NovelToon NovelToon
Mafia

Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

Ah, sialan!

Liga berusaha tetap terlihat biasa saja walau kenyataannya perasaannya sangat gugup sekarang. "Aku hanya mengunjunginya saja dan tidak melakukan apapun. Tapi di--"

"Mengunjungi?" Mafia menyela, menatap Liga cukup intens, membuat ucapan Liga terhenti dan berganti anggukan.

"Iya. Aku hanya ingin mengunjunginya saja. Tap--"

"Sejak kapan kamu suka mengujungi tahanan?" sela Mafia lagi yang tanpa diketahui berhasil membuat jantung Liga berdebar kencang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Mafia menaruh segelas air putih dan juga sepiring nasi diatas nakas kecil samping tempat tidur. Sudah hampir lima hari ini, Mafia selalu rutin mengantarkan makanan serta obat tepat waktu supaya Vair cepat sembuh. Sudah mirip seperti perawat pribadinya saja.

Sejak tragedi dimana sang sahabat terbukti bersalah, Mafia merasa tidak enak hati karena sudah melukai seorang perempuan. Vair, dia adalah wanita pertama yang mendapat kekerasan darinya. Selama ini Mafia sekejam apapun dirinya tidak pernah mau melukai seorang wanita. Baginya sangat tidak etis seorang pendekar melawan permaisuri.

Suasana kamar yang masih petang karena kelambu kelambu tidak dibuka membuat penglihatan Mafia tidak terlalu jelas, Mafia berjalan menuju jendela, berniat menyibak gorden karena hari sudah pagi. Matahari sudah mulai muncul menerangi mahluk hidup dimuka bumi ini.

Begitu gorden terbuka, Mafia tersenyum melihat pemandangan diluar yang begitu menyenangkan. Terlihat anak anak kecil berlari larian dengan kawan kawannya, kupu kupu hinggap kian kemari pada bunga yang bermekaran. Pemandangan ini benar benar mengingatkannya pada masa belasan tahun yang lalu.

Wajah yang biasanya selalu terlihat bengis dan juga tegas kini berbeda. Terlihat murung dan juga kedua matanya berkaca kaca. Ingatan Mafia terbang dimana dirinya dulu masih hidup bersama kedua orang tuanya.

Aku rindu kamu Bu

Tanpa disadari, Vair yang tadinya masih tertidur pulas mulai terbangun. Wajah khas bangun tidur itu menoleh kesana kemari, hampir saja berteriak saat mendapati Mafia yang sudah ada didalam kamar ini. Tapi urung saat melihat makanan terletak diatas nakas.

Vair turun dari tempat tidur sambil menguap, berjalan pelan menghampiri Mafia yang terlihat melamun. Berniat mengagetkannya, tapi urung saat tidak sengaja melihat Mafia mengusap sudut matanya.

Apa dia menangis?

Tapi...menangisi hal apa? Apa karena sahabat yang dia sayangi sudah tiada?

"Ehem..."

Mafia terlonjak, tapi berusaha tidak menunjukannya. "Hei, kamu sudah bangun?" Bibirnya tersenyum tipis namun senyum tipis itu terlihat dipaksakan di mata Vair.

"Pagi pagi sudah melamun saja. Apa yang kamu pikirin? Atau... kamu rindu sama sahabatmu itu?" Vair berdiri disisi Mafia, menatap wajah datar itu sejenak, lalu menatap kearah pandang Mafia.

"Rindu sahabat? Tentu saja, karena aku dan Liga bersahabat dari kecil. Tapi... ya seperti yang kamu tahu, dia depresi dan memilih bunuh diri,"

Vair mengangguk, merasa kasihan pada Liga yang memiliki takdir memprihatinkan seperti itu. Sejak pemasungan lima hari yang lalu, Liga terus berteriak memanggil Mafia untuk dimaafkan dan tidak diberi hukuman. Tapi karena Mafia menutup telinga, tidak mau menggubris ucapannya, tepat dihari keempat Liga ditemukan tewas mengenaskan, dengan keadaan kepala yang sudah berdarah darah.

Mafia sempat membawanya kerumah sakit, tapi petugas medis mengatakan Liga sudah tidak bernyawa. Hasil otopsi juga menujukan bahwa Liga tewas karena luka berat dikepala. kemungkinan, Liga bunuh diri dengan cara membenturkan kepala pada benda keras hingga meregang nyawa.

"Maaf..."

Mendengar kata maaf dari mulut Vair, Liga menoleh, menatap wanita itu dari samping. "Tidak perlu minta maaf, itu sudah jadi pilihannya."

"Tapi kalau ak----"

"Sudah. Jangan dipikirkan lagi. Lebih baik kamu sarapan supaya cepet sembuh. Setelah itu aku bawa kamu ke suatu tempat,"

"Kemana?" Vair bertanya sambil mengikuti Mafia yang kini berjalan menuju keluar kamar ini.

"Jangan banyak tanya. Cepet habisin makananmu. Aku pergi dulu, ada urusan," Setelah mengatakan itu Mafia meninggalkan kamar yang sudah dia khususkan untuk Vair karena merasa bersalah sudah melukainya kemarin.

