NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

...

Baru saja Langit bisa menarik napas lega dan menyandarkan punggungnya di sofa, semesta seolah belum puas menguji kadar kesabarannya. Keheningan apartemen yang baru tercipta selama lima menit itu pecah seketika saat terdengar suara gesekan kain yang mencurigakan dari atas ranjang. Langit menoleh, dan saat itu juga, dunianya seolah jungkir balik.

Jelita, gadis yang tadi meracau soal kucing hilang, kini bangkit duduk dengan mata terpejam namun tangan yang sangat aktif. Dengan gerakan serampangan khas orang mabuk berat, dia mulai menarik ritsleting dress hitamnya.

"Eh, eh! Ngapain lo, Jee?!" Langit memekik, hampir terjungkal dari sofanya. Dia berkedip berkali-kali, berharap apa yang dilihatnya hanyalah halusinasi akibat kurang tidur. Tapi tidak, itu nyata. Sangat nyata.

"Panas...! Gerah banget, Lang... huuu... kenapa apartemen lo isinya kompor semua sih?" racau Jelita dengan suara serak-serak basah yang terdengar sangat berbahaya bagi pendengaran Langit.

Langit menelan ludah kasar. Ini adalah cobaan paling berat sepanjang sejarah hidupnya sebagai pria normal. Dia sudah sering menghadapi godaan wanita di club, tapi melihat pacar sendiri yang sedang tidak sadar mencoba melucuti pakaiannya sendiri adalah level ujian yang berbeda. Ini bukan lagi soal "tutor nakal", ini sudah masuk ke tahap "ujian iman tingkat dewa".

"Udah dingin, Jee! Sumpah, AC gue udah gue set ke 16 derajat! Tidur aja, jangan aneh-aneh!" Langit menghambur ke arah ranjang, berusaha menangkap tangan Jelita yang sudah berhasil menurunkan setengah ritsletingnya.

"Nggak mau! Gue mau berenang... ini lautnya panas!" Jelita meronta, tenaganya mendadak kuat seperti atlet gulat. Dia terus menarik bajunya sementara Langit mati-matian menahannya dengan mata yang sebisa mungkin menatap ke arah plafon.

"Jangan dilepas, Jelita! Besok kalau lo sadar, lo bakal gebukin gue pakai ulekan kalau tahu lo begini sekarang!" Langit berseru panik. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya.

Rasanya Langit ingin mimisan saat itu juga. Pemandangan di depannya benar-benar menguji batas pertahanan mentalnya. Bayangkan saja, gadis yang dia cintai, dalam kondisi setengah sadar, dengan wajah memerah dan aroma alkohol yang memabukkan, sedang melakukan aksi "pemberontakan" pakaian di atas kasurnya sendiri.

"Aduh, Tuhan... tolong Langit... Langit masih mau jadi orang baik malam ini," gumamnya frustrasi.

Langit benar-benar kelabakan. Dia tidak ingin menjadi pria kurang ajar yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dia tahu betul, Jelita yang asli—Jelita yang sadar—pasti akan sangat marah dan kecewa jika dia melakukan hal yang tidak-tidak saat gadis itu tidak berdaya. Tapi di sisi lain, sisi "nakal" di dalam diri Langit sedang berbisik-bisik jahat.

"Tidakkk! Pergi lo, setan!" Langit memukul kepalanya sendiri, berusaha mengusir pikiran-pikiran liar yang mulai muncul.

Dia menarik kedua tangan Jelita, menguncinya di atas kepala gadis itu agar aksi lepas baju itu berhenti. Posisi mereka sekarang sangat intim. Langit berada tepat di atas Jelita, menatap wajah gadis itu yang kini mulai tenang kembali karena tangannya tertahan.

"Dengerin gue, Jee. Lo... lo itu cobaan paling gila yang pernah gue temuin. Besok pagi gue bakal tagih biaya ganti rugi kesehatan mental gue ke lo," bisik Langit dengan napas yang memburu.

Jelita hanya mengerjap-erjapkan matanya yang sayu, lalu tiba-tiba dia tersenyum lebar. "Lang... lo kok punya mata empat sih? Lucu banget... kayak alien..."

Langit mendengus, antara kesal dan ingin tertawa. "Iya, gue alien. Dan alien ini mau lo tidur sekarang juga sebelum aliennya lepas kendali dan makan lo hidup-hidup."

Dengan sisa-sisa kekuatannya, Langit menyelimuti tubuh Jelita hingga sebatas leher, membungkusnya rapat-rapat seperti burrito. Dia memastikan selimut itu terkunci erat di bawah tubuh Jelita agar gadis itu tidak bisa lagi mencoba "praktek buka baju" jilid dua.

Setelah memastikan Jelita benar-benar tenang dan mulai mendengkur halus, Langit mundur perlahan. Dia berjalan menuju kamar mandi, menyalakan keran air dingin, dan mengguyur kepalanya sendiri. Dia butuh pendinginan instan.

"Gila... hampir aja gue khilaf," gumamnya sambil menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya merah padam, jantungnya masih berdegup sekencang mesin Porsche saat dipacu di jalan tol.

Malam itu, Langit tidak berani tidur di atas kasur, meskipun kasur itu cukup luas untuk mereka berdua. Dia lebih memilih meringkuk di sofa dengan bantal kecil, matanya sesekali melirik ke arah ranjang untuk memastikan "burrito" Jelita tidak bergerak-gerak lagi.

Ini adalah malam terpanjang bagi Langit. Malam di mana dia belajar bahwa menjaga kehormatan orang yang dicintai jauh lebih menantang daripada menaklukkan wanita mana pun di dunia. Dia merasa seperti pahlawan yang baru saja memenangkan pertempuran besar, meskipun musuhnya hanyalah seorang gadis mabuk yang terobsesi dengan kucing SMP dan merasa kepanasan di ruangan ber-AC.

"Besok pagi... pokoknya besok pagi gue mau minta sarapan paling enak di Jakarta sebagai bayaran," gumam Langit sebelum akhirnya tertidur karena kelelahan mental.

Di atas ranjang, Jelita hanya bergumam kecil dalam tidurnya, "Tutor... besok... jangan lupa... kucingnya dikasih makan..."

Langit hanya bisa tersenyum pasrah di sela tidurnya yang tidak nyenyak. Pertualangan dengan Jelita memang tidak pernah membosankan, bahkan saat kondisi sedang "gila" sekalipun. Dan itulah yang membuat Langit semakin tidak bisa melepaskan gadis yang penuh kejutan ini dari hidupnya.

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!