NovelToon NovelToon
AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Ibu Mertua Kejam / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

AUDREY DIRA ADIWANGSA, terlahir dari keluarga cemara yang memiliki sifat berani dan spontan.

Gadis itu dijodohkan oleh Papanya, Adiwangsa, dengan putra dari seorang Konglomerat yang bernama Wira Aldrian Bimasena. Namun ternyata keluarga calon suami nya itu Toxic, jauh berbeda sekali dengan kehidupan yang dijalani Audrey bersama keluarganya.

Akankah Audrey mampu menghadapi mereka ataukah Audrey akan kalah dan menyerah lalu kembali pada kehidupan nyamannya bersama keluarga besar Adiwangsa ??

Happy Reading...
Enjoy guys 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 7

POV AUDREY

H-2 sebelum pernikahan...

"Ma, aku ke kampus dulu ya.. Mau ngurusin proker buat KKN nanti."

Pagi itu sekitar pukul sembilan aku pamit pada Mama untuk ke kampus. Ya, bulan depan aku akan menjalani KKN di sebuah desa terpencil yang ada di jawa barat.

Aku, Audrey Dira Adiwangsa, diusiaku yang baru saja menginjak angka 23 tahun, aku baru akan menyelesaikan masa kuliah ku.

Bagi diri ku sendiri pun ini terasa berat dan terlambat. Dikalangan teman seusiaku mereka sudah lulus S1 dan bahkan sedang menjalani program lanjutan untuk mencapai gelar Magister.

Ada alasan kelam dibalik terlambatnya proses pendidikanku. Trauma yang aku alami sampai sekarang belum bisa benar-benar aku lupakan. Bahkan setelah menjalani pengobatan sekalipun.

Ketika aku duduk di bangku sekolah dasar aku pernah menjadi korban penculikan. Ya, penculikan.

Aku masih ingat detail kejadian itu meski sudah bertahun-tahun berlalu. Saat itu aku baru saja pulang sekolah dan biasanya supir pribadi keluargaku sudah ada di depan sekolah untuk menjemput. Aku melihat mobilnya, mobil Civic hitam dengan nomor plat B 11 REY yang biasa mengantar jemputku ke sekolah. Jelas aku sangat ingat detail itu sebab plat nomor tersebut dibuat secara khusus oleh Papa ku dengan tanggal lahir dan tiga huruf terakhir nama ku.

"Audrey, jangan dulu keluar dari pagar, mana supir kamu ?"

Saat itu seorang petugas keamanan sekolah mencegahku melewati pagar pembatas antara sekolah dan area luar sekolah

Biasanya supir pribadiku selalu turun dari mobil tapi siang itu dia hanya membuka kaca jendela lalu melambaikan tangan ke arah ku.

"Pak, itu mobil saya. Permisi." Kataku pada security itu.

Aku langsung masuk ke dalam mobil bagian belakang dan dengan gerakkan kecil memasang sabuk pengaman.

Ternyata petugas keamanan sekolah menghampiri mobil untuk memastikan keamanan ku.

"Kenapa pakai masker, Pak ?" tanya security itu pada supirku.

"Uhuk! Saya lagi flu batuk, Pak."

Ketika pria yang duduk di balik kemudi itu menjawab, di detik itu juga aku langsung mematung. Aku tau ada yang salah, tapi suaraku seperti hilang tak mau keluar. Hingga pria itu berpamitan pada security dan mulai melajukan mobil, aku masih diam tak bergerak.

Ditengah perjalanan, aku tau mobil itu tidak lagi melaju menuju rumah ku melainkan ke jalur yang tidak pernah aku lewati ketika berangkat dan pulang sekolah.

Sepertinya pria itu menyadari kalau sejak tadi aku terus memperhatikan nya, dan dia berkata..

"Tidak usah takut, Nona Muda. Saya tidak jahat, saya hanya disuruh. Diam dan jangan mengacau!!"

Tubuhku gemetar hebat, aku mau menangis tapi air mataku tak mau keluar. Aku hanya diam dengan pandangan yang kualihkan keluar jendela.

Perjalanan yang jauh membuat aku tanpa sadar tertidur dan saat terbangun aku bukan lagi berada di dalam mobil, tapi disebuah ruangan yang berukuran sangat kecil dibanding kamar ku dengan tangan dan kaki yang terikat lakban.

Saat itu untuk pertama kali nya aku menangis, menangis tanpa suara. Aku meronta, berharap ikatan itu akan melonggar dan terlepas, tapi usahaku gagal hingga suara langkah kaki berat terdengar semakin dekat dan membuat jantungku seakan berhenti berdetak.

Aku kembali memejamkan kedua mata ketika pintu kamar dibuka dari luar.

"Apa aku harus menghubungi Adiwangsa sekarang, Bos ?"

"Tidak! Biarkan dia panik dan putus asa!! Itu akan sangat menyenangkan!!"

Suara itu berat, dingin dan datar. Aku tidak bisa melihat siapa yang bicara karena mereka tepat berada di samping ranjang tempat aku berbaring.

"Beri dia makan setelah dia bangun! Jangan buka ikatannya kecuali untuk ke toilet!!"

"Baik, Bos,"

Dan percakapan itu semakin memperjelas bahwa aku benar-benar diculik.

Beberapa hari berlalu dengan keadaanku yang masih sama, hingga disatu malam yang gelap untuk pertama kali nya aku merasakan duniaku hancur dan aku akan benar-benar mati malam itu.

