NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#35

Malam merayap turun dengan kejam di atas langit Chicago. Dingin yang menusuk dari luar seolah merembes masuk menembus celah-celah kaca patri Kastel Stone, membekukan kehangatan yang baru saja tercipta beberapa jam yang lalu.

Di dalam kamar tidur utama sayap barat, lampu-lampu sengaja dimatikan, menyisakan keremangan remang dari lampu tidur di sudut ruangan yang memancarkan cahaya kekuningan yang redup dan melankolis.

Emmeline berbaring miring di atas ranjang bertiang empat miliknya. Tubuhnya meringkas, terbungkus rapat oleh selimut beludru marun yang tebal.

Matanya terpejam erat, namun kelopak matanya yang membengkak tidak bisa menyembunyikan jejak kehancuran.

Sepanjang sore, sejak Ambaiella meninggalkan ruang TV, Emmeline tidak berhenti menangis. Dadanya terasa begitu sesak, seakan dibilas oleh air keras yang membakar habis seluruh rasa aman yang dia miliki.

Hatinya terluka hebat. Kenyataan bahwa ada seorang anak lain di luar sana, darah daging pertama Kyle yang lahir dari wanita masa lalunya—membuat Emmeline merasa seperti orang bodoh yang paling malang.

Ego dan taring Valerio yang dia banggakan seolah tumpul seketika. Dia memutuskan tidak akan bertanya. Mengapa dia harus mengemis kejujuran? Jika Kyle benar-benar menghormatinya sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anaknya, pria itu harus mengatakannya sendiri. Tanpa harus dia yang menginterogasi seperti seorang jaksa.

Tin.. Tin...

Di lantai bawah kastel, sayup-sayup terdengar suara klakson dan suara mesin bertenaga besar yang sangat akrab di telinganya. Itu adalah mobil taktis hitam yang selalu digunakan oleh suaminya.

Kyle telah kembali dari barak bawah tanah. Mendengar tanda itu, Emmeline dengan cepat menarik selimutnya hingga sebatas dagu, mengatur napasnya sekaku mungkin, dan berpura-pura telah tertidur lelap di dalam kegelapan.

Beberapa menit kemudian, Gagang pintu kamar berbunyi pelan. Langkah kaki yang masif, berat, namun diusahakan selirih mungkin terdengar mendekati ranjang. Itu Kyle. Aura dominan pria itu langsung memenuhi ruangan, membawa aroma maskulin yang bercampur dengan dinginnya angin malam.

Kyle menatap siluet tubuh istrinya yang terbungkus selimut. Wajah tegas pria itu melembut seketika. Dengan gerakan yang teramat hati-hati agar tidak mengejutkan sang wanita, Kyle merayap naik ke atas kasur.

Dia berlutut di samping tubuh Emmeline, lalu mengulurkan tangan besarnya untuk merapikan helaian rambut panjang Emmeline yang menutupi wajahnya.

Cup.

Kyle mendaratkan sebuah kecupan yang teramat dalam dan penuh kerinduan di dahi Emmeline, lalu tangannya bergerak turun, menyusup ke balik selimut untuk mengelus perut rata istrinya dengan gerakan sirkular yang penuh pemujaan.

Namun, Kyle Stone bukan sekadar suami biasa. Dia adalah seorang mantan agen CIA dengan kualifikasi komando tertinggi Unit Wraith. Insting taktisnya berada di tingkat yang mengerikan.

Hanya dalam waktu tiga detik, Kyle menyadari ada yang tidak beres. Napas Emmeline terlalu dangkal dan tertahan, tidak ritmis seperti orang yang benar-benar tertidur. Dan ketika ibu jarinya tidak sengaja menyentuh sudut mata Emmeline, dia merasakan sisa kebasahan yang dingin. Sudut mata istrinya basah oleh air mata yang baru saja mengering.

Kyle tidak bisa membiarkan ini. Sesuatu yang buruk telah terjadi selama dia berada di barak.

"Kenapa, Sayang? Anak-anak mengganggu tidurmu, hm?" suara bariton Kyle mengalun rendah, sangat lembut dan sarat akan kekhawatiran yang tulus di dekat telinga Emmeline. Kyle menggeser tubuh, merebahkan diri di samping Emmeline dan memeluk tubuh ramping itu dari belakang.

"Apa mereka rewel hari ini? Mereka membuat Mommy lelah? Katakan padaku, Sayang... demi Tuhan, aku tidak kuat melihatmu seperti ini."

Emmeline tetap bergeming. Dia mengatupkan bibirnya rapat-rapat, menolak untuk membuka mata ataupun memberikan respons terkecil sekalipun.

