Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEBERUNTUNGAN
Hari itu setelah sarapan, Selina pergi lagi ke bukit belakang rumah untuk mencari makanan. Kali ini ia berniat berjalan lebih jauh, karena daerah pinggir sudah ia jelajahi seluruhnya.
Dengan sebuah keranjang rotan di punggung dan sebatang tongkat kayu besar di tangan, ia berjalan sambil mengetuk tanah di sekitarnya. Dalam perjalanan itu ia menemukan pohon kastanye dan jumlahnya ternyata sangat banyak!
Selina mengambil sebongkah batu, lalu memungut kastanye berduri yang jatuh di tanah. Dengan satu pukulan, kulit berduri itu pecah, menampakkan kastanye bulat besar yang sangat mirip dengan kastanye yang sering ia makan di kehidupannya dahulu.
Di dunia para beastman, segala sesuatu memang besar. Ikannya besar, sayuran dan buah juga memiliki ukuran dua kali lipat dari ukuran normal yang aku ketahui, kini bahkan kastanyenya pun ukurannya sangat besar, seukuran kepalan tangannya itu.
Saat ini ia sangat gembira. Jika dulu kastanye hanya dimakan sebagai camilan, kini kastanye didunia beastman dapat dijadikan menjadi makanan utama!
Jumlahnya sangat banyak, dan ukurannya begitu besar. Hari ini ia akhirnya bisa makan sampai kenyang!
Entah sudah berapa lama ia tidak merasakan benar-benar kenyang. Satu-satunya waktu ia pernah makan kenyang hanyalah saat memakan daging yang diberikan beastman liar yang telah memperkosanya itu.
Tak ingin moodnya menjadi buruk mengingat masa lalu pahit itu, Selina pun mengalihkan pikirannya kearah kastanye yang jatuh di tanah dimana sebagian kastanye masih berupa bola berduri, sebagian lagi sudah terbelah.
Selina yang tak ingin kesusahan memutuskan untuk memunguti kastanye yang sudah terbelah terlebih dahulu agar tidak perlu repot memecahnya nanti.
Karena ukurannya sangat besar, baru memungut sedikit saja keranjang yang ia bawa sudah penuh. Maka ia pun berniat untuk pulang dan menyiapkan makan siang dari kastanye tersebut dulu dan akan kembali lagi esok hari untuk mengambil kastanye yang sudah matang sebagai stock di rumah.
Baru sebentar berjalan, rasa lapar kembali muncul. la benar-benar merasa putus asa menghadapi tubuh yang begitu cepat lapar ini, diwaktu akhir-akhir ini.
Sambil memegangi perutnya yang keroncongan, Selina menghela napas panjang. Di dunia para beastman, satu betina dapat memiliki banyak pasangan jantan, sedangkan para beastman jantan hanya boleh memiliki satu pasangan betina.
Setelah menjadi pasangan, para beastman jantan bertanggung jawab untuk berburu dan merawat pasangannya. Sang betina menjadi pusat kehidupan keluarga, apa pun yang dikatakannya harus dipatuhi.
Sebelumnya, ketika kembali ke suku dari menjelajahi bukit dibelakang gua batunya, Selina sempat diam-diam berjalan berkeliling. Anehnya, tidak ada satu pun beastman yang menyadari keberadaannya.
Dalam pengamatannya, hampir semua betina dewasa di Suku Rubah memiliki banyak pasangan jantan. Ada satu betina yang bahkan memiliki hingga dua puluh pasangan.
Betina itu adalah yang paling makmur di seluruh suku. Dengan dua puluh beastman jantan yang berburu demi dirinya, ia hidup dengan tubuh yang sangat gemuk dan sehat.
Namun bagi Selina yang berasal dari dunia modern, ia merasa betina itu tampak kurang menarik. Berat badannya mungkin mencapai lebih dari sembilan puluh kilogram, bahkan berjalan pun tampak goyah.
Dengan pasangan- pasangan yang kuat, ia tidak perlu memikirkan masalah makanan, pakaian, maupun kebutuhan hidup lainnya. Para betina hanya perlu tinggal di rumah dan mengurus anak.
Namun kenyataannya, sebagian besar urusan mengurus anak pun dilakukan oleh beastman jantan. Jika dilihat dari kacamata dunia modern, para laki-laki di dunia ini sungguh sempurna. Mencari nafkah dilakukan oleh para jantan, anak juga dirawat oleh para jantan, setiap keinginan betina akan dipenuhi.
Di sini, betina sangat diagungkan dan ditempatkan pada posisi paling utama. Bahkan kedudukan anak tidak dapat melampaui kedudukan pasangan dihati mereka.
Semakin Selina memikirkannya, hatinya semakin terasa sesak. la memang sudah menerima kenyataan bahwa ia telah berpindah ke dunia lain dan harus hidup di dunia para beastman ini.Namun saat ini hidupnya begitu sulit, ia bahkan hampir tidak mampu menghidupi dirinya sendiri.
Ia bahkan tidak bisa menemukan seorang suami yang dapat merawatnya. Semakin dipikirkan, semakin membuatnya merasa sangat sedih hingga iapun mulai menangis.
"Uu... ini terlalu sulit. Melihat mereka setiap hari makan daging, aku juga sangat ingin makan daging. Tapi darimana kau mendapatkannya, tubuh ini masih belum cukup kuat diajak berburu", Selina terus menangis dengan tersedu-sedu sambil berjalan pulang.
