hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sesuatu yang berbahaya
Jam istirahat Aidan dan Keiza sedang makan siang berdua Aidan membawa bekal sementara Keiza membeli makanan di kantin.
" bekal mu banyak banget " tanya Keiza melihat bekal Aidan yang sangat banyak
" hahaha ibuku tadi lagi nyoba banyak resep-resep baru " jawab Aidan dengan malu malu
Aidan memakan bekalnya dan membagi ke Keiza, murid-murid lain juga mulai masuk ke dalam kelas setelah selesai membeli makanan di kantin.
" oh iya Aidan, kamu masih gak ada niatan masuk ekskul? " tanya Aidan
Aidan memikirkan perkataan Keiza dengan serius, sebelumnya Aidan tidak tertarik dengan ekskul karena harus berbagi waktu kencan untuk mori Sabtu dan Minggu biasanya Aidan menghabiskan waktu dengan kencan bersama mori tapi setelah Aidan putus dengan mori Aidan memiliki waktu luang di akhir pekan.
" hmm aku agak tertarik dengan bola voli sih" jawab Aidan sambil terus memakan bekalnya
" anu ..Aidan setelah pulang sekolah kamu di suruh ke ruang guru " Imel berdiri di samping Aidan
Aidan menoleh kearah Imel dan kemudian mengambil kursi kosong menyuruh Imel untuk duduk.
" ah ketua kelas...silahkan duduk dulu "
" ba-baik " Imel menjawab suaranya hampir tidak terdengar
Imel terus menatap kebawah.
" nih mau " Aidan mencoba menyuapi Imel.
Terkejut Imel mencoba menolak tapi Aidan terus menyodorkan sendoknya sambil tersenyum yang membuat Imel menyerah dan perlahan membuka mulutnya.
" te-terima kasih " Inda mengunyah makanan yang dikasih Aidan
Keiza yang menyaksikan itu hanya bisa diam sambil menyeruput minuman yang dibeli, Keiza kemudian pergi meninggalkan Aidan bersama Imel berduaan.
Jam istirahat selesai Imel kembali ketempat duduknya, para murid kembali bersiap untuk pelajaran selanjutnya.
Guru memasuki kelas dan kelas kembali dimulai.
Bel berakhirnya kelas berbunyi murid-murid berdiri dan memberi salam kepada guru, semua murid meninggalkan kelas kecuali Aidan dan Imel mereka berdua diminta keruang guru.
Aidan dan Imel diminta untuk membagikan tugas untuk besok karena guru tersebut tidak bisa hadir karena memiliki beberapa urusan.
Setelah urusan selesai Aidan dan Imel keluar dari ruang guru, di luar ruangan Keiza menunggu mereka.
Mereka berjalan bertiga Aidan dan Keiza asik mengobrol sementara Imel hanya diam sambil mendengarkan obrolan Aidan dan Keiza.
Ponsel Keiza berbunyi pacarnya Inda mengirim pesan untuk segera datang ke lokasi yang sudah Inda kirim.
Keiza berlari meninggalkan Aidan dan Imel, kaget setelah melihat Keiza berlari setelah melihat ponselnya kemudian mereka berdua mengikuti Keiza dari belakang.
...*******...
Inda terus berlari dan sesekali melihat ke belakang Reval terus mengikuti Inda dengan santai.
Pada akhirnya Inda berhasil sampai pada lokasi yang dia kirim pada Keiza, kemudian Inda berbalik.
" jadi ada urusan apa kamu mengikuti ku" tanya Inda kepada Reval yang terus mendekati Inda
" hahahaha tidak ada urusan yang terlalu penting, aku cuman mau kenalan sama kamu" jawab Reval sambil menjulurkan tangannya berupaya untuk berkenalan.
Inda menepis tangan Reval, tak senang dengan apa yang dilakukan oleh Inda Reval mendorong Inda dan kemudian mengangkat kedua tangan Inda keatas.
Inda berusaha melawan dan dia berhasil mendang area vital milik Reval, walaupun merasa sakit Reval tidak melepaskan tangan Inda, Reval menampar wajah Inda walaupun tidak terlalu kencang.
Inda kembali memberontak tapi kali ini tidak mudah tangan dan kakinya kini ditahan, Reval mendekati wajahnya ke wajah Inda, sebelum wajah mereka bersentuhan sebuah tinju datang menghantam wajah Reval.
