NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang tertinggal

“Terima kasih, Tuhan... aku mendapatkan pekerjaan.”

Wajah Diana langsung dipenuhi kebahagiaan saat menatap layar ponselnya. Ia baru saja menerima email yang menyatakan bahwa dirinya diterima bekerja di sebuah toko kue yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal barunya.

Matanya berkaca-kaca karena haru.

Ia mengelus perutnya dengan lembut.

“Ini semua berkat kamu juga, Sayang.”

Senyumnya tak kunjung hilang dari wajahnya.

Tak lama kemudian, ponselnya kembali berdering.

Tertera nomor dari salah satu staf toko kue tersebut. Tanpa menunda waktu, Diana segera mengangkat panggilan itu.

“Halo.”

“Halo, selamat pagi. Apa saya sedang berbicara dengan Diana?”

“Iya, saya sendiri.”

“Saya manajer toko kue Castella Cake. Kamu sudah melihat email kamu?”

“Iya, saya sudah melihatnya. Saya diterima kerja, kan?”

“Iya, betul. Apa kamu bisa masuk hari ini? Salah satu karyawan resign mendadak.”

Mata Diana langsung membesar antusias.

“Tentu, saya bisa.”

“Baiklah, kami tunggu kamu. Sekalian juga wawancara dengan staf baru.”

“Iya, saya akan ke sana sekarang juga.”

Panggilan pun berakhir.

Wajah Diana semakin sumringah. Ia bahagia karena bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat di kota asing ini.

“Sayang, kamu harus kuat ya, temani Bunda kerja,” ucapnya sambil mengelus perutnya lembut.

Diana segera bangkit dan bersiap-siap.

Ia tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini.

Beberapa menit kemudian, Diana berangkat menuju toko kue menggunakan taksi online.

Sepanjang perjalanan, hatinya dipenuhi rasa syukur dan harapan baru.

Tak lama kemudian, taksi berhenti di depan sebuah toko kue yang cukup besar.

Beberapa mobil dan motor terlihat terparkir di depan toko, membuat Diana yakin toko itu memiliki banyak pelanggan.

Ia segera membayar ongkos perjalanan lalu turun dari mobil.

Diana menatap bangunan toko kue itu sejenak sebelum akhirnya masuk ke dalam.

Aroma roti dan kue yang baru dipanggang langsung menyambut penciumannya.

“Diana, ya?”

Seseorang yang berdiri di dekat pintu masuk memanggilnya.

Diana mengangguk sopan.

“Iya, Kak.”

“Saya Puspa, yang menelepon kamu tadi.”

Puspa mengulurkan tangannya dan Diana segera menyambutnya.

“Salam kenal, Kak.”

Puspa tersenyum tipis.

“Kamu siap kerja hari ini?”

“Siap, Kak.”

“Baiklah, kamu bantu melayani beberapa staf lainnya untuk membungkus pesanan take away.”

Puspa juga menjelaskan secara rinci bagaimana sistem kerja di toko tersebut, termasuk ruangan-ruangan yang ada di sana.

Diana mengangguk paham.

Ia sudah memiliki pengalaman bekerja selama beberapa tahun di toko kue, jadi tidak terlalu kesulitan memahami penjelasan itu.

Setelah Puspa selesai menjelaskan, Diana langsung mulai bekerja.

Tak hanya Diana, ada beberapa pegawai baru lain yang mulai bekerja hari itu.

Meski tubuhnya masih sedikit lelah karena kehamilan dan perjalanan pindah kota, Diana tetap tersenyum.

Untuk pertama kalinya setelah meninggalkan Westoria, ia merasa hidupnya perlahan mulai kembali berjalan.

Puspa memperhatikan Diana dari kejauhan sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Wanita itu tampak puas melihat cara kerja Diana yang begitu cekatan.

Diana melayani pelanggan dengan ramah, membungkus pesanan dengan rapi, bahkan membantu salah satu staf yang sempat kewalahan saat antrean mulai ramai.

“Terima kasih, Kak,” ucap salah satu staf dengan napas lega.

Diana hanya tersenyum tipis. “Sama-sama.”

Puspa mengangguk kecil. Pengalaman Diana jelas terlihat.

Tak lama kemudian, seorang wanita berpenampilan elegan memasuki toko. Ia mengenakan dress formal sederhana dengan tas branded di tangannya. Langkahnya tenang, tetapi auranya begitu berwibawa hingga beberapa staf langsung menegakkan tubuh mereka.

“Selamat siang, Bu.”

Diana yang sedang menyusun beberapa kotak kue sempat menoleh sekilas.

Wanita itu tetap terlihat cantik meski usianya yang tak lagi muda, dengan penampilan rapi dan aura yang begitu elegan.

Diana segera kembali fokus bekerja.

Sementara itu, wanita tersebut justru menghentikan langkahnya saat melihat Diana dari kejauhan.

Tatapannya tertuju cukup lama pada Diana yang sibuk melayani pelanggan.

“Dia pegawai baru?” tanyanya pada Puspa.

Puspa mengangguk cepat. “Iya, Bu. Hari ini hari pertamanya.”

Wanita itu kembali memperhatikan Diana sebelum tersenyum tipis.

“Dia terlihat cekatan.”

“Iya, Bu. Dia juga punya pengalaman kerja sebelumnya.”

Wanita itu mengangguk pelan.

“Bagus. Pertahankan dia kalau kerjanya memang sebaik itu.”

Setelah mengatakan itu, wanita tersebut berjalan menuju ruangannya.

Sementara Diana sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya baru saja menarik perhatian pemilik toko itu.

°°••°°

Plak! Plak!

Samuel hampir terhuyung ke belakang.

Tamparan mendadak dari mamanya saat ia keluar dari kamar mandi membuat tubuhnya oleng. Beruntung, ia dengan cepat menahan tubuhnya dengan berpegangan pada dinding.

“Ma, apa-apaan sih?”

Nada suara Samuel terdengar kesal sekaligus terkejut.

Iren menatap putranya dengan sorot mata tajam penuh amarah. Tanpa berkata apa-apa, ia melemparkan beberapa lembar foto ke hadapan Samuel.

Foto-foto itu jatuh berserakan di lantai.

“Apa maksud kamu, Samuel?! Kamu mau mempermalukan Mama dan Papa di depan keluarga Citra, hah?!” bentak Iren dengan emosi yang meluap.

Samuel menatap foto-foto yang berserakan itu.

Wajahnya langsung berubah tegang.

Di dalam foto tersebut terlihat dirinya bersama Diana.

Dari mana mereka bisa mendapatkan foto itu?

“Kamu masih berhubungan dengan wanita kampungan itu!”

Suara Iren kembali meninggi penuh kebencian.

Samuel langsung menggeleng cepat.

“Tidak, Ma. Aku sudah memutuskannya.”

“Bohong!”

Iren kembali berteriak sambil menunjuk wajah Samuel dengan penuh amarah.

“Kalau kamu benar-benar sudah memutuskannya, kenapa ada foto ini?” bentaknya.

Samuel mengusap wajahnya kasar dengan kasar, menahan emosi yang mulai memuncak.

“Aku memang menemuinya waktu itu,” ujar Samuel jujur. “Tapi itu pertemuan terakhir kami.”

Tatapan Iren masih tajam.

Samuel melanjutkan, rahangnya mengeras.

“Aku sudah mengakhiri semuanya dengan Diana. Aku juga tidak akan menemuinya lagi.”

Iren terdiam sejenak, mencoba membaca ekspresi putranya.

“Benar?” tanyanya penuh curiga.

Samuel mengangguk pelan.

“Diana sudah pergi dari hidupku, Ma. Jadi Mama nggak perlu khawatir lagi. Mama juga tahu, kan? Diana sudah berhenti bekerja di toko kue Mama.”

Entah kenapa, mengucapkan kalimat itu justru membuat dada Samuel terasa sesak.

Bayangan Diana kembali memenuhi pikirannya.

Wanita itu benar-benar pergi tanpa meninggalkan jejak.

Iren akhirnya mengembuskan napas lega, meski wajahnya masih terlihat tegas.

“Ingat ucapan Mama, Samuel. Jangan pernah buat kesalahan yang bisa menghancurkan masa depan keluarga ini.”

Iren kembali mengatur ekspresinya.

“Beberapa hari lagi kamu akan menikah dengan Citra. Jangan pernah mencari wanita itu lagi," ucapnya dengan tegas.

Setelah mengatakan itu, Iren mengambil foto-foto tersebut lalu keluar dari kamar Samuel.

Brak!

Pintu ditutup keras.

Samuel terdiam menatap pintu yang tertutup.

Tatapannya perlahan kosong.

Ia sudah mengatakan bahwa semuanya telah berakhir.

Namun, kenapa hatinya justru terasa semakin hampa?

1
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!