NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

009

Jono berkeliling kampung bersama beberapa anggota dari organisasi masyarakat yang ia ketuai.

Secara teknis, pekerjaan yang dilakukan oleh Jono adalah menghimpun sebanyak mungkin masyarakat untuk mendukungnya agar Jono bisa maju sebagai anggota dewan di tingkat kabupaten.

Jono juga berkoordinasi dengan para preman kampung untuk menjaga keamanan kampungnya.

Saat di jalan, ia bertemu dengan tiga anggota preman yang sedang berpatroli.

“Bagaimana komandan, aman?” Jono menyapa anggotanya.

“Aman, bos!” Sahut mereka.

“Oh ya, tadi kami bertemu dengan calon istrimu, lho Jon”.

“Benarkah, dimana?” Tanya Jono.

“Iya, di wilayah utara”.

“Untuk apa Mawary ke utara?” Jono bertanya-tanya.

“Entahlah, tiba-tiba dia menangis saat si Ros datang”.

“Apa?! Ros datang dan membuat Mawary menangis?!” Jono berseru.

Jono yang naik pitam segera mengemudikan mobilnya.

Ia harus menemui Roseo untuk membuat perhitungan pada pria itu.

***

Roseo tiba di rumahnya, disambut para petani sayur yang sudah berkumpul di depan rumahnya.

Roseo membuka buku catatannya dan baru teringat alasan mengapa para buruh tani itu sudah menunggunya seperti itu.

Mereka sedang menunggu pembayaran upah mereka yang dibayarkan per dua minggu sekali.

Biasanya yang mengurusi upah para buruh tani itu adalah asistennya. Namun sang asisten sudah cuti sejak minggu lalu.

Roseo turun dari mobilnya, menghampiri para bapak-bapak itu.

“Bapak-bapak, mohon maaf sebelumnya. Hari ini, saya mungkin belum bisa membayarkan upah kalian semua karena asisten saya yang mendadak cuti,” kata Roseo.

Terlihat raut-raut wajah para buruh tani itu menunjukan ekspresi kecewa.

“Tapi, tenang saja, sebagai gantinya, saya akan memberikan bonus penjualan,” lanjut Roseo.

Ekspresi kecewa para buruh tani itu segera berubah, mereka pun mulai membuat barisan yang rapi dan tertib saat Roseo membagi-bagikan uang tunai untuk mereka.

“Hei! Ros!”

Terdengar seruan yang membuat semua orang menoleh ke arah Jono yang segera berjalan cepat begitu keluar dari mobil yang dikemudikannya.

Jono datang dengan emosi yang meluap-luap saat menghampiri Roseo.

“Aku dengar dari anggotaku kalau kau sudah membuat calon istriku menangis! Apa yang sudah kau lakukan sampai calon istriku menangis begitu?” Tanya Jono.

Semua orang langsung berkasak-kusuk heboh mendengar pertanyaan Jono.

“Calon istri? Kau mau menikah, Jono?” Tanya Pak Dadang.

“Tentu saja! Aku akan menikah dengan Mawary, anaknya Pak Sumarto,” jawab Jono dengan penuh kebanggaan.

Roseo lagi-lagi hanya mengabaikan Jono dan kembali melakukan tugasnya untuk bagi-bagi uang bonus.

“Heh! Gigi! Kenapa kau malah mengabaikanku? Aku ini sudah datang jauh-jauh kemari! Apa kau tidak bisa menunjukan respekmu itu?” Tanya Jono.

“Maaf Jono, sekarang aku sedang sibuk,” jawab Roseo.

“Iya Jon, nanti saja, bonus ini lebih penting bagi kami!” Sahut Pak Dadang.

“Iya, Jon, betul itu!” Para buruh tani menimpali.

“Bapak-bapak, masalahnya, masalahku ini lebih penting karena menyangkut masa depanku. Aku hanya butuh penjelasan, apa yang sudah dilakukan oleh laki-laki itu, sampai membuat calon istriku menangis!” Protes Jono.

Roseo mendelik gusar, semakin ia mengabaikan Jono, semakin pria itu berulah.

“Jono, aku tidak melakukan apapun pada calon istrimu. Agar lebih jelas, tanyakan saja pada yang bersangkutan secara langsung dari pada kau membuat keributan yang tidak perlu,” tukas Roseo.

“Ros! Aku hanya butuh validasi darimu sesuai dengan apa yang dilaporkan oleh anggotaku. Aku tidak bermaksud membuat keributan!” Tandas Jono.

“Aku hanya mempertanyakan, apa yang sudah kau lakukan sampai-sampai calon istriku harus menangis! Apa kau mencoba melecehkannya?” Tanya Jono.

Roseo menatap lurus ke arah Jono.

“Aku tahu, kau itu pria kesepian yang butuh belaian! Tapi janganlah kau mengincar calon istriku!” Kata Jono.

“Jono!”

Roseo melemparkan tatapan tajam dan nada bicara naik setengah oktaf ditambah tangan yang terkepal erat.

Seketika Jono langsung menciut. Jono langsung teringat ketika Roseo memukulnya hingga babak belur saat Jono masih SMA. Padahal saat itu, Roseo masih anak SMP. 