"Mau aku pijat? Hm? Bagian mana yang pegal?" tanya Kyle lagi berturut-turut, tangannya mulai memijat lembut bahu Emmeline yang terasa sangat tegang di bawah dekapannya.

Keheningan Emmeline yang sedingin es mulai membuat dada bidang Kyle bergemuruh oleh rasa cemas yang menggila. Dia menarik napas dalam, mempererat pelukannya di pinggang Emmeline, lalu berbisik lagi dengan nada memohon.

"Sayang... jangan diamkan aku seperti ini, kumohon. Jangan banyak pikiran, Sayang... kasihan anak-anak di dalam sini kalau Mommy mereka sedang memikirkan sesuatu yang berat," ucap Kyle, mencoba mencairkan suasana dengan nada bercanda yang lembut sembari mencium tengkuk Emmeline.

"Kau mau anak kita sakit di dalam rahimmu, hm? Dia bisa ikut merasakan kesedihanmu dan sakit di dalam perutmu. Kalau mereka sakit, bagaimana?"

Mendengar kalimat "anak kita" dan perhatian Kyle yang terasa begitu palsu di telinganya saat ini, pertahanan Emmeline pecah. Kebencian dan rasa sesak yang dia tahan sejak sore meluap ke permukaan.

"Kalau pun mereka sakit..." Emmeline membuka suaranya. Suara itu tidak lagi manis, melainkan terdengar sangat dingin, datar, dan tajam seperti mata pisau bedah yang siap merobek dada Kyle. "...bukankah masih ada anakmu yang lain untuk kau ajak bermain, Tuan Stone?"

Deg.

Tubuh masif Kyle seketika membeku di atas ranjang. Elusan tangannya di perut Emmeline terhenti seketika. Sepasang manik mata kelam sang Alpha melebar di dalam kegelapan kamar. "A-apa maksudmu, Sayang?"

Emmeline mendadak membalikkan tubuhnya dengan sentakan kasar, mendorong dada bidang Kyle dengan seluruh tenaga yang dia miliki hingga jarak di antara mereka tercipta. Dengan air mata yang kembali luruh deras membasahi pipinya, Emmeline berteriak penuh emosi yang meledak-ledak.

"Ceraikan aku, brengsek!!!"

Deg.

Jantung Kyle Stone rasanya ingin copot dari rongga dadanya saat itu juga. Kata "cerai" yang keluar dari mulut wanita yang paling dipujanya terasa lebih mematikan daripada peluru kaliber terbesar yang pernah menembus dagingnya. Wajah tampan pria itu memucat seketika.

"Sayang... jangan seperti ini. Tenanglah, kau tahu sendiri kan kalau kau sedang hamil muda?" Namun, bukannya membalas dengan kemarahan Alpha-nya, Kyle justru menekan egonya dalam-dalam. Dia kembali mengulurkan tangannya, mencoba mengelus perut Emmeline dengan sisa-sisa ketenangan yang dia paksakan.

Pria itu memandang Emmeline penuh dengan cinta yang tak bersyarat, bertanya dengan suara yang bergetar tipis. "Kenapa, Sayang? Hm? Apa kau bosan berada di kastel ini?"

"Mau jalan-jalan lagi? Aku akan membawamu ke mana pun yang kau mau sekarang juga, Emme."

"Berhenti membual, Kyle! Aku benci senyummu yang menyebalkan itu!" bentak Emmeline, menepis kasar tangan Kyle dari perutnya.

Dia duduk tegak di atas ranjang, menatap suaminya dengan pandangan mata yang dipenuhi kemurkaan. "Katakan padaku sekarang juga, sebelum kau bertemu denganku... berapa banyak wanita yang sudah kau ajak ke atas ranjangmu, brengsek?!"

Deg.

Bagai dihantam palu godam tepat di pelipisnya, Kyle Stone menegang sempurna. Seluruh sistem pertahanannya taktisnya lumpuh seketika oleh pertanyaan tak terduga itu.

Dia terdiam, menatap istrinya dengan tatapan kosong selama dua detik penuh, mencoba mencerna dari mana arah badai ini bermula.

"A-apa ini, Sayang? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Kyle dengan suara yang mendadak serak.

Emmeline mengulas sebuah senyuman miring yang teramat getir, tawa hambar yang menyakitkan lolos dari bibirnya. "Katakan saja padaku! Berapa wanita yang kau ajak ke tempat tidurmu sebelum bertemu denganku?! Oh, aku teringat sekarang... pantas saja saat pertama kali kita melakukannya enam tahun lalu, kau begitu lihai di atasku! Kau melakukannya berkali-kali denganku malam itu, dan anehnya kau bahkan tidak meninggalkan benihmu sama sekali di rahimku! Aku juga teringat bagaimana kau begitu lihai mengimbangi tubuhku yang saat itu penuh dengan pengaruh obat kimia!"

