NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Kowad

Suasana di Bandara Mozes Kilangin, Timika, tampak ramai siang itu.

Para anggota militer yang sengaja datang membawa dua truk berbaris rapi untuk menyambut para personel TNI-AD dan Kowad yang sebentar lagi akan tiba guna melaksanakan penugasan di Papua.

Letkol Hardi berdiri paling depan, disusul para anggotanya yang turut serta melakukan penjemputan.

Para anggota militer yang ada di sana hanya berjumlah enam orang, sementara lainnya sedang melakukan patroli wilayah.

Tentu dua di antaranya adalah Kapten Kalvin dan Lettu Nakara. Pandangan mereka lurus mengarah ke area kedatangan bandara.

Sementara para Kowad dan anggota TNI-AD yang berada di dalam pesawat mulai bersiap untuk turun.

Rasanya mereka sudah tidak sabar menginjakkan kaki di tempat penugasan setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan. Namun tentu mereka semua masih tetap bersemangat.

“Duh... akhirnya kita sampai juga ya, Lun.” Safira meregangkan ototnya, memandangi sekelompok anggota militer yang memang sudah menunggu mereka.

“Iya alhamdulillah banget, Fir. Semoga penugasan selama enam bulan ini bisa kita kerjakan dengan lancar tanpa hambatan suatu apa pun,” sahut Kaluna penuh syukur.

Safira menyunggingkan senyum. Wanita itu mengangguk merespons ucapan sahabatnya.

“Aamiin...”

Obrolan keduanya terhenti manakala terdengar suara atensi dari salah satu komandan mereka.

“Puji syukur perjalanan kita berjalan lancar dan akhirnya bisa sampai di tempat tujuan. Tetap semangat, jaga kesehatan, nama baik pribadi dan kesatuan. Utamakan tugas dan kewajiban di atas segalanya!”

Suasana riuh dan tepuk tangan mengakhiri pengarahan singkat tersebut sebelum akhirnya tugas dan tanggung jawab terhadap negara menanti mereka.

“Untuk para Kowad, bisa lebih dahulu turun!” seru Kapten Galang yang merupakan koordinator perjalanan mereka.

Silih berganti para Kowad yang berjumlah hampir lima belas orang turun dari pesawat, disusul para anggota TNI-AD lainnya.

Letkol Hardi lebih dulu menghampiri para Kowad dan anggota baru. Ia menyapa mereka dengan ramah.

“Buset, Kowad yang sekarang lebih cantik-cantik daripada yang kemarin ya. Tambah semangat nih,” gumam Anton dengan raut wajah sumringah memandangi para Kowad.

“Berasa jackpot ya, Komandan. Letkol Hardi memang terbaik, kasih tugas yang luar biasa,” ucap Nakara dengan senyum menyebalkannya kepada Kalvin.

Tentu hal itu membuat Anton mengernyitkan dahi. Rasa penasarannya semakin menjadi.

Para personel yang baru tiba nampak berbaris rapi. Rasa lelah membuat mereka tidak terlalu memperhatikan apa yang ada di depan sana.

“Selamat datang kepada para anggota TNI-AD dan Kowad yang akan mengemban tugas di Papua. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan dapat menjalankan tugas serta tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Letkol Hardi menyambut para personel yang baru saja tiba.

Sambutan singkat itu berakhir dengan saling berjabat tangan antara personel yang baru datang dan anggota yang lebih dulu bertugas di Markas Batalyon Infanteri 754/ENK.

Galang mengulurkan tangan ke hadapan Letkol Hardi. Kini keduanya akan bekerja sama dalam mengayomi anggota masing-masing.

“Lapor, Komandan! Saya Kapten Galang Wahyono, koordinator rombongan,” sapa Galang sambil memberi hormat.

“Salam kenal, Kapten Galang. Selamat datang di Papua,” balas Letkol Hardi sambil menjabat tangan pria itu.

Setelah itu, Letkol Hardi menoleh ke arah salah satu perwiranya.

“Perkenalkan, ini Kapten Kalvin. Salah satu perwira terbaik yang saya miliki di sini,” ujar Hardi.

Kalvin segera melangkah maju dan memberi hormat. “Salam kenal, Kapten Galang.”

