[ Karya pertama di NovelToon ]
[ Semua visual di dalam didapat dari apk pinterest ]
----------
Yu Lingxi adalah Nona Muda Sekte Naga Giok. Ia dipuja-puja sebagai dewi karena memiliki kemampuan diatas rata-rata para kultivator wanita luar. Namun, ada suatu masa Sekte Naga Giok runtuh, disebabkan oleh Sekte Iblis Guntur yang secara terang-terangan mendeklarasikan peperangan dadakan. Dan diakhir hanya menyisakan nyawa Yu Lingxi dan Kakek Naga—Yu Tianlong. Peristiwa itu mengakibatkan mereka terpaksa meninggalkan sekte demi keberlangsungan hidup.
Tapi, tanpa Sekte Iblis Guntur ketahui, akan ada masanya Yu Lingxi membalaskan ketidakadilan dan dosa besar yang sudah mereka lakukan terhadap Sekte Naga Giok. Yu Lingxi, akan segera datang. Tunggu saja ...
----------
[ Hasil ketik tangan sendiri ]
[ Segi dunia, kultivasi, profesi, tingkatan, kekuatan, dan lain sebagainya adalah sebuah rekayasa dari ide author sendiri. Jika ada kesalahan kalimat/typo, mohon beritahu author ]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona cacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duel #02
Suasana di Chìyán Zhànchǎng mendadak terasa mencekam. Di tengah riuh rendah suara murid-murid, Lingxi berdiri diam. Ia mencoba mengatur ritme napasnya. Di dalam benaknya, ia terus merapalkan harapan kecil, siapa pun lawannya, asalkan bukan mereka.
Selama menetap di Sekte Phoenix Api Surgawi, Lingxi hanya mengenal Huo Tianxin sebagai puncak tertinggi—sang Jenius Peringkat Satu yang kekuatannya tak terbantahkan. Namun, ia tahu ada bayang-bayang besar di bawah Huo Tianxin. Jenius Peringkat Dua dan Tiga, dua sosok yang kabarnya tengah mengasingkan diri dalam meditasi mendalam demi menembus batas kultivasi mereka. Selama ini, keberadaan mereka hanyalah mitos dalam bisik-bisik di koridor sekte.
Lingxi melirik ke arah kursi penonton, di mana Huo Tianxin duduk dengan pose santai namun mata yang tajam mengawasi. Lingxi membatin, jika Peringkat Satu saja sudah sedemikian merepotkan untuk dihadapi, ia belum siap jika harus berhadapan dengan "monster" peringkat di bawahnya yang baru saja keluar dari pengasingan.
Namun, harapan itu hancur saat petugas arena mengangkat gulungan perkamen baru. Suara gong berdentang sekali lagi, getarannya terasa hingga ke ulu hati Lingxi.
"Lawan bagi Yu Lingxi ... dari Puncak Pedang Terlarang, yang baru saja menyelesaikan pengasingan dua belas tahunnya—Liu Juechen!"
Seketika, atmosfer di arena seolah tersedot habis. Keheningan yang janggal menyelimuti tribun sebelum akhirnya meledak dalam teriakan histeris. Dari balik gerbang timur arena, seorang pemuda melangkah maju. Langkahnya ringan, namun setiap pijakannya pada batu merah meninggalkan jejak hawa dingin yang kontras dengan hawa panas sekte tersebut.
Lingxi membeku. Matanya melebar saat melihat sosok pemuda dengan pedang panjang yang masih terbungkus kain sutra di punggungnya.
Laki-laki itu memiliki fitur wajah yang halus dengan tulang pipi yang tegas dan hidung yang mancung. Kulitnya tampak pucat namun masih tergolong manusiawi. Rambutnya berwarna cokelat kemerahan gelap, diatur dalam gaya acak-acakan di bagian atas tetapi panjang dan terurai ke bawah, sebagian diikat di punggung kepala.
Matanya berwarna cokelat kemerahan, dengan tatapan yang intens. Di sekitar kelopak mata bawahnya terdapat riasan eye shadow. Alisnya tertata rapi dan bibirnya tipis, sedikit terbuka dengan warna alami yang agak pucat.
Telinganya dihiasi dengan anting-anting yang menjuntai, dihiasi batu giok dan logam emas. Rambutnya memiliki perhiasan kecil berbentuk mahkota mini berwarna emas dan permata kecil berwarna merah. Kerah jubahnya juga sangat berornamen.
