Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.
Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.
Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.
Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.
Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....
"Apa salahku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelicikan Salsa
Kilauan lampu kristal yang menggantung di langit-langit ballroom hotel mewah malam itu seolah berlomba dengan kilatan lampu kamera para pemburu berita.
Alunan musik orkestra mengalun megah, memenuhi setiap sudut ruangan yang didekorasi dengan nuansa emas dan marun.
Malam ini adalah malam perayaan ulang tahun perusahaan keluarga Brahmantyo, sebuah dinasti bisnis yang kekuasaannya tak tertandingi.
Semua mata tertuju pada pintu masuk utama, menunggu sepasang pengantin baru yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan sosialita kelas atas.
Ketika pintu ganda terbuka, gumaman kagum langsung terdengar dari arah para tamu undangan. Salsa melangkah masuk dengan keanggunan yang luar biasa.
Ia tampil begitu menawan, dibalut gaun malam potongan mermaid berwarna senada dengan dekorasi pesta yang mempertegas lekuk tubuhnya yang indah.
Riasan wajahnya sempurna, menyembunyikan sisa-sisa kelelahan batin dengan sangat rapi. Di sampingnya, berdiri Arkan. Pria itu tampak sangat tampan dan gagah, mengenakan setelan tuksedo hitam yang telah Salsa siapkan dengan teliti sehari sebelumnya.
Meskipun Arkan hadir dengan keterpaksaan yang teramat sangat, ia tidak bisa mengelak dari kewajiban formal ini. Mereka berdua berdiri berdampingan, menyajikan pemandangan visual yang begitu serasi, perpaduan antara wanita yang cantik jelita dan pria yang tampan menawan.
Salsa mengulas senyum paling lebar, menunjukkan wajah yang begitu bahagia ke hadapan publik dan kamera yang terus menyorot mereka.
Ia sengaja menggandeng erat lengan tegap Arkan, memamerkan kepada dunia seolah-olah mereka adalah pasangan paling harmonis abad ini.
Namun, jika ada yang memperhatikan lebih dekat, keserasian itu dinodai oleh ekspresi wajah Arkan. Pria itu terus memasang wajah masam, dengan tatapan mata yang dingin dan rahang yang mengatup rapat sepanjang mereka berjalan melewati karpet merah.
Di sudut ruangan dekat panggung utama, tampak keluarga besar dari kedua belah pihak berkumpul. Di sana ada Brahmantyo yang sedang berbincang dengan relasi bisnisnya, serta kedua orang tua Arkan yang tampil formal.
Salsa menarik lembut lengan Arkan untuk menghampiri kedua mertuanya.
"Apa kabar Bu?"
Sapa Salsa dengan nada suara yang sengaja dibuat semanis mungkin saat mendekati ibu mertuanya. Dengan gerakan yang tampak santun, Salsa melepaskan gandengannya dari Arkan lalu memberikan pelukan kecil yang hangat kepada wanita paruh baya itu.
Ibu Arkan tersenyum tulus, membalas pelukan menantunya dengan lembut. Di matanya, Salsa adalah penyelamat keluarganya, sosok yang membawa angin segar bagi kelangsungan bisnis suaminya yang sempat berada di ujung tanduk.
"Ibu baik sayang. Ibu senang sekali melihatmu secantik ini malam ini" Ucapnya tulus sambil mengusap lengan Salsa, lalu melirik ke arah putranya yang berdiri kaku di samping mereka.
"Bagaimana denganmu, Nak? Apa Arkan memperlakukanmu dengan baik selama beberapa hari ini?"
Pertanyaan itu sebenarnya hanyalah basa-basi khas orang tua yang ingin memastikan kebahagiaan anaknya.
Jika wanita lain berada di posisi Salsa, demi menjaga nama baik suami dan formalitas di depan keluarga besar, mereka pasti akan memilih untuk berbohong. Mereka akan tersenyum manis dan mengatakan bahwa hubungan mereka baik-baik saja dan penuh kebahagiaan.
Namun, Salsa bukanlah wanita yang biasa. Sifat sombong, manja, dan kepribadiannya yang tidak suka berpura-pura dalam hal yang merugikan dirinya, membuat Salsa mengambil langkah ekstrem yang sama sekali tidak diduga oleh siapa pun.
"Tidak sama sekali Bu!" Jawab Salsa jujur, suaranya terdengar sangat tenang namun berbobot, tanpa ada keraguan sedikit pun.
Deg....
Jawaban instan yang keluar dari bilik bibir bergincu merah itu seketika membuat Arkan terhenyak.
Pria itu menoleh dengan cepat, matanya melebar menatap Salsa dengan keterkejutan yang luar biasa. Ia tidak pernah menyangka bahwa Salsa akan senekat ini membongkar urusan ranjang dan rumah tangga mereka di tengah pesta yang dipenuhi oleh ratusan pasang mata koleganya.
Ibu Arkan tertegun, senyum di wajahnya langsung luntur seketika.
"Salsa, apa maksudmu Nak?"
Salsa menghela napas pelan, memasang raut wajah yang tampak terzalimi namun tetap mempertahankan dagunya yang terangkat tinggi.
