NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hewan Roh Naga

Sebelum Kejadian...

Di tepi sungai Yang He, atmosfer mendadak berubah menjadi sangat panas, seolah-olah alam pun menahan napas menyaksikan perseteruan mereka.

Empat sosok agung berdiri saling berhadapan, memisahkan diri menjadi dua kubu yang berseberangan. Mata mereka saling menatap penuh ambisi, memancarkan kilatan ego dan tekad yang tidak tertahankan untuk memiliki sesuatu yang tengah menjadi rebutan.

"Naga Roh itu... milikku!" kata Putra Mahkota Lin Dui dengan suara berat yang bergetar penuh penekanan, menatap tajam ke arah saudara tirinya.

Di sampingnya, Putri Mahkota Lin Ju melangkah maju seraya mengangguk anggun namun angkuh, menatap lurus dengan pandangan merendahkan.

"Status kami jauh lebih tinggi sebagai putri dari Permaisuri. Sementara, kalian hanyalah keturunan selir yang seharusnya tahu diri!" katanya dengan nada dingin yang menusuk.

Mendengar ucapan bernada penghinaan itu, Pangeran Lin Zhang mendengus meremehkan. Ia melipat kedua tangannya di dada dengan gestur tubuh yang sangat santai namun sarat akan ancaman berbahaya.

"Ada pepatah yang mengatakan... bahwa di dalam sebuah pertandingan, tidak ada yang namanya status. Yang ada di hadapan kita saat ini hanyalah lawan yang harus ditumbangkan," balas Pangeran Lin Zhang dengan senyuman sinis yang memicu amarah.

Putri Lin Zhu yang berdiri di sisi sang kakak mengangguk mantap, menyetujui setiap kata yang keluar dari bibir Pangeran Lin Zhang. Langkah kakinya maju selangkah, menantang langsung darah Permaisuri di depan mereka dengan wajah tegak tanpa rasa takut.

"Tepat sekali apa yang dikatakan oleh Kakakku. Karena itu, status megah kalian sebagai anak Permaisuri sama sekali tidak berlaku di tempat ini!" seru Putri Lin Zhu dengan binar mata yang menantang maut.

Putra Mahkota Lin Dui menggeretakkan rahangnya, merasa harga dirinya diinjak-injak. Ia melangkah satu langkah ke depan, menghentakkan kakinya hingga tanah di sekitarnya sedikit bergetar karena tekanan energi batin.

"Kalian benar-benar yakin memiliki nyali untuk melawan kami? Kalian berdua hanya memiliki tiga elemen." gertak Putra Mahkota Lin Dui, mencoba mengintimidasi mental mereka.

Namun, Pangeran Lin Zhang sama sekali tidak gentar oleh tekanan energi tersebut; ia justru tertawa kecil yang terdengar meremehkan.

"Meski elemen kami dianggap lebih sedikit oleh kesombonganmu... kami tidak akan pernah kalah dari orang yang hanya mengandalkan nama besar ibunya," tantangnya dengan sorot mata sekeras baja.

Putri Mahkota Lin Ju berdecak kesal, mengibaskan pakaian nya yang mulai dialiri percikan energi panas. "Kalian sangat percaya diri... ingatlah ini dengan baik, jika hari ini kalian berakhir mati dan jasad kalian hilang, aku tidak akan pernah bertanggung jawab di hadapan Ayahanda Kaisar!" ketus Putri Mahkota Lin Ju dengan seringai kejam.

Putri Lin Zhu menolak untuk tunduk sedikit pun pada ancaman kematian tersebut. Aura keberanian memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya. "Dan itu... tidak akan pernah terjadi!" serunya memotong perkataan Putri Mahkota Lin Ju.

Seketika itu juga, aura di sekeliling mereka berubah drastis menjadi badai energi yang menderu-deru. Angin berhembus kencang, menggulung ombak Sungai Yang He hingga bergolak hebat. Pertarungan berdarah pun pecah tanpa bisa dihindari lagi.

Putra Mahkota Lin Dui dan Pangeran Lin Zhang secara bersamaan menghentakkan energi spiritual mereka untuk menciptakan senjata andalan masing-masing.

Kilatan cahaya membutakan mata saat pedang petir murni yang berderit dahsyat tercipta di tangan Putra Mahkota Lin Dui, memancarkan percikan biru keunguan yang mematikan.

Di sisi lain, Pangeran Lin Zhang memusatkan energi buminya hingga sebilah Pedang dengan elemen tanaman berserat baja hijau legam terbentuk di genggamannya.

Keduanya melompat tinggi ke udara, membelah angin, lalu saling menerjang dengan kecepatan yang sulit diikuti mata telanjang.