Di bahu dan lengan kanannya dia mengenakan pelindung bahu emas yang sangat detail dengan desain ukiran yang rumit. Pelindung ini dihiasi dengan batu permata besar berwarna merah di bagian dada atas. Pelindung logam ini juga tampak meluas ke lengan bawah. Dia mengenakan pakaian berlapis-lapis. Kerah pakaiannya putih bersih, tetapi di bawahnya ada jubah dengan warna merah tua yang kaya dan kain yang tampak seperti brokat emas dengan motif awan atau naga yang rumit. Di bahu kirinya ada jubah yang tampak seperti materi asap hitam pekat, atau mungkin kulit naga gelap yang hangus dan berbatu. Elemen kegelapan ini tampak mendidih dan mengepul, dengan kilatan cahaya merah tua seperti bara api atau kekuatan sihir di dalamnya. Hiasan gelap di rambutnya juga tampak terbuat dari material serupa.
"Liu Juechen ...?" gumam Lingxi, suaranya nyaris hilang ditelan angin pegunungan. "Peringkat ketiga Jenius Termuda dari Sekte Phoenix Api Surgawi yang terkenal itu?"
Di tribun, senyum santai Huo Tianxin menghilang, digantikan oleh sorot mata yang penuh minat. Ia menegakkan punggungnya, menggumam rendah, "Jadi si kaku itu akhirnya keluar juga dari guanya. Ini akan menjadi sangat menarik, Gendut."
Liu Juechen berhenti tepat sepuluh langkah di depan Lingxi. Wajahnya datar, seolah-olah meditasi ribuan hari telah menghapus semua emosinya. Ia menjura singkat, namun tekanan energi yang memancar darinya membuat udara di sekitar Lingxi terasa berat untuk dihirup.
"Sudah lama aku tidak melihat wajah baru di arena ini," suara Liu Juechen terdengar seperti gesekan logam, dingin dan tajam. "Kuharap kau tidak membuatku menyesal karena mempersingkat waktu meditasiku."
Lingxi mengepalkan tangannya erat-erat. Rasa terkejutnya perlahan berganti menjadi kewaspadaan tingkat tinggi. Ia tahu, duel ini bukan lagi sekadar latihan biasa. Ia tidak hanya sedang berhadapan dengan seorang murid sekte, melainkan salah satu pilar kekuatan masa depan Phoenix Api Surgawi.
"Aku juga tidak berniat menjadi lawan yang mudah dilupakan, Kakak Senior Liu," jawab Lingxi, suaranya mulai stabil meski jantungnya berdegup kencang.
Di atas sana, ribuan pasang mata menatap mereka tanpa berkedip. Pertarungan antara sang murid yang penuh kejutan dan sang jenius peringkat tiga yang baru kembali, menjadi tontonan yang jauh lebih megah dari yang dibayangkan Lingxi sebelumnya.
...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...
Di tengah panasnya Chìyán Zhànchǎng, Yu Lingxi telah merendahkan kuda-kudanya. Jemarinya mencengkeram erat hulu pedang, dan aliran tenaga dalam mulai berdesir di pembuluh darahnya. Ia sudah siap untuk meluncurkan serangan pembuka, namun sebuah suara dingin menghentikan niatnya tepat sebelum teknik pertama dirapalkan.
"Tunggu," sela Liu Juechen pelan, namun otoritas dalam suaranya sanggup membungkam keriuhan di sekitar mereka.
Liu Juechen berdiri tegak, membiarkan angin pegunungan menyapu halus surainya yang mempesona. Matanya yang tajam menatap Lingxi dengan intensitas yang sulit dibaca.
"Sebelum kita menumpahkan keringat di atas arena ini," Liu Juechen berkata dengan nada tenang namun menyelidik, "benarkah kau adalah gadis yang dirumorkan sebagai jenius dari Sekte Naga Giok?"
Lingxi tertegun sejenak. Alisnya bertaut karena heran—bagaimana bisa seorang yang mengasingkan diri selama sepuluh tahun mengetahui asal-usulnya? Meski diliputi tanda tanya, Lingxi hanya memberikan anggukan tegas sebagai jawaban.
Melihat itu, sudut bibir Liu Juechen terangkat, membentuk senyum tipis yang sarat akan kesombongan. "Menarik. Jika begitu, bagaimana jika kita melakukan ritual pembuka yang layak? Mari kita tunjukkan pada dunia seberapa jauh ranah kultivasi yang telah kita capai."
Para murid Sekte Phoenix Api Surgawi di tribun mulai saling berpandangan. Bisikan-bisikan mulai menjalar seperti riak di permukaan air. Lingxi, meski merasa permintaan ini sedikit pamer, kembali mengangguk. Ia pun melepaskan segel tenaga dalamnya.
Seketika, udara di arena seolah membeku sebelum akhirnya meledak dalam tekanan spiritual yang dahsyat. Dari tubuh Yu Lingxi, terpancar cahaya biru berlian yang jernih bagai aliran danau di lereng gunung tanpa noda. Aura tersebut keluar dalam bentuk partikel-partikel kristal yang berkilauan, menyelimuti tubuhnya seperti perisai es yang megah. Di belakang punggungnya, samar-samar muncul manifestasi spiritual—membentuk lingkaran dengan empat bintang kosong dan enam bintang lainnya terisi penuh. Yang dimana melambangkan Ranah Jiwa Baru Tahap Prima Level 6. Cahaya biru itu begitu murni dan tenang.
Namun, di sisi lain, Liu Juechen melepaskan kekuatannya dengan cara yang jauh lebih brutal. Aura berwarna merah rubi yang kental mendidih keluar dari pori-porinya. Warna merahnya begitu pekat, menyerupai darah yang terbakar, menciptakan gelombang panas yang sanggup menggetarkan udara di sekitarnya. Manifestasi spiritualnya—membentuk lingkaran dengan dua bintang kosong dan delapan bintang lainnya terisi. Membuatnya berada di posisi Ranah Jiwa Baru Tahap Prima Level 8.
Seluruh murid di tribun serentak berdiri, wajah mereka menunjukkan ekspresi tercengang yang luar biasa.
"Ranah Jiwa Baru Tahap Prima Level 6 ... di usia enam belas tahun?" gumam seorang murid dengan suara gemetar saat menatap aura biru Lingxi. "Dia benar-benar monster dari Sekte Naga Giok."
Namun, kekaguman itu segera tertutup oleh rasa takjub yang lebih besar saat mereka beralih menatap Liu Juechen. Perbedaan dua level di tahap Prima bukanlah sekadar angka. Aura merah rubi Juechen tampak lebih padat, lebih luas, dan memiliki tekanan gravitasi yang jauh lebih berat daripada milik Lingxi.
"Level delapan ..." Huo Tianxin, yang menonton dari samping, menyipitkan mata. Ia tahu betul bahwa dalam sistem ranah dunia persilatan, perbedaan satu level kecil saja dapat menciptakan jurang pemisah yang lebar. Itu adalah perbedaan antara mampu membelah bukit dan mampu meruntuhkan gunung.
"Hanya Level enam?" Liu Juechen bertanya, suaranya terdengar menggema di tengah desingan aura mereka.
Senyum sombongnya semakin lebar saat ia melihat auranya sendiri mendominasi sebagian besar area arena. "Dua level mungkin terdengar sedikit, Yu Lingxi. Tapi hari ini, aku akan menunjukkan padamu bahwa level tersebut adalah langit yang belum bisa kau gapai."
Lingxi terdiam, merasakan tekanan berat dari aura merah rubi yang berusaha menekan cahaya biru berliannya. Ia sadar, duel ini akan sedikit lebih berat dari yang ia duga sebelumnya.
"Terima kasih atas pencerahannya, Kakak senior. Sekarang, mari kita mulai."
...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...
BIODATA:
Nama: Yu Lingxi
Umur: 16 tahun
Tinggi: 152cm
Berat: 46kg
Sekte: Naga Giok
Ranah: Jiwa Baru Tahap Prima Level 6
Nama: Liu Juechen
Umur: 17 tahun
Tinggi: 178cm
Berat: 69kg
Sekte: Phoenix Api Surgawi
Ranah: Jiwa Baru Tahap Prima Level 8
...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...
...…To Be Continued…...
Nggak sia-sia bacanya, harap-harap alurnya juga semantep visualnya/Kiss//Rose/