hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hati yang kembali bersinar
Aidan dengan terpaksa ikut masuk kedalam rumah imel, Aidan melepas sepatunya dia disuruh menunggu diruang tamu.
" kamu tunggu dulu ya disini Tante mau menyiapkan makan "
" baik, terima kasih Tante" Aidan membungkuk
Sementara Imel sedang dikamar mandi, setelah selesai mandi Imel pergi ke kamarnya dan sedang memilih pakaian.
Bingung Imel memegang dua pakaian dia terus menatap cermin memastikan pakaian mana yang cocok, tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.
" nak.. makanannya sudah siap ayo turun " ibunya mengetuk pintu kamarnya dan menyuruhnya turun
" bentar, aku lagi pakai pakaian"
" tidak usah lama-lama pilih pakaiannya, semuanya akan terlihat cantik kok kalau dipakai anak ibu" setelah berbicara ibunya turun sambil tertawa kecil
Aidan yang sedang menunggu diruang tamu bertemu dengan kakaknya Imel.
" maling.. maling ada maling " kakaknya Imel langsung berteriak ketika melihat Aidan
" bukan, aku temannya Imel " Aidan berusaha menghentikan teriakan kakaknya Imel
" oh kamu pacarnya adikku, kirain maling tadi"
" aku temannya bukan pacarnya " Aidan menjawab berusaha menyangkal perkataan kakaknya Imel
" begitu kah? Namaku Reza kakanya Imel, namamu siapa? "
" namaku Aidan salam kenal kak "
" panggil aja kak Reza, ayo ikut ke meja makan" Reza merangkul Aidan dan berjalan bersama ke meja makan.
setelah duduk di kursi Reza langsung bermain game.
" kamu main game gak Aidan?" tanya Reza kepada Aidan
" kadang-kadang aku main game bareng kakak ku "
" bagus, Kapan-kapan kita main bareng oke"
Setelahnya ayah Imel datang disusul oleh adiknya, ibunya pun sudah datang hanya Imel yang datang telat.
" nak cepetan kesini gak usah malu malu" teriak ibunya menyuruh Imel untuk lebih cepat.
Imel datang mengunakan baju lengan panjang dan celana training.
" ehh kenapa kamu pakai pakaian yang begini" ucap ibunya kecewa dengan pilihan pakaian Inda
" terserah aku mau pakai yang mana " Inda langsung duduk didekat adiknya
Malam ini makanan yang dihidangkan adalah sayur SOP ayam.
" sini biar aku ambilin " ucap Imel
" terima kasih "
Setelah semuanya selesai makan Aidan mulai diberikan beberapa pertanyaan.
" kamu udah punya pacar? " tanya ibunya kepada Aidan
" Minggu kemarin aku baru putus dengan pacarku "
" eh kenapa putus "
" ada sedikit masalah yang bikin hubungan kami gak bisa dilanjutkan "
" oke gak usah dilanjutkan pertanyaan mantan pacar kamu, terus kamu sudah kenal Imel dari kapan?"
" mungkin awal masuk SMP"
" wah kalian sudah kenal lumayan lama"
Aidan masih canggung, sekarang ibunya Imel sedang membersihkan bekas makan mereka di bantu Imel.
Aidan sedang duduk bersama Reza mereka bermain konsol game bersama Aidan berhasil menang telak, mereka beberapa kali mengganti game yang dimainkan.
malam mulai larut Aidan berencana pamit.
" aku mau pulang dulu tante om "
" tunggu sebentar Tante panggilkan Imel dulu"
" nak cepat turun Aidan mau pulang nih " teriak ibunya
" iya iya aku akan turun " Imel kemudian turun dengan menggunakan baju tidur miliknya
" aku pulang dulu " Aidan berbicara malu malu
" iya hati hati dijalan " kejadian memalukan itu disaksikan semua anggota keluarga Imel kecuali adiknya.
...****************...
Hari Jum'at mori berangkat sekolah seperti biasanya, sampai di sekolah mori menuju kelasnya untuk menaruh tas dan langsung menuju ke kelas tiga.
Mori tidak bisa menemukan wajah yang dia cari.
" kamu cari Reval " tanya kakak kelas yang sedang duduk
" iya dia belum masuk?"
" hari ini dia gak masuk kemarin katanya dia ada yang mukulin " jawab kakak kelas itu sambil tertawa pelan
" terima kasih sudah memberi tahu "
mori meninggalkan kelas dan langsung pergi keluar dari sekolah, mori melepas seragamnya mori masuk kedalam bus kemudian berhenti di halte depan.
Mori berjalan tergesa-gesa dia akhirnya sampai dirumah Reval, mori masuk mengunakan kunci yang dia bawa.
Reval tinggal sendirian karena orang tuanya kerja diluar kota, mori kemudian masuk ke kamar Reval wajah terlihat sangat buruk memar dimana-mana.
Reval sedang tertidur, mori berniat membersihkan rumah Reval setelah semuanya bersih mori kemudian masak untuk Reval.
