NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kawasan tengkorak.

" kak sebenarnya identitas seperti apa yang kamu miliki dan kartu apa yang kakak tunjukan tadi." ucap firman.

" Identitas ku biarkan menjadi misteri kamu tidak perlu tau, tapi karena kamu sudah tau sebagian itu juga menjadi rahasia." ucap Wira.

dia adalah black hole, dia juga mister X, tapi dia juga Wira, ya itu lah identitas sebenarnya yang menjadi misteri.

Black hole adalah legenda raja pembunuh yang terkenal di setiap negara dan mister X adalah sosok misterius yang mengendalikan semua bisnis di negara I dan beberapa negara lainnya dan Wira adalah sosok orang biasa pecundang, penjudi,pemabuk, manusia laknat, dan lain sebagainya.

" baik kak aku paham." firman semakin kagum dan semakin menghormati Wira, dia merasa sudah sangat tepat menyerahkan hidupnya untuk Wira sejak dulu.

" pukul berapa kita akan sampai di kota M." tanya Wira.

" jika tidak ada halangan tepat tengah hari kita sudah bisa memasuki kota M." jawab firman.

" bagus setelah memasuki kota M langsung saja ke alamat ini...." ucap Wira

" baik kak...." jawab firman setuju tanpa pertanyaan.

Tempat yang di tuju Wira adalah tempat di satu daerah yang bebas melakukan kejahatan daerah ini memiliki lambang tengkorak, jika kamu memasuki daerah ini dan kamu mengalami kerugian maka itu masalah mu, hukum tidak menjangkau daerah itu.

sebaliknya pun terjadi jika kamu berasal dari daerah tengkorak dan kamu melakukan kejahatan di daerah hukum kamu akan di hukum, tapi yang namanya hukum bisa di beli selama ada uang maka kamu akan bebas kembali.

...****************...

tepat pukul 13.35 firman dan Wira sudah memasuki kawasan tengkorak, mobil mereka berhenti di depan sebuah bangunan berlantai 5.

firman dan Wira turun dari mobil dan memasuki bangunan lima lantai. Jika di luar hanya segelintir orang berlalu lalang, maka di dalam begitu ramai dan penuh dengan orang di sertai iringan lagi yang memekakkan telinga.

Wira dan firman terus berjalan melewati lantai satu menuju lantai dua dimana di lantai dua merupakan kasino. Lanjut ke lantai tiga di sana rupanya deretan kamar, dan jika kamu melewati lantai ini siap siap telinga akan mendengar desahan kenikmatan. Di lantai 4 lantai selanjutnya itu merupakan lantai tempat berkumpulnya orang orang atau penjaga tempat ini, mereka begitu sangat dan kejam.

" oh lihat siapa yang datang bukankah ini cunguk yang melumpuhkan Yoga." ujar salah seorang.

" jika kau tidak ingin bernasib sama seperti yoga lebih baik kau diam saja, aku datang kesini untuk menemui tua Bangka itu." ucap Wira.

Semua orang yang mendengar Wira menyebut tua bangka pada pimpinan tertinggi mereka , membuat semuanya menyiapkan senjata dan siap menerkam Wira.

" Wira aku tidak tau keberanian dari mana kau berlaku tidak sopan pada pimpinan, dan juga berani melukai yoga beserta orang lainnya." ucap pria itu.

" urusanku bukan denganmu Fery, urusanku dengan si tua Bangka, tapi jika kalian memiliki hal lain dengan ku aku tidak keberatan ayo kita selesaikan." Wira kemudian mengeluarkan senjata berupa bilah melengkung yang di kenal senjata khas suatu daerah yang di sebut karambit.

firman juga tidak mau kalah dia mengeluarkan pisau lipat andalan miliknya, pisau bersejarah pisau yang sudah menjadi pusaka yang firman bawa ke mana saja pisau yang merupakan pemberian dari Wira.

Fery dan lainnya terpancing dan keributan sudah akan pecah pertumpahan darah tidak akan terelakkan tapi satu suara membuat semua berhenti.

" berhenti.... Biarkan dia datang, aku ingin lihat sendiri wajah sombong yang dulu lidahnya pernah menjilat kotoran di sepatuku ku." ucap pria tua di sudut ruangan itu.

Dia adalah Gery pimpinan utama kelompok itu, kelompok ini spesialis menjebak orang orang dengan pinjaman besar dan kemudian memberi bunga tidak masuk akal.

Orang orang itu kemudian memberi jalan pada Wira dan firman, Wira tanpa rasa takut atau pun terintimidasi jalan dengan santai lalu duduk di kursi yang ada di ikuti firman.

" kau berubah sekarang ya...." ucap Gery.

" ya aku sudah kembali pada diriku yang sebenarnya nya." ucap Wira.

Gery tertawa tapi yang tak terduga Wira juga ikut tertawa membuat Gery marah, dia memiliki banyak bawahan dan mereka semua takut padanya, tapi Wira yang merupakan cunguk berani berlagak.

" kau ingin mati anak muda." ucap Gery dingin penuh penekanan. Saat kata mati itu terucap segera semua orang itu menyiapkan senjata mereka siap mengantar kematian Wira.

" kau seperti tidak akan mati pak tua, turunkan sifat arogan mu itu, kau pikir di kawasan ini kau sangat berkuasa." ucap Wira. Sedikit menampar Gery dengan perkataannya sebagai pengingat.

" aku memang bukan satu satunya, tapi jika itu kamu, kamu sudah salah masuk ke tempatku." di sini aku penguasanya." ucap Gery.

" hah aku malas berdebat denganmu pak tua, ini aku bayar hutangku dan semua bunganya." ucap Wira menyodorkan koper dengan kakinya.

" Keterlaluan..." ucap salah seorang tidak terima dengan sikap Wira. Maju dengan gegabah membawa serangan.

" mengantar nyawa, mati...." gumam wira.

Orang itu menjadikan parang panjang sebagai senjata lalu kemudian menebas secara vertikal dari atas ke bawah dan jika terkena itu akan mengenai kepala Wira.

Tapi melihat serangan itu Wira menggunakan kakinya menendang kaki lawan yang merukan tumpuan dari kuda kuda dengannya itu membuat lawan hilang keseimbangan dan Wira menangkap lawannya itu dengan sadis yaitu dengan karambit yang menembus langsung tenggorokan lawan.

Lawan segera mengejang seluruh tubuhnya.matanya melotot dan mulutnya mengeluarkan darah.

" lihat pak tua apakah begini yang kau sebut bawahan itu, Samasekali tidak mengikuti perintah." ucap santai Wira lalu membuang sembarang orang sekarat itu.

" kau berani membunuh di tempatku." ucap Gery dengan mulut gemetar karena marah.

" yang kau lihat bagai mana apa kau pikir aku sedang bercanda, perlukah aku membunuh seorang lagi agar kau percaya jika aku ini berani." ucap Wira menjawab.

" Wira.... Kau sudah melewati batas jangan bilang Gery jika hari ini aku tidak meminum darahmu." ucap Gery dengan sangat marah dan dengan suara tinggi.

" pak tua.... Aku datang untuk bayar semua hutang ku kau dan orangmu terus memprovokasi ku." ucap Wira tidak kalah tinggi suaranya bahkan kini wajah mereka sudah bertemu mata membunuh itu saling beradu menguji mental masing masing.

Adrenalin semua orang terpacu firman juga semakin panas masalah membunuh bukan pertama kali baginya untuk bertarung firman juga bisa di bilang cukup jago.

" e hahaha.... Tuan muda aku hanya bermain main saja, maaf maaf jika tuan muda tidak keberatan aku ambil uang ini saja." ucap Gery segera berubah 360 derajat.

Semua orang di buat tak percaya hanya Wira yang tersenyum lalu duduk kembali di kursinya.

" ambil lah..." ucap Wira.

" terimakasih tuan muda." ucap Gery.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!