Vivian Marvis, putri tunggal klan mafia Marvis, dinyatakan meninggal setelah melahirkan putri pertamanya.
Sejak saat itu, Kayden Gilbert—suami yang dulu mencintainya sepenuh hati—berubah menjadi pria berhati es. Bahkan, membenci darah dagingnya sendiri.
Namun kematian bukanlah akhir bagi Vivian.
Jiwanya terbangun dalam tubuh Arini, seorang wanita malang yang kehilangan segalanya. Dengan identitas baru, Vivian kembali ke Kediaman Gilbert demi bertemu putrinya, Deana.
Sayangnya, Deana hidup tanpa kasih sayang sang ayah.
"Auntie... jadi Mama Dea saja, ya? Dea kesepian."
Mendengar kata-kata itu, hati Vivian hancur.
Akankah Vivian berhasil menyatukan kembali keluarganya? Ataukah ia akan merebut putrinya dan membuat Kayden Gilbert menyesali semua yang telah terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita Gila
Davin mengangkat tubuh itu, lalu membawanya masuk ke dalam mansion. Atas perintah Kayden, Vivian dibaringkan di salah satu kamar tamu paviliun belakang.
Lastri segera dipanggil untuk mengurus wanita itu. Dengan penuh ketelatenan, Lastri membersihkan sisa-sisa tanah yang mengotori wajah Vivian dan mengganti pakaian lusuhnya yang basah oleh air pel dengan sepasang baju tidur katun yang jauh lebih layak dan bersih.
Krieeek…
Suara pelan engsel pintu yang bergeser memecah keheningan kamar.
Lastri menoleh dan mendapati kepala mungil menyembul dari balik celah pintu. Itu Deana. Gadis kecil itu tampak penasaran ingin masuk, namun ada gurat keraguan dan rasa takut di wajah polosnya.
Lastri tersenyum hangat, hatinya melembut melihat putri majikannya yang menggemaskan itu. "Nona Muda, masuk saja tidak apa-apa. Mari sini," ajak Lastri berbisik agar tidak membangunkan wanita yang sedang terbaring.
Deana akhirnya melangkah masuk dengan ragu, lalu berjalan mendekat hingga berdiri tepat di sisi ranjang. Kedua mata bulatnya menatap lekat-lekat wajah Vivian yang tampak sangat kelelahan dalam tidurnya. Wajah 'Arini' sebenarnya biasa saja dan pas-pasan, sangat jauh jika dibandingkan dengan kecantikan murni Vivian di kehidupan dulu. Namun entah mengapa, di mata Deana, gurat wajah wanita ini memancarkan kelembutan hati yang membuat Deana merasa nyaman secara instan.
Tiba-tiba, mata Deana melebar terkejut menangkap sesuatu yang tidak biasa pada pakaian baru yang dikenakan wanita itu.
"Bibi... lihat itu," bisik Deana panik sambil menunjuk ke arah dada Vivian yang perlahan mulai basah dan membesarkan noda melingkar.
Lastri yang mengikuti arah telunjuk Deana langsung terperangah. Sedetik kemudian, mata Lastri berbinar sempurna. Jantungnya bertalu-talu hebat karena rasa syok sekaligus sukacita yang meledak di dadanya.
Noda basah itu... itu adalah air ASI yang merembes dari raga Arini!
Tanpa mengucap sepatah kata pun, Lastri langsung berbalik dan berlari kencang keluar dari kamar, meninggalkan Deana yang melongo terkejut melihat pengasuhnya mendadak linglung. Lastri berlari bukan karena takut, melainkan karena ia tahu ini adalah keajaiban! Peluang hidup untuk Baby Elvano yang sejak tadi menangis kelaparan akhirnya telah ditemukan oleh sang majikan tanpa disengaja. Wanita penyusup ini adalah seorang ibu susu!
Di dalam kamar, Deana yang ditinggal sendirian mulai merasa cemas. Suasana kamar tamu yang asing ini mendadak terasa menegangkan baginya.
"Bi Lasti kok tinggalin Dea... Kalau Dea diculik gimana?" gumam Deana takut-takut.
Gadis kecil itu memutar tubuhnya, berniat untuk ikut melangkah keluar menyusul Lastri. Namun, baru saja ia mengambil dua langkah, gerakan kakinya mendadak terkunci rapat di atas lantai.
"Deana ...."
Sebuah bisikan serak, lemah, namun terdengar begitu penuh kerinduan memecah kesunyian kamar.
Detik itu juga, hati kecil Deana bergetar aneh. Ada kehangatan luar biasa yang tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya, sebuah perasaan familier yang sangat ia rindukan namun tak pernah ia dapatkan selama empat tahun ini.
Deana membalikkan badannya perlahan dengan dada yang berdegup kencang, menatap ke arah ranjang di mana wanita asing itu perlahan mulai membuka matanya.
...****************...
