NovelToon NovelToon
Savage Royalty

Savage Royalty

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Diam-Diam Cinta
Popularitas:216
Nilai: 5
Nama Author: SeraphinSky

SMA Pertiwi dan STM Rajawali bagaikan langit dan bumi yang dipaksa berdampingan. Hanya terpisah oleh satu tembok tinggi, Pertiwi adalah istana bagi putri-putri konglomerat yang dipimpin oleh Roseanna Vallerian, sang Ratu Es yang perfeksionis. Sementara di sebelahnya, Rajawali adalah medan perang bagi Fattah Maverick, legenda jalanan yang memimpin pasukannya dengan kepalan tangan dan loyalitas tanpa batas.

​Selama tiga tahun, "Perjanjian Batas" menjaga gencatan senjata di antara mereka: Jangan sentuh wilayah kami, dan kami tidak akan menyentuh kalian.
​Namun, kedamaian itu hancur dalam semalam. Serangkaian teror misterius menghantam kedua sekolah. Mobil-mobil mewah siswi Pertiwi dirusak dengan lambang Rajawali, dan markas Rajawali dibakar oleh sosok berseragam Pertiwi. Fitnah menyebar lebih cepat dari api. Tawuran pecah di perbatasan, dan kedua sekolah terancam ditutup permanen oleh Dinas Pendidikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeraphinSky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: PESTA NERAKA DAN TIKUS DISKO

Sabtu Malam, Pukul 19.00 WIB

Aula Utama SMA Pertiwi (Yang Sudah Disulap Jadi Ballroom Hotel Bintang 5)

​Malam ini, SMA Pertiwi bersinar lebih terang daripada masa depan rata-rata penduduk Jakarta.

​Lampu gantung kristal Austria (pesanan Aqeela) tergantung megah di tengah aula, memantulkan cahaya ke ribuan arah. Karpet merah maroon (hasil beli pabrik) tergelar lembut. Wangi bunga lili segar memenuhi ruangan, menutupi fakta bahwa kemarin ada lima cowok bau keringat yang menyusup ke sini.

​Tamu undangan mulai berdatangan. Mobil-mobil mewah berjejer di lobi. Pejabat, artis, alumni sukses, dan donatur tajir melintir hadir dengan gaun malam dan jas formal.

​Roseanna Vallerian berdiri di pintu masuk aula menyambut tamu. Dia mengenakan gaun malam silk warna champagne yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Rambutnya disanggul elegan. Wajahnya tersenyum ramah, tapi matanya tajam memindai setiap sudut.

​"Naura, keamanan?" bisik Roseanna lewat earpiece kecil di telinganya.

​"Aman, Ratu," suara Naura terdengar tegang. "Semua pintu dikunci ganda. Satpam berjaga tiap 5 meter. Tikus pun nggak bisa masuk tanpa undangan."

​Aqeela Azalea berdiri di samping meja prasmanan, memastikan katering hotel bintang lima tidak mengecewakan.

"Mbak, tolong Salmon En Croute-nya dipanasin lagi ya. Nanti dingin, kasian ikannya kedinginan," perintah Aqeela polos pada chef hotel.

​Raisa Azure (yang terpaksa pake dress tapi tetep pake sepatu sneakers di baliknya) berdiri di dekat panggung, siap siaga kalau ada kerusuhan.

​Dan Lia?

Lia duduk di sofa VIP paling depan. Dia memakai dress hitam simple tapi harganya bisa buat beli ginjal baru. Dia duduk dengan kaki disilangkan, wajahnya bosan, dan—tentu saja—dia main HP.

​"Lia, lo bisa senyum dikit nggak? Ada kamera tuh," tegur Raisa.

​"Gue senyum kalau ada yang lucu. Sekarang nggak ada," jawab Lia datar tanpa mendongak.

​Sementara itu, di Atas Pohon Beringin (Luar Tembok)

​Lima sosok berpakaian serba hitam (kayak ninja budget rendah) sedang nangkring di dahan pohon beringin besar yang menghadap langsung ke jendela ventilasi aula Pertiwi.

​Fattah Maverick memegang binokular, mengintip ke dalam.

"Wih, gila. Mewah bener. Itu lampunya bisa buat bayar SPP kita seumur hidup, Coy."

​Harry (yang rambutnya masih botak toge) sibuk mengunyah kacang sukro. "Bos, kapan kita ledakin? Kaki gue kesemutan nih."

​Ilham (pake kupluk hitam buat nutupin kepalanya yang licin) menyeringai jahat. "Sabar. Tunggu Tuan Putri naik panggung. Gue mau liat mukanya pas playlist 'spesial' gue keputer."

​Oliver membuka laptopnya di atas dahan (sangat berisiko, tapi dia jenius). "Sistem terhubung. Timer mundur: 10 detik menuju Sabotase Tahap 1."