Reval kemudian bangun badannya hampir tidak bisa bergerak.
" kamu istirahat saja biar aku yang siapkan makanan "
Reval berbaring kembali kemudian Inda datang membawa bubur yang baru saja dia masak.
mori menyuapi Reval, hubungan mereka terlihat sangat romantis.
" siapa yang mukulin kamu kemarin " tanya mori pada Reval
" aku tidak terlalu jelas lihat wajahnya "
Setelah bubur habis Reval beristirahat dan disusul oleh mori yang Ikut berbaring disampingnya.
" aku mau nginap deh malam ini nemenin kamu " ucap mori sambil memeluk Reval.
langit mulai gelap mori sedang berada di kamar mandi dia mulai membersihkan dirinya, tak mengunakan pakaian hanya mengunakan handuk yang menutupi tubuhnya.
Mori memasuki kamar Reval dan membuka handuknya hingga Reval bisa melihat tubuh mori dengan jelas.
Mereka sangat menikmati malam ini, mori mengeluarkan suara aneh mereka terus melakukannya sampai tengah malam.
Malam yang panjang telah berakhir, mori sedang memakai baju dan celananya berniat belanja di minimarket.
Mori membeli beberapa Snack, daging dan sayuran selesai berbelanja mori meninggalkan minimarket.
" Mori " suara tiba-tiba terdengar memanggil dia kemudian menoleh kebelakang dan melihat orang yang tidak dia duga akan kembali memanggilnya.
...****************...
Sabtu pagi Aidan sedang mengikat tali sepatunya berniat untuk berlari pagi.
" aku pergi dulu ibu ayah " Aidan berpamitan pada orang tuanya
Aidan menutup kembali gerbang rumahnya.
" Aidan aku mau nanya sebentar boleh " melin menghampiri Aidan
" pagi, kak melin mau nanya apa? "
" maaf sebelumnya, kamu tahu mori dimana atau kamu tahu teman yang dekat dengannya?" melin menanyakan dengan nada khawatir.
" ada apa memangnya? "
" dia dari kemarin belum pulang, handphonenya juga kakak hubungi tidak aktif terus "
" kak melin sudah menanyakan wali kelas mori?"
" kakak gak punya nomornya " melin menggelengkan kepalanya
" biar aku tanyakan dulu ke teman ku yang satu sekolah dengan mori "
Aidan mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Inda
" halo Inda "
" halo, tumben pagi-pagi nelpon ada apa?"
" bisa kirim nomor wali kelas kamu gak "
" bisa, ada apa tiba-tiba kamu nanyain nomor wali kelasku?"
" bisa dikirim sekarang? Nanti saja jelasinnya"
" oh oke " Inda menjawab singkat
Setelah nomornya sudah dia terima, Aidan langsung menghubungi nomor tersebut.
tersambung Aidan langsung memberikan handphonenya kepada melin.
" halo siapa ini "
" halo Bu ini saya kakaknya mori "
" ada apa ya telpon pagi-pagi? "
" itu Bu saya mau tanya kemarin apakah ada tugas kelompok, soalnya mori belum pulang dari kemarin "
" Saya minta maaf, tapi kemarin mori tidak bersekolah coba nanti saya tanyakan ke murid yang lain " telepon sudah terputus mendengar bahwa mori tidak datang ke sekolah membuat melin semakin khawatir.
Melin memberikan handphone Aidan kembali dan langsung masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Aidan sendirian.
Melihat ekspresi melin yang terlihat lelah membuat Aidan sedikit khawatir terhadap kondisi kesehatan melin.
Aidan melanjutkan larinya matahari mulai menyinari, keringat mulai membasahi pakaian Aidan.
mata Aidan melihat mori yang sedang keluar dari minimarket dan langsung memanggilnya
" Mori " teriak Aidan
Mori menoleh
" ada apa manggil-manggil? " jawab mori berusaha tenang
" dari mana aja kamu? "
" kamu udah gak ada hak buat nanyain aku habis dari mana "
" denger ya aku gak peduli kamu habis dari mana tapi setidaknya kasih kabar keluarga mu " Aidan membentak mori
" gak usah ikut campur urusan keluarga orang lain "
Plak! Aidan menampar pipi mori
" apa maksud kamu? Kita sudah kenal dari kecil, kamu dan kak melin sudah aku anggap keluarga sendiri " jawab Aidan dengan tegas
" aku gak peduli kamu sekarang berpacaran dengan siapa, tapi setidaknya hubungi dulu kak melin kalau kamu tidak akan pulang kamu jangan buat kak melin menderita karena terus memikirkan kamu"
Mori tidak bisa menjawab wajahnya berusaha bersikap biasa saja setelah mendengar teguran Aidan.
" oke,oke aku akan hubungi kakak ku " jawab mori tangannya gemetar.
Kemudian mori meninggalkan Aidan yang sedang berdiri menatap matahari yang sedang menyinari bumi.