NovelToon NovelToon
Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Saat Setya membuang Arumi demi wanita muda yang lebih cantik, ia lupa bahwa rezekinya tertitip pada doa sang istri sah. Kini, setelah jatuh miskin dan dipecat, Setya terpaksa kembali bersimpuh hanya untuk mengemis pekerjaan di gudang milik Arumi—wanita yang kini menjadi bosnya sendiri."

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir Sang Benalu dan Kobaran Api Dendam

Malam itu, langit terasa sangat berat. Raya tidak bisa lagi berpikir jernih. Ultimatum dari pemilik kontrakan untuk segera melunasi tunggakan tiga bulan, ditambah rasa lapar yang terus menggerogoti, membuatnya kehilangan sisa-sisa kewarasannya. Di matanya, hanya ada satu penghalang bagi kebahagiaannya: Gudang Berkah Arumi. Ia merasa jika gudang itu tidak ada, maka Setya tidak akan terus-menerus merendahkan diri di sana, dan mungkin Arumi akan kembali jatuh miskin bersamanya.

​"Kalau aku tidak bisa punya uang, dia juga tidak boleh punya!" bisik Raya dengan mata yang memerah.

​Diam-diam, saat Setya sudah tertidur pulas karena kelelahan memikul beras, Raya keluar rumah membawa jeriken kecil berisi minyak tanah yang ia beli dari sisa uang gorengannya. Ia berjalan mengendap-endap menuju kawasan industri tempat gudang Arumi berada.

​Sementara itu, di rumah Ibu Aminah, Arumi sedang duduk di ruang tamu bersama seorang pria berkacamata yang mengenakan setelan rapi. Di atas meja, terdapat beberapa lembar dokumen dengan materai yang sudah tertempel.

​"Semua berkas sudah lengkap, Bu Arumi. Hakim sudah mengeluarkan putusan verstek karena saudara Setya tidak pernah hadir dalam persidangan. Ini adalah salinan putusan cerai resmi yang menyatakan Anda dan saudara Setya bukan lagi suami istri secara hukum negara," ujar sang pengacara dengan sopan.

​Arumi menyentuh kertas itu. Ada getaran aneh di dadanya. Bukan sedih, melainkan rasa lega yang luar biasa. Beban yang selama ini menghimpit pundaknya seolah terangkat terbang. "Terima kasih, Pak. Besok pagi saya akan serahkan salinannya pada Setya di gudang. Saya ingin dia tahu bahwa status majikan dan kuli kami sekarang benar-benar murni tanpa ada ikatan apa pun lagi."

​Sayangnya, ketenangan itu terusik karena suara telepon genggam Arumi yang berdering nyaring. Itu dari komandan satpam gudangnya.

​"Halo, Nyonya! Maaf mengganggu malam-malam. Ada seseorang yang mencurigakan di area belakang gudang dekat tumpukan karung bumbu kering. Kami memantau lewat CCTV, sepertinya itu... Ibu Raya!"

​Mata Arumi menyipit. "Jangan tangkap dulu. Biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan, tapi pastikan tim pemadam internal sudah siap di posisi. Saya akan ke sana sekarang."

​Di area belakang gudang, Raya dengan tangan gemetar menyiramkan minyak tanah ke tumpukan palet kayu yang bersandar di dinding gudang. Ia menyalakan korek api, dan seketika api berkobar kecil dan mulai merambat cepat ke arah karung-karung berisi rempah kering.

​"Rasakan itu, Arumi! Terbakar habis semua hartamu!" tawa Raya pecah, terdengar histeris di kegelapan malam.

​Tawanya berhenti seketika saat lampu sorot gudang yang sangat terang mendadak menyala, mengarah tepat ke wajahnya. Raya silau dan mencoba menutupi matanya.

​"Jangan bergerak! Tetap di tempat!" teriak petugas keamanan.

​Hanya dalam hitungan detik, sistem pemadam otomatis di area itu menyembur, memadamkan api yang baru saja membesar sebelum sempat merusak dinding gudang. Raya mencoba lari, sayangnya kakinya tersangkut palet kayu hingga ia jatuh tersungkur di atas genangan air bercampur minyak tanah yang licin.

​Sebuah mobil SUV masuk ke area gudang dengan kecepatan tinggi. Arumi turun dari mobil, diikuti Setya yang ternyata sudah dijemput paksa oleh satpam dari kontrakannya atas perintah Arumi.

​Setya mematung melihat Raya yang kotor, basah kuyup, dan dikepung satpam. Di sampingnya, terdapat jeriken minyak tanah yang menjadi bukti nyata aksi kejahatannya.

​"Raya? Apa yang kamu lakukan?!" teriak Setya dengan suara pecah. "Kamu mau membunuh kita semua? Kamu mau aku masuk penjara bersama kamu?!"

​Raya menangis histeris. "Aku melakukan ini buat kita, Mas! Dia harus jatuh! Arumi harus miskin lagi!"

​Arumi berjalan mendekati Raya dengan langkah yang sangat tenang. Ia tidak terlihat panik sedikit pun. Ia justru memberikan isyarat agar satpam tidak dulu memborgol Raya.

​"Miskin lagi?" Arumi bertanya dengan nada datar.

