NovelToon NovelToon
Istri Yang Terasingkan

Istri Yang Terasingkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hafit

Kisah seorang istri yang selalu direndahkan dan dimanfaatkan oleh keluarga suami nya hanya karena dia bukan berasal dari keluarga terpandang yang kaya.....Nasibnya begitu miris bahkan selalu dibandingkan dengan istri adik suaminya sendiri yang dianggap dari keluarga terhormat oleh sang mertua.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di tinggal

***

Tania tersenyum getir melihat bayangan diri nya sendiri lewat pantulan cermin.

Baju daster lusuh, rambut lepek akibat keringat, kulit yang dulu nya putih kini menjadi kusam. Bahkan tubuh nya terlihat jauh lebih kurus dari sebelumnya.

Bukan Tania tidak cantik, padahal sebelum menikah dengan Raka Tania merupakan bunga desa di kampung halamannya. Setelah menikah, Tania langsung di bawa ke kota tempat tinggal nya Raka dan keluarga nya. Dari situlah semuanya berubah.

Jangan kan untuk merawat dirinya, untuk makan saja kadang Tania tidak ada waktu. Dia harus melayani seluruh keluarga suaminya seperti seorang pembantu.

Bukan karena ia suka, tapi karena cinta dan berbakti nya Tania terhadap suaminya lah yang membuat Tania berusaha tetap sabar, dia tidak ingin membuat Raka harus memilih antara dirinya dan ibu kandungnya sendiri.

"Bodoh, sangat bodoh kamu Tania...." Gumamnya seraya tertawa getir mengingat betapa bodoh nya dirinya selama ini yang rela di injak-injak harga dirinya oleh keluarga suami nya sendiri.

"Mbak Tania...."

Ada yang memanggil namanya dari luar, Tania memejamkan mata nya sesaat, berusaha mengontrol emosi yang muncul perlahan.

Tatapan matanya berubah, bukan tatapan mata yang dulu menunduk patuh. Tapi, kali ini berbeda.

Sudah cukup ia menanggung luka selama ini, sekarang tidak akan lagi.

Semua akan ada balasannya....

"Mbak, ganti baju kamu, kita akan pergi ke mall hari ini. Jangan lama." Perintah Sindi tanpa basa basi begitu melihat pintu kamar terbuka.

"Kenapa saya harus ikut? Bukan kah nanti kalian akan malu kalau saya ikut?" Suara nya sedikit bergetar, bukan karena takut. Tapi, ada amarah yang berusaha ia tahan.

Sindi sedikit kaget mendengar pertanyaan Tania yang di nilai nya mulai berani.

"Ngak usah banyak tanya deh Mbak, udah nurut aja." Ketus Sindi segera pergi dari kamar Tania.

Ia tentu mengerti mengapa dirinya di ajak bersama mereka, sudah tentu dia hanya akan dijadikan pelayan yang bisa mereka suruh seenak nya.

"Kalian mau menindas aku lagi? Baiklah, akan aku anggap ini sebagai tantangan."

Tania membuka lemari miliknya yang terdapat beberapa helai baju yang bahkan sangat jarang tersentuh oleh nya.

Ia meraih satu baju yang menurut nya bagus dan segera me makainya.

"CK... Lama banget sih," Bella berdecak kesal karena harus menunggu Tania.

"Tuh udah keluar, wah, wah....Kayak nya ada yang mau merubah penampilan nih? kenapa? Apa mau nyaingin Mbak Bella? Takut kalau Mas Raka berpaling ke Mbak Bella?" Sindi tertawa mengejek matanya menelisik penampilan Kaka ipar nya.

"Mana pantas wanita kampung seperti dia mau saingan sama aku."Sinis Bella menatap angkuh Tania.

"Mau pakai baju sebagus apapun, kalau aura nya udah nge b4bu, Ya tetap aja mirip b4bu." Sindi ikut menimpali dengan terus merendahkan Tania.

