NovelToon NovelToon
Ketika Sinta Memilih Rahwana

Ketika Sinta Memilih Rahwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Hari penentuan tanggal pernikahan, Sinta memilih Wana untuk dijadikan suaminya. Semua itu bukan tanpa sebab. Melainkan, karena hati yang sudah lelah untuk berharap. Hati yang sudah sering terluka oleh sikap Rama yang mementingkan teman barunya.

Bagaimana jadinya saat Rama tahu, Sinta ternyata tidak memilih dia sebagai suami? Yuk! Ikuti kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 5

Sinta terdiam. Tatapannya lekat menatap wajah yang dulunya selalu tersenyum padanya. Tapi, setelah bertemu dengan perempuan itu, pria tersebut berubah. Semakin lama, Sinta semakin tidak bisa mengenali Rama lagi. Pria itu semakin berubah jauh dari bayangan orang yang ia kenali di masa lalu.

"Sinta. Aku kecewa sama kamu. Hanya gara-gara aku tidak ikut dalam putusan hari penentuan pernikahan kita, kamu berulah terlalu jauh. Kamu biarkan sahabat-sahabatmu menyakiti hati orang lain. Sungguh, aku tidak lagi bisa mengenali kamu yang sekarang."

Sinta hanya bisa diam sambil memandangi Rama yang langsung pergi setelah berucap. Sinta kehabisan kata-kata sekarang. Tuduhan Rama membuatnya malas untuk menjawab. Dia tidak lagi ingin bicara banyak dengan pria tersebut.

Lusi dan Lili langsung mengapit Sinta di kedua sisi. Tangan mereka menyentuh pundak Sinta dengan lembut seolah ingin menguatkan Sinta agar tidak terlalu sedih.

"Sin. Jangan sedih," ucap Lili lembut.

"Iya, Sin. Pria seperti ini, tidak layak untuk kamu ratapi. Jangan diambil pusing, walau dia sudah bikin kamu pusing." Lusi pula angkat bicara.

"Apa sih yang kamu katakan?" Liliana malah terlihat bingung akan apa yang baru saja Lusi ucap.

"Ya ... ya ... ya gitu deh. Paham-paham kan saja lah. Aku juga bingung dengan apa yang barusan aku katakan," ucap Lusi pasrah.

Sontak, ulah kedua sahabatnya ini cukup untuk mengalihkan luka hati Sinta selama beberapa saat. Sinta pun tersenyum lebar akan ulah dua sahabatnya ini.

Dia cukup bahagia sekarang. Dia memang telah kehilangan satu orang yang paling dekat dengannya sejak ia masih kecil. Tapi, dia tidak kehilangan orang yang lainnya. Jadi, hal itu cukup untuk Sinta merasa bersyukur akan apa yang dia punya.

Di sisi lain, seorang pria dengan tubuh tegap sedang berdiri di depan cermin. Bentuk tubuhnya sangat indah. Dada bidangnya luar biasa. Otot perut terlihat sangat menggoda. Pokoknya, fisik yang ia miliki bisa di bilang sempurna.

Hanya saja, saat sampai pada bagian wajah, segala kesempurnaan bentuk tubuh yang ia miliki langsung sirna akibat bekas kecelakaan yang ia alami saat dia berusia tujuh tahun dulu. Siapa lagi ia kalau bukan Rahwana.

Wana yang sedang menatap dirinya di depan cermin, perlahan menyentuh topeng separoh yang sedang menutup wajahnya. Topeng itu terlepas, wajah aslinya terlihat.

Sungguh, Wana bukan monster seperti yang orang lain bayangkan. Memang, wajahnya punya bekas luka, tapi itu tidak terlalu menakutkan. Wajahnya tidak rusak terlalu parah. Hanya sedikit merusak bentuk tampan dari wajah yang telah Tuhan berikan padanya.

Iya. Walau begitu, bekas luka bakar itu ada. Warnanya coklat muda, merusak wajah dari bagian dahi, hingga ke pipi di samping telinga. Cukup untuk membuat kesempurnaan wajah tampan yang ia miliki memiliki kekurangan yang sangat nyata.

"Jika dia melihat wajah ini, akankah dia merasa takut? Atau bahkan, akankah dia merasa aku menjijikan?" Wana bertanya pada dirinya sendiri.

Namun, asistennya yang ada di belakang, dengan jarak yang cukup jauh, yang sedang berdiri tegap di sana sejak tadi malah langsung menjawab. "Tuan muda yakin untuk menerima pernikahan ini?"

"Aku ... entahlah."

"Tuan muda. Bagaimana kalau pernikahan ini hanya candaan nona Sinta saja? Karena ... sejak kecil, nona Sinta sangat dekat dengan tuan muda kedua. Sekarang, apa benar pernikahan itu akan diubah?"

Wana terdiam. Matanya menatap lurus ke depan cermin. Kekhawatiran asistennya ini bukan tanpa alasan. Karena, dia sudah tahu jalan cerita Rama dan Sinta. Lalu, Rahwana ....

Ah, ya sudahlah. Ini memang bukan kisah Ramayana. Hanya saja, rasanya, sungguh tidak mungkin untuk Sinta memilih Rahwana. Sedangkan, Sinta sudah ditakdirkan jadi milik Rama sejak dia masih kecil, bukan?

