang kesana pas liburan sekolah. Tapi janji ngak pake rewel" kata Nurul yang memang belum sekalipun membawa Aliya pulang kerumah orang tuanya. Begitu juga dengan suaminya. Sebab selama ini Nurul menyembunyikan indentitas dirinya dari Nizam. Karna Nurul ingin tahu seberapa sayang Nizam kepadanya selama ini.
" Hore...apa pakde punya rumah besar. Kata ayah mobil pade bagus dan mahal" kata Aliya senang.
"Hm...untuk itu bunda ngak bisa bilang, nanti Aliya akan tahu sendiri kalo sudah kesana" kata Nurul yang tak mau bercerita banyak. Karna tak ingin Aliya bercerita pada ayahnya.
" Ok ...apa ayah juga akan ikut?" tanya Aliya
" Ngak tahu, kan selama ini ayah sibuk kerja. Paling kalo cuti ayah akan ajak kita kerumah nenek " kata Nurul yang sudah dua kali kerumah mertuanya. Namun perlakuan mertuanya tak seperti yang ia harapkan.
Disisi lain setelah menyelesaikan tugasnya. Lara menemui Nizam diruangannya diam diam. Karna ia ingin memastikan calon suaminya itu mengantarnya pulang ke kontrakan sore ini.
" Ada apa, apa sudah selesai. Kak Nizam selesaikan tugas proyek dulu" kata Nizam yang melihat Lara masuk tanpa mengetuk pintu.
" Lara sudah selesai. Nanti Lara tunggu dibawah ya. Jangan pake lama ya kak" kata Lara yang berniat mencari obat cinta lebih dulu diapotik. Karna ia ingin Nizam menginap dikontrakkannya malam ini.
" Hmm.....ya tunggu saja" kata Nizam yang hanya melirik sekilas kearah Lara.. Sembari menyelesaikan pekerjaannya. Karna besok pagi ia ada rapat bersama atasannya. Apalagi ia ada janji makan siang dengan Bram besok siang.. Entah apa yang ingin dibahas Bram. Tapi yang pasti, hati Nizam merasa takut dan was was pada kakak iparnya itu. Takutnya Bram akan mengintrogasi dirinya berkaitan dengan Lara.
" Huh....aku selesaikan ini dulu. Biar tak ada masalah besok" kata Nizam yang menyimpan semua datanya sebelum mematikan Komputer. Lalu merapikan meja untuk bersiap siap pulang.
" Zam ...ngapain tadi Lara kesini, kamu punya janji sama dia?" tanya teman Nizam yang masuk mengantar berkas.
" Dia minta nebeng pulang" jawab Nizam santai karna Beni tahu jika Lara bekerja atas rekomendasi dirinya.
" Astaga, apa dia tidak tahu, kamu sudah punya istri zam,hati hati jika dekat dekat dengan wanita. Ingat kau sudah punya Nurul Jika terjebak rumah tanggamu jadi taruhan" kata Beni mengingatkan.
" Kau...aku hanya mengantarnya pulang. Tak ada niat lebih" jawab Nizam santai
" Awas ...aku lihat tadi si Lara beli obat ramuan cinta. Jangan jangan kalian ......" kata Beni tak melanjutkan perkataanya.
" Apa....!! ah mungkin itu buat pacarnya" kata Nizam cepat. " Sial...Lara mau apa, pakai beli obat ramuan cinta" batin Nizam dalam hati.
" Ya kali, atau dia ingin menjebak mu" goda Beni sambil tertawa
" Kau....jangan asal bicara Ben, aku bukan pria murahan seperti itu. Kami hanya teman, lagi pula aku sudah beristri" kata Nizam.
" Ya kali aja situ mau, namanya juga khilaf. Makanya jangan terlalu dikasih hati jika Lara minta antar pulang. Takut ada gosip panas" kata Beni lagi
" Hmm...ya tahu" kata Nizam yang lalu merapikan tasnya.Sambil mencerna perkataan Beni.
" Dia ...." batin Nizam bertanya tanya dalam hati.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