Tinju itu berasal dari Keiza setelah berhasil mendaratkan pukulan pertama di wajah Reval Keiza langsung mengunci tubuh Reval yang terjatuh di tanah, pukulan Keiza terus menghujani wajah Reval darah mulai keluar dari hidungnya.
Reval pingsan setelah menerima beberapa pukulan dari Keiza.
Keiza berdiri menanyakan keadaan Inda
" kamu gak apa-apa nda " tanya Keiza kepada Inda
" aku gak apa-apa kok, terima kasih ya udah cepat datang " jawab Inda sambil membersihkan pakaiannya yang kotor
Aidan dan Imel datang sedikit terlambat, mereka berdua terkejut melihat tangan Keiza yang penuh dengan darah.
" apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Aidan sambil menengok kearah Keiza dan Inda
" nanti saja penjelasannya oke? untuk sekarang yang lebih penting" ucap Inda sambil mengambil ponsel milik Reval.
" Karena semua urusan disini selesai bagaimana kalau kita ke cafe biar aku ceritakan semuanya disana " Inda memimpin di ikuti oleh Keiza, Aidan dan Imel
Sesampainya di cafe mereka semua memesan minuman.
Inda mulai bercerita mengenai Reval, Inda bercerita bahwa Reval menjual perempuan yang dekat dengannya kepada pria tua dan itu termasuk mori.
" tadi waktu istirahat aku mencoba berbicara dengan mori tapi melihat respon dia-" inda tidak bisa melanjutkan ucapannya.
Inda juga menjelaskan bahwa salah satu guru yang ada di sekolahnya juga terlibat.
Setelah menjelaskan semuanya Inda baru menyadari Imel yang duduk disebelah Aidan.
" halo namaku Inda, nama kamu siapa " Inda bertanya
" namaku Imel, salam kenal Inda " Imel menjawab
" hmm pacar baru Aidan?" Inda bertanya lalu menoleh kearah Aidan
" bukan dia ketua kelas dan aku wakilnya" jawab Aidan dengan cepat setelah menerima tatapan dari Inda
Imel hanya mengangguk, sementara Keiza terus memandangi telapak tangannya yang terluka.
" kamu gak apa-apa? " tanya Inda pada Keiza
" aku tidak apa-apa, tapi kamu Inda kamu terlalu berani " tanya Keiza sambil menatap wajah Inda dengan serius
" tenang saja aku kan sudah mengirim pesan kepada kamu dan aku yakin kamu pasti datang" Inda mencoba menenangkan Keiza yang cemas
" tapi tetap saja kalau aku telat kamu- " ucap Keiza sebelum dipotong oleh Inda
" sudah tenang dulu, ayo sekarang kita ketempat tadi untuk mengambil rekaman cctv dan lalu pergi kekantor polisi "
Keiza langsung menolak ajakan Inda
" lebih baik kita pulang dulu kita urus masalah ini besok saja dan Inda lebih baik kamu besok tidak masuk sekolah dulu" tanya Keiza dan dibalas Inda yang mengiyakan usulan Keiza
" aku akan antar Inda dan kamu juga antar Imel pulang "
Mereka berempat berpisah, Aidan dan Imel berjalan bersama, Imel menggenggam tangan Aidan Imel sedikit takut dengan insiden yang dialami oleh Inda.
Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka.
"terima kasih sudah mengantar pulang "Imel berterima kasih
" santai saja, yasudah aku pulang dulu"
sebelum Aidan bergerak ada tangan yang menyentuh bahunya.
" sudah jadi pacarmu?"
" ibu apa yang ibu lakukan diluar "
" tentu saja ibu mencari kamu, ibu khawatir melihat anak ibu pulang telat padahal sebelumnya tidak pernah telat pulang "
" halo Tante namaku Aidan teman kelasnya Imel " aidan memperkenalkan dirinya pada ibu Imel
" halo juga, ayo mampir dulu tante udah masak banyak makanan enak untuk merayakan hubungan kalian berdua "
"Eh tidak usah aku mau langsung pulang saja"
" tidak perlu malu " ibu Imel terus mendorong pundak Aidan sampai pada akhirnya menyerah dan kemudian masuk kedalam.
Imel tidak tahan melihat kelakuan ibunya dan langsung masuk ke kamarnya meninggalkan Aidan yang terus di ajak bicara oleh ibunya.