Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melatih Kekuatan, Melawan Monster.
Ukuran monster ular merah itu melebihi besarnya drum dan panjangnya sekitar tiga puluh meter, melihat itu kakak rajawali petir tertegun sebentar. Dia paham, jika dia menampakkan dirinya maka ular itu akan lari terbirit birit ketakutan, karena ular paling takut pada burung seperti, elang, Garuda dan rajawali.
Kekuatan ular ini setara dengan Jendral tingkat dua. Berarti kekuatannya satu tingkat berada di atas SING KANG.
SING KANG merasa aura kekuatan monster ular merah itu sangat kuat dan menakutkan.
Ular merah darah itu merasakan aura kakak rajawali petir, ia mundur kebelakang dan tubuhnya ketakutan.
SING KANG yang tidak memahami apa yang sedang terjadi, segera saja mengeluarkan pedang pemberian gurunya. Yaitu pedang penguasa.
Setelah pedang itu keluar dan berada di tangannya, eh ternyata pedangnya waktu di tarik tak bisa keluar.
Di paksa tarik, eh keluar sedikit dan masuk lagi. Setelah percobaan yang kesepuluh kali baru bisa lancar keluarnya.
Pedangnya ternyata sudah berkarat, pantasan waktu di tarik susah keluarnya. Tapi ternyata auratnya sangat kuat, besar dan mengerikan.
SiNG KANG yang tadinya hampir kesal, kini begitu senang dan sangat gembira. Ternyata pedang warisan gurunya selain jelek, kuat dan bobotnya sangat ringan.
Segera saja SING KANG bergerak cepat mengayunkan pedangnya menebas kepala ular merah itu yang terlihat ketakutan.
WHUSSSSS........
BETT....
BUGGG...
Monster Ular itupun tidak bergeming sedikitpun juga dan masih tetap berdiri di tempatnya.
Tapi justru SING KANG yang terkejut, ia terpental kebelakang akibat tidak bisa melukai kulit monster ular merah yang kuat itu.
Monster ular merah itu menjadi marah kepada SING KANG dan langsung berdiri tegak.
Mulut monster ular merah itu terbuka lebar dan keluarlah semburan api yang sangat panas, melihat itu.
SING KANG segera saja melompat keatas dan langsung menyabetkan pedangnya kearah kepala monster ular merah tersebut.
Tapi dengan mengayunkan kepalanya kearah kiri, monster ular merah itu berhasil menghindari tebasan pedang penguasa milik SING KANG.
Monster ular merah itu dengan cepat menyabetkan ekornya kearah SING KANG.
WUUTTT.....
...WHUSSSSS........
DUARRR........
SING KANG yang tidak menyangka akan di serang oleh ekor monster ular merah itu tak dapat mengelaknya.
Ia hanya bisa mengalirkan energinya keseluruh tubuhnya untuk melindungi tubuhnya.
Tubuh SING KANG yang tidak sempat menghindar langsung terpental menabrak tanah dan terlihat darah keluar dari mulutnya.
BRAKKK.....
UHG..
SING KANG bergerak berdiri menyeimbangkan tubuhnya, tangannya yang tidak memegang pedang segera menyeka darah yang ada di mulutnya.
Tiba tiba terdengar suara kakak rajawali petir di benaknya.
"Dasar bocah begok! kamu pikir bisa melukai tubuh ular yang sangat keras itu jika kamu tidak mengaliri energi kekuatanmu ke pedang itu. Maka tuan muda akan dengan mudah menggunakan pedang itu dengan lebih baik lagi!"
"Hehehehe.. Pantas pantasan saja ternyata aku ada sedikit goblok juga iya!"
Tadi ternyata aku menggunakan pedang Tampa menggunakan kekuatan energiku kedalam pedang tersebut. Pantas, pantasan saja monster ular merah itu tidak dapat aku lukai.
Sekarang SING KANG tahu kesalahannya, untuk tubuhnya kuat, jika tidak, mungkin ia akan sekarat. Mungkin jadi nyawanya bisa melayang.
Segera saja SING KANG mengalirkan energi masuk kedalam pedang tersebut. Pedang yang sudah dialiri energi segera saja bersinar terang menyilaukan mata.
Dengan cepat SING KANG bergerak kearah Monster ular merah itu, tapi ternyata ia kalah cepat dan terpaksa menghindar kearah samping kanan dan kiri agar monster ular merah itu sulit menentukan arah mana serangan yang akan ia lancarkan.
WUUTTT.....
SLESSS...
Setelah bergerak menghindar kearah kiri dan kanan beberapa kali, akhirnya SING KANG berhasil menyabetkan pedangnya di tubuh ular tersebut yang membuat monster ular merah itu terluka sangat dalam.
Tubuh SING KANG tidak berhenti bergerak di situ saja, ia terus bergerak menyerang kearah kiri dan ke arah kanan. Juga kearah depan, belakang, atas juga bawah.
Merasakan tubuhnya mendapatkan beberapa luka tebasan pedang milik SING KANG, monster ular merah itu meringis kesakitan.
Monster ular merah itu semakin marah dan murka, ia menyerang SING KANG dengan membabi buta.
SING KANG repot juga menghindari serangan monster ular merah yang tidak beraturan itu.
Karena kerepotan, SING KANG menyabetkan pedang penguasa miliknya secara tidak beraturan juga. Yang penting pedangnya bisa mengenai tubuh monster ular merah itu.
"DHUARRR......DHUARRR.....!"
SRAKKK..... SRAKKK....
Beberapa kali tubuh monster ular merah itu terkena sabetan pedang SING KANG. Hingga monster ular merah itu semakin murka dan menyerang SING KANG dengan membabi buta tanpa arah yang pasti.
"TRANGGGG.....!"
Tiba tiba sabetan ekor monster ular merah itu mengenai pedang SiNG KANG. Akibatnya tubuh SING KANG terpental beberapa puluh meter kebelang menabrak sebuah pohon dan pedangnya terlepas.
BRAKKK.....
UHG.....
Tampak darah keluar dari mulut SING KANG, segera saja ia bergerak berdiri menyeimbangkan tubuhnya.
Mengalirkan energi keseluruh tubuhnya, hingga tubuhnya bercahaya keemasan sangat terang dan langsung melompat tinggi keatas udara.
Monster ular merah itu mulai dapat mengendalikan tubuhnya, dan ketika ia bergerak hendak menyerang kearah atas tempat SING KANG sekarang berada.
Dan ketika Monster ular merah itu hampir sampai keatas, tiba tiba tubuhnya berhenti karena matanya silau dan sakit akibat cahaya yang keluar dari tubuh SING KANG.
Kesempatan ini segera saja di pergunakan oleh SING KANG dan ia segera saja mengalirkan energinya ke kedua telapak tangannya.
Tampak terlihat di kedua tangannya SING KANG telah berubah warna emas dan merah darah dan segera saja ia mengarahkan kedua telapak tangannya kearah Monster ular merah itu.
Dua larik sinar cahaya berwarna emas dan merah darah itulah langsung menerjang kearah Monster ular merah tersebut.
"WHUSSSSS............ WHUSSSSS..!"
DHUARRR........... DHUARRR....
Ular itu terpental sangat jauh dan tubuhnya yang terkena dua larik sinar milik SING KANG langsung meledak menjadi serpihan daging dan darah.
Melihat tubuh Monster ular Merah itu telah hancur, SING KANG langsung duduk bermeditasi karena energinya hampir habis.
Setelah satu jam kemudian, semua energinya telah terisi penuh dan SING KANG membuka matanya, ia segera saja berdiri.
Berjalan kearah pedangnya, mengambil dan memasukkan kedalam cincin penyimpan. Tak lupa ia juga mengambil inti monster ular merah tersebut.
Tiba tiba terdengar sebuah suara yang berasal dari kakak rajawali petir.
"Tuan muda! Ketika aku melihat tuan muda sedang bertempur dengan monster ular merah tadi, aku melihat kekurangan yang tuan muda miliki dalam hal kecepatan!"
"Aku rasa dalam otak tuan muda pasti ada satu pun teknik tentang kecepatan, coba tuan muda lihat, hafal dan pelajari di sini. Menurut tuanku, tuan muda setidaknya harus berlatih di sini selama tiga tahun dan tidak bertemu dengan satu manusia manapun di sini!"
SING KANG mengerti dan mengguk, karena gurunya telah berpesan kepadanya.
SING KANG langsung duduk bersila memejamkan matanya, berkonsentrasi melihat informasi yang ada di otaknya.
Setelah satu jam lamanya, akhirnya SING KANG menemukan satu teknik. Teknik itu bernama GERAK BAYANGAN KILAT.
Teknik itu menitik beratkan pada bayangan dan gerakan Kilat. Kecepatan berpindah dan kecepatan melangkah, kecepatan dalam menyerang.
Setelah membaca dan menghafal selama bebera menit, kemudian SING KANG membuka matanya.
Pertama tama ia mulai belajar tentang gerak bayangannya dalam hal berpindah pindah tempat. Ia mulai mengalir energi kekakinya.
Mula mula ia mulai bergerak perlahan lahan dan lama kelamaan tubuhnya semakin cepat tak terlihat lagi seperti bayangan.
SWUSSS.....
SING KANG bergerak kesana kemari.
SWUSSS....
Tubuh SING KANG mulai tak tak terlihat berpindah kesana kemari.
Hingga tubuhnya tak dapat ia kontrol lagi, karena sangking cepatnya seperti bayangan saja dan akhirnya sesuatu yang tak terduga terjadi menimpanya.
BOOM.....
Dukung terus cerita ini dengan cara...
Like .
Vote.
Suka.
Bintang lima.
Hadiahnya.
jangan lupa kritis saran dan masukannya.
Ada kelanjutannya. tunggu aja.