Selina yang emosinya labil selama beberapa waktu terakhir tak sadar jika hormon kehamilan mempengaruhinya, hingga ia bisa tiba-tiba merasa senang dan diwaktu yang bersamaan bisa merasa sangat sedih hingga menangis tersedu-sedu seperti ini.
Sambil berurai air mata, Selina terus melangkah maju. Ketika melewati sebuah pohon yang besar, Selina yang masih berurai air mata tiba-tiba mencium aroma aneh, mirip dengan merica yang baru saja di tumbuk, aromanya menyengat dan sedikit pedas, membuatnya bersin beberapa kali.
Mengikuti aroma yang menggelitik hidung tersebut, Selina menemukan tanaman merambat dengan buah yang bergerombol berwarna merah menyala yang bergelantungan bagi yang telah matang,sementara untuk yang masih mudah berwarna hijau. Sebagian merica yang sudah matang berjatuhan dan seperti nya terinjak oleh hewan liar sehingga aroma menggelitik hidung menyapa begitu Selina melewatinya.
“Apakah ini merica?”, gumannya penasaran.
Meski sedikit sangsi karena ukurannya yang sangat besar, tapi menyadari jika didunia beastman ini tak ada tanaman atau hal yang normal iapun segera mengambil satu dan berusaha menumbuknya dengan batu dan aroma yang mengelitik hidung pun langsung tercium.
"Ya Tuhan, ini benar-benar merica!", ucap Selina syok.
Dengan kedua mata berbinar cerah iapun segera memetik merica dengan ukuran tiga kali lipat ukuran normalnya itu dan memasukkannya kedalam dompet dari tanaman sulur yang ia buat agar tak tercampur dan terjatuh di jalan jika tak disendirikan.
Merasa sudah memetik cukup banyak, Selina pun menandai lokasi tersebut dan ia berencana akan kembali ketempat ini esok pagi untuk mengambil lebih banyak agar bisa ia jemur dan tumbuk menjadi merica bubuk sehingga bubuk merica praktis digunakan dan lebih awet.
Begitu selesai memetik merica, ketika berbalik Selina menemukan sejenis lumut yang tumbuh di bebatuan lembap, dan dilihat dari baunya, seharusnya lumut tersebut memiliki rasa gurih yang mirip dengan sari ayam ketika dikeringkan dan digiling menjadi bubuk.
Menyadari hal itu tanpa ragu Selina pun segera mengeroknya dengan pisau batu, dengan sangat hati-hati dan membungkusnya dengan kulit binatang agar tak rusak.
Tampaknya keberuntungan hari ini benar-benar berpihak kepada Selina. Di tempat itu dia juga menemukan tanaman berumbi seperti jahe, bawang bombai, dan bawang putih.
Selina memilah hasil panennya ke dalam berbagai kategori dan mengemasnya ke dalam kulit binatang tipis kemudian memasukkannya kedalam tas kulit binatang yang dibawanya.
Baru saja melangkah sejauh lima puluh meter, di bawah sebuah batu kering, dia menemukan tanaman aneh yang menghasilkan buah-buahan kecil berwarna merah menyala.
Buahnya berbentuk panjang menjuntai, berwarna cerah, dan mengeluarkan aroma pedas, membuat Selina merasa tertarik dan dengan hati-hati memilih satu, sedikit membukanya dengan kuku jarinya, lalu menjilatnya dengan sangat lembut menggunakan ujung lidahnya.
"Hissss!", rasa pedas itu langsung meledak di lidahnya, membuat Selina segera mengambil satu buah liar dari saku bajunya dan segera memakannya untuk meredakan rasa yang membakar lidah.
"Jadi begini bentuk cabai di dunia beastman!", ucapnya senang.
Dengan penuh semangat, selina pun memetik seluruh tanaman cabai yang tumbuh disana dan memasukkannya kedalam kantong miliknya.
Merasa sangat beruntung, Selina melangkah pulang dengan hati riang. Ia bersenandung kecil sambil meloncat-loncat kecil, mirip anak kecil yang senang mendapatkan mainan baru dari orang tuanya.
Karena bergerak lincah dan tak hati-hati, ketika ia berjalan di tepi sungai Selina terpeleset dan ketika ia berusaha menahan badannya agar tak jatuh dengan mencengkeram sebuah bongkahan batu berwarna putih, kedua matanya terbelalak dan mulutnya terbuka dengan sempurna karena terllau terkejut.
“Ini, ini benar-benar batu garam!”, ucapnya dengan ekpresi syok dan bahagia yang berlebihan.
Setelah dijilat dan rasanya memang asin, Selina pun segera membawa bongkahan batu putih seukuran kepala manusia itu pulang.
Kali ini Selina sudah memiliki dua planning yang akan dia lakukan esok hari, yaitu mencari bongkahan batu garam disekitar aliran sungai tempatnya jatuh tadi dan memetik merica yang telah matang.
Mendapatkan keberuntungan bertubi-tubi, Selina merasa tinggal di dunia beastman tidaklah terlalu buruk.
Benar kata pepatah, jika orang mau bergerak dan berusaha pasti ada hal baik yang akan didapatkannya, asal ia tak pernah menyerah, dan hal baik inilah yang hari ini Selina dapatkan atas tindakannya yang tak pernah menyerah dalam hidup meski ia terdampar di dunia asing dan kejam.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya