NovelToon NovelToon
Life After Marriage With Zidan

Life After Marriage With Zidan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Persahabatan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Shakira Naomi hanya ingin lulus kuliah tataboga dengan tenang. Namun, mimpinya terusik saat ia dipaksa menikah dengan Zidan Ardiansyah, sahabat masa kecilnya yang paling tengil dan tidak bisa diam.
Bagi Shakira, pernikahan ini adalah bencana. Bagi Zidan, ini adalah kesempatan emas untuk memenangkan hati gadis yang selama ini ia puja secara ugal-ugalan. Di antara sekat guling dan aturan "aku-kamu" yang dipaksakan, mampukah Zidan meruntuhkan tembok dingin Shakira? Atau justru status "sahabat jadi suami" ini malah merusak segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pekara Tikus

Malam telah larut, jarum jam di dinding ruang tamu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Suasana rumah keluarga Ardiansyah sangat sunyi, hanya terdengar suara detak jam dan dengung kulkas di dapur. Angin malam yang dingin berembus pelan, menggoyangkan tirai jendela yang sedikit terbuka.

Zidan baru saja pulang setelah lembur menyelesaikan pesanan borongan servis motor balap yang harus dikirim besok pagi. Tubuhnya terasa remuk, tulang-tulangnya seolah minta dilepas satu per satu. Dengan langkah gontai dan mata yang setengah terpejam karena kantuk, ia memutar kunci pintu depan.

Cklek.

Begitu pintu terbuka, cahaya lampu ruang tamu yang remang-remang menyambutnya. Namun, tepat di depan lorong menuju tangga, Zidan melihat sesosok bayangan putih berdiri mematung. Rambutnya panjang hitam tergerai menutupi bahu, bajunya putih panjang menjuntai hingga kaki, dan yang paling mengerikan... wajahnya putih pucat tanpa tekstur.

"ASTAGFIRULLAH! ALLAHU AKBAR!" Zidan terperanjat hebat. Tubuhnya limbung ke belakang, hampir saja ia terjungkal menabrak rak sepatu kalau tangannya tidak sigap berpegangan pada gagang pintu. "Hantu! Setan! Pergi lo!"

"Zidan! Ini aku!" teriak sosok putih itu dengan suara melengking yang sangat familier.

Zidan mengatur napasnya yang memburu. Jantungnya berdegup kencang seolah mau melompat keluar. Ia memicingkan mata, memperhatikan sosok itu lebih dekat. Ternyata itu Shakira. Istrinya mengenakan daster putih panjang—mungkin salah satu seserahan kemarin—dan wajahnya tertutup masker sheet mask putih yang lubang matanya agak miring, membuatnya tampak sangat menyeramkan di kegelapan.

"Sayang... aku kira hantu tadi! Sumpah, jantung aku hampir copot, Ra!" keluh Zidan sambil memegangi dadanya, napasnya masih tersengal-sengal.

"Sembarangan banget sih! Masa istri sendiri dibilang hantu!" semprot Shakira. Ia berkacak pinggang, membuat lembaran masker di wajahnya sedikit terangkat di bagian dagu.

Zidan menyalakan lampu utama dengan tangan gemetar. Begitu ruangan terang benderang, ketakutannya berubah menjadi rasa gemas yang luar biasa. "Lagian kamu ngapain pake putih-putih begitu, berdiri di kegelapan? Rambut digerai, muka putih rata begitu... kayak kuntilanak tau nggak!"

"Zidan!" Shakira melotot, meski matanya tertutup pinggiran masker.

"Iya, iya, maaf. Galak banget kuntilanaknya," goda Zidan, kini ia mulai bisa tertawa kecil. Ia berjalan mendekat, mencoba mencium bau oli di bajunya sendiri sebelum mendekati Shakira. "Kamu ngapain di sini? Nungguin aku ya? Tumben banget pengantin baru jam segini belum tidur, malah jaga gerbang di ruang tamu."

Shakira membuang muka, mencoba tetap terlihat angkuh meski penampilannya sangat kocak. "Nggak. Nungguin monyet. Ya kamu lah, siapa lagi!"

Zidan langsung menyeringai lebar. Rasa lelahnya mendadak hilang digantikan oleh hormon kebahagiaan yang meluap. "Cieee... nungguin aku ternyata. Kangen ya? Pengen cepet-cepet dikelonin suami gantengnya ya? Atau... kamu udah siap 'itu'?"