"Sampai saat ini Mas Arkan masih berhubungan dengan wanita miskin itu, Bu. Dia bahkan tidak mau tidur seranjang denganku di rumah baru kami. Dia tidak memberiku nafkah lahir maupun batin sejak hari pertama pernikahan, dia juga tidak pernah bersikap baik padaku. Dia selalu memperlakukanku seperti pajangan mati yang tidak berharga. Dia..."
"Apa yang kau katakan, Salsa?!" Potong Arkan dengan geram. Suaranya ditekan serendah mungkin, namun getaran kemarahan di dalamnya begitu pekat hingga mampu membuat atmosfer di sekitar mereka mencekam.
Arkan melangkah satu tindakan ke depan, mencengkeram pergelangan tangan Salsa dengan tersembunyi di balik lipatan gaun istrinya, mencoba menghentikan kalimat racun yang keluar dari mulut wanita itu.
Salsa tidak gentar. Ia menyentak tangannya hingga cengkeraman Arkan terlepas, lalu menatap suaminya dengan kilatan mata yang tajam dan mendelik.
"Memang itu kenyataannya kan, Mas? Mengapa kamu harus marah kalau yang aku katakan adalah kebenaran?"
Ibu Arkan yang mendengar rentetan pengakuan dari menantunya langsung menoleh ke arah putranya dengan wajah yang memerah menahan rasa malu sekaligus kecewa yang mendalam.
"Arkan! Apa yang kamu lakukan hah?! Kenapa kamu memperlakukan istrimu yang sudah sah seperti itu?!" Geram sang ibu dengan suara berbisik namun penuh penekanan yang tajam.
Arkan mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh, napasnya memburu menahan luapan emosi yang siap meledak di tengah aula pesta ini.
"Ibu tahu sendiri sejak awal kalau aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini! Semua yang aku lakukan, semua keterpaksaan ini, hanya demi menyelamatkan Ayah dan perusahaan!" Sahut Arkan, membela diri dengan alasan yang menurutnya paling logis.
"Tapi kamu harusnya sadar kalau semua yang dilakukan keluarga Salsa juga demi kebaikan masa depanmu sendiri Arkan!" Bantah Ibunya, wajah paruh baya itu tampak sangat terpukul dan kecewa atas kedewasaan putranya yang terasa tumpul karena ego.
"Uang mereka yang membuat kita bisa berdiri di hotel ini malam ini! Ternyata Ibu benar-benar tidak bisa mendidik kamu dengan baik selama ini sampai kamu bertindak kekanakan seperti ini pada istrimu!"
Melihat perdebatan yang mulai memanas di antara ibu dan anak itu, Salsa tiba-tiba menyela. Ia memasang kembali topeng kamuflase di wajah cantiknya, binar matanya kembali tampak jernih seolah-olah ia adalah pihak yang paling berlapang dada di sini. Sifat sombongnya bergolak, namun kali ini dikemas dalam bentuk intimidasi yang elegan.
"Sudahlah Ibu. Aku tidak apa-apa!" Ucap Salsa, memegang tangan ibu mertuanya untuk menenangkan, namun matanya melirik tajam ke arah Arkan yang sedang berjuang meredam murka.
"Aku juga tidak mungkin membiarkan Mas Arkan akan terus-menerus bersikap seperti ini padaku. Aku akan membuatnya menyesal karena lebih memilih kekasih miskinnya itu dan mengabaikan aku sebagai istrinya yang sah. Tidak enak juga kalau kita ribut di sini, dilihat oleh banyak orang dan kolega bisnis Papa"
Kalimat Salsa yang mengandung ancaman terselubung itu menjadi pukulan telak bagi ego Arkan. Pria itu menatap Salsa dengan pandangan yang seolah ingin menembus jantung istrinya.
"Kau yang memulai semua kekacauan ini, Salsa..." Desis Arkan tepat di dekat telinga Salsa, suaranya begitu dingin hingga membuat bulu kuduk meremang. Setiap kata yang keluar dari mulut istrinya malam ini, setiap aduan yang menghancurkan nama baiknya di depan ibunya sendiri, telah sukses membuat rasa benci dan dendam di dalam dada Arkan melonjak naik satu oktaf lebih tinggi dari sebelumnya.
Salsa hanya membalas desisan itu dengan senyuman kemenangan yang kaku. Ia membalikkan badannya, kembali menyapa relasi bisnis yang melintas dengan binar mata cantiknya yang palsu.
Bagi Salsa, malam ini ia telah memberikan pelajaran pertama bagi Arkan, bahwa tidak ada satu pun tindakannya yang tidak memiliki konsekuensi, dan ia tidak akan ragu menggunakan segala cara untuk menghancurkan apa pun yang menghalangi kebahagiaannya bersama Arkan.
Perang dingin di antara mereka kini resmi berganti menjadi medan pertempuran terbuka yang semakin panas.
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...
Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...
Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....
salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...
kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
yg jelas setiap part bikikn aq trenyuh dan mewek...
harus kuat...
sudah jadi resiko..
Semoga Arkan menjadi Gila
dan semua harta nya buat Ayu
itu rasa nya baru setimpal 🔥😡
anak usia 5 thn sekritis iniiiii
Dunia memaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya