Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6 : Rival Yang paling menyebalkan
" Aku nggak pernah mau menang dari dia... aku cuma nggak mau kalah didepan dia. "
...
Hari itu pengumuman lomba ditempel di layar hologram besar ditengah aula sekolah.
Satu layar.
Satu informasi.
Dan satu kalimat yang membuat seluruh Nusa Bangsa Internasional High School gempar.
INTERNASIONAL SCIENCE COMPETITION 2040.
Seleksi Internasional Nusa Bangsa dimulai minggu ini..
Peserta Didik terbaik akan dikirim ke tingkat Asia.
Valerie berdiri didepan layar itu bersama puluhan siswa lain.
Mata Valerie menyapu Detail pengumuman.
Kategori lomba :
• Energi Terbarukan.
• Teknologi lingkungan.
• AI dan inovasi sistem.
• Sains dan terapan.
Hadiah :
• Beasiswa Internasional.
• Rekomendasi kampus luar negeri.
• Sertifikat resmi dari World Science Council.
Valerie menelan ludah.
Ini bukan lomba biasa.
Ini tiket emas.
Bukan cuma untuk prestasi.
Tapi untuk masa depannya.
Disampingnya, Nara menarik lengan Valerie pelan.
" Val... Lo ikut nggak? " bisik Nara.
Valerie masih menatap layar. " Gue.. kepikiran. "
Lukka yang berdiri tak jauh dari mareka langsung menyahut.
" Lo harus ikut, Val! Lo kan dari Akademi Orion. lo pasti udah biasa lomba. "
Valerie menoleh. " Nggak semua orang dari ORION itu jenius. "
Lukka terkekeh. " Tapi aura lo kayak jenius. "
Valerie mau membalas, tapi tiba-tiba..
Sebuah suara dingin muncul dari belakang.
" Aura doang. "
Valerie menutup matanya pelan.
Suara itu...
Nggak mungkin salah.
Matthew.
Cowok itu berdiri berapa langkah dari mareka, tangan disaku celana, wajah datar, tapi sorat matanya tajam.
Valerie menoleh pelan.
" Lo bilang apa? " tanya Valerie.
Matthew melirik layar pengumuman, lalu menatap Valerie.
" Gue bilang... aura doang nggak cukup buat menang lomba. "
Nara langsung menahan napas.
Lukka memijat kening, seperti sudah capek dengan drama mareka.
Valerie mendekat satu langkah.
" Apa lo lagi-lagi iri? " tanya Valerie, suaranya pelan tetapi menusuk.
Matthew tersenyum tipis.
" Iri? " ulangnya. " lo pikir lo ancaman buat gue? "
Valerie menatapnya datar.
" Kalau gue bukan ancaman, " ucap Valerie, " lo nggak akan repot-repot gangguin gue tiap hari. "
Suasana disekitar mareka seperti mengencil.
Siswa-siswi yang tadi ribut, mulai diam.
Karena mareka tahu...
Kalau Valerie dan Matthew berdiri berhadapan, bearti bakal ada perang.
Matthew melangkah mendekat.
Jarak mareka cuma satu langkah.
Matthew menatap Valerie lurus, tanpa ekpresi.
" Gue gangguin lo karena gue pengen lihat.. " ucap Matthew pelan.
Valerie menyipitkan mata. " lihat apa? "
Matthew menatapnya dari atas kebawah, lalu berkata dingin.
" Seberapa cepat topeng tenang lo pecah. "
Valerie terdiam sesaat.
Lalu ia tersenyum tipis.
Bukan senyum manis.
Senyum yang tajam.
" Oke, " jawab Valerie " kalau gitu.. gue ikut lomba. "
Matthew meangkat alis.
Valerie menatapnya tanpa gentar.
" Biar lo bisa lihat langsung, " ucap Valerie. " Topeng gue pecah atau nggak. "
Matthew menatap Valerie berapa detik.
Lalu ia tersenyum tipis.
" Bagus, " ucapnya. " akhirnya. "
Valerie mengernyit.
" Akhirnya apa? "
Matthew menatap layar pengumuman lagi.
" Akhirnya gue punya lawan yang layak. "
Valerie mendengus.
" Jangan kebanyakan ngomong, " kata Valerie. " nanti kalah malu. "
Matthew melirik Valerie.
" Kalah? " Matthew mengulang pelan, lalu tertawa kecil. " Gue nggak pernah kalah. "
Valerie meangkat alis.
" Berarti ini bakal jadi pengalaman pertama lo, " jawab Valerie dingin.
Lukka langsung menghela napas panjang.
" Ya Tuhan... kalian berdua benaran nggak bisa damai sehari aja ya? "
Matthew dan Valerie sama-sama menoleh ke Lukka.
Lalu dalam waktu bersamaan mareka berkata :
" Enggak. "
Lukka menutup wajahnya.
Nara hanya bisa menatap Valerie dengan ekpresi antara takut dan kagum.
...
Seleksi internal dimulai dua hari kemudian.
Aula sekolah diubah menjadi ruang kompetensi.
Ratusan kursi tersusun rapi. Di depan, layar besar menampilkan logo kompetisi Internasional.
Disisi kanan, meja juri : tiga guru, satu dosen tamu dari perwakilan Universitas Nusa Cendakia, dan satu perwakilan dari World Science Council yang hadir secara virtual.
Suasana tegang.
Sangat tegang.
Karena semua orang tahu, hanya tiga tim terbaik yang akan lolos.
Valerie duduk di barisan berserta dengan seragam rapi, rambut di kuncir, wajahnya tenang.
Tapi dalam dadanya...
Jantungnya berdetak cepat.
Disebelahnya, Matthew duduk dengan sikap santai seperti sedang menunggu jam pulang.
Tangannya menyilang, wajahnya datar.
Namun Valerie bisa merasakan...
Matthew juga serius.
Matthew menoleh sedikit, lalu berkata pelan.
" Lo gugup? "
Valerie meliriknya tajam.
" Gue nggak gugup. "
Matthew menahan senyum.
' Oh iya? tangan lo gemetar. "
Valerie menatap tangannya.
Memang sedikit.
Valerie langsung mengepalkan tangan.
" Itu karena AC-nya dingin, " jawab Valerie cepat.
Matthew terkekeh.
" Alasan lo lucu. "
Valerie menatapnya.
" Lo jangan bikin gue makin emosi sebelum lomba. "
Matthew menatap Valerie, lalu mendekat sedikit.
" Emosi itu bagus, " ucap Matthew pelan. " biar lo nggak ketiduran ditengah presentasi. "
Valerie menggerakkan gigi.
Cowok ini...
Bahkan di situasi serius pun masih sempat nyebelin.
\_**TBC**\_
...----------------...
Happy Reading All!