Tia adalah Seorang perempuan Desa yang merantau ke kota untuk memperbaiki perekonomian keluarga.Dia perempuan cerdas, tangguh,dan menyayangi ibunya.Singkat cerita Dia menemukan jodohnya dan membawa ibunya tinggal di kota bersamanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yantiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Pelayan Kafe
Tia dan Loli pulang bersama ke kosan.Mereka seperti kakak dan adik.Berangkat bareng, pulang bareng bahkan belanja pun bareng.
Besok Tia berencana mencari pekerjaan sampingan.Tidak apa-apa kerja nya malam yang penting halal dan tidak menggangu kuliahnya.Dia mulai mencari Loker di internet.
Semalaman Tia sibuk mencari Loker di internet, rata-rata pekerjaannya harus pagi.Sementara Tia harus kuliah.Sangat tidak mungkin Tia mengabaikan kuliahnya.
Ting...Ting...
Bunyi notif pesan
Robi:"Hai,Tia....aku Robi.Kamu belum tidur?
Tia:"Belum,ada apa kakak?."
Robi:"Tidak ada,sekedar menanyakan kabar."
Tia:"Kakak bisa bantu gak....nyari freelance?"
Robi:"Kamu lagi nyari kerja sampingan?, Kebetulan di kafe kakak ku lagi butuh tambahan karyawan.Kalo kamu mau, besok kita bisa kesana."
Tia:"Ok kak,thanks..."
Freelance adalah pekerjaan lepas dimana individu bekerja secara mandiri tanpa terikat kontrak dalam suatu perusahaan.Pekerjaan ini hanya cocok untuk menambah penghasilan.
Esok harinya Tia bergegas pergi ke kampus,tak lupa dia sarapan dahulu.Tiba dikampus dia langsung masuk ke kelas.Hari ini adalah hari pertama dosen mengajar.Banyak ilmu yang Tia dapatkan hari ini.Ternyata jadi seorang dokter itu tidak mudah ya guys....
Materi yang sangat susah, kuliahnya lama,dan biaya kuliahnya pun sangat mahal.Tak heran jika gaji seorang dokter Begitu fantastik.
Sore hari ,aku selesai dengan mata kuliahku hari ini.Aku bergegas mencari Robi. Sore ini dia berjanji akan mengantarku ke kafe kakaknya.
30 menit kemudian kami tiba di kafe kakaknya.Kafenya cukup besar, banyak pengunjung berdatangan.Disana ada grup band juga sehingga para pengunjung bisa menikmati musik sambil ngopi.
Kami langsung keruangan kakaknya Robi.Kakaknya Robi perempuan,dia sangat cantik.Tak kelihatan kalau sudah punya anak dua.Badannya masih ramping dan fashionable.Kami berbincang di ruangannya .
Untuk karyawan baru, ditempatkan sebagai pelayan kafe.Seiring lamanya Bekerja nanti akan naik jabatan.Sore ini juga Tia langsung bekerja.
Sebagai pelayan kafe tentunya tidak sulit bagi Tia.Dari kecil Tia sudah terbiasa membantu ibunya di dapur.Tia anak yang cekatan,mudah berbaur dengan karyawan,dan mudah berkomunikasi dengan pengunjung.
Sari:"Tia tolong antarkan minuman ini ke meja no.25."
Tia: Baik kak Sari
Tia membawa minuman ke meja no.25.Perasaan Tia tiba-tiba tidak enak.Seakan ada sesuatu.Dari arah meja,Tia melihat Jesika duduk dimeja no.25.
Jesika bersama temannya dalam satu meja.
Tia:"Silahkan minumannya dinikmati."
Jesika:"Lo kerja disini?kasian makanya jadi orang miskin jangan so kuliah kedokteran,jadinya ya begini??
Tia tidak merespon Jesika, ketika hendak pergi kaki Jesika dengan sengaja menghalangi langkah Tia.Tia terjatuh mengenai meja sebelahnya.
Meja sebelah Jesika jadi berantakan, minumannya tumpah ,dan gelas pecah ke lantai.Tia dicaci maki pengunjung dan memanggil manajer kafe.
Bu sari:"Ma'af kak ada yang bisa saya bantu?"
Pengunjung:"Pecat karyawan gak tau diri ini,baju saya jadi kotor karena dia."
Bu sari:"Ma'af karyawan saya sudah membuat kekacauan sebagai ganti ruginya hari ini tidak usah bayar."
Tia menunduk,tak berani menatap bu Sari.Hari pertama bekerjanya sudah membuat kesalahan.
Tia:"Ma'afkan saya Bu,saya tidak sengaja.Ibu boleh lihat cctv"
Bu sari:"Saya sudah tahu Tia,tidak apa-apa.Lanjutkan pekerjaanmu.
Sebelum melanjutkan pekerjaan,Tia masuk ke kamar mandi.Tia menangis, merenungi nasibnya.Kenapa dimanapun selalu bertemu Jesika.Kenapa Jesika selalu membencinya.
Pukul 22.00 semua pegawai membersihkan meja dan kursi.Semua pegawai bersiap untuk pulang.Jarak kafe ke kosan Tia 2 km.Tidak ada angkot dimalam hari,Tia memesan ojeg online.Tak lupa sebelum pulang,Tia membeli makanan untuk di bawa pulang.
Setibanya di kosan,Tia bertemu Loli di pintu kamar.Loli tahu Tia bekerja untuk membiayai keperluan kuliahnya selama di Jakarta.Loli menatap Tia dengan iba,tak menyangka perjuangannya begitu keras.Loli bersyukur kedua orang tuanya selalu mengirimkan uang.Dia hanya fokus belajar tanpa memikirkan biaya kuliah.
Banyak sebagian orang menyerah dengan keadaan,tapi tidak untuk Tia.Tia bertahan untuk hidup.Tia berjuang untuk mencapai cita-citanya menjadi seorang dokter.Dokter adalah cita-citanya dari kecil.Dia bercita-cita ingin membangun Rumah sakit sendiri dan menolong orang kecil yang tidak mempunyai biaya pengobatan.
Sebelum tidur dia membuka album SMA nya.Dia teringat akan kedua sahabatnya Bela dan Jason.Dia rindu cinta pertamanya.Sudah beberapa bulan Jason tak pernah berkirim pesan apalagi menghubunginya.
Mungkinkah Jason sudah melupakan Tia???
Tia berbaring mengingat kisah SMA nya.Lalu membuka sosmed nya mencari Jason.Sama hasilnya tidak ada.Jason orangnya memang tertutup,tak suka mengupload foto di sosmed.Dia menatap gelang persahabatannya.Dia berharap Jason tidak melepaskan gelang pemberiannya.
Ting...Ting...
Ada pesan masuk .
Tia berharap pesan dari Jason.Tetapi Robi yang mengirim pesan kepada Tia.
Robi:"Ma'af tadi gak jemput,aku ketiduran.kamu udah pulang?."
Tia:"Tidak usah repot-repot menjemput kak,aku bisa pulang sendiri.Terimakasih untuk hari ini."
Robin:"Tia, bolehkah aku kenal dekat denganmu?."
Tia:"Boleh ,aku juga butuh teman."
Robi:"Kamu punya kekasih?."
Tia:"Ma'af kak itu privasi, selamat malam."
Saat ini Tia belum memikirkan kekasih.Dia hanya fokus bekerja,kuliah,dan membahagiakan ibunya.
Tiba-tiba Tia teringat ibunya.Tapi Tia tidak menghubunginya.Dia tahu ini jam tidur ibunya ,kalo di telepon ibunya akan terganggu karena dini hari berangkat ke pasar.
Tia hanya mengirim pesan pada ibunya."Ibu apa kabar?,disini Tia betah.Tia sudah punya teman baru.Alhamdulilah orang-orang disini baik.Bu, ma'afkan Tia sebenarnya disini Tia juga bekerja sampingan untuk biaya Tia di sini.Ibu jangan kirim uang,uangnya ditabung.Uang Tia cukup untuk biaya kuliah.Do'akan Tia ya....
Tia sayang ibu....,"pesan Tia.
Setelah mengirimkan pesan pada ibunya,Tia terlelap tidur.Pukul 05.00 alarm berbunyi waktunya shalat subuh.Lalu joging sambil mencari sarapan.Setelah itu bersiap pergi ke kampus.
Tiap hari rutinitas Tia seperti itu.Dia tidak pernah mengeluh.Tia anak rajin, banyak temannya yang menyukai dia.Tapi banyak juga yang iri dengan pencapaiannya di kampus.Tia selalu membantu para dosen.Tak heran beberapa dosen menyukainya.
Sifat Tia sangat disukai orang -Orang.Dia sering menyapa para mahasiswa senior.Dia juga suka membantu tugas temannya.Orangnya ramah dan supel.Tak jarang teman-temannya sering mentraktir makan siang di kantin.
💪 terimakasih