NovelToon NovelToon
Legenda Api Yang Menghilang

Legenda Api Yang Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:560
Nilai: 5
Nama Author: Absonen

Di masa lalu, dunia pernah diselamatkan oleh para Grandmaster penyihir terkuat dari berbagai kerajaan yang menguasai elemen alam.
Di antara mereka, satu nama berdiri di puncak: Shiranui Akihara, Grandmaster Api dari Kerajaan Solvaria.
Setelah memimpin perang besar melawan pasukan iblis dan membawa kemenangan bagi umat manusia, ia tiba-tiba menghilang. Dunia percaya sang legenda telah gugur.
Namun kenyataannya, Akihara masih hidup.
Kini ia bersembunyi di sebuah desa terpencil, menjalani kehidupan damai sebagai orang biasa, berusaha meninggalkan masa lalu yang penuh perang dan kehilangan.
Tetapi kedamaian itu mulai runtuh ketika legenda tentang Neraka Iblis kembali muncul.
Raja Iblis Argiel Lucifer dikabarkan bangkit kembali, ditemani oleh sosok misterius bernama Railer Zernaldha.
Bersamaan dengan kebangkitan Tujuh Dosa Besar, dunia kembali berada di ambang kehancuran.
Kini Akihara harus memilih:
tetap hidup sebagai manusia biasa…
atau kembali menjadi legenda yang pernah menyelamatkan 🌏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Absonen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 [Tangisan Malam Hinomura]

Fajar baru saja menyentuh horizon ketika seorang gadis berjalan di jalan tanah yang panjang.

Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan, membuat hutan di sekitarnya tampak seperti lautan bayangan yang tenang. Burung-burung mulai bernyanyi pelan, menyambut pagi yang perlahan datang.

Namun langkah gadis itu tidak melambat sedikit pun.

Mantel hitamnya berkibar lembut tertiup angin pagi. Rambut panjang berwarna perak bergerak mengikuti setiap langkahnya.

Namanya adalah Liora Raizen.

Grandmaster Petir yang dikenal di berbagai kerajaan.

Matanya menatap lurus ke depan.

Jalan ini panjang.

Dan perjalanan yang ia mulai mungkin bahkan lebih panjang lagi.

Namun ia tidak ragu.

Sejak meninggalkan kota kerajaan Solvaria, satu tujuan sudah tertanam di pikirannya.

Menemukan seseorang.

Seseorang yang dunia percaya telah menghilang.

Namun ia tidak percaya.

Di dalam hatinya, ia yakin bahwa Shiranui Akihara masih hidup di suatu tempat.

Angin pagi berhembus lebih kencang.

Liora berhenti sejenak di sebuah persimpangan kecil.

Dua jalan terbentang di depannya.

Satu menuju wilayah pegunungan.

Yang lain menuju daerah pedesaan yang lebih terpencil.

Ia menutup matanya sejenak.

Berusaha mengingat semua informasi yang ia dengar di istana.

Desa terakhir yang diselidiki oleh para petualang…

Hinomura.

Sebuah desa kecil di wilayah timur.

Liora membuka matanya.

“Kalau kau benar-benar masih hidup…”

Ia melangkah ke jalan timur.

“…aku akan menemukanmu.”

Beberapa jam kemudian, hutan mulai menjadi lebih lebat.

Pepohonan tinggi menutup sebagian besar cahaya matahari.

Suasana menjadi lebih sunyi.

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Terdengar suara tawa kasar dari balik pepohonan.

“Lihat siapa yang kita temukan di sini.”

Beberapa pria keluar dari bayangan hutan.

Lima orang.

Pakaian mereka kotor dan tidak rapi.

Pedang pendek dan kapak kecil tergantung di pinggang mereka.

Bandit.

Pemimpin mereka menyeringai saat melihat Liora.

“Seorang gadis bangsawan berjalan sendirian?”

Matanya menatap mantel mahal yang dikenakan Liora.

“Ini keberuntungan besar.”

Bandit lain tertawa.

“Cantik juga.”

“Jangan-jangan dia tersesat.”

Liora berhenti berjalan.

Matanya menatap mereka tanpa emosi.

Angin hutan berhembus pelan di sekitar mereka.

Pemimpin bandit melangkah lebih dekat.

“Dengar, gadis kecil.”

Suaranya berubah menjadi lebih dingin.

“Kalau kau menyerahkan semua barang berhargamu… kami mungkin akan membiarkanmu pergi.”

Beberapa bandit lain mulai mengelilinginya.

Salah satu dari mereka tertawa pelan.

“Atau mungkin kita bisa bersenang-senang dulu.”

Suasana hutan tiba-tiba terasa lebih berat.

Namun Liora hanya berdiri diam.

Ia menatap mereka satu per satu.

Lalu berkata dengan suara tenang.

“Pergilah.”

Para bandit terdiam beberapa detik.

Lalu mereka tertawa keras.

Pemimpin mereka menggeleng.

“Sepertinya gadis ini tidak mengerti situasinya.”

Ia menghunus pedangnya.

“Kalau begitu”

Sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya…

Udara tiba-tiba berderak.

Sebuah cahaya biru terang muncul di tangan Liora.

Petir.

Kilatan listrik menari di telapak tangannya.

Para bandit langsung berhenti tertawa.

“Ap-?”

BOOM.

Petir menghantam tanah tepat di depan mereka.

Ledakan cahaya dan suara membuat tanah bergetar.

Para bandit terlempar mundur beberapa langkah.

Asap tipis naik dari tanah yang hangus.

