NovelToon NovelToon
Rivalry In Our Story

Rivalry In Our Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Enemy to Lovers / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ALIFA RAHMA LATIFA

Wajib Follow Sebelum Baca.



" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.

Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.

Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.

Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.

La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.

Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.

Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.

( Bismillah semoga rame 🙏)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 : Dari Arena Perang ke pelukan rahasia.

" Setiap persaingan yang terasa seperti " neraka " bisa jadi jalan menuju hubungan yang lebih dalam. kadang kala orang yang pernah membuat kita marah adalah orang yang paling mengerti nilai kita - hanya butuh waktu untuk melihatnya. jangan takut dengan persaingan, karena dibaliknya mungkin tersembunyi sinergi yang bisa membawa kita lebih tinggi dari yang pernah kita bayangkan. "

                  ...

Selesai pengumuman, aula kembali bubar.

Tapi Valerie tidak bisa bergerak.

Nara menepuk bahunya.

" Val.. Lo harus sabar ya. "

Valerie menoleh pelan.

" Sabar? Nara.. "

Valerie menatap Matthew yang sedang berjalan santai menuju pintu Aula.

" Gue bakal kerja sama sama orang yang paling ngeselin sedunia. "

Nara tersenyum canggung.

" Ya.. anggap aja tantangan. "

Valerie mendengus.

" Tantangan? ini hukuman. "

Saat Valerie hendak pergi..

Matthew tiba-tiba berhenti dan berbalik.

Dia menatap Valerie.

Lalu berkata dengan nada malas :

" Besok jangan telat. "

Valerie menatapnya tajam.

" Lo pikir gue bakal telat? "

Matthew meangkat alis.

" Gue pikir lo bakal kabur. "

Valerie mendekat cepat.

" Lo itu nyebelin banget sumpah. "

Matthew tersenyum tipis.

" Tapi lo nggak bisa ngelawan fakta, Valerie. "

Valerie menatapnya.

" Fakta Apa? "

Matthew mendekat, suaranya pelan tapi menusuk.

" Lo butuh gue buat menang. "

Valerie membeku.

Matthew melanjutkan dengan santai.

" Dan gue butuh lo."

Valerie terdiam.

Matthew menatapnya berapa detik.

Lalu berjalan pergi tanpa menoleh.

Valerie berdiri kaku.

Dadanya naik turun.

Karena untuk pertama kalinya..

Matthew mengakui sesuatu.

Tapi itu bukan membuat Valerie senang.

Itu justru membuat Valerie semakin panas.

Valerie berbisik pelan, penuh tekad.

" Gue nggak butuh lo, Matthew. "

Nara menatap Valerie.

" Val... "

Valerie meangkat kepala.

Matanya tajam.

" Gue bakal buktiin.. gue bisa menang bahkan kalau harus satu tim sama dia. "

Nara menelan ludah.

" Kayaknya...ini bakal chaos. "

Valerie hanya tersenyum dingin.

" Biar. "

...

Malamnya.

Valerie duduk di kamar asramanya.

Kamar itu modern, elegan, dengan jendela besar yang menampilkan lampu kota jakarta 2040 yang berkilau seperti bintang.

Valerie membuka tablet.

Dan layar tertulis jadwal latihan :

LAB 7 - 07.00.AM.

Mentor : Dr Keenan Arga ( Guest Scientist) project : Renewable innovation prototype.

Valerie menatap jadwal itu lama.

Lalu ia menutup tablet.

Dan menarik napas.

Dalam hati Valerie berkata :

" Besok gue bakal perang.

Bukan perang fisik.

Tapi perang ego.

Perang gengsi.

Perang untuk membuktikan siapa yang paling pantas berada di puncak.

Dan musuhnya...

Bukan sekolah lain.

Musuhnya...

Adalah orang yang harus jadi partnernya.

Matthew Lucian Wycliffe.

...

3 Bulan Kemudian **

Tiga bulan.

Waktu yang cukup untuk membuat satu sekolah terbiasa dengan fakta bahwa Valerie Evangeline Kingsley bukan cuma " murid baru cantik. "

Tiga bulan juga cukup untuk membuat semua orang tahu satu hal :

Kalau Valerie dan Matthew berada dalam satu ruangan...

Ruangan itu bakal berubah jadi arena perang.

Namun yang tidak semua orang tahu..

Parang itu pelan-pelan berubah jadi sesuatu yang lain.

Sesuatu yang lebih berbahaya.

Pagi itu, Lab 7 terasa dingin seperti biasa.

Ruangan itu luas, modern, di penuhi layar hologram, mejanya eksperimen transparan, dan alat-alat teknologi canggih yang bahkan terlihat seperti barang masa depan.