Emmeline mencengkeram sprei sutra di bawahnya dengan erat, berteriak histeris menembus keheningan malam. "Katakan padaku yang sebenarnya, Kingdom Kyle Stone!!!"

Melihat istrinya yang sudah berada di puncak histeria dan kepedihan yang nyata, Kyle tidak bisa lagi mengelak. Pria itu menundukkan kepalanya yang dipenuhi rambut hitam pendek, menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab dengan suara parau yang penuh rasa penyesalan.

"Maafkan aku... Sebelum bertemu dirimu enam tahun lalu, aku memang... sudah tidak perjaka lagi, Emme. Aku minta maaf, Sayang," Kyle, mengakui masa lalu biologisnya sebagai seorang pria dewasa.

Emmeline tertegun. Pengakuan itu terasa seperti seember air es yang disiramkan tepat ke atas kepalanya. Air mata yang sejak tadi dia tahan sekuat tenaga akhirnya luruh dalam aliran yang semakin deras, membasahi gaun tidurnya.

"Benarkah...?" tanya Emmeline dengan suara yang mendadak melemah, dipenuhi oleh rasa kecewa yang luar biasa besar.

Kyle mengangguk pelan, menatap istrinya dengan tatapan bersalah yang teramat dalam. "Maafkan aku, Sayang. Demi Tuhan, aku tidak bermaksud menutupi hal ini darimu. Itu terjadi jauh sebelum aku tahu bahwa kau ada di dunia ini."

Emmeline, yang saat ini pikirannya sudah dipenuhi oleh hormon kehamilan dan racun yang disebarkan oleh Ambaiella, mendadak tertawa sumbang.

Dia tidak bisa membayangkan bahwa anak-anak yang ada di dalam kandungan yang bahkan belum melihat indahnya dunia ini, ternyata sudah memiliki saudara tiri di luar sana. Anaknya harus berbagi kasih sayang seorang Daddy sejak masih berbentuk janin.

"Konyol... apa-apaan ini?! Ini benar-benar tidak adil, Tuhan!!!" teriak Emmeline histeris, memukuli bantal di sampingnya untuk meluapkan rasa sesak yang mencekik dadanya.

Melihat respons istrinya yang dirasa sangat berlebihan dan tidak biasa—bahkan untuk ukuran mengetahui bahwa suaminya tidak perjaka lagi sebelum menikah—Kyle terkejut setengah mati.

Insting CIA-nya langsung berputar cepat. Ada kesalahpahaman yang sangat besar dan berbahaya di dalam otak Emmeline saat ini.

"Sayang... kau ingin aku jujur, kan? Aku sudah jujur padamu," Kyle merangkak mendekat, mencoba memegang kedua bahu Emmeline yang berguncang karena tangis.

"Demi Tuhan, aku bahkan menyesal telah melakukannya dulu, Sayang. Tapi saat itu aku adalah seorang pria dewasa, berumur dua puluh empat tahun saat pertama kali tidur bersamamu. Bagaimana mungkin aku bisa menahan rasa penasaran biologisku selama masa-masa muda di militer sebelum bertemu denganmu?"

Dengan cepat, Emmeline mendongak, menepis tangan Kyle dan menatap suaminya dengan kilat mata maut yang siap membunuh. "Lalu di mana anakmu sekarang, K?!"

Kyle mengernyitkan dahinya dalam-dalam. Kebingungan total seketika merebak di wajah tampannya. "Anak? Anak siapa, Sayang?"

"Anakmu, brengsek!!!" teriak Emmeline tepat di depan wajah Kyle, suaranya sampai serak karena emosi. "Katakan padaku di mana anak hasil hubungan masa lalumu itu sekarang?! Di mana dia berada?!"

Kyle tertegun, menatap Emmeline dengan ekspresi kaku yang sulit diartikan selama beberapa saat. Sial, apakah Emmeline sedang membahas "hal" itu?

"Sayang... apa... apa benar-benar harus kujawab pertanyaan itu?" tanya Kyle dengan suara yang parau, tampak ragu dan dipenuhi gurat rasa bersalah yang semakin kental di wajahnya.

Emmeline menatapnya dengan pandangan maut yang menusuk. "Ya! Aku perlu tahu di mana anakmu berada sekarang juga, Kyle!"

Kyle menghela napas berat, menundukkan pandangannya ke arah lantai marmer, lalu menjