NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

006~ Misi Boros

Pagi harinya saat sarapan..

Tidak ada obrolan, hanya suara denting sendok beradu dengan piring. Baru saja Wei Zhu Chen merasa tenang, tiba-tiba sepasang sendok dan garpu milik Alena berhenti berbunyi.

"Apakah makanannya kurang cocok?" tanya Wei Zhu Chen, Wei Ji Xiang hanya melirik sebentar kemudian kembali sibuk dengan makanannya.

"Hari ini aku ingin pergi berbelanja." jawab Lin Xia Mei dengan nada bicara bosan.

"Baiklah, akan aku temani." Wei Zhu Chen setuju, bibirnya melengkung membentuk sebuah senyum manis.

Tidak buru-buru setuju, Lin Xia Mei berencana pergi sendirian hari ini, ia ingin Me-Time.

"Aku ingin sendiri, aku butuh yang namanya Me Time."

Senyum Wei Zhu Chen memudar, dahinya perlahan mengkerut tanda tidak suka.

"Tidak, aku akan menemanimu."

"Hei, aku ingin menikmati waktu seorang diri. Jangan menciptakan masalah lagi." kata Lin Xia Mei.

"Di luar sana banyak pasang mata pria yang sembarangan melirik. Apa kau suka dilirik banyak pria?" nada bicara Wei Zhu Chen semakin meninggi dan serius.

"Aku ingin Me Time, bukan menggoda laki-laki. Apa aku pernah melarangmu pergi sendirian? Tidak kan?!!"

"Dan aku tidak pernah melakukan hal itu setelah bersamamu." tukas Wei Zhu Chen yang membuat Lin Xia Mei diam seketika.

Bingung mau berdalih apa lagi, Lin Xia Mei membuang napas kasar, ia meletakkan sendok di piring dan mendorong piring ke depan, ia sudah tidak selera makan.

Wei Ji Xiang menelan makanannya susah payah, ia merasa sedih ketika melihat kedua orang tuanya bertengkar saat sarapan.

"Kalau kau tetap dengan keputusanmu, jangan salahkan aku jika semua kartu debitmu aku sita." ancam Wei Zhu Chen, Lin Xia Mei berdecih pelan.

Bippp... Bao muncul dan melayang di samping Lin Xia Mei.

"Inang, coba terima saja tawarannya. Jangan sampai rencanamu untuk cuci mata dan menguras kantongnya gagal." saran Bao.

Setelah berpikir sejenak, ia mulai tenang.

"Baik, aku setuju. Tapi dengan satu syarat."

"Apa?" tanya Wei Zhu Chen antusias.

"Jangan sekali pun melarang dan mempertanyakan apa yang ku beli. Jika kau melanggarnya, jangan harap bisa bicara denganku dalam waktu yang lama."

"Sepakat." tanpa pikir panjang Wei Zhu Chen setuju, Wei Ji Xiang menghela napas, setidaknya hari ini ia tidak melihat pemandangan Lin Xia Mei mengamuk.

Pukul 10 pagi, Wei Zhu Chen dan Lin Xia Mei sudah sampai di Mall mewah, banyak toko yang menampilkan deretan dagangan yang menarik.

Lin Xia Mei mengibaskan ujung rambutnya, ia tersenyum dan menghirup udara dalam bangunan besar itu, ia merasa senang bisa menginjakkan kaki di tempat ini. Dengan heels setinggi 5 cm berwarna putih, kakinya terlihat sangat cantik ketika berjalan.

Tak henti-hentinya mata Lin Xia Mei memandangi toko-toko yang ia lewati. Penampilannya yang memukau menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya, terutama para pemuda yang berlalu-lalang. Meski Lin Xia Mei tidak menggubris, mereka terus memperhatikan Lin Xia Mei, banyak yang tersenyum dan menggeleng karena kagum ada perempuan secantik Lin Xia Mei, pakaian yang tidak terlalu banyak gaya dan motif tetapi mampu mengeluarkan aura keindahan yang sulit diterjemahkan.

Raut wajah Wei Zhu Chen perlahan masam, ia menatap sinis semua mata yang menatap ke arah Lin Xia Mei. Ia menarik tangan Lin Xia Mei namun Lin Xia Mei menepisnya, hal ini membuat para pria yang melihat akhirnya tertawa mengejek Wei Zhu Chen.

"Lin Xia Mei, kau sengaja?!" bisik Wei Zhu Chen dengan penuh penekanan.

Lin Xia Mei menghentikan langkah dan menoleh.

"Jika tetap ingin menemaniku, diam dan jangan banyak bicara!" bentak Lin Xia Mei.

"Jangan merusak suasana hatiku, Wei Zhu Chen."

Lin Xia Mei membuang muka lalu kembali melanjutkan penjelajahan.

Jika tidak ingat pada harga diri, mungkin Wei Zhu Chen sudah menyeret Lin Xia Mei detik ini juga.

...****************...

Lin Xia Mei berhenti di depan toko Tas Branded, target yang pas baginya. Ia masuk diikuti Wei Zhu Chen. Melihat harga diatas 10 ribu Yuan, Lin Xia Mei tersenyum senang.

"Cuma 10 ribu Yuan, aku ingin yang lebih mahal." ujar Lin Xia Mei.

Wei Zhu Chen tersenyum dan tidak mempermasalahkan hal itu, uangnya banyak dan sanggup membeli semua tas disini.

"Berikan aku tas yang paling mahal," pinta Lin Xia Mei pada pegawai yang bertugas.

"Tentu, kami memiliki beberapa model tas terbaru dengan harga yang sepadan."

"Model terbaru bulan ini dan baru launching kemarin. Limited edition. Bahan dijamin aman dan nyaman di kulit anda, warna netral dan cocok untuk berbagai macam outfit anda, sangat cocok digunakan pada acara formal atau kegiatan anda sehari-hari. Selain itu, bahan tas ini mengandung emas."

Lin Xia Mei memegang tas tersebut, ia sedikit terkejut namun dengan cepat segera menenangkan raut wajahnya.

"Ya Tuhan, tas ini benar-benar sempurna." ucapnya dalam hati.

"Hanya di produksi sebanyak 2 tas, dan ini yang terakhir. " ujar pegawai dengan nada marketing.

"Berapa?" tanya Lin Xia Mei.

"Hanya 1 juta yuan saja."

Jantung Lin Xia Mei rasanya hampir copot mendengar nominal yang diluar dugaan tersebut.

"HANYA 1 juta YUAN SAJA?! ASTAGA, ANGKA TERSEBUT BISA MEMBELI SATU UNIT RUMAH!" batin Lin Xia Mei.

Lin Xia Mei menoleh pada Wei Zhu Chen yang tampaknya sedikit terkejut juga.

"Beli." kata Wei Zhu Chen dengan gagah.

"Baik kak, silahkan tunggu sebentar."

Setelah melakukan pembayaran, mereka keluar dari toko, tidak pulang melainkan lanjut ke toko lainnya. Lin Xia Mei menatap tas yang ada di dalam paper bag.

"Aku sedang menenteng rumah," gumamnya pelan.

Kaki Lin Xia Mei berhenti di depan toko Heels, ia masuk dengan Wei Zhu Chen yang sedang senam jantung dibelakangnya.

"Aku ingin lihat heels termewah dan termahal yang kalian punya." ujar Lin Xia Mei, pegawai segera menuntun Lin Xia Mei dan Wei Zhu Chen.

"Heels ini di desain dengan hati-hati dan disesuaikan dengan selera wanita cantik seperti anda."

"Marketing yang bagus." puji Lin Xia Mei.

Pegawai mengambilkan sepasang Heels mewah berhias berlian.

"Silahkan dicoba."

Lin Xia Mei mencobanya, sangat pas di kakinya.

"Berapa?" tanya Lin Xia Mei sambil melepas heels tersebut.

"Tidak terlalu mahal untuk heels jenis ini. Hanya 900 ribu Yuan saja."

"Oke, ambil." Lin Xia Mei tersenyum ke arah Wei Zhu Chen, senyum paksa yang menyiratkan dendam.

"Ah baik, silahkan tunggu sebentar."

"Tunggu, aku ingin menambah heels yang lain." kata Lin Xia Mei.

"Tentu,"

10 menit berlalu, tibalah Wei Zhu Chen harus membayar semuanya. Lin Xia Mei hanya diam sambil menenteng paper bag berisi 5 pasang heels yang dibelinya.

"Totalnya 4,5 Juta Yuan, Tuan."

Lin Xia Mei tersenyum puas dan Wei Zhu Chen tersenyum kaku. Belanja hari ini ditanggung Wei Zhu Chen semua, uang milik Lin Xia Mei tetap utuh tidak tersentuh.

"Aku ingin beli banyak pakaian." ujar Lin Xia Mei saat berjalan keluar dari toko heels.

Terlihat Wei Zhu Chen menahan amarah namun ia tetap menuruti kemauan Lin Xia Mei, terlebih pemasukannya lebih besar. Wei Zhu Chen menelan ludah saat jari Lin Xia Mei dengan entengnya menunjuk banyak pakaian di beberapa toko.

Beruntung mobil Wei Zhu Chen termasuk memiliki ruang yang besar, para pegawai masing-masing toko baju itu bersamaan mengantar banyak paper bag berisi pakaian yang Lin Xia Mei beli.

Bukannya masuk ke mobil, Lin Xia Mei kembali masuk ke dalam mall.

"Aku belum selesai," ujarnya dengan tenang.

"Huh, kau lihat saja nanti di rumah, pasti kau akan sangat kecewa padaku." batin Lin Xia Mei.

Wei Zhu Chen menelan ludah ketika Lin Xia Mei kembali memborong aksesoris, mulai dari jam tangan dan lainnya. Belanja kali ini menyentuh penghasilan bulanan Wei Zhu Chen.

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!