Kayden duduk di balik meja kerjanya yang megah sambil menatap dingin lembaran dokumen yang baru saja diletakkan oleh asisten pribadinya.
"Bicaralah, Davin. Siapa sebenarnya wanita gila itu?" tanya Kayden.
Davin berdehem pelan sebelum memulai laporannya. "Namanya Arini, Tuan. Hasil penelusuran cepat menunjukkan bahwa dia adalah mantan istri dari seorang pengusaha kelas menengah bernama Arman."
"Beberapa bulan lalu, Arini baru saja melahirkan, namun bayinya meninggal dunia karena penyakit kuning yang terlambat ditangani. Segala kehilangan itu, ditambah perlakuan buruk dari keluarga Arman, membuat mental wanita ini terguncang. Singkatnya, dia dinyatakan kurang waras."
Kayden mendengus sinis. Tangan kekarnya mengetuk-ngetuk meja kayu jati itu dengan ritme yang konstan.
"Kurang waras?" Kayden menyipitkan matanya.
"Davin, mansion ini dilindungi oleh sistem keamanan tingkat tinggi. Sensor laser, kamera pengawas termal dan penjagaan berlapis. Bagaimana bisa seorang wanita gila dari kalangan biasa tiba-tiba membobol wilayahku tanpa memicu satu pun alarm keamanan? Dari mana dia tahu akses masuknya?"
Davin menundukkan kepala. "Itu yang masih kami selidiki. Sensor kita sama sekali tidak mendeteksi adanya kerusakan atau peretasan sistem, Tuan."
Tentu saja Vivian tahu cara menembus benteng pertahanan itu tanpa ketahuan. Mansion ini adalah rumahnya dulu!
Dengan modal ingatan dari kehidupan masa lalunya, Vivian dengan mudah berjalan menuju area semak-semak lebat di luar pagar pembatas. Di balik rimbunnya tanaman berduri itu, terdapat sebuah terowongan bawah tanah kecil. Jalur pintas rahasia yang dulu sengaja Vivian buat agar bisa menyelinap keluar masuk mansion tanpa diketahui oleh para pengawal suaminya. Jalur itu tidak pernah terdaftar dalam manifes keamanan resmi Black Valley.
Kayden menghela napas kasar, mematikan cerutunya ke asbak kristal. Ia tidak peduli bagaimana cara wanita itu masuk, yang jelas keberadaannya sudah sangat mengganggu ketenangannya.
"Aku tidak punya waktu untuk mengurus orang gila yang berhalusinasi menjadi istriku," ujar Kayden dingin. "Siapkan mobil. Kirim dia ke Rumah Sakit Jiwa paling terpencil malam ini juga. Pastikan dia dikurung di sana seumur hidup agar tidak merepotkanku lagi."
"Baik, Tuan—"
BRAK!
Belum sempat Davin menyelesaikan kalimatnya, pintu ruang kerja didobrak dengan kasar dari luar.
Kayden langsung berdiri dengan wajah mengeras, siap menghabisi siapa pun yang berani bersikap tidak sopan di ruang pribadinya. Namun, amarahnya tertahan saat melihat Lastri yang berdiri di ambang pintu dengan napas terengah-engah dan wajah yang memerah karena habis berlari kencang.
"L-Lastri? Berani sekali kamu—"
"Maaf, Tuan! Maaf saya kelancangan!" potong Lastri dengan berani, memegangi dadanya yang naik turun. Matanya berbinar penuh harap saat menatap sang majikan.
"Tolong batalkan niat Anda untuk membuang wanita itu!"
Kayden menyipitkan mata, aura intimidasi keluar dari tubuhnya. "Berikan aku satu alasan kenapa aku tidak boleh melenyapkannya sekarang, Lastri."
Lastri menelan ludah dengan susah payah, lalu mengucapkan satu kalimat yang seketika membuat ruangan itu mendadak hening.
"Wanita penyusup itu... bagian dadanya merembes basah, Tuan. Dia baru saja kehilangan bayinya dan dia adalah seorang Ibu Susu! Dia punya ASI yang melimpah untuk Baby Elvano!"
Jleb!
Kayden mematung di tempatnya berdiri. Di sebelahnya, Davin juga ikut terbelalak syok.
Ibu susu.
Kata yang selama beberapa minggu ini menjadi teka-teki paling sulit di Kediaman Gilbert. Baby Elvano menolak semua susu formula terbaik di dunia dan terus menangis kelaparan, sementara semua kandidat ibu susu yang didatangkan selalu diusir oleh Kayden karena tidak memenuhi syarat atau dicurigai sebagai mata-mata.
Kini, seorang wanita asing yang dikira gila, yang berani menyusup ke halaman belakang paviliun, ternyata adalah jawaban dari doa-doanya untuk menyelamatkan nyawa putra kecilnya.
BERSAMBUNG...
Karena ini cerita dengan Tema baru, author pun terpaksa ganti nama tokohnya.
tapi bagaimana mungkin bisa melahirkan anak bayi lagiii 😁