"Raya, gudang ini diasuransikan dengan nilai yang sangat tinggi. Jika pun terbakar habis, aku justru akan mendapatkan ganti rugi yang lebih besar. Yang rugi siapa? Kamu. Kamu yang akan mendekam di penjara atas pasal sabotase dan pembakaran sengaja."

​Arumi kemudian menoleh ke arah Setya yang berdiri gemetar di sampingnya. Arumi merogoh tasnya dan mengeluarkan amplop cokelat berisi surat cerai yang baru saja ia terima.

​"Setya, selamat. Mulai hari ini, detik ini, kamu resmi bukan lagi suamiku. Hakim sudah mengetuk palu," Arumi menyerahkan surat itu, ia membiarkannya jatuh ke lantai tepat di depan kaki Setya yang kotor. "Dan karena istrimu ini baru saja mencoba menghancurkan usahaku, maka sesuai kontrak kerja yang kamu tanda tangani sebagai kuli, kamu resmi dipecat dengan tidak hormat."

​Setya mengambil surat cerai itu dengan tangan yang kaku. Ia melihat namanya dan nama Arumi sudah terpisah oleh hukum. Ia kehilangan segalanya dalam semalam. Pekerjaannya hilang, istrinya akan dipenjara, dan wanita yang dulu sangat mencintainya kini menatapnya seolah ia hanyalah kotoran di bawah sepatunya.

​"Rum ... tolong, jangan lapor polisi ... Raya cuma khilaf..." Setya mencoba bersimpuh, tapi Arumi melangkah mundur.

​"Khilaf itu satu kali, Setya. Berulang kali melabrak dan berakhir dengan membakar gudang itu namanya kejahatan," ujar Arumi tegas. Ia menoleh ke arah komandan satpam. "Bawa wanita ini ke kantor polisi sekarang. Serahkan semua rekaman CCTV sebagai bukti."

​"Jangan! Mas Setya, tolong aku! Aku nggak mau dipenjara!" jerit Raya saat satpam menyeretnya paksa menuju mobil petugas.

​Setya hanya bisa diam mematung. Ia tidak punya uang untuk menyewa pengacara. Ia tidak punya kekuasaan untuk membela diri. Ia hanya seorang pria pengangguran dengan surat cerai di tangan dan baju kuli yang basah terkena hujan.

​Arumi menatap Setya untuk terakhir kalinya malam itu. "Dulu, kamu bilang aku adalah beban dalam hidupmu yang cemerlang. Sekarang, lihatlah siapa yang menjadi beban siapa. Nikmati sisa hidupmu dengan bayang-bayang kegagalan ini, Setya. Karena mulai besok, namaku tidak akan pernah bisa kamu gapai lagi."

​Arumi masuk ke dalam mobilnya tanpa menoleh lagi. Ia meninggalkan Setya yang berdiri sendirian di tengah gudang yang gelap, memegang surat cerai yang kini basah oleh air mata penyesalannya sendiri.

​Malam itu, Arumi pulang ke rumah Ibu Aminah. Ia melihat ketiga anaknya yang sedang tertidur lelap. Ia mencium kening mereka satu per satu.

​"Bunda sudah selesai, Sayang," bisiknya lirih. "Bunda sudah memberikan keadilan untuk kita."

​Keesokan harinya, berita tentang "Wanita Cantik Pembakar Gudang" menjadi buah bibir di seluruh kota. Raya resmi ditahan, dan Setya menjadi gelandangan yang hanya bisa meratapi nasib di depan gerbang gudang yang kini tertutup rapat baginya. Karma itu tidak lagi datang perlahan, ia datang seperti badai yang menyapu bersih setiap pengkhianat hingga tak tersisa.

1
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
msh ajaa mau fitnah arumi
🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏѕ⍣⃝✰
kampret raya malahan setuju😭
🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏѕ⍣⃝✰
jangan ulangi kesalahan yang udah raya lakuin
lebih baik diam nikmati waktumu
🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏѕ⍣⃝✰
untuk nyonya ratih tdak terpengaruh smaa omongan setya
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
ibunya udah diambang kecewa berat
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
nia pukul aja setya ngapain harus kasian
🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏѕ⍣⃝✰
skrng nyesel ,tdi kamu pas kamu maksa ibumu pikiranmu dimana
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
keadilan untuk istri yang terzholimi iya itu arumi
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
biarkan biar dia bisa berubah
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
karena laper apapun bisa jadi
🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏѕ⍣⃝✰
gila, demi raya kamu bikin ibumu celaka😭
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
udah resmi cerai kan , ga ada hak apapun lagi
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
salah kamu sndri kamu tega ninggalin keluargamu smpai anakmu pun tak mengakui kamu sebagai ayah nya
🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏѕ⍣⃝✰
dulu dihina sekarang dia jauh lebh berkelas dari kamu
🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏѕ⍣⃝✰
salah mau sndri itu
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
raya itu belum seberapa
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
ibu mana yang tega liat anaknya menderita😔
🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏѕ⍣⃝✰
setya ga sadar dtabgnya rezeki juga karena ada istri yang selalu mendoakan
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
udah jatoh ketimpa tangga pula, itu lah nasib apes setya
🏡⃟ªʸᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢᴛɪɴɢʀᴜɪ⒋ⷨ͢⚤
raya ga akan jera kalau ga dksh pelajaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!