NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:925
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 6 Detik-Detik Menegangkan Untuk Pelindung Sang Tuan Muda

[Di Ruang Makan Mansion Alexander – Pukul 19.30 WIB]

Suara dentingan sendok dan juga garpu terdengar di ruang makan yang mewah, sesi makan malam pun hampir selesai Alvaro melirik Papah, kedua abang kembarnya dan juga ke kembarannya bergantian ia lalu berdeham kecil.

" hekmm pah, bang Arlan, kak Erlan, Vano..." panggil Alvaro pelan.

Semua mata langsung tertuju padanya Elvano menghentikan suapannya atapan dinginnya berubah menjadi penuh perhatian.

"Kenapa Boy?" tanya Sang Papah lembut.

"Alva mau izin keluar sebentar, mau beli camilan di Alfamart depan kompleks sama uncle Sam," ucap Alvaro sambil memberikan senyum terbaiknya dan mata yang mulai berbinar-binar.

"Gak boleh, biar pelayan atau bodyguard yang belikan" potong Elvano dengan cepat dan tegas.

"Ih Vano, aku mau milih sendiri lagiankan perginya sama Uncle Sam, dekat banget lagi cuma di depan komplek" bantah Alvaro, mengerucutkan bibirnya kesal.

Arlan dan Erlan hanya bisa saling berpandangan dan sang Papah hanya bisa menghela napas panjang, lalu menatap Uncle Sam yang berdiri siap di dekat sana. Uncle Sam mengangguk pasti, memberi kode bahwa ia akan menjaga Alvaro dengan taruhan nyawanya.

"Baiklah, Papah izinkan kamu Alva" putus Sang Papah.

"Tapi, Uncle Sam harus tetap di samping Alva jangan lengah dan kamu Vano kamu jangan terlalu mengekang kakakmu." Ucap sang papah lagi.

Elvano hanya menghela napas berat, menatap Alvaro tajam. "Jangan lama-lama. Kalau 20 menit belum pulang, gw jemput."

"Siap bos Vano!" jawab Alvaro ceria dan juga bersemangat ia melupakan rasa malas sekaligus sedihnya tadi.

[Alfamart Dekat Kompleks Mansion – Pukul 20.15 WIB]

Gemerincing bel pintu Alfamart berbunyi saat Alvaro dan Uncle Sam melangkah masuk. Suasana minimarket malam itu cukup sepi, hanya ada satu kasir yang sibuk merapikan barang.

Kringgg!

Kringgg kringgg

"Selamat datang" ucap karyawan yang berkerja di Alfamart tersebut.

Alvaro dengan riang segera menuju lorong camilan, mengambil beberapa keripik kentang dan cokelat kesukaannya.

Uncle Sam berjalan dua langkah di belakang Alvaro. Matanya terus bergerak waspada, mengawasi setiap sudut ruangan dan kaca besar yang menghadap ke jalan raya.

"Uncle, mau titip apa? Aku yang bayar!" seru Alvaro riang.

"Tidak usah Varo, Varo ambil saja apa yang kamu mau" jawab Uncle Sam tersenyum tipis.

Saat Alvaro sedang menimang-nimang dua merek susu kotak, bulu kuduk Uncle Sam tiba-tiba meremang. Dari pantulan kaca lemari pendingin, ia melihat sebuah mobil van hitam berhenti di seberang jalan tepat di depan Alfamart dan mesinnya tetap menyala tapi lampu mobil tersebut mati.

Pintu Alfamart terbuka

Kring!

Kringgg kringg

Seorang pria bermantel hitam dengan topi baseball rendah melangkah masuk. Pria itu tidak mengambil keranjang belanja pandangannya langsung terkunci lurus pada punggung sempit dan rapuh Alvaro dan tangan kanan pria itu perlahan masuk ke dalam saku mantel, seperti hendak mengeluarkan sesuatu.

Insting bela diri Uncle Sam berteriak bahaya.

Dengan gerakan kilat, Uncle Sam langsung menggeser tubuhnya, ia berdiri kokoh di depan tubuh Alvaro menyembunyikan tubuh rapuh sang tuan mudanya di balik badannya yang tegap mata Uncle Sam menatap tajam, mengunci pergerakan pria misterius itu dengan pandangan mengintimidasi.

Pria bertopi itu tertegun, langkahnya terhenti tepat tiga meter di depan Uncle Sam menyadari posisinya itu tidak menguntungkannya karena ada penjaga yang tangguh sekaligus kekar yang tiga meter di hadapannya, pria itu perlahan menarik kembali tangannya dari saku mantel, ia berbalik arah dengan terburu-buru, lalu keluar dari Alfamart dengan tergesa-gesa.

Mobil van hitam di luar Alfamart itu langsung melesat pergi begitu pria itu masuk ke dalamnya.

"Eh? Uncle, kenapa tiba-tiba berdiri di depanku? Aku gak kelihatan nih" gerutu Alvaro dari balik punggung Uncle Sam, sama sekali tidak menyadari maut baru saja mengintainya dari belakang.

Uncle Sam perlahan mengatur napasnya yang sempat tertahan ia berbalik menatap Alvaro, menyembunyikan ketegangannya dengan senyuman tenang.

"Ah, maaf Varo uncle cuma mau memastikan susu yang kamu pilih belum kedaluwarsa sudah selesai belanjanya? Ayo kita bayar dan langsung pulang Vano pasti sudah menunggu." ucapnya

Alvaro mengangguk polos tanpa curiga.

Sementara Uncle Sam diam-diam meraih ponsel di sakunya. Ia mengirim pesan kepada Elvano, Arlan,Erlan dan juga sang Papah yang ada di mansion Alexander "Pemberitahuan darurat. Tikus mulai bergerak di sekitar Alfamart perketat keamanan mansion sekarang."

"Ayo uncle ke kasir aku sudah selesai" ajak Alvaro.

"Ayo Varo" ucapnya.

Di kasir Alfamart

"Kak mau bayar, ini barangnya" ucap Alvaro sembari memberikan barang belanjaannya.

"Ini aja kak ada yang lainnya?" tanya Karyawan tersebut.

"Tidak kak itu aja" jawab Alvaro.

"Baik kak totalnya 257.000" ucap Karyawan tersebut.

"Ini kak uangnya" jawab Alvaro.

"Baik kak uangnya pas ya dan ini barangnya, dan terimakasih ya kak hati-hati di jalan" ujar Karyawan tersebut.

"Iya" ucap Alvaro singkat.

"Ayo uncle kita pulang" ajak Alvaro.

"Ayo Varo, sudah semua?" tanya uncle Sam.

"Sudah uncle" jawab Alvaro.

Di luar mansion Alexander

"Huh akhirnya sampai mansion juga" ucap Alvaro.

"Ayo uncle kita masuk" ajak Alvaro kepada uncle Sam dan uncle Sam hanya mengangguk untuk menyetujui ajakan dari Alvaro.

"Assalamualaikum Alvaro pulang" ucap Alvaro dengan keras dan semangat.

"Waalaikumsalam" jawab mereka semua.

"Alvaro masih ingat apa yang tadi sore papah bilang kalau jangan teriak-teriak nanti kalau tenggorokannya sakit" peringat Erlan.

"Hehe maaf kak aku terlalu semangat, lihat aku bawa banyak jajanan untuk di makan di kamar" ujar Alvaro sambil menunjukkan plastik yang ia bawa, dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghela nafas.

"Ya sudah sana masuk kamar lalu istirahat kamu, papah mau bicara sama saudara-saudara kamu dan uncle Sam" ucap sang papah.

"Ok pah aku istirahat dulu ya semua" ujarnya.

"Selamat istirahat Alvaro good night" ucap Elvano mewakili mereka semua.

"Good night" jawabnya.

Setelah Alvaro maniki lift yang menuju ke koridor di lantai dua menuju kamarnya pun sudah sampai dan ia berjalan ke arah kamarnya sambil membawa cemilannya, lalu setelah suara pintu tertutup ruang keluarga menjadi senyap dan juga dingin.

"Siapa tadi yang mau mengincar Alvaro Sam?" tanya sang papah.

"Saya kurang tau tuan besar dan tuan muda sepertinya seseorang itu menargetkan tuan muda Alvaro" jelas uncle Sam.

"Papah sepertinya kita harus memperketat keamanan Alvaro dari luar mansion atau dari dalam mansion" usul Arlan.

"Aku setuju pah kita harus memperketat keamanan Alvaro, aku dan teman-temanku maupun teman-teman Alvaro akan memperketat keamanan di sekolah dan papah bisa menyuruh semua bodyguard untuk mengawasi kami dari jauh" jelas Elvano dan sang papah mengangguk setuju.

"Besok aku akan menjelaskan ini kepada mereka semua" ucanya lagi.

"Pah kita juga hatus lebih berhati-hati lagi mereka semua ada di mana-mana bahkan di dalam mansion sekalipun" peringat dari Erlan.

"Baiklah papah akan memperketat keamanan mansion dan besok akan menyuruh bawahan papah untuk menjaga Elvano dan Alvaro dari jauh" jelas sang papah.

"Saya akan lebih berhati-hati lagi tuan besar dan tuan muda untuk menjaga tuan muda Alvaro supaya seseorang itu tidak akan berani lagi mendekat dan saya akan berusaha melindungi tuan muda Alvaro meskipun nyawa saya menjadi taruhannya" ucap uncle Sam dan semua orang mengangguk.

"Sebaiknya kalian bertiga istirahat dan kau Sam berjaga lah di depan atau masuk ke kamar Alvaro" perintah sang papah.

"Baik tuan besar saya akan segera berjaga di kamar tuan muda Alvaro" ujar uncle Sam.

"Kalian bisa pergi untuk berjaga dan istirahat" ucap sang papah lagi.

"Baik pah/tuan besar" ujar mereka serentak.

Dan ketiga bersaudara itu sudah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, dan sang papah juga sudah masuk ke dalam kamarnya, dan untuk uncle Sam ia berjaga di dalam kamar Alvaro supaya ia bisa lebih bisa menjaga Alvaro.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!