​Mohan memeluk batang pohon ketakutan. "Bos, Mohan takut jatoh... tinggi banget..."

​"Pegangan yang kuat, Gajah! Jangan goyang-goyang!" bentak Ilham.

​Di Dalam Aula - Pukul 19.30 WIB

​Lampu aula meredup. Sorot lampu panggung menyala, fokus ke tengah.

​MC kondang naik ke panggung. "Hadirin sekalian, mari kita sambut Ketua Panitia sekaligus Ketua OSIS kebanggaan kita... ROSEANNA VALLERIAN!"

​Tepuk tangan meriah membahana. Roseanna berjalan anggun ke tengah panggung, menuju podium mik. Dia tersenyum percaya diri. Malam ini adalah panggungnya. Malam ini dia akan membuktikan bahwa dia sempurna.

​Roseanna memegang mik.

​"Selamat malam, hadirin yang terhormat..."

​Suaranya keluar jernih. Roseanna lega. Syukurlah, nggak ada suara chipmunk.

​"Malam ini adalah malam yang spesial bagi kami..."

​Tiba-tiba...

​ZRRRTTT...

​Lampu sorot utama berkedip-kedip aneh, lalu berubah warna dari putih elegan menjadi... hijau neon dan pink norak. Persis lampu dangdutan di pasar malam.

​Penonton mulai berbisik-bisik.

​"Naura! Lampunya kenapa?!" bisik Roseanna panik, tapi dia tetap senyum.

​Belum sempat Naura menjawab, Sabotase Tahap 2 dimulai.

​Oliver mengaktifkan Speech Jammer (Delay Suara).

​"Terima kasih... atas... kehadirannya..." ucap Roseanna.

​Tapi suara yang keluar dari speaker terlambat 3 detik dari gerakan mulutnya. Dan bergema parah.

​"TE-RI-MA... MA... MA... KA-SIH... SIH... SIH...

​Otak Roseanna jadi bingung mendengar suaranya sendiri yang telat. Akibatnya, bicaranya jadi gagap dan ngelantur kayak orang mabuk.

​"Saya... sa...ya... sa-ngat... ngat... bang-ga... ga..."

​Penonton mulai menahan tawa. Roseanna terdengar seperti robot rusak. Wajahnya mulai memerah.

​"MATIKAN MIKNYA!" teriak Roseanna (tanpa mik), tapi suaranya ketelen gema di speaker.

​Dan puncaknya... Sabotase Tahap 3.

​Ilham menekan tombol PLAY di HP-nya yang tersambung bluetooth jarak jauh (lewat receiver yang dipasang Harry kemarin).

​Lagu pembuka yang harusnya Orkestra Klasik Beethoven, mendadak berubah.

​DUNG TAK! DUNG DUNG TAK!

​Intro lagu "Lathi" (Weird Genius) versi Koplo Remix dengan suara Sinden yang menyeramkan tapi beat-nya bikin goyang.

​"Kowe ra iso lari... dari kenyataan..."

​Dan di layar raksasa belakang panggung (LED Screen), video profil sekolah yang elegan tiba-tiba berganti menjadi...

​Video Topeng Monyet yang sedang naik motor-motoran. Diulang-ulang (looping).

​"ASTAGA!!" Aqeela menjatuhkan piring kuenya. "Itu monyetnya lucu banget... eh maksudnya, kok ada monyet?!"

​Tamu-tamu VIP mulai tertawa ngakak. Suasana elegan hancur lebur jadi sirkus.

​Roseanna berdiri kaku di tengah panggung dengan lampu disko hijau-pink, backsound Lathi Koplo, dan background Topeng Monyet.

​Harga dirinya? Minus tak terhingga.

​Di Atas Pohon

​"BWAHAHAHAHAHA!!"

​Fattah, Ilham, dan Harry tertawa puas sampai pohon beringin itu berguncang hebat.

​"Liat tuh! Roseanna jadi ratu monyet!" tunjuk Ilham senang bukan main.

​"Gila, playlist lo jenius Ham!" puji Harry.

​Tapi tunggu dulu.

​Oliver melihat layar laptopnya. "Bos. Tahap 4 aktif otomatis. Gue lupa matiin timer-nya."

​"Tahap 4 apaan?" tanya Fattah.

​"Subwoofer Tikus."

​Di Dalam Aula - Bawah Panggung VIP

​Di bawah panggung tempat Roseanna berdiri, subwoofer besar yang ditaruh Mohan kemarin tiba-tiba bergetar hebat karena bass lagu koplo.

​Pintu kecil di subwoofer itu terbuka (karena getaran).

​Keluarlah Joni, Jono, dan Juni.

Tiga ekor tikus mainan bertenaga baterai yang ukurannya segede kucing. Mereka berlari kencang, rodanya berdecit di lantai panggung yang licin.

​NGEENG... NGEENG...

​Tiga tikus itu meluncur keluar dari bawah panggung, langsung menuju barisan depan VIP.

