Mengisahkan hyunjin yang terobsesi pada wanita bernama eunbi, wanita yang mungkin tidak akan mencintainya karena kesalahan yang ia perbuat, ia menahan eunbi di bawah kuasanya hingga membuat gadis itu menjadi pemberontak seiring berjalan nya waktu.
Kisahnya semakin rumit saat eunbi dengan sengaja menyeret Seo-joon seorang pegulat handal namun miskin ke dalam kisah cinta mereka, mampukah eunbi terlepas dari jeratan hyunjin? dan apakah Seo-joon bisa menyelamatkan-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 9 : Rasa penasaran seo-joon
Hyunjin menatap eunbi yang tertidur di ranjang dengan pulasnya, setelah memakaikan baju hangat ia menyelimuti tubuh eunbi hingga perpotongan lehernya.
Hyunjin mengusap rambutnya yang masih basah, dirinya dan eunbi bermain terlalu lama di dalam air dan berakhir kedinginan.
"Eun byoel-ah" Panggil eunbi mengigau.
Wanita kecintaan nya itu memanggil nama sang adik, hyunjin dapat mengerti berapa eunbi sangat kehilangan adik kecilnya.
"Aku memang egois eunbi-ah, sebenarnya aku sangat tau kau tak akan pernah mencintaiku seperti dulu" Ujarnya lirih.
"Tapi aku tidak peduli" Lanjut nya.
"Selama kau hidup dan menghirup nafas di dunia ini itu hanyalah untukku, kau hidup hanya untukku" Katanya lagi.
...****************...
3 hari kemudian...
"Aku tidak melihat jungwoo akhir akhir ini, kemana bocah itu?" Tanya seo-joon.
"Entahlah, jika dia tidak ada di sini lagi ada dua kemungkinan, dia mati atau dia gugur" Katanya.
"Apa bedanya?"
"Cara nya yang berbeda, jika dia mati berarti dia adalah penghianat, jika dia gugur berarti dia gagal dalam misinya, ini untukmu" Yunho mengulurkan sebuah amplop coklat.
"Aku mendapat gaji?" Tanya seo-joon.
"Ini hanya bonus karena kita berhasil membunuh tuan park" Katanya.
Seo-joon mengambilnya tanpa ragu, ia membuka amplop yang lumayan tebal tersebut.
"Ini lebih banyak dari gajiku menjadi petarung" Katanya.
Yunho tertawa remeh sembari menyembulkan asap ke atas kepala.
"Jika kau di sini dari dulu aku yakin kau sudah jadi jutawan" Katanya.
"Aku tidak pernah berfikir akan datang kesini jika orang orang itu tidak datang"
"Cepat bayar mereka atau mereka akan datang dan mengganggu nenekmu lagi"
"Tidak perlu mengajariku, hari ini aku akan pulang"
"Pamitlah, setidaknya pada Jason agar tuan hwang tidak mencarimu"
Seo-joon mengangguk setuju, "Aku tidak melihat wanita itu selama beberapa hari ini, apa dia...?"
"Untuk apa mencarinya? jangan bilang kau suka padanya, itu berarti kau siap menumbalkan nyawamu di sini" Potong yunho.
"Aku hanya bertanya, bunganya kering, tidak ada yang menyiramnya" Seo-joon memberikan alasan.
"Ck! jangan terlalu serius! aku juga hanya memperingatimu, lagipula siapa di sini yang tidak tertarik dengan wanita secantik dia? aku bahkan ingin sekali mencium nya" Yunho tertawa kecil sembari menepuk bahu seo-joon.
Sementara seo-joon menatap pria yang merupakan teman nya itu tak suka, ia tak suka ada yang berbicara demikian tentang eunbi.
"Tertawalah aku menghiburmu" Katanya.
"Itu tidak lucu" Balasnya.
"Baiklah kau pergi saja jangan lupa berpamitan" Kata yunho.
Seo-joon pergi tanpa mendengarkan yunho lagi setelahnya, pria itu masuk ke dalam rumah besar keluarga hwang, pasti untuk mencari Jason atau bahkan tuan besarnya.
...****************...
"Aku akan pulang malam" Kata hyunjin sembari memasang sebuah jam tangan mahal di tangannya.
"Aku ingin keluar lagi" Balas eunbi.
"Lalu membiarkan anjing anjing ayahku melihatmu?"
"Jika kau mengurungku disini itu berarti aku lebih dari anjing, bahkan anjing saja berkeliaran di rumah tuan nya" Balas eunbi sarkas.
Hyunjin mendengus, wanita ini selalu memiliki jawaban untuk mendebatnya.
"Turuti aku!" Perintah hyunjin.
"Aku sudah menungging sepanjang malam, apa kurang? jika aku bukan jalang maka biarkan aku keluar"
"LEE EUNBI!" Teriak hyunjin.
"Apa?!"
"Berhentilah menyebut dirimu jalang!"
"Kalau begitu keluarkan aku dari sini!" Eunbi membentak balik.
"Kau semakin memberontak dan tidak dapat di kendalikan"
"Aku akan baik jika kau bersikap baik kan?"
Tanpa membalas ucapan eunbi hyunjin berjalan ke arah almari pakaian, menyahut jas berwarna hitam dan keluar dari kamar.
"Bedebah hwang hyunjin! keluarkan aku!" Teriaknya saat hyunjin sudah tak terlihat mata.
"Dasar keparat!"
Eunbi berjalan ke arah jendela kamar, mengintip ke luar rumah di balik teralis besi yang jendela nyanya, tatapan nya tertuju pada taman yang sempat ia biarkan selama beberapa hari ini, ia tak sengaja menangkap kehadiran Seo-joon yang juga tampak menatap ke arahnya.
"Kang seo-joon" Gumamnya pelan.
Sementara itu seo-joon menatap jendela kaca yang berada di lantai dua, ia tidak melihat apapun di sana, seo-joon bertanya tanya apakah eunbi masih berada di rumah ini?
"Apa Lee eunbi masih di sini?" Tanya nya pelan.
...****************...
Tok tok tok....
"Masuk!"
Setelah mengetuk pintu dan mendengar aba aba seseorang membuka pintu sebuah ruangan besar milik bos mereka.
"Siwan? apa aku memanggil?" Tanya nya.
"Tidak tuan han, saya hanya ingin memberikan informasi" Kata pria bernama siwan itu.
"Ada apa?"
"Anak buah hwang berhasil membunuh tuan park" Ungkapnya.
Pria setengah tua bermarga han itu tampak tertawa remeh mendengarnya.
"Untuk apa mereka melakukan itu? apa sangho memberi informasi juga pada tuan park?" Tanyanya.
"Entahlah, mungkin mereka takut terjadi hal itu jadi mereka membunuh nya, dan ada satu lagi yang ingin saya sampaikan"
"Ada apa?"
"Hwang merekrut salah satu petinju yang berkompeten, di misi pertamanya dia berhasil membunuh tuan park, jadi kita harus berhati hati tuan han"
"Siapa namanya?"
"Kang seo-joon"
"Kang seo-joon?" Seorang wanita menyahut setelah mendengar nama seo-joon.
"Jaeyi? kau tidak mengetuk pintu ruangan ayah" Kata tuan han.
"Ada apa dengan Kang seo-joon?" Jaeyi mendekat penasaran.
"Kang seo-joon... "
"Yo siwan, kau boleh keluar" Ucapan siwan terpotong oleh tuan han.
"Baik tuan" patuh nya.
Sepeninggalan siwan tuan han tersenyum amat lebar meminta putri kesayangan nya itu mendekat.
"Ada apa dengan Kang seo-joon?" Tanya jaeyi penasaran.
"Kenapa dengan mu jaeyi? apa kau mengenalnya?"
"Ya Kak siwan menyebut pegulat bernama Kang seo-joon, aku tau itu, aku menonton pertandingan nya minggu lalu, dia hebat" Jawab jaeyi bersemangat.
Tuan han tampak sangat senang melihat putrinya berantusias ketika menceritakan tentang seseorang.
"Jadi apa ayah mengenalnya?"
"Ya aku tau"
"Lalu?" Jaeyi menatap ayahnya dengan binar bahagia, gadis itu seolah ingin mendapatkan lebih banyak cerita tentang seo-joon.
"Lalu apa yang ingin kau dengar sayang?"
"Mirae bilang aku harus meminta ayah untuk merekrutnya menjadi bodyguard pribadiku, aku tidak selemah itu" Ujarnya malu malu.
"Itu berarti ayah bisa menebak kalau kau menyukai pria itu, Kang seo-joon? benar?" Tanya tuan han.
Jaeyi memalingkan wajahnya, ia tersipu malu dengan ucapan sang ayah.
"Ayah jangan menggodaku!" Katanya.
"Jadi benar ya?" Kekeh tuan han.
"Ya aku melihatnya sekali, dia keren dan hebat" Cicitnya pelan.
Tuan han menghela napasnya pelan, bagaimana ia menjelaskan pada putrinya bahwa pria yang di sukai nya adalah musuh.
"Ayah akan memberinya pekerjaan?" Tanya jaeyi pelan.
"Tidak bisa jaeyi" Tolaknya.
"Kenapa?" Jaeyi bertanya lirih, ia tampak kecewa dengan jawaban sang ayah.
"Dia tidak berada di pihak kita, dia berada di pihak musuh utama kita" Katanya.
"Musuh?" Jaeyi bergumam sendu, apakah cinta pertamanya akan berakhir begitu saja.
"Dia adalah bawahan hwang"