Padahal kemarin dirinya sangat membencinya, bahkan mereka berdua adalah musuh. Tapi, gara gara kejadian Vair yang dilecehkan Liga. Mafia merasa ingin melindungi Vair.

"Tuan, kita mau berangkat sekarang atau nanti saja?" Kasim bertanya saat Mafia melewati ruang berlatih.

"Dimana Haru?" tanya Mafia karena dia tidak melihat keberadaan Haru. Karena seharusnya Haru dan Kasim yang ikut dengannya.

"Oh. Haru lagi makan tuan. Sebentar, saya panggil dulu," Kasim langsung pergi untuk menemui Haru yang ada didapur, sedang mengisi perutnya.

"Tuan, kita berangkat sekarang?" tanya Haru begitu dia dan Kasim sudah ada dibelakang Mafia yang kini sedang mengusap senjata kesukaan mendiang Liga.

Mafia mengangguk, dan pergi dari ruang berlatih itu dengan diikuti Haru dan Kasim.

Vair keluar dari kamar dengan membawa gelas dan piring kotor bekas makanannya menuju dapur. Suasana dapur terlihat sepi, Vair tidak tahu kemana orang orang rumah besar ini pergi.

Vair mencuci piring dan gelas kotor itu diwastafel, kemudian menaruhnya di rak kecil yang ada disana. Berjalan keluar rumah karena merasa jenuh didalam sendirian.

"Bibik, Tuan Mafia kemana?" tanya Vair saat melihat Bibi yang muncul dari belakang rumah besar ini. Tempat dimana awal mula dia menginjakan kaki dirumah ini dan menculik Liga karena dia jadikan umpan supaya Mafia mau mengembalikan adiknya yang sampai sekarang belum dia temui.

"Eh! Nona..." Bibik terlihat kaget karena pas masuk dia tidak melihat adanya Vair disana. "Maaf, saya tidak tahu kemana tuan pergi. Memangnya beliau nggak pamit sama Nona?"

"Nggak Bik. Cuma bilang mau pergi doang tapi nggak ngasih tahu detailnya."

"Coba tanya sama Haru atau Kasim. Siapa tahu mereka berdua tahu kemana perginya tuan," Karena setahu bibik, biasanya Haru dan Kasim lah yang di beritahu kemana perginya tuan Mafia, mengingat Haru dan Kasim adalah anak buah kepercayaannya selama ini.

"Oke deh. Terima kasih, Bik."

"Sama sama Nona. Saya pamit bebersih diri ya Non,"

"Oke..."

Sambil berjalan menuju kamar mandi, Bibik sempat menoleh ke belakang, menoleh dimana adanya Vair berdiri dengan wajah yang terlihat gelisah. Bibik merasa ada yang aneh dengan sikap tuannya selama lima hari terakhir, yang terlihat dekat dengan wanita itu. Wanita yang bibik dengar adalah musuh yang dulu menculik mendiang tuan Liga.

Sambil mengguyur air pada tubuhnya, Bibik memikirkan aura berbeda dari tuannya selama beberapa hari terakhir. Apalagi melihat cara tuan Mafia dan Nona Vair dalam berkomunikasi, mereka terlihat semakin dekat saja, tidak menunjukan bahwa mereka dulunya adalah musuh.

"Apa jangan jangan tuan Mafia sama Nona Vair sama sama ada ketertarikan ya?"

"Tapi kalau di lihat lihat, Nova Vair cantik juga lho. Ya pantes kalo tuan Mafia suka sama Nona Vair, hihihi..." Bibik merasa geli dengan pemikirannya sendiri.

Di luar rumah sini, Vair berjalan kesana kemari seperti setrikaan, dia sedang berpikir kiranya dimana Mafia menahan adik kandungnya selama ini. Ingin bertanya pada Haru dan Kasim, tapi Vair tidak menemukan adanya mereka berdua di rumah ini.

Vair menjentik jari. "Ya, aku harus geledah rumah ini. Harus,"

1
Apple
vair udh mulai suka sm mafia nih
Apple
galak banget ibu vair. jangan galak galak dong
Apple
geledah nanti kethuan tuan mafia
Apple
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
berdebar hati berdebar itu gejolak rinduuuu
Apple
malu malu tp mau
Apple
bagus Aan. ayo katakan yg sbnrnya biar Liga dapet hukumN
Apple
hayo lho Liga
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Mafia itu terkenal kejam
Risa Virgo Always Beau
Mafia nanti kamu ceritain ke Liga ya jangan ada yang di tutupi dari Liga
Risa Virgo Always Beau
Liga ternyata Vair sedang mengejek kamu
Risa Virgo Always Beau
Mafia seenaknya banget menyuruh Liga
Apple
bagus
Apple
next bab. bagus dan bikin penasaran
Apple
kira kira vair bakal mafia apain ya. dihabisi juga kah. nex bab thor penasaran aku tuh ama kelanjutannya
Apple
apa mafia sama vair udah saling kenal?
anggita
like 👍iklan☝ buat novel barunya. moga lancar.
Cakrawala: aamiin makasiiiihhhhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!