Sebuah Pernikahan Yang Dipaksa Keadaan
Sebuah Rahasia Yang perlahan merenggut kebahagiaan
Mereka tak pernah saling menetap hanya sebatas saling mengenal , tapi takdir menyatukan dalam 365 Hari .
Dimana cinta Tumbuh Meski Waktu terus menghitung mundur .
Follow IG : @Rnhumaira05_ @coretanara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohati nur humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Langkah
Pagi itu disebuah bandara international soekarno hatta , yumna melangkahkan kakinya dengan mantap diikuti rayhan dibelakangnya , rayhan yang memang sudah berjanji akan mengantarkan yumna ke bandara kini tengah serius memperhatikan sosok yumna dari belakang , sosok yang sudah menemaninya selama dua bulan lebih ini , sungguh hati rayhan sebenarnya mulai tersentuh akan kehadiran yumna meski hanya sebagai pengganti namun egonya masih tetap tinggi , ia masih meyakini nashwalah jodoh terbaiknya .
Yumna pun bergegas meraih kopernya , ia bersiap untuk memasuki kabin pesawat , sebelum ia pergi , ia berpamitan terleih dahulu pada rayhan .
'' saya pamit ray , maaf untuk tiga atau empat hari kedepan kamu harus menyiapkan semuanya sendiri '' ucap yumna dengan lembut
'' tak apa yumna , saya mengerti , fii amanilah semoga allah melindungimu dimanapun kamu berada , maaf juga saya tidak bisa menemanimu '' jelas rayhan dan yumna mengangguk sambil tersenyum dan Rayhan yang melihat senyum yumnapun merasa tersentuh hatinya .
'' saya pamit ray , assallamualaikum '' lirih yumna
'' waallaikumsallam '' ucap rayhan dan yumnapun bergegas memasuki kabin pesawat beserta keluarganya bu ema
Perjalanan menuju negeri jiranpun tidak membutuhkan waktu lama
setibanya yumna bersama keluarga bu ema , mereka bergegas menuju hotel yang telah dipesan keluarganya bu ema , mereka berencana untuk istirahat terlebih dahulu sebelum mereka pergi disore harinya .
Yumna memilih merebahkan badannya sebentar kemudian menghubungi sahabatnya yang memang sedang berkuliah disini .
'' asallamualaikum jihan ? '' ucap yumna pada seseorang diseberang sana
'' waallaikumsallam yumna , kamu telah tiba ? '' ucap jihan sahabatnya yumna
'' allhamdulillh sudah ji , kapan kita bisa bertemu ?'' tanya yumna pada jihan
'' besok saja ya , kan bumill butuh istirahat , tenang aku udah dapet informasinya ko '' jelas jihan
'' baiklah , allhamdulilah kalo begitu '' ucap yumna sambil menghembuskan nafasnya kasar
'' tapi yum , kenapa kamu segitunya mencari tau tentang nashwa akila , siapa sebenarnya dia , apa ini ada hubungannya dengan pernikahanmu dengan rayhan '' tanya jihan bertubi-tubi
'' aku akan menceritakan semuanya nanti saat kita bertemu ji , yang pasti aku akan berusaha menepati janjiku '' jelas yumna dengan air mata yang menetes
'' baiklah kita bertemu esok pagi aja , kebetulah aku tidak kuliah besok , biar aku yang jemput kamu ya '' ucap jihan
'' tidak perlu kita ketemu diluar saja , sebelum kita pergi menemani keluarganya bu ema nanti '' tutur yumna
'' baiklah '' ucap jihan ,
merekapun memilih menyudahi obrolan via teleponnya , yumna yang tampak lelah memilih bergegas tidur , memang semenjak kehamilannya ia tampak sering lelah dan sering merasakan pusing pada kepalanya .
Sedangkan ditempat lain rayhan tengah sibuk dengan beberapa tumpukan kerjaannya , entah tak seperti biasanya kerjaan rayhan menumpuk seperti ini namun ia tetap fokus dalam mengerjakannya .
Hari kedua dinegeri jiran
Setelah sholat subuh yumna tengah duduk termenung menatap jendela hotel yang memperlihatkan hiruk-pikuk kota itu ,
'' Ya allah mudahkanlah langkahku hari ini , jika memang nashwa adalah jalan untuk kebahagiaan rayhan , maka ku mohon pertemukanlah aku dengannya '' lirih yumna
Ketika yumna tengah fokus menatap jendela, ponselnya tiba-tiba berdering pertanda telepon masuk , dan nama rayhan lah yang muncul dilayar ponsel tersebut ,
'' Assallamualaikum yumna , gimana kabarmu , baik-baik saja kan ? kenapa tidak langsung mengabari jika sudah sampai '' ucap rayhan dan yumna pun tersenyum kecil mendengar pertanyaan rayhan yang berbondong-bondong tersebut , sebab yumna tau ini pertama kalinya mereka berjauhan dan pertama kalinya pula rayhan seperti itu , rayhan yang selama ini ia lihat dengan segala kecuekannya ,
'' Waalaikumsallam ray , allhamdulilah kabarku baik , maaf kemarin aku kelelahan jadi tak bisa memberimu kabar , hari ini aku mulai survei sekolah yang sudah bu ema pilih '' jelas yumna dan rayhanpun diam sejenak
'' ah gitu ya , kalo gitu hati-hati , jangan terlalu cape , ingat kamu sedang hamil yum ''ucap rayhan
'' in syaa allah ray , kalo gitu aku tutup teleponnya , assallamualaikum '' ucap yumna dan mengakhiri panggilan tersebut
,,,,
terimakasih sudah mampir kak , jangan lupa tinggalik jejak ya 💕
Semoga novel ini membawa inspirasi yang baik dan jadi ladang pahala untuk author dan para readers ,
semoga suka sama karyanya ya .
selamat membaca😍