NovelToon NovelToon
Rivalry In Our Story

Rivalry In Our Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Enemy to Lovers / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ALIFA RAHMA LATIFA

Wajib Follow Sebelum Baca.



" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.

Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.

Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.

Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.

La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.

Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.

Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.

( Bismillah semoga rame 🙏)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 : Rival Jadi Tim.

" Ketika tujuan lebih besar daripada ego, persaingan bisa berubah menjadi kolaborasi yang luar biasa. yang terpenting bukan siapa yang lebih baik, melainkan bagaimana kita bisa menjadi lebih baik bersama- karena nama sekolah, dan masa depan yang kita cita-cita kan, berada diatas segalanya. "

                                    ...

Pengumuman itu masih terasa seperti tamparan halus buat Valerie.

Peringkat Dua.

bukan buruk.

Bukan gagal.

Tapi... Bukan nomor satu.

Dan yang bikin lebih menyebalkan?

Nomor satu itu Matthew.

Cowok yang hobinya bikin darah Valerie naik tiap hari.

Sore itu aula sudah mulai sepi.banyak siswa pulang atau nongkrong di kantin futuristik sekolah yang penuh layar interaktif.

Valerie masih berdiri dideket papan pengumuman.

Tatapannya kosong.

Nara berdiri di sampingnya, mencoba menenangkan.

" Val... serius, lo hebat banget tadi, " ucap Nara pelan.

Valerie menelan ludah, lalu tersenyum tipis.

" Gue tau. "

Nara menghala napas. " Terus kenapa lo keliatan kayak abis diputusin pacar? "

Valerie melirik Nara.

" Gue cuma... kesal. "

" Kesal karena Matthew? " Nara menaikan alis.

Valerie menatap layar pengumuman lagi.

" Gue cuma kesal karena dia ngomong seolah-olah gue nggak ada apa-apanya. "

Nara menyilangkan tangan.

" Ya dia emang sombong. "

Valerie menangguk kecil.

" Dan gue nggak suka orang sombong. "

Saat Valerie membalikan badan untuk pergi...

Sebuah suara terdengar dari belakang.

" Lo nggak suka orang sombong? "

Valerie langsung berhenti.

Nara juga langsung diam.

Valerie langsung memejamkan mata.

Suara itu lagi.

Matthew.

Valerie berbalik perlahan.

Matthew berdiri santai, tangan di saku, seragamnya masih rapi, rambutnya masih sempurna seperti cowok yang nggak pernah kena stress.

Padahal Valerie yakin otaknya kerja 24 Jam.

Matthew mendekat, tatapan tajam.

" Berarti lo nggak suka diri lo sendiri juga dong? "

tanya Matthew.

Valerie membelalak.

" Apa maksud lo? " bentak Valerie.

Matthew tersenyum tipis, lalu menujuk Valerie dengan dagunya.

" Lo juga sombong. "

Valerie menahan napas.

Wajah Nara langsung panik.

" Matthew... Jangan mulai lagi deh, " gumam Nara.

Matthew melirik Nara singkat, lalu balik menatap Valerie.

Valerie maju satu langkah.

" Gue sombong karena gue percaya diri, " ucap Valerie.

Matthew mendekat juga.

" Beda tipis. "

Valerie mengepalkan tangan.

" Lo itu emang nggak bisa ngomong normal ya? Hidup lo kurang bahagia? " tanya Valerie.

Matthew meangkat alis.

" Gue bahagia kok. "

Valerie menyipitkan mata.

" Kalau bahagia, harusnya lo nggak gangguin gue. "

Matthew menatap Valerie lama.

Lalu tiba-tiba dia berkata pelan.

" Gangguin lo itu hiburan. "

Valerie hampir tersedak.

" HAH?! "

Nara menutup mulut menahan tawa, tapi langsung pura pura batuk.

Valerie menatap Matthew dengan mata membesar.

" Lo sakit ya? " ucap Valerie.

Matthew mendekat lebih dekat, sampai Valerie bisa mencium aroma parfumnya yang clean, mahal, dan nyebelin.

" Gue cuma pengen liat lo marah, " ucap Matthew santai.

Valerie mendur setengah langkah.

" Lo psycho. "

Matthew tersenyum.

" Mungkin. "

Valerie menahan diri untuk nggak melempar tablet ke kepalanya.

Valerie mau pergi, tapi tiba-tiba suara dari speaker aula mengemma.

" Seluruh peserta seleksi lomba sains internasional, harap berkumpul kembali ke aula dalam lima minit. "

Valerie berhenti.

Matthew juga.

Nara menatap Valerie bingung.

" Kok disuruh kumpul lagi? "

Valerie mengernyit. " mungkin ada pengumuman lanjutan. "

Matthew hanya menatap layar panggung.

Seolah dia sudah tau sesuatu.

Dan itu bikin Valerie makin curiga.

...

Lima minit kemudian...

Aula kembali penuh.

Semua peserta berdiri didepan panggung.

Kepala sekolah muncul lagi bersama wakil kepala Akademik, Pak Adrian.

Pak Adrian membawa tablet, wajahnya serius tapi puas.

" Baik, Anak-anak, " ucap Pak Adrian. " kalian semua luar biasa hari ini. "

Semua murid diam.

Pak Adrian melanjutkan.

" Namun ada perubahan kebijakan dari World Science Council. tahun ini, lomba tingkat Asia mewajibkan perwakilan sekolah berupa.. "

Pak Adrian berhenti sebentar.

"... Tim beranggotakan dua orang."

Aula langsung heboh.

" HAH! "

" DUO?! "

" GILA SERIUSAN? "

Valerie membeku.

Nara langsung menatap Valerie.

" Val.. Jangan-jangan.. "

Valerie menelan ludah.

Pak Adrian meangkat tangan memberi isyarat agar semua diam.

" Kami sudah memutuskan. karena hanya ada satu tim yang dikirim, maka dua peringkat teratas akan menjadi satu tim. "

Valerie menatap panggung tanpa berkedip.

" Dan itu berarti..."

Pak Adrian membaca tablet.

" ... Matthew Lucian Wycliffe dan Valerie Evangeline Kingsley. "

Sisi aula langsung meledak.

Teriakan, sorakan, bahkan ada yang tertawa.

" ANJIRRR "

" RIVAL JADI TIM! "

" INI DRAMA NIH. "

" GUE MAU NONTON. "

Valerie menatap lurus.

Kepala seperti kosong.

Matthew juga diam.

Namun ekpresinya...

Seperti orang yang sudah menduga.

Valerie langsung menoleh ke Matthew.

Matthew menoleh kearah Valerie.

Tatapan mareka bertabrakan.

Dan tanpa sadar, Valerie berkata pelan tapi tajam.

" Lo tau dari awal ya? "

Matthew menjawab singkat.

" Ya. "

Valerie membelalak.

" GILA LO?! "

Matthew hanya meangkat bahu.

Valerie mengepalkan tangan.

" Lo sengaja bikin gue makin kesal biar gue_"

Matthew memotong, suaranya datar.

" Biar lo serius. "

Valerie terdiam.

Pak Adrian melanjutkan dari panggung.

" Besok, kelian berdua akan mulai sesi bimbingan khusus di lab 7. ini bukan tugas main-main. nama sekolah dipertaruhkan. "

" Kalau kalian gagal kerja sama, " lanjut Pak Adrian, " kalian nggak akan berangkat. "

Aula kembali hening.

Valerie menelan ludah.

Matthew tetap tenang.

Namun Valerie?

Valerie merasa...

Ini neraka.

                _TBC_

...----------------...

Happy Reading All!

1
Arif RACHMAN
🥰🥰 aku suka banget sama semua karya mu thor.sukses selalu
Arif RACHMAN
suka banget.sukses selalu
Fluffylfy
❤❤ suka banget
Fluffylfy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!