“Ehem, baiklah, aku akan langsung tanya ke calon istriku! Jika terbukti kau melakukan sesuatu terhadapnya, aku tak akan tinggal diam!” Ancam Jono.

Jono berjalan mundur saat melihat Roseo mengepalkan tinjunya ke udara untuk melihat jam tangannya.

Jono langsung bergegas masuk ke mobilnya dan segera pergi untuk menutupi rasa takutnya.

***

Jono tiba di depan rumah Mary, pria itu pun bergegas keluar dari mobil.

“Jono, ada apa buru-buru begitu?” 

Seorang wanita paruh baya yang tinggal di seberang rumah Mary menyapa Jono.

Wanita paruh baya itu sedang menyapu pekarangan rumahnya.

“Bu Narsih, tentu saja aku harus bertemu dengan calon istriku yang begitu luar biasa cantik,” jawab Jono dengan penuh rasa bangga.

“Oh, Mawary calon istrimu, aku pikir, Mawary itu calon istri barunya Ros,” kata Bu Narsih.

“Hah?! Apa? Kok bisa begitu Bu?” Tanya Jono.

“Iya, tadi aku lihat, Mawary diantar pulang lagi oleh Ros, terus aku juga melihat Ros membawakan seserahan untuk Mawary,” jawab Bu Narsih.

“Hah?! Apa?! Seserahan?!” Jono berseru.

Jono merasa seakan sedang tersambar petir. Berita yang didengarnya dari Bu Narsih selaku tetangga yang rumahnya berhadapan langsung dengan rumah Mary, jelas bukan sekedar kabar burung karena sang narasumber melihat langsung.

Tubuh Jono rasanya limbung.

Kepala Jono mulai mengaitkan semua informasi yang diterimanya.

Mulai dari anggotanya yang mendapati Mary menangis saat melihat Roseo, hingga Roseo yang mengantar pulang Mary sekaligus mengantar seserahan untuk Mary.

Jono langsung membayangkan, Mary menangis di depan Roseo karena pria itu melamarnya. Lalu, Roseo mengantar Mary pulang sekaligus seserahan untuk menikahi Mary.

“Tidak! Tidak!” Jono berseru.

Pria tambun itu mengepalkan tangannya dengan erat lalu bergegas menaiki tangga rumah Mary dengan tertatih-tatih.

Emosinya benar-benar meradang hanya dengan membayangkan itu.

Begitu tiba di depan pintu rumah Mary, seketika Jono langsung membeku kala mendapati Mary yang sedang membuka bingkisan besar yang dibungkus rapi dengan pita merah jambu. Di temani Jijah yang juga ikut membongkar bingkisan tersebut.

Mary terlihat begitu senang saat mengeluarkan isi bingkisan tersebut.

“Ya ampun, Roseo benar-benar memberi satu set! Aku tak menyangka dia begitu berinisiatif seperti ini,” ucap Mary.

“Luar biasa, pakaian dalam pun juga ada!” Tukas Jijah.

“Haha!” Mary tertawa sambil merampas pakaian dalam itu dari tangan Jijah.

“Mawary!”

Mary langsung menoleh ke arah Jono yang berseru ke arahnya.

“Jono,” sapa Bu Marni.

Jono langsung menghampiri Mary, lalu merampas keranjang besar itu, lalu mengangkatnya dan membuangnya ke luar rumah.

“Jono! Apa yang kau lakukan?!” Seru Mary.

“Kenapa kau membuang barang-barangku?!”

“Harusnya aku yang bertanya padamu, Mawary!” Seru Jono.

“Apa?!” Mary terperangah.

“Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku, Mawary!” Teriak Jono.

“Jono, memangnya apa yang kulakukan?”

“Mawary, aku sudah menunggumu dengan penuh kesabaran selama bertahun-tahun, tapi mengapa kau justru malah menerima pinangan dari Ros?! Dimana nuranimu, Mawary?!” 

Jono yang berteriak-teriak seperti orang kesurupan jelas mengundang para tetangga yang kemudian berdatangan karena ingin tahu apa yang terjadi.

Mary mendelik gusar, dengan cepat ia menuruni tangga dan memungut kembali barang-barang miliknya yang dilempar Jono.

Ia benar-benar mengabaikan Jono yang berteriak-teriak di teras rumah.

Untunglah semua barang-barang itu jatuh di atas rerumputan, sehingga tidak ada kemasan yang pecah.

Pak Sumarto akhirnya tiba dan membelah kerumunan massa sambil bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi.

“Kau keterlaluan Mawary! Bisa-bisanya kau kepincut duda gatal macam Ros!” Teriak Jono.

“Jono, ada apa ini?” Tanya Pak Sumarto.

“Pak Marto! Saya benar-benar kecewa pada Mawary! Belum menikah saja, Mawary sudah berani mengkhianati saya!”

“Harga diri saya sebagai seorang pria benar-benar sudah diinjak-injak!”

Emosi yang meledak-ledak membuat Jono bergegas pergi.

 

1
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
Tinsley Carmichael
Salah bgt km gendis strateginya
Tinsley Carmichael
Awalnya simpati ma gendis klo jd ibu tunggal ternyata ad lakinya 🤣
Tinsley Carmichael
Berasa dracin wkwkkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!