Shakira mengernyitkan dahi di balik maskernya. "Itu apa?"

"Itu loh..." Zidan menaikkan kedua alisnya berkali-kali dengan tatapan nakal. Ia melangkah maju satu langkah, menyudutkan Shakira ke arah dinding. "Malam jumat loh sekarang. Masa 'Garis Khatulistiwa' masih mau dipasang terus? Kamu udah dandan jadi kuntilanak begini biar aku tergoda ya?"

"Apa sih! Muka kamu mesum banget, jijik tau nggak!" Shakira mendorong bahu Zidan dengan kedua tangannya. "Nggak usah mikir macem-macem ya!"

Zidan tertawa terbahak-bahak. "Terus kalau bukan kangen, ngapain berdiri di sini jam sebelas malam dengan kostum menyeramkan begini? Mau nakutin maling?"

Raut wajah Shakira mendadak berubah. Ia tidak lagi tampak marah atau judes, melainkan terlihat... waspada dan ketakutan. Ia melirik ke arah tangga dengan tatapan ngeri.

"Aku nungguin kamu itu karena... di kamar ada tikus," bisik Shakira pelan, suaranya bergetar. "Besar banget, Zidan! Dia lari-lari di atas lemari, terus masuk ke kolong ranjang. Aku takut di atas sendirian."

Zidan terdiam sejenak, lalu tawa yang lebih keras meledak dari mulutnya. "Hahaha! Ya ampun, Ra! Jadi seorang mahasiswi Tata Boga yang berani pegang pisau tajam dan motong daging sapi, ternyata takut sama tikus kecil?"

"Itu nggak lucu, Zidan! Tikusnya gede banget, item, terus matanya kayak ngeliatin aku terus!" Shakira mencengkeram lengan jaket Zidan dengan kuat, ia benar-benar serius kali ini. "Aku nggak mau tidur di kamar kalau tikusnya belum keluar. Aku takut dia naik ke kasur pas aku tidur."

Melihat Shakira yang benar-benar ketakutan hingga badannya gemetar, Zidan akhirnya berhenti tertawa. Ia mengusap kepala Shakira dengan lembut, meski tangannya masih sedikit kotor.

"Ya udah, ya udah. Mana tikusnya? Biar aku yang urus," ujar Zidan sok pahlawan. "Suami kamu ini kan mekanik, jangankan tikus, macan aja aku lawan demi kamu."

"Halah, banyak gaya. Tadi aja liat aku dikira hantu langsung mau pingsan," sindir Shakira, tapi ia tidak melepaskan pegangannya pada lengan Zidan.

"Itu kan refleks, Ra! Beda urusan!" bela Zidan. "Ayo naik. Temenin aku cek kamarnya."

Mereka berdua naik ke lantai atas. Shakira berjalan di belakang Zidan, memegang ujung jaket suaminya erat-erat. Begitu sampai di depan pintu kamar, Shakira menunjuk ke bawah ranjang.

"Tadi dia masuk ke sana! Cepetan usir, Dan!"

Zidan meletakkan tasnya, lalu mengambil sapu di pojok ruangan. Ia berjongkok dan menyenter kolong ranjang dengan HP-nya. "Mana? Nggak ada apa-apa, Ra. Kamu halusinasi kali karena kelamaan ngerjain revisi."

"Ada! Tadi bunyinya cit-cit-cit kenceng banget!"

Zidan terus mengaduk-aduk kolong ranjang dengan gagang sapu. Tiba-tiba, sesosok hewan berbulu hitam lari melesat keluar dari bawah ranjang menuju arah pintu.

"Aaaaaa! Itu dia! Zidan!" teriak Shakira. Tanpa sadar, ia langsung melompat ke arah Zidan dan memeluk punggung suaminya dari belakang dengan sangat kencang.

Zidan yang sedang berjongkok hampir saja terjungkal ke depan karena beban dadakan itu. Namun, ia justru tersenyum puas. Tikus itu lari keluar kamar menuju balkon, tapi Zidan tidak peduli lagi pada tikusnya. Ia lebih peduli pada sepasang lengan yang melingkar erat di lehernya.