"Tuan muda."

"Lupakan saja."

"Danu, sebenarnya, aku juga tidak yakin. Hanya saja, aku tidak mungkin bisa menolak permintaan Sinta. Jika ini memang candaan yang Sinta buat untuk mempermainkan aku, maka aku akan menerimanya."

"Tapi, tuan muda .... Persiapan kita bagaimana?"

"Itu ... lakukan saja seperti seharusnya. Lakukan persiapan yang diperlukan. Meskipun nanti persiapan itu akan sia-sia, aku juga tidak akan keberatan."

Asisten itu mengangguk pelan tanda mengerti. Lalu berpamitan untuk meninggalkan kamar Wana.

Rahwana masih terdiam di depan cermin sambil menatap wajah yang dianggap buruk rupa itu. Wajah yang rusak sejak ia masih kecil.

Ucapan dokter perlahan kembali terngiang di telinga Wana. "Operasi plastik tidak akan bisa memperbaiki wajah anda. Karena wajah ini sudah rusak sejak anda masih kecil. Kerusakan ini seolah sudah menjadi bagian dari fisik yang anda bawa sejak lama. Jadi, tidak bisa diperbaiki lagi."

Begitulah penjelasan yang membuat harapan Wana runtuh. Yah ... walaupun begitu, sejujurnya dia tidak terlalu berharap untuk memperbaiki fisiknya. Karena dirinya sudah terbiasa akan kondisi fisik itu sejak dia masih sangat kecil.

Tapi sekarang, dia ketakutan. Sangat takut. Wana takut jika pernikahan itu benar-benar terjadi. Lalu ia hidup bersama Sinta, sang dewi bulan yang cantik jelita. Dia takut gadis itu akan tahu wajah aslinya, lalu langsung membencinya ketika Sinta melihat wajah itu.

Wana menyentuh bekas luka tersebut. Sakitnya sudah tidak terasa. Hanya terkadang, sesekali, rasa ngilu muncul di sana. Entah karena pengaruh apa, rasa ngilu itu datang dan pergi secara tiba-tiba.

Saat diperiksa, dokter bilang, tidak ada yang salah dengan bekas luka itu. Tapi sesekali, Wana masih bisa merasakan rasa ngilu yang nyata. Rasa yang membuat fisiknya sangat tidak nyaman.

"Luka ini .... Nenek. Demi aku, kamu pergi. Sekarang, luka ini membuat aku merasa takut. Sejak aku kehilangan mu, aku tidak pernah merasa setakut ini hanya gara-gara bekas luka ini, Nek." Wana berucap sambil melihat ke arah bingkai foto sang nenek yang ada di atas nakas samping meja rias.

"Rasanya ... aku sangat takut, Nek."

Sementara itu, di sisi lain. Tepatnya di tepi danau, Rama sedang membujuk Risa. Gadis sederhana yang ia anggap luar biasa itu kini sedang menangis. Rama merasa sangat prihatin akan tangisan dari gadis tersebut.

"Sa. Maafkan aku. Gara-gara aku, kamu jadi sedih. Aku minta maaf sama kamu, Sa. Harusnya, aku bisa melindungi kamu dari teman-teman ku. Tapi sayangnya, malah sebaliknya. Kamu yang terluka hati gara-gara teman ku. Dan itu semua gara-gara aku."

"Aku minta maaf, Risa. Karena aku gak bisa jagain kamu."

Gadis dua muka itu langsung menyeka air matanya dengan punggung tangan. "Tidak perlu minta maaf, kak Rama. Aku baik-baik saja."

"Jangan merasa bersalah padaku, karena yang salah bukan kamu. Bukan juga teman-teman mu. Aku memang tidak beruntung, kak. Tidak seberuntung kalian semua. Jadinya .... hiks."

1
Dew666
😍😍😍😍
Soraya
lanjut
Anonim
Ayo dong thor buat sinta tau kalau wana sebenar nya udah suka dia dari dulu buat mereka benar benar bersatu,jangan biarin rama nanti ganggu sinta lagi
Anonim
Ayo dong sinta buat rahwana g merasa minder ayo buka topeng nya liat ketampanan nya
Patrick Khan
cuaca panas gerah ya wana😄😄
Patrick Khan
sah sahhhhhh
Anonim
Yah payah ni wana,sinta ngomong donk kalau kamu gapapa tidur sekasur
Anonim
Up lagi donk thor jangan kelamaan
Dew666
💎💎💎💎
Soraya
irit bgt ya thor lanjut
Anonim
Pelit banget sih thor up nya tambah donk
Soraya
Rama otaknya labil
Anonim
Lanjut up thor,semangat
Esti 523
harus lanjut ka jgn mamgkrak lho
Rani: eh, hehehe....
total 1 replies
falea sezi
😒 lama amat sinta nikah ma awan😒
perahu kertas
semangat terus ya kak
perahu kertas
Damn, Risa Risa ada ada saja akal bulus mu
ini juga satu dokter nya di byar brpa kmu sma Risa🙂‍↔️🙂‍↔️
Dew666
🪭🪭🪭🪭
Anonim
Lama banget sih up date nya thor,kapan sinta nikah sama ka awan thor jangan lama lama keburu rama sadar
Rani: sabar ya... sabar. aku up pelan. lagi gak fit soalnya.
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!