Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 7.
Sekar segera beranjak dari tempat duduk saat mendengar pintu dibuka dengan tidak santai.
" Kamu udah pulang? mau makan sekarang? " tanya wanita itu dengan berjalan mendekat.
" ngapain kamu datang ke rumah ibu? " pertanyaan Rangga dengan nada suara datar tiba-tiba saja terdengar, dan itu cukup menyeramkan bagi sekarang.
"a-aku cuma mau berbagi sedikit makanan buat ibu, kenapa memangnya? " sahut Sekar dengan tubuh sedikit bergetar.
" kamu mau permalukan aku atau gimana?! " sentak Rangga dengan rahang mengeras.
Sekar langsung tersentak kaget setelah mendengar ucapan dengan nada tinggi yang dilontarkan oleh Rangga.
"a-aku, aku nggak maksud aku cuman-"
" kalau kamu mau datang ke rumah ibu, bawa makanan yang layak untuk dimakan! bukan makanan sampah kayak gini! " Rangga menggebrak meja hingga membuat sendok di sana hampir geser.
Mata segar seketika berkaca-kaca, ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Rangga Itu benar-benar menyakiti hatinya.
" enteng banget kamu ngomong kayak gitu mas? Apa kamu tahu uang yang kamu kasih itu Nggak cukup buat satu bulan. jadi yang bisa aku beli ya cuman telur nggak ada yang lahir! " tanpa terasa segar menaikkan oktaf suaranya.
Tak berselang lama, kepalanya tertoleh dan serasa panas saat sebuah tamparan mengenai wajahnya.
" berani kamu bilang kayak gitu?! " Rangga bertanya dengan murka, " Jangan bilang aku pelit atau uang belanjaan terlalu sedikit, itu kamu aja yang nggak bisa menghemat pengeluaran. buktinya dulu ibuku juga bisa mengelola uang satu juta untuk satu bulan. "
" Jangan pernah tinggikan suaramu di depanku jika kau tidak ingin menanggung akibatnya! " ancam Rangga penuh penekanan.
Setelah mengatakan itu rangga segera pergi dari hadapan Sekar sementara Sekar sendiri sudah merosot jatuh terduduk di atas lantai dengan air mata mengalir.
Selalu saja jika mereka membahas tentang uang bulanan segar akan berakhir dengan hal menyedihkan seperti itu.
Ingin sekali Sekar pergi dari kehidupan menyedihkan ini dan kembali kepelukan orang tuanya. Tapi saat teringat kesehatan sang ibu hal itu selalu urung dia lakukan.
Tapi jika nanti Rangga sudah keterlaluan, mau tidak mau Sekar harus mengambil tindakan pergi dari kehidupan laki-laki itu.
***
" jadi ibu berniat mau jodohin Rangga sama Rinjani lagi? " tanya Ayu menatap sang ibu.
Bu Risty dengan enteng mengangguk, " Ya anggap saja ini sebagai bentuk permohonan maaf karena dulu Sudah memisahkan mereka. "
Gendis mendengus mendengar ucapan ibunya, " Lagian Kenapa harus dipisahin sih mereka cuman gara-gara temen Ibu yang dari jauh itu? "
" ya Ibu mana tahu kalau dia nyebelin banget Ternyata orangnya, " sahut Bu Risty tidak mau kalah.
" tapi apa mau Rinjani sama Rangga, apalagi kalau cuma dikasih satu juta satu bulan, sementara Rinjani sendiri udah punya penghasilan sendiri, " cetus Ayu menatap semua orang yang ada di sana.
Bu Risty terdiam di tempatnya dia baru sadar jika penghasilan putranya lebih dari kurang untuk mempersunting seorang Rinjani Pramudita.
" tenang aja, aku bakalan minta Rangga buat mengelola Cafe aku Kebetulan aku baru buka cabang yang ke-5, dan kayaknya kami sedikit kewalahan. jadi aku mau kasih satu Cafe aku buat Rangga, Biar mereka setara. " jelas Gendis Seraya tersenyum lebar.
" berarti nanti penghasilannya dibagi sama Sekar dong? " Ayu kembali bertanya, ada nada tidak rela yang terkandung di dalamnya.
" Siapa bilang? " Gendis menoleh ke arah saudarinya, " biarkan gaji Rangga yang satu juta itu untuk Sekar sementara penghasilan dari cafe untuk Rinjani. Gimana bagus kan? "
Bu Risty dan Ayu tersenyum lebar. tak lama Ayu kembali terdiam.
" Tapi gimana kalau Sekar tahu? " tanya Ayu lagi.
" ya tinggal buang aja, Lagian dia nggak bisa ngasih Rangga anak, udah 5 tahun masih belum dikasih juga. " sahut Gendis santai.