"Tapi, menurut aku, penampilan Mbak Tania cukup bagus sih hari ini lumayan lah tidak malu-maluin nantinya." Farah yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya juga ikut berkomentar.

Tania hanya tersenyum saja mendengar dirinya terus di buat bahan olokan.

"Teruskan saja kalian hina aku, aku tidak akan berkecil hati lagi hanya karena mendengar setiap ucapan hinaan yang keluar dari mulut kalian." Batin Tania menghela nafas nya pelan dengan sedikit senyum dibibir nya.

"Memang nya kalian berharap nya gimana?Pakai daster? Baiklah, kalau gitu aku akan ganti." Tania menanggapi nya dengan santai membuat mereka sedikit heran.

"Gak usah, dengan pakaian bagus saja kamu jelek, apalagi mau pakai daster. Mau membuat kami malu hah...." Cegah Dinda menarik kasar lengan Tania yang hendak berbalik.

Tania hanya bisa menyembunyikan senyum nya saat melihat raut wajah mereka yang tiba-tiba berubah seperti menahan kesal. Mungkin mereka berharap nya Tania akan menangis dengan sedih mendengarnya hinaan mereka dan terus tertunduk takut.

Nggak akan pernah....

Di Mall...

"Liat deh Bu, Mbak, gaun ini bagus banget kan?"

"Iya, bagus. Kamu suka? Ambil aja, nanti biar aku yang bayar semua nya." Ucap Bella sembari ikut memilih-milih baju yang berjejer di depan matanya.

"Mbak serius?" Tanya Sindi lagi dengan mata berbinar senang, begitu pun dengan Farah dan Dinda.

Mereka terlihat bersemangat sekali dan segera memborong beberapa STEL baju serta banyak barang lainnya dengan rakus.

Sedangkan Tania, dia tidak tertarik sama sekali untuk berbelanja. Dirinya malah fokus sama sebuah salon kecantikan yang berada di depan sana.

Sudah lama sekali dirinya tidak pernah memanjakan diri di tempat seperti itu, dulu, saat masih gadis. Tania pernah bekerja di sebuah kafe es teh ternama di kota tidak jauh dari desa nya.

meski jarang, saat Tania gajian, dia sesekali menyempatkan diri untuk pergi ke salon kecantikan untuk merawat dirinya bersama teman nya dulu.

"Tania, ambil semua belanjaan ibu." Suara keras Dinda membuyarkan lamunannya, matanya beralih menatap banyak belanjaan yang disodorkan ibu mertuanya.

"Punya saya juga, dan ini juga punya Mbak Bella, Mbak pegang semua." Sindi juga ikut menyodorkan beberapa paperbag pada Tania.

"Punya aku juga dong Mbak," Farah tidak mau kalah, dia juga ikut memerintah Tania.

Tania sama sekali tidak menyentuh barang mereka, dia hanya melihat sekilas saat barang diletakkan dilantai dekat dia. Mungkin mereka mengira Tania akan patuh dan memungut barang belanjaan yang mereka letakkan sembarang di lantai.

"Gimana kalau sekarang kita makan dulu, aku udah laper banget, setelah itu baru lanjut belanja." Ajak Bella, yang langsung disambut antusias Sindi dan Farah serta Dinda dengan semangat.

"Ide bagus, biar kita ada tenaga nanti nya buat keliling lagi." Ujar Dinda penuh semangat.

Mereka lekas pergi menuju sebuah tempat makan yang berada di Mall itu. Mereka bahkan melupakan Tania yang masih berdiri di tempat itu. Entah memang mereka sengaja tidak mau mengajak Tania.

Sesampai nya di sana, mereka memesan begitu banyak menu makanan untuk mereka santap.

"Mbak Bella baik banget, makasih ya Mbak, sudah mau mentraktir kita semua, Liat dong Mbak Farah. Sekali-kali Mbak Farah kayak Mbak Bella dong, katanya gajinya banyak, tapi ajak aku sama ibu belanja aja nggak pernah sih Mbak." Ucap Sindi menyindir Farah, membuat wanita itu seketika kesal dengan mata melebar mendengar Sindi membanding-bandingkan dirinya dengan Bella.