Trank! Clang!

Suara dentingan keras dari dua pedang yang berbenturan hebat segera memenuhi udara, menciptakan gelombang kejut yang merontokkan dedaunan di sekitar hutan tepi sungai.

Gerakan teknik bertarung mereka sangat cepat, dan keduanya sama-sama memiliki harga diri tinggi yang menolak keras untuk kalah.

Sementara itu, di sudut lain, Putri Mahkota Lin Ju dan Putri Lin Zhu juga telah ikut terjun ke dalam medan pertempuran yang tidak kalah sengit.

Elemen api yang membara merah menyala dari telapak tangan Putri Mahkota Lin Ju dan elemen air yang berputar membentuk pusaran tajam di tangan Putri Lin Zhu saling hantam di udara.

Kedua elemen yang saling bertolak belakang itu saling melahap, menguap, dan menolak untuk tunduk satu sama lain, menciptakan kabut uap panas yang tebal.

Duar! Blams! Clash! Suara ledakan dahsyat beruntun terdengar memekakkan telinga akibat benturan keras antar elemen spiritual tingkat tinggi.

Melihat celah dalam pertarungan jarak dekat, Pangeran Lin Zhang dengan cepat menghentakkan tangan kirinya ke tanah, memanfaatkan akar-akar pohon di sekitar tepi sungai untuk melesat bangkit bagaikan ular raksasa, lalu melilit erat seluruh tubuh Putra Mahkota Lin Dui hingga mengunci pergerakannya.

Putra Mahkota Lin Dui sedikit mengerang tertahan akibat tekanan akar yang mencengkeram tulang-tulangnya.

Namun, bukannya panik, sebuah seringai mengerikan justru terukir di wajahnya. Detik berikutnya, tubuh Lin Dui berubah menjadi sangat panas hingga memancarkan cahaya jingga, dan dalam sekejap mata, seluruh akar-akar milik Pangeran Lin Zhang habis terbakar.

Pangeran Lin Zhang terhuyung mundur. Dengan tubuh yang kembali bebas di udara, Putra Mahkota Lin Dui membalikkan posisinya. Menggenggam pedangnya dengan kedua tangan yang diselimuti kobaran api murni, dia melesat turun dan melakukan serangan balik yang jauh lebih liar, siap menghancurkan apa saja yang berdiri di hadapannya.

Clang! Clang! TRANG!

Tanpa mereka semua sadari, getaran hebat akibat pertarungan dahsyat itu merambat jauh menembus kerak bumi. Jauh di dasar Sungai Yang He yang berarus deras, sesuatu yang telah lama tertidur selama ribuan tahun mulai terusik. Hewan Roh Naga—sang legenda hidup, Hewan Roh yang memiliki kekuatan Elemen terkuat dan paling langka; Magnet.

Perlahan, kelopak mata raksasa Roh Naga itu bergerak terbuka. Sepasang bola matanya berkedip dan mulai berpendar memancarkan warna logam yang dingin dan berkilau tajam. Matanya dipenuhi amarah yang membakar karena tidurnya yang suci telah diganggu oleh keserakahan manusia.

GUBLAM!

Seketika itu juga, getaran yang sangat kuat mengguncang seluruh area Hutan Wanshou, membuat pepohonan runtuh dan hewan-hewan roh lainnya bergetar ketakutan.

Di posisi Pangeran Lin Tian dan Lin Jia mendadak menegang.

Di samping mereka, Hewan Roh Singa bersayap putih tiba-tiba berhenti menggeram lirih. Bulu-bulunya meremang tinggi saat ia mengeluarkan geraman rendah yang bergetar penuh kecemasan.

"Ada yang telah membangkitkan tidurnya... Naga Roh, sang penguasa elemen magnet, telah terbangun dari segelnya!" kata Singa bersayap putih itu dengan suara berat yang dipenuhi ketakutan mendalam.

Mendengar hal itu, mata mereka seketika terbelalak lebar. Wajah mereka memucat seketika saat menyadari bahwa bencana yang jauh lebih besar kini telah mengancam.

Berbeda dengan mereka, Lin Jia justru berdiri tenang di posisinya.

1
Cty Badria
up lg ni hadiah /Rose/
Mydar Diamond
lanjuutt upnya mungkin calon suami masa depan telah di temukan🤔
Dewiendahsetiowati
apakah ini calon imam Lin Jia
Hendri Wirawan
bagus....lanjutkan
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Anonim
ceritanya bagus, masih awal tapi menarik buat dibaca. lanjut semangat yaaa/Determined//Rose/
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat✍️👈😍☺
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Dania
semangat tor di tunggu upnya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak bgus crita'y😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!