NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Diplomasi Sambal Korek Dan Tiker Sembahyang

​Matahari sudah mulai naik tepat di atas ubun-ubun, tapi angin sepoi-sepoi di taman belakang Istana Mawar masih terasa sejuk. Di tengah taman yang biasanya digunakan untuk minum teh dengan gerakan anggun bin membosankan, kini pemandangannya berubah drastis.

​Alesia sudah menggelar sebuah kain beludru tebal—yang sebenarnya adalah penutup meja perjamuan—sebagai tiker lesehan. Di atasnya, sudah tersedia bakul nasi kayu, semangkuk besar ayam suwir pedas yang uapnya masih mengepul, sayur bening, dan yang paling krusial: cobek batu yang ia "pinjam" paksa dari dapur kerajaan.

​"Ayo, Bang Magnus! Jangan bediri mulu kayak patung pancoran. Sini duduk, selonjoran dikit biar urat saraf lu kaga tegang," panggil Alesia sambil menepuk-nepuk sisi kain di sampingnya.

​Magnus menatap kain itu dengan ragu. Jubah kebesarannya yang harganya setara dengan biaya makan satu desa itu rasanya tidak pantas menyentuh rumput. "Alessia, seorang Raja tidak duduk di tanah. Ini benar-benar merusak martabat kerajaan."

​Alesia memutar bola matanya malas. Ia sudah mulai menyuap nasi ke mulutnya sendiri. "Dih, martabat mulu dipikirin. Martabat itu di hati, Bang, bukan di celana! Kalau lu kaga mau duduk, ya udah, lu liatin aja gue makan enak. Jangan ngerengek ya pas nyium bau terasinya yang aduhai ini."

​Magnus menghela napas panjang. Entah sihir apa yang dimiliki wanita ini, tapi ia selalu berakhir menuruti kemauan gila istrinya. Dengan gerakan kaku dan pelan, Magnus mengangkat jubahnya sedikit lalu duduk bersila di samping Alesia.

​"Nah, gitu dong! Kelihatan lebih manusiawi dikit," puji Alesia riang. Ia menyendokkan nasi hangat ke piring emas milik Magnus, lalu memberikan gunungan ayam suwir pedas di atasnya.

​"Gunakan alat makan perak itu, Lily," perintah Magnus pada pelayannya yang berdiri gemetaran sepuluh meter di belakang mereka.

​"Eits! Kaga ada garpu-garpuan!" Alesia menepis tangan Lily yang hendak menyodorkan sendok. "Di wilayah gue, makan masakan ginian itu haram hukumnya pake sendok. Rasa nikmatnya berkurang separuh, Bang! Nih, liat gue."

​Alesia mencuci tangannya di mangkuk air mawar—yang seharusnya buat cuci muka permaisuri—lalu mulai meraup nasi dan ayam itu dengan jemarinya. Ia membentuk bulatan kecil nasi, menyapukannya ke sambal korek yang merah menyala, lalu HAP! Ia mengunyahnya dengan ekspresi seolah sedang berada di surga.

​"Mmm... Mantap bener! Pedesnya nendang, gurihnya dapet. Ayo, Bang, cobain! Gue jamin lu bakal lupa sama gundik-gundik lu yang mukanya rata itu."

​Magnus menelan ludah. Ia melihat tangan Alesia yang lincah mengaduk makanan. Akhirnya, dengan rasa sangsi yang luar biasa, Magnus melepas sarung tangan kulitnya. Ia mencelupkan jemarinya ke air mawar, lalu mencoba meniru gerakan Alesia.

​"Jangan pelit-pelit ngambil ayamnya, Bang! Campurin sama nasinya, tekan dikit biar bumbunya ngeresap ke pori-pori nasi," instruksi Alesia layaknya pelatih silat.

​Begitu suapan pertama masuk ke mulut Magnus, keheningan tercipta selama sepuluh detik. Wajah Magnus perlahan berubah dari putih pucat menjadi kemerahan. Telinganya mulai terasa panas.

​"Uh... Huk!" Magnus terbatuk kecil, matanya mulai berair. "Ini... kenapa rasanya seperti ada api yang sedang berdansa di kerongkonganku?"

​"Itu namanya jatuh cinta pada pandangan pertama sama cabai rawit, Bang!" tawa Alesia meledak. "Minum dulu nih air jeruk perasnya, jangan mati dulu, Bang. Gue belum dapet warisan istana ini!"

​Alesia menyodorkan gelas. Magnus meminumnya dengan rakus.

​"Tapi... meskipun pedas, aku tidak bisa berhenti mengunyahnya," gumam Magnus heran. Ia kembali mengambil suapan kedua, kali ini lebih besar. "Rasa ini... sangat jujur. Berbeda dengan masakan istana yang terlalu banyak mentega hingga rasanya palsu."

​"Nah! Itu maksud gue!" Alesia menepuk bahu Magnus dengan keras sampai sang raja hampir tersedak lagi. "Hidup itu kudu jujur, Bang. Kayak masakan ini. Kalau pedes ya bilang pedes, kalau sayang ya bilang sayang. Jangan kaku mulu kayak kerupuk masuk angin."

​Magnus terhenti sejenak. Ia menatap Alesia dengan sisa-sisa air mata di sudut matanya karena kepedasan. "Kau... benar-benar Alessia yang berbeda. Alessia yang dulu hanya tahu cara menyenangkan orang lain sampai dia lupa caranya menyenangkan dirinya sendiri."

