NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mamoruuu

Mimpi Rara hancur saat harus menikah muda dengan Aksara—pria kaya yang tak dikenalnya. Ia menganggap suaminya perusak masa depan, hingga sikapnya berubah sedingin es dan penuh kebencian.

Namun berbeda dengan Rara, Aksara justru mencurahkan kasih sayang dan kesabaran tanpa batas.

Bisakah pria itu meluluhkan hati sang istri yang keras kepala? Atau Rara akan terus buta melihat ketulusan yang ada di depan mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamoruuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahaya Tiba-tiba

Beberapa hari terakhir, suasana di rumah besar itu terasa berbeda. Rara benar-benar berubah menjadi sosok yang sangat pendiam. Ia jarang bicara, lebih banyak menghabiskan waktu dengan menatap kosong ke arah jendela, atau sekadar duduk memeluk lutut di sudut kasur.

Gerak-geriknya terlihat lambat, lesu, dan berat. Pikirannya melayang entah ke mana, terus dipenuhi pertanyaan yang tak berujung. Ancaman Naura, dilema perasaannya, dan rasa bersalah yang terus menghantuinya membuat gadis desa itu tampak seperti kehilangan semangat hidup.

Aksara yang melihat perubahan drastis pada istrinya itu hanya bisa menghela napas panjang dengan perasaan sedih. Ia tidak memaksa Rara untuk bicara, ia tahu istrinya sedang memikirkan banyak hal. Sebagai gantinya, Aksara justru memperlakukan Rara dengan sangat lembut, berusaha membanjirinya dengan perhatian dan kasih sayang, berharap senyum manis itu bisa kembali terukir di wajah cantik itu.

"Ayo makan dulu. Masakan hari ini aku minta dibuatkan khusus untuk kamu. Coba makan sedikit, jangan sampai sakit," ajak Aksara lembut sambil mengusap punggung tangan Rara dengan ibu jarinya.

Rara hanya mengangguk pelan tanpa suara. Matanya tampak kosong, menatap piring makan berisi lauk pauk lezat di depannya, tapi tangannya sama sekali tidak bergerak untuk menyentuh sendok. Ia bingung, ia lelah secara batin, dan rasanya dunia seakan sedang mempermainkan perasaannya.

Tiba-tiba...

Pintu ruang kerja diketuk, bukan dengan suara keras atau panik, melainkan tiga ketukan teratur namun tegas.

Pintu terbuka perlahan. Muncul sosok lelaki tinggi tegap dengan setelan jas hitam yang rapi. Wajahnya datar, tanpa ekspresi, matanya tajam dan dingin menyapu ruangan. Itu adalah Brian, tangan kanan dan orang kepercayaan terdekat Aksara.

Brian dikenal misterius. Ia jarang bicara banyak, tapi setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu tepat dan berisi. Ia ibarat bayangan yang selalu setia mengawal Aksara, dan hanya patuh pada satu perintah saja : Tuan Aksara.

"Permisi, Tuan," suara Brian rendah dan tenang, meski situasinya genting.

Aksara mengerutkan kening, ia bisa membaca tanda bahaya dari pandangan mata asistennya itu. "Ada apa, Brian? Kenapa wajahmu terlihat tidak enak seperti itu?"

Brian melangkah masuk, menutup pintu perlahan agar tidak ada orang luar yang mendengar. Ia menunduk hormat, lalu menatap majikannya dengan tatapan serius.

"Ada laporan darurat, Tuan. Masalah datang dari desa, dari rumah keluarga Nona Rara."

Mendengar kata 'desa', Rara yang tadi melamun seketika tersentak. Tatapan kosongnya berubah panik.

"Apa? Ada apa dengan orang tuaku?!" Tanya Rara cepat.

Brian menoleh sedikit, menatap Rara sejenak dengan mata dinginnya, lalu kembali ke Aksara.

"Pak Bejo, lelaki yang dulu bermasalah dan ingin meminang Nona Rara... dia datang lagi. Kali ini tidak sendirian. Dia membawa beberapa orang, terlihat mabuk dan sangat emosional."

Brian berhenti sejenak, lalu melaporkan dengan nada datar namun menusuk.

"Dia bertindak seperti itu katanya dendam, karena Nona Rara tidak jadi dinikahkan dengannya, dan sekarang iri melihat Nona hidup nyaman, sedangkan dia kehilangan segalanya. Dia tidak main-main, Tuan. Dia sudah bertindak kasar. Dia mendorong Bapak Nona Rara hingga jatuh, dan mengancam akan membakar atau menghancurkan rumah itu kalau tuntutannya tidak dipenuhi. Ibu Nona Rara dilaporkan sedang menangis ketakutan."

Tangan Rara mengepal kuat, wajahnya pucat pasi. Bayangan orang tuanya disakiti membuat jantungnya nyeri.

"Bapak... Ibu..." bisik Rara gemetar.

Aksara langsung berdiri tegak, aura kepemimpinannya keluar. Wajahnya berubah murka.

"Berani benar dia! Berani menyakiti keluarga istriku! Mau cari mati!" Geram Aksara.

Tanpa perlu diperintah lebih lanjut, Brian sudah siap dengan solusinya. Sosoknya yang misterius dan siap siaga itu membuat suasana jadi lebih tenang meski sedang kacau.

"Helikopter sudah siap, Tuan. Mesin sudah dinyalakan di atap. Saya sudah surat tim keamanan bersiap turun bersamaan dengan kita," lapor Brian singkat padat jelas.

Aksara tidak membuang waktu. Ia langsung menggenggam tangan Rara erat-erat, memberikan kekuatan.

"Ayo! Kita pulang sekarang juga!"

Rara menatap Aksara, lalu menatap punggung Brian yang berjalan di depan mereka dengan langkah pasti dan waspada. Saat itu Rara sadar, Aksara tidak sendirian. Dia punya orang-orang setia yang siap melakukan apa saja demi melindungi mereka.

Mereka bergegas menuju atap. Baling-baling helikopter sudah berputar kencang, siap membawa mereka terbang menyelamatkan keluarga Rara.

Sementara itu, Naura hanya menatap dari balik jendela kaca. Ia tahu, helikopter yang sedang pergi itu milik Aksara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!