“Salam kenal juga, Kapten Kalvin. Senang bisa bertugas bersama,” balas Galang sambil menjabat tangannya.

Para anggota lainnya ikut memperkenalkan diri secara bergantian, disusul para Kowad.

“Lun, yang baris di urutan ketiga ganteng banget ya,” puji Safira kagum.

Kaluna menggelengkan kepala. “Biasa aja, yang lebih ganteng juga banyak,” sahutnya.

“Ingat, udah punya pacar, Fir!” sambung Kaluna mengingatkan.

“Nggak bisa lihat teman senang dikit, Lun.”

Usai saling berjabat tangan, Letkol Hardi meminta para Kowad naik ke salah satu truk militer yang dikemudikan Nakara, sementara personel TNI lainnya diarahkan naik ke truk yang dikendarai Anton.

Sontak hal itu menimbulkan ketidaksenangan dari Anton, namun ia hanya bisa menggerutu pelan tanpa berani melayangkan protes kepada Letkol Hardi.

Nakara duduk di kursi kemudi, disusul Letkol Hardi, sedangkan Kalvin dan Frans duduk di belakang mendampingi para Kowad.

Kedua pria itu mulai membantu menaikkan barang bawaan para wanita-wanita cantik itu, setidaknya itulah yang Frans katakan pada Kalvin, sementara Kalvin tetap pada mode dingin tanpa ingin berkomentar.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Frans mengulurkan tangan membantu para wanita-wanita itu. Silih berganti para Kowad mulai duduk di dalam truk, tersisa Kaluna dan Safira.

Kalvin yang baru saja selesai menyusun barang bawaan mengernyitkan dahi tatkala mendapati tangan seseorang terulur di hadapannya. Pria itu menyipitkan mata menatap tangan tersebut, lalu berganti melirik si pemilik tangan.

“Izin, Kapten. Saya mau naik, kok cuma dilihatin?” Kaluna mengernyitkan dahi mendapati respons Kalvin yang terlihat aneh. Bukannya menolong, pria itu malah menatap tajam padanya.

“Duh, Kapten Kalvin memang nggak terlalu akrab sama Kowad.“ Frans yang baru saja membantu Safira naik berpindah posisi menyambut uluran tangan Kaluna.

Sontak ucapan Frans membuat Kalvin menatap tajam ke arahnya. Sedari dulu Kalvin memang paling enggan jika diminta mendampingi para wanita yang pasti sangat merepotkan seperti ini.

Belum apa-apa Kalvin sudah merasa tidak nyaman. Wajah Kaluna sudah terkunci dalam benaknya. Ia berharap di kemudian hari wanita itu tidak menyulitkannya.

Kaluna menggeleng-gelengkan kepala. Hampir saja mulutnya berkomentar pedas, beruntung ia masih bisa menahan diri dan tidak sampai menimbulkan kegaduhan.

Sebagai orang baru, tentu Kaluna harus menjaga sikap, apalagi kepada seseorang yang jabatannya lebih tinggi darinya.

“Terima kasih, Serda Frans,” ucap Kaluna dengan senyum manisnya.

“Sama-sama, Kowad K-A-L-U-N-A,” sahut Frans seraya mengeja nama yang terukir di dada wanita itu.

“Lagian sok caper banget sih.”

Safira menatap tajam seseorang yang baru saja memaki Kaluna. Bisikan itu begitu lirih, namun Safira yang berada di dekatnya dapat mendengarnya dengan jelas. Sontak hal itu membuatnya terdiam sejenak.

“Duduk sini, Lun!” Safira menepuk sisi kursi yang saling berhadapan itu.

Tidak lama kemudian truk itu melaju, membelah jalanan yang dikelilingi hutan hijau khas Papua.

Sepanjang perjalanan menuju Markas Batalyon Infanteri 754/ENK, pemandangan pepohonan rimbun dan perbukitan terlihat begitu menyejukkan mata.

Kalvin dan Frans duduk berseberangan di bagian paling luar, posisi yang tepat berada di sebelah Kaluna.

Namun nyatanya Kalvin memilih berdiri dan enggan duduk seperti yang Frans lakukan. Tidak seperti Frans yang ramah dan pandai mencairkan suasana, Kalvin terlihat kaku dan tak pernah tersenyum sama sekali, setidaknya itulah yang para Kowad lihat sedari tadi.

“Gila, ini orang kutub kali ya,” gerutu Kaluna heran, membuat Safira terkekeh.

“Orang ganteng mau gimana aja tetap ganteng, Lun,” sahut Safira yang melenceng jauh dari ucapan Kaluna.

“Ganteng apaan, Fir? Coba melek. Kayaknya kamu terlalu capek dan kurang tidur,” timpal Kaluna tidak setuju.

Obrolan mereka terhenti ketika Frans mulai membuka suara.

“Oh ya, kita belum kenalan nih. Mumpung masih di dalam truk, saya sekalian mau memperkenalkan diri. Saya Serda Frans, dan tentara yang wajahnya ganteng tapi nggak mau senyum itu, Kapten Kalvin. Harap maklum, dia memang seperti itu orangnya,” ucap Frans santai.

Kalvin langsung melemparkan tatapan tajam kepadanya, namun Frans seolah tidak peduli dan tetap melanjutkan perkenalan.

“Karena kita sudah sampai, perkenalannya kita lanjut nanti saja ya. Setelah ini silakan absen dan lapor kepada Kapten Kalvin atau Lettu Nakara,” ucap Frans saat truk itu tiba di depan bangunan yang akan digunakan sebagai tempat tinggal para Kowad.

Tak lama kemudian, truk yang dikemudikan Anton juga tiba. Pria itu terlihat memandang iri ke arah rombongan Kowad yang turun satu per satu dari kendaraan.

1
MayAyunda
keren 👍👍
Alfatia🌷
Udah mulai mau ngobrol sedikit lebih banyak nih yaaa🤣
Alfatia🌷
Gak bayangin kalau Kaluna tau itu calon iparnya, terus masih ngira Kalvin penyuka sesama jenis😭🤣
Laela Kurnia
bagus bgt 👌💯
Alfatia🌷
Udah senyum-senyum tipis nihh. Curiga lama-lama ngajak ketawa bareng🤣🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 aku aduin bapakmu loh.
Mutia Kim🍑: Jangan gitu kak, nanti Kalvin malah nggak mau balik ke Jakarta😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Kaluna, itu calon iparmu loh😭
Mutia Kim🍑: Kan dia nggak tau kak😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Yang ngasih nama anaknya siapa😭 kenapa inisial nya ngikut bapaknya semua🤣
Mutia Kim🍑: Authornya😎
total 1 replies
Alfatia🌷
Anton nyari kesempatan banget🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 jangan gitu lah. Nanti malah kepincut loh😌
Alfatia🌷
Luna, dia anak camer mu lohh!!😭
Alfatia🌷
Kalvin kayak Bapaknya banget kayaknya, bodo amatan😭
Mutia Kim🍑: Bener. Dua anak laki-laki Kaivan itu sama persis kayak bapaknya yg anti cewek🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Ahhhh😭 sedih banget bawaannya kalau lihat Raynand🥹 sehat-sehat Om Duda tua❤
Alfatia🌷
Raynand pasti kehilangan banget ya, trauma juga. Makanannya butuh waktu lama buat izinin Kaluna😌
Alfatia🌷
Huwaaa... aku juga sedih Kirana jadi gak ada😭😭
Aril Chan
Sangat luar biasa
Alfatia🌷
Kevan ngikut jejak Bapaknya, kah🤣 jangan sampai pas masih pengantin ditinggal tugas juga🤣
Mutia Kim🍑: Tapi dia kan belum mau nikah, katanya mau PDKT dulu😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Masih nyimak, tapi... ini Kirana sahabatnya Ravela, kan? Hah... dia gak lihat anaknya nikah dong😭🥹
Mutia Kim🍑: Iya Kirana meninggal 😭😭
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
keren terus semangat ya/Drool/
Mayraa_Tapaa
semangat ka, aku mampir ya💪
izin autor hebat, 🙏🙏
jangan lupa singgah ya ka, dinovel baru ku "Balas Dendam Nyonya Cha" udah update sampai 20 episode, saling suport boleh dong ka🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!