​Alesia terdiam sebentar, menatap ke arah kolam ikan. "Mungkin dia udah capek, Bang. Capek nungguin lu yang kaga pernah liat dia sebagai manusia. Makanya sekarang gue dateng buat gantiin dia. Biar lu tau, kalau permaisuri itu bini lu, bukan pajangan lemari yang cuma lu datengin pas mau bikin anak."

​Suasana mendadak menjadi tenang. Magnus meletakkan tangannya yang masih ada sisa bumbu di atas tangan Alesia. "Jika kau bukan Alessia yang dulu... lalu siapa kau sebenarnya? Dari mana asal jurus dan cara bicaramu yang aneh ini?"

​Alesia tersentak. Waduh, si Bambang mulai curiga serius, batinnya.

​"Gue? Gue itu... titisan dewi silat dari tanah Betawi!" jawab Alesia asal-asalan sambil nyengir lebar. "Gue dikirim dewa buat benerin idup lu yang garing ini. Makanya, mending lu jangan banyak nanya, nikmatin aja ayamnya sebelum gue abisin!"

​Magnus hanya tersenyum tipis—sebuah senyum tulus yang membuat wajah tampannya terlihat sepuluh kali lipat lebih mematikan bagi jantung Alesia. "Terserah apa katamu. Tapi untuk masakan ini... aku akan memberikanmu hadiah. Apa pun yang kau inginkan, akan aku kabulkan."

​Alesia langsung berbinar. "Beneran? Apa aja?!"

​"Asalkan bukan permintaan cerai," potong Magnus cepat dengan tatapan tajam.

​Alesia mencibir. "Dih, tau aja lu niat gue. Ya udah, gue minta satu hal: gue mau akses penuh ke gudang senjata istana. Gue butuh golok yang bagus buat latihan. Masa Ratu latihannya pakai sutil dapur?"

​Magnus tertawa kecil, suara tawa yang jarang sekali terdengar di Istana Orizon. "Golok? Baiklah. Besok aku sendiri yang akan mengantarmu ke gudang senjata."

​Di tengah tawa mereka, Lily tiba-tiba berlari mendekat dengan wajah pucat pasi, nyaris pingsan. "Yang Mulia! Gawat! Ibu Suri baru saja memasuki gerbang istana! Beliau mendengar kabar bahwa Permaisuri sedang... sedang 'berpesta pora' dengan cara yang memalukan di taman!"

​Alesia langsung berdiri, membersihkan tangannya ke ujung gaun tidurnya tanpa beban. "Ibu Suri? Siapa tuh? Emak lu, Bang?"

​Magnus berdiri dengan wajah yang kembali kaku dan dingin. "Ibuku. Dan dia jauh lebih keras kepala daripada sepuluh Perdana Menteri dikalikan dua. Sebaiknya kau bersiap, Alessia. Perang yang sesungguhnya baru saja dimulai."

​Alesia justru menyeringai sambil memutar-mutar sutil kayu yang masih dipegangnya. "Emak lu ya? Tenang aja, Bang. Belum tau dia kalau gue pernah dapet predikat 'Menantu Idaman se-Rawa Belong' karena pinter ngulek sambal. Sini, suruh emak lu maju! Biar gue ajarin arti hidup yang sebenernya!"

1
Ika Fitri Ana
lanjut....👍👍👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Pawon Ana
si Siti ini devinisi genius jalanan...,🥰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
aduuuuh koq ibu suriii begini amat sifat ny jelek ,, kaya sofa lama Blum di ganti kulit ny ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: /Grin//Proud//Proud/
total 2 replies
Muft Smoker
awaas ekoor ny terbang alessia🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
enk banget kasih nama orang ,, kasihan si naga takut gx terima jenggot ny di samain ma si kael ikan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx bnr ad aja ide nama yg selalu muncul di luar kepala ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
astgaaa permaisuri senjata ny goloook ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, siap2 jdi kurus anda gustaf🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,, permaisuri gx bisa d tindas lgiiii😏😏😏😏
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
ni nama ny permaisuri jaman emansipasi🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
gx da lembut2ny ,, tp mantap laa Alessia ,, aq suka gaya muuu 🤟🤟🤟🤟🤟
Muft Smoker
lanjuut kak
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Muft Smoker
raja di panggil abank🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, catatan baru dlm sejarah ini ,,
Muft Smoker: bnr kak ,, anak abaaah di lawan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
kak baru bab awal loo tp udh seruuu liat tingkat alessi yg apa adany ,,
semangat trus ya kak nulis ny
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
💯 buat lily🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
duuh korban tabrak lari gerobak gorengan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣


hai kak ,,
aq mampir ksniii
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Hasnawiyah Ansar
iya bener sekali tebakan anda
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lucuk, keren, gerrrrr banget /Joyful/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
baru bab satu aja udah kocaggh banget🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih,
stay read kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Pawon Ana
ini krakter anak Betawinya positif thinking ya tipenya....jadi asyik orangnya...🤭✌️
Ariska Kamisa: dia anak bae bae kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ika Fitri Ana
semua ceritanya bagus..simpel tidak berbelit...jadi tidak membosankan cerita2nya....rekomend banget.
Ika Fitri Ana
semangat ..bagus ceritanya..semoga tetap menarik seperti cerita lainnya thor...👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!