Padahal mareka memang hidup di masa depan.

Valerie masuk lebih dahulu.

Ia menggenakan seragam olahraga sekolah- putih biru dengan emblem Nusa Bangsa di dada. rambutnya dikuncir tinggi, wajahnya fokus.

Di tangannya ada tablet berisi data riset terbaru.

Valerie meletakkan barang di mejanya.

Menyalahkan layar utama.

Di layar muncul tulisan :

PROJECT JECT - NB-2040 : BIOVOLT x AQUA - SHIELD INTEGRATION.

Valerie menatap layar itu lama.

Proyek mareka sudah berkembang jauh.

Dulu mareka saling menjatuhkan.

Sekarang...

Mareka masih saling menjatuhkan.

Bedanya, mareka juga saling menutupi kelemahan.

Dan itu yang bikin semuanya makin rumit.

Valerie sedang mengecek grafik efisiensi energi, saat pintu terbuka otomatis.

Matthew masuk.

Dengan langkah santai seperti biasa.

Namun ada sesuatu yang berbeda.

Matthew tidak lagi terlihat dingin seperti awal-awal dulu.

Ia masih menyebalkan.

Masih sok keren.

Tapi sekarang..

Tatapan kadang terlalu lama menatap Valerie.

Dan itu membuat Valerie makin sering kesal tanpa alasan.

Matthew membawa kopi botol dingin dari kantin.

Ia menaruhnya di meja, di duduk.

" Hari ini lo telat, " ucap Valerie tanpa menoleh.

Matthew melirik jam di dinding.

" Gue telat dia minit. "

Valerie menatapnya tajam.

" Dua minit itu tetap telat. "

Matthew tersenyum tipis.

" Lo kayak istri gue aja. "

Valerie membeku.

Wajahnya langsung panas.

" Apa lo bilang? " tanya Valerie tajam.

Matthew menatap layar, pura-pura fokus.

" Gue bilang lo cerewet. "

Valerie menyipitkan mata.

" Lo sengaja ya? "

Matthew meangkat bahu.

" Enggak. "

Valerie menatap Matthew berapa detik, lalu menghela napas dan kembali fokus.

Namun disisi lain..

Matthew menatap Valerie Diam-diam.

Kunciran rambutnya sedikit berantakan.

Ada berapa helei rambut jatuh di pelipis.

Wajah Valerie terlihat serius, alisnya sedikit berkerut, bibirnya mengerucut saat membaca data.

Matthew menelan ludah.

Tiga bulan lalu, Matthew cuma melihat Valerie sebagai ganguan.

Sebagai " murid baru yang mendadak terkenal. "

Sebagai ancaman.

Tapi sekarang..

Matthew bahkan tidak bisa membenci cara Valerie menarik napas saat berpikir.

Tidak bisa membenci cara Valerie mengantuk meja pelan saat kesal.

Tidak bisa membenci cara Valerie menatapnya seolah-olah dia manusia paling menyebalkan sedunia.

Matthew malah..

menikmatinya.

Dan itu bikin Matthew kesal pada dirinya sendiri.

...

Saat pintu terbuka lagi.

Monitor mareka masuk.

Dr. Keenan Arga.

Ilmuwan muda yang terkenal karena risetnya tentang energi terbarukan dan sistem air pintar.

Ia memakai jas lab putih, dengan rambut sedikit acak-acakan, tapi auranya serius kuat.

" Oke, " ucap Dr Keenan. " kalian dua. duduk. "

Valerie langsung duduk rapi.

Matthew menyadarkan tubuh santai.

Dr Keenan menatap Matthew sebentar.

" Matthew, jangan malas. "

Matthew mendengus pelan.

" Siap, Dok. "

Valerie menahan tawa kecil.

Matthew menoleh cepat.

" Lo ketawa? "

Valerie menatap layar.

" Enggak. "

Matthew menyipitkan mata.

" Lo ketawa. "

Valerie meangkat bahu.

" Lo halu. "

Matthew hampir tertawa.

Dan itu...

Aneh.

Karena biasanya Matthew tidak pernah tertawa karena orang lain.

Tapi Valerie?

Valerie membuat Matthew ingin tertawa.

Valerie membuat Matthew ingin berbicara.

Valerie membuat Matthew ingin...

Mendekat.

                _TBC_

...----------------...

Happy Reading All! Double update hari ini. semoga kalian suka. selamat membaca. 😍🥰

1
Arif RACHMAN
🥰🥰 aku suka banget sama semua karya mu thor.sukses selalu
Arif RACHMAN
suka banget.sukses selalu
Fluffylfy
❤❤ suka banget
Fluffylfy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!