Liora bahkan belum menghunus pedangnya.

Ia hanya berdiri di tempat yang sama.

Petir kecil masih berderak di ujung jarinya.

Matanya menatap mereka dengan dingin.

“Kesempatanku sudah kuberikan.”

Suasana hutan menjadi sunyi.

Para bandit saling berpandangan dengan wajah pucat.

Salah satu dari mereka berbisik panik.

“Itu… itu sihir petir…”

Yang lain menelan ludah.

Pemimpin mereka mundur satu langkah.

Lalu dua langkah.

“A-aku tahu siapa dia…”

Suaranya gemetar.

“Grandmaster…”

Bandit lain langsung membelalak.

“Grandmaster Petir?!”

Ketakutan langsung menyebar di antara mereka.

Tanpa berkata apa-apa lagi…

Mereka berbalik dan berlari.

Dalam beberapa detik, para bandit itu menghilang ke dalam hutan.

Hanya satu yang tertinggal beberapa langkah lebih lama.

Ia menoleh panik sebelum akhirnya ikut lari.

Namun sebelum benar-benar pergi, ia berteriak:

“Kalau kau mencari seseorang… ada desa kecil di timur!”

“Hinomura!”

Lalu ia pun menghilang di balik pepohonan.

Hutan kembali sunyi.

Petir di tangan Liora perlahan menghilang.

Ia menatap jalan di depan.

“Hinomura…”

Nama itu terasa familiar.

Itu adalah desa yang disebut dalam laporan para petualang.

Namun jika benar begitu…

Kenapa Akihara tidak ditemukan di sana?

Liora menarik napas pelan.

Ia mulai berjalan lagi.

“Tidak masalah.”

“Kalau ada kemungkinan sekecil apa pun…”

Langkahnya semakin mantap.

“…aku akan memeriksanya sendiri.”

Sementara itu, jauh di desa kecil Hinomura…

Hari berjalan dengan damai.

Anak-anak bermain di jalan tanah.

Beberapa petani bekerja di ladang.

Dan di depan sebuah rumah kayu sederhana…

Seorang pemuda sedang membantu memperbaiki pagar.

Namanya dikenal oleh warga desa sebagai Akira Kurogane.

Namun nama itu hanyalah nama yang ia gunakan untuk hidup tenang.

Nama aslinya adalah Shiranui Akihara.

Ia menancapkan paku terakhir ke kayu pagar.

Seorang pria tua yang memiliki rumah itu tersenyum puas.

“Terima kasih banyak, Akira.”

Akihara mengangkat bahu santai.

“Tidak masalah.”

Anak kecil yang berdiri di dekat rumah melambaikan tangan padanya.

“Kak Akira hebat!”

Akihara tertawa kecil.

Hidup di Hinomura benar-benar berbeda dari kehidupannya dulu.

Tidak ada perang.

Tidak ada iblis.

Tidak ada tanggung jawab sebagai Grandmaster.

Hanya kehidupan sederhana.

Dan anehnya…

Ia menyukainya.

Malam datang perlahan.

Langit desa dipenuhi bintang.

Angin malam berhembus lembut melewati rumah-rumah kayu.

Akihara duduk di dalam rumah kecilnya.

Lampu minyak menyala di meja.

Ia meregangkan tubuh setelah hari yang panjang.

“Besok mungkin aku harus membantu memperbaiki atap gudang,” gumamnya.

Ia mematikan lampu.

Lalu berbaring di tempat tidurnya.

Desa Hinomura sangat tenang di malam hari.

Hanya suara jangkrik yang terdengar dari luar.

Beberapa menit berlalu.

Akihara hampir tertidur.

Namun tiba-tiba

Sebuah suara memecah keheningan malam.

Tangisan.

Tangisan bayi.

Akihara membuka matanya.

Ia duduk perlahan di tempat tidur.

“Bayi…?”

Tangisan itu terdengar lagi.

Kali ini lebih jelas.

Dan yang aneh…

Suara itu berasal dari luar rumahnya.

Akihara berdiri.

Ia berjalan menuju pintu rumah.

Tangisan itu terus terdengar.

Ia membuka pintu perlahan.

Udara malam yang dingin langsung menyambutnya.

Di depan pintu rumahnya…

Ada sebuah keranjang kecil.

Akihara membeku beberapa detik.

Tangisan bayi berasal dari dalam semak semak itu.

Ia mendekat perlahan.

Di dalamnya…

Seorang bayi manusia kecil tanpa pembungkus kain putih.

Bayi itu menangis keras.

Akihara mengerutkan kening.

“Siapa yang meninggalkanmu di sini…?”

Ia melihat ke jalan desa.

Namun tidak ada siapa pun.

Desa benar-benar sunyi.

Akhirnya Akihara mengangkat bayi itu perlahan.

Tangisan bayi itu mulai mereda.

Mata kecilnya terbuka sedikit.

Akihara menatap wajah bayi itu.

Namun entah kenapa…

Ia merasa sesuatu yang aneh.

Sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.

Seolah bayi itu memiliki rahasia besar.

Akihara menghela napas pelan.

“Baiklah…”

Ia menggendong bayi itu dengan hati-hati.

“Untuk malam ini… kau tinggal di sini.”

Di langit malam yang jauh…

Awan gelap mulai berkumpul.

Petir kecil menyambar di horizon.

Dan di jalan menuju desa Hinomura…

Liora Raizen terus berjalan mendekat.

Takdir yang lama tertunda akhirnya mulai bergerak.

1
Awkward
flbck kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!