"Udah pergi, Ra. Tikusnya udah takut liat kuntilanak galak," goda Zidan, tangannya memegang tangan Shakira yang masih gemetaran.

Shakira perlahan melepaskan pelukannya setelah sadar apa yang baru saja ia lakukan. Ia segera menjauh dengan wajah yang—meski tertutup masker—tampak sangat canggung. "Udah pergi beneran?"

"Udah. Dia udah pindah alamat ke rumah tetangga kayaknya," jawab Zidan sambil berdiri. Ia mendekati Shakira dan mencabut sheet mask yang menempel di wajah istrinya dengan satu tarikan pelan.

"Ih! Sakit tau!"

"Biar mukanya keliatan. Masa aku ngomong sama tisu basah," ujar Zidan. Ia menatap wajah asli Shakira yang kini terlihat sangat cantik dan segar meski wajahnya memerah karena malu. "Tikusnya udah pergi. Jadi, sekarang kamu udah berani tidur di sini?"

Shakira mengangguk pelan. "Iya. Tapi... tapi kamu jangan tidur dulu ya. Pastiin dia nggak balik lagi."

Zidan merebahkan tubuhnya di kasur, menepuk sisi di sebelahnya. "Iya, Sayang. Aku bakal jagain kamu semaleman. Sini, tidur. Tapi guling pembatasnya..." Zidan melirik guling yang sudah tertata rapi.

"Tetap dipasang!" potong Shakira cepat.

Zidan menghela napas pasrah. "Ya udah deh. Seenggaknya tikus tadi udah bantuin aku dapet pelukan gratis."

Shakira melempar bantal kecil ke wajah Zidan. "Diem! Sana mandi dulu, bau oli!"

Zidan tertawa sambil berjalan menuju kamar mandi. "Siap, Nyonya Ardiansyah! Tunggu aku ya, jangan peluk gulingnya terlalu kencang, bayangin aja itu aku."

"ZIDAN!"

Malam itu, di balik ketakutan pada tikus dan lelahnya bekerja, ada senyum yang diam-diam mengembang di bibir keduanya. Tembok itu memang masih ada, tapi perlahan-lahan mulai terkikis oleh hal-hal sepele yang membuat mereka semakin dekat.

1
apiii
novel yg selalu bikin senyum" sendiri🤭
Nurminah
jarang2 makan favorit di novel pempek Palembang kapal selam pulok asli ini bibik ni wong palembang
tinggal daerah mano nyo Thor
di palembang jugo soalnyo
Nurminah: si ajudan kan sdh baca
total 8 replies
apiii
suka bngt sama dua bucin mas karat ini❤️
Rita Rita
bener bener si mas suami kejar setoran 🤭🤣🤣🤣
apiii
eps yg bikin senyum" sendiri 🤭
Rita Rita
apakah mas karatan dan istri sedang bikin adonan debay 🤔🤭🤣
apiii
aduh mas karatan🤣
Rita Rita
semangat boss,,, terus dapet asupan wkwkwk 🤭🤣🤣
apiii
wkwkwk
apiii
wah bisa bisa besok pagi di bengkel gimna ya
Rita Rita
akhirnya si mas karatan go' unboxing kalo go public udah 🤭🤣 asyik, guling udah kadaluarsa,,,
apiii
Lucu bngt pasangan baut karatan ini wkwk btw bisa kali thor triple up🤭
Nadhira Ramadhani: menyala otakku nanti kalo triple haha
total 1 replies
Rita Rita
si mas suami udah ada visual nya,, kasih visual kuntilanak cantik dong Thor,,,
Nadhira Ramadhani: ada saran?
total 1 replies
apiii
kiw kiww ada yg mulai bucin nih🤣
Rita Rita
cieee yg mau kencan 🤭🤣🤣 mas karatan dengan mbak Kunti cantik,, semoga lancar ya,,
apiii
doain ya aku lolos bab 1 bimbingan skripsi
Rita Rita
sangat contrast pasutri muda dengan panggilan sayang,,, mas karatan dan kuntilanak cantik 🤭🤣😍
Nadhira Ramadhani: POV: genz kalo nikah kak🤣
total 1 replies
apiii
semangat up nya thor aki tunggu tiap hari thor semangattt❤️
apiii
lucu bangt pasangan ini asli❤️
Rita Rita
sabar si mas suami jadi membawa bahagia,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!