"Kamu nyindir aku Sindi? Baru sekali aja di bayarin barang yang nggak seberapa itu kamu udah mulai membanding-bandingkan aku sama dia?" Farah meradang, bahkan dia sampai berdiri menunjuk Sindi.

"Udah, udah....Farah, nggak usah dengerin kata Sindi, dia hanya bercanda. Makanan nya udah datang, kita makan aja dulu dari pada berdebat yang ada bikin energi kita terkuras." Lerai Dinda yang melihat situasi mulai memanas apalagi melihat raut wajah Farah yang benar benar sudah merah padam.

sedangkan Bella, senyum tipis tersungging dibibir nya.

Sangat mudah mengambil hati dan mencari dukungan orang-orang terdekat Raka.

"Awas aja kamu Sindi." Batin Farah menatap dongkol Sindi.

"Lihat deh, itu kayak Mbak Tania bukan sih." Sindi menunjuk ke sebuah meja yang berada paling ujung.

"Mana? Mungkin hanya mirip, mana mungkin itu Tania, emang dia punya duit makan disini?" Bantah Dinda dengan yakin.

"Palingan sekarang dia lagi duduk nangis dipojokan karena takut udah kita tinggal."

"Benar juga sih."

Tawa mereka terdengar begitu renyah penuh kepuasan.

"Tapi nanti kalau ada sisa, kita bungkus aja buat Mbak Tania makanan ini, dari pada mubazir. Kasihan juga kan dia pasti laper." Usul Bella dengan tawa kecilnya.

Semua ikut tertawa, seolah-olah Tania memang benar-benar tidak layak di hargai dan pantas mereka perlakukan seperti sampah.

Sedangkan Tania.

1
Suanti
tania keluar aja dri rmh gugat cerai aja raka biar tau rasa tuh 🤭
Fitrya Alyani: siap kaka😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya tania, jangan lemahh
Fitrya Alyani: benar banget
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
telpon ojek aja bu 🤪
Fitrya Alyani: biar ada alasan ja tuu mertuanya
total 1 replies
Suanti
lain kali tania rekam pki hp semua percakapan bella. dinda. dan ibu biar raka tau ngimna kelakuan ibu terhadap tania 🤭
Fitrya Alyani: benar sekali kak, lain kali lah ya🤭🥰
total 1 replies
Suanti
gitu dong tania harus tegas jgn mau di injak2 sama mereka harus berani melawan jgn melemah 🤭
Fitrya Alyani: jangan mau di injak-injak ya kak🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebaiknya bicara baik-baik dulu ya tania. jangan langsung menuduh suamimu
Fitrya Alyani: jangan gegabah kan, ulat bulu memang bahaya😄😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
usaha yg sia-sia /Facepalm/
Fitrya Alyani: mulai menggatal sama suami orang 🤣🤣
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
cinta boleh Tania, bodoh jangan ya. ajak suami mu untuk pindah
Fitrya Alyani: terkadang cinta memang membuat orang buta😄🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
Raka kalo memang kamu sayang tania, mending kamu minggat aja dah
Fitrya Alyani: setuju....Dari pada terus menderita ya kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kalo udah jahat mah, memang ada saja idenya
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
beri tahu suami mu tania
Fitrya Alyani: percuma, suaminya lemah kalau soal keluarga😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya jangan lemah tania. semakin kamu lemah, semakin kamu di siksa
Fitrya Alyani: jahat banget kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mending kamu pakai uang itu untuk cari kontrakan aja
Fitrya Alyani: iya juga😄, tapi Raka nya terlalu memanjakan keluarga nya.
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan lemah tania
Fitrya Alyani: mengalah terus Tania 🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya di suruh raka.
Fitrya Alyani: Raka nya lembek
total 1 replies
Fitrya Alyani
💪🥰
Fitrya Alyani
🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!