Seorang pria bertubuh tinggi besar mendatangi kamar ku. Langkahnya berat namun pasti. Saat dia melihatku masih terjaga, aku bisa melihat dengan jelas ada seringai licik di wajahnya.

Pria itu semakin mendekat sampai tangan besar nya terasa hangat meraba pahaku yang masih memakai rok sekolah. Berhari-hari aku tidak diperkenankan untuk mandi bahkan tidak juga diberi baju ganti.

Pria itu, dia duduk di samping tempat tidur, menatapku dengan tatapan yang sangat menjijikan. Tangannya berhenti mengusap pahaku dan beralih membelai rambut panjangku.

Jangan ditanyakan betapa sesak dan hancurnya aku saat itu, yang pasti aku benar-benar hancur.

Wajah pria itu semakin dekat dengan wajah ku, bau asam sisa asap rokok terhirup dan membuatku sangat mual. Hingga saat dia hampir menempelkan bibirnya ke bibirku aku muntah tepat mengenai wajah dan tubuhnya.

Pria itu terlonjak kaget setengah menjerit.

Dia memaki sambil berlari ke kamar mandi.

DOR! DOR!

Dan di detik itu aku mendengar suara tembakan dari luar. Dengan tubuh gemetar, aku turun dari kasur dan bersembunyi di kolong kasur itu.

"BOS!!! RUMAH INI SUDAH DIKEPUNG POLISI!! CEPAT BOS, KITA HARUS KABUR!!"

"BRENGSEK!! ADIWANGSA, AKAN KU BUNUH KAU!! TUNGGU, DIMANA ANAK ITU ?"

Aku menahan nafas dengan menutup mulutku, jantungku seakan ikut berhenti berdetak saking takutnya kalau mereka tau aku bersembunyi disana.

"Bos, tidak ada waktu! Biarkan saja. Nanti kita cari cara lain u tuk menghancurkan Adiwangsa!! Ayo, Bos! Cepat!"

Aku melihat langkah kaki pria itu berlari keluar dari kamar. Selang beberapa menit terdengar suara beberapa orang yang memanggil namaku. Setelah itu aku lupa apa yang terjadi, dan saat tersadar aku sudah berada di kamar rumah sakit milik keluarga ku.

🏵️

Di kampus.

"Ian, lo sendiri ? Lula sama James mana ?" tanya Audrey sambil duduk di samping Dean. Mereka duduk di bawah pohon tempat nongkrong favorit mereka selama di kampus.

Dean menoleh sekilas lalu kembali fokus pada ponselnya, "Mereka lagi beli minum." Jawab Dean tak bersemangat.

"Ian, lo kenapa ? Sakit ?" tanya Audrey lagi, khawatir.

"Nggak, kok." Jawab nya singkat.

"Lo marah sama gue ?"

Dean menggeleng, tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari layar ponsel hingga Audrey jadi terbawa emosi dan merebut benda pipih itu dari tangan Dean.

"Lo berubah tau nggak..selama ini lo nggak pernah nyuekin gue kaya gini ?! Lo kenapa sebenernya ? Jelasin sama gue, kalau gue punya salah gue minta maaf.."

Dean menatap Audrey lama. Sejujurnya ada sesuatu yang ingin Dean utarakan tapi rasanya sudah sangat terlambat.

Sebelum Dean sempat berkata, James dan Lula keburu datang dan membuat Dean terpaksa menghindari Audrey.

"Gue balik duluan ya, nggak enak badan." Kata Dean setelah berhasil mengambil kembali ponselnya dari tangan Audrey.

Dean pun pergi meninggalkan Audrey, Lula dan James dalam kebingungan.

1
Sri Rahayu
itu si Shena dan Nabila anak ayah Adiwangsa atau anak bawaan bunda Sinta 😇😇😇....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
marahin aja itu si Shena....kurang ajar sama.kakak iparnya 😡😡😡....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn bilang ga mungkin jatuh cinta ma kanebo kering Drey....bisa2 BUCIN ntar.lo ya....🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Bang kanebo kering ternyata baik hati.... membawakan makanan utk teman2 Audrey....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Shena jauh2 dtng dari kota utk mengitimidasi Audrey....tp salah lawan dia 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Audrey....mulai memikirkan Wira...apa uda ada rasa😇😇😇...semoga kalian berdua sama2 ada rasa...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Good Wira....kamu hrs tegas pd adik dan mama....kl kamu uda menikah dan hrs mempertahankan nya 😍😍😍.. lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
nah gitu donk berduan jalan2 walau didesa, jalin komunikasi biar jadi deket tdk kaku lg....dan timbul rasa saling cinta😍😍😍....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha...si kanebo kering ternyata.nyusul Audrey ke tmpt KKN....kangen apa cemburu tu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah masa engga tau kl Dean menyukai mu Audrey....kasihan tu patah hati si Dean 🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
baik sekali ayah mertua Audrey...ga seperti suaminya si kanebo kering...palagi ipar dan ibu mertuanya. . lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
bukan lo yg bermasalah ma Dean...tp suami lo itu Audrey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha....apakah Wira juga cemburu pd pak Andreas ayah nya😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
makanya Wira jgn sembarang ngomong ma Audrey....jgn anggap Audrey anak kecil lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kamu kelamaan mandi jd Wira keluar kamar Audrey 🤩🤩🤩...lanjut.Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
uda tinggal tidur aja si Wira....kl dia cuek ya cuekin balik aja....Audrey....lanjur Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Wira akan mencintai Audrey setelah mengenal nya lbh dekat...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
mama Audrey blm kenal suara calon menantu....jgn khawatir mama Audrey bersama Wira...amab 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!