​"TIKUUUUUSSSS!!!"

​Seorang ibu pejabat menjerit histeris, naik ke atas kursi.

​"ADA TIKUS RAKSASA!!"

​Kepanikan massal terjadi. Tamu-tamu berlarian. Aqeela (yang takut hewan pengerat) melompat ke gendongan Naura (kasian Naura).

​Raisa mencoba menendang tikus itu, tapi tikusnya gesit banget (buatan Jerman, kata Oliver).

​Tapi ada satu orang yang tidak lari.

​Lia.

​Tikus mainan bernama "Jono" itu lari lurus ke arah Lia, lalu menabrak sepatu hak tinggi Lia.

​Dug.

​Tikus itu terbalik, rodanya masih muter-muter di udara. Weeek... weeek... bunyinya.

​Lia menunduk. Dia melihat tikus mainan itu dengan wajah datar. Sama sekali nggak kaget. Sama sekali nggak takut.

​Dia mengambil tikus itu dengan dua jari (memegang ekornya).

​Lia mengangkat tikus itu sejajar dengan matanya. Dia melihat ada stiker kecil di perut tikus itu. Tulisan spidol: "Harta Karun Mohan".

​Lia mendengus. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang meremehkan.

​"Mainan anak TK," gumam Lia.

​Lalu dengan santai, Lia melempar tikus itu ke arah Raisa. "Sa, tangkep. Hadiah dari pacar lo."

​"JANGAN LEMPAR KE GUE!!" Raisa menjerit, refleks menangkis tikus itu sampai terbang ke panggung dan mendarat di kaki Roseanna.

​Roseanna melihat tikus mainan itu berputar-putar di kakinya.

​Emosinya meledak.

​Dia mengambil mik (yang masih delay), dan berteriak sekuat tenaga.

​"FATTAAAAAH!!!"

​(Tiga detik kemudian di speaker): "FAT... TAH... TAH... TAH..."

​Di Atas Pohon

​Fattah mendengar namanya diteriakkan (walau bergema). Dia menyeringai puas.

​"Dia manggil gue, Bos," kata Fattah bangga. "Kangen kayaknya."

​"Kangen mau nyekek lo kali," sahut Oliver.

​Tiba-tiba, dahan pohon tempat Mohan duduk (yang dari tadi nahan beban berat) berbunyi krak.

​KREK...

​"Eh?" Mohan melihat ke bawah.

​KRAK!

​Dahan itu patah.

​"AAAAA!!"

​Mohan jatuh, menarik dahan tempat Harry duduk. Harry menarik celana Ilham. Ilham menarik baju Fattah.

​BRUKK! GUBRAK! KABOOM!

​Lima cowok Rajawali itu jatuh berjamaah dari atas pohon beringin, mendarat tepat di atas atap seng pos satpam sekolah Pertiwi yang ada di bawahnya.

​Suaranya kencang banget, mengalahkan lagu koplo di aula.

​Semua orang di aula (yang posisinya deket jendela) menoleh keluar. Mereka melihat lima cowok berpakaian hitam-hitam sedang mengerang kesakitan di atas atap pos satpam yang penyok.

​Fattah meringis, memegangi pinggangnya. Topi baseball-nya lepas, memperlihatkan kepala cepaknya.

Ilham kupluknya lepas, kepala botak licinnya bersinar kena lampu taman.

​Roseanna, yang melihat pemandangan itu dari jendela aula yang terbuka, langsung menunjuk mereka dengan jari telunjuk yang gemetar karena murka.

​"ITU MEREKA! TANGKAAAAP!!"

​"LARI WOY!!" teriak Fattah pincang-pincang.

​Mereka berlima lari kocar-kacir, dikejar satpam dan beberapa bapak-bapak tamu undangan yang emosi.

​"Awas lo, Rose!" teriak Fattah sambil lari. "Pesta lo seru kan?!"

​"Gue laporin polisi lo semua!!" balas Roseanna dari jendela.

​Malam itu, Pensi SMA Pertiwi resmi bubar dengan predikat "Acara Paling Memalukan Abad Ini".

​Tapi di dalam mobil jemputannya, Lia memandang tikus mainan yang tadi dia kantongi (buat bukti). Dia memutar-mutar rodanya.

​"Mohan..." gumam Lia. "Tulisannya 'Harta Karun Mohan'. Dasar raksasa aneh."

​Dan Ilham... si botak yang tadi jatuh paling keras, pasti sekarang lagi ngomel-ngomel sambil ngurut pantatnya.

​Entah kenapa, Lia merasa malam ini jauh lebih menghibur daripada Pensi ngebosenin yang biasanya.

1
anggita
ikut ng👍like, iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Yel
LANJUT SAMPAI TAMAT KAAAKKK 😍 pengen nabung bab nya karna bab 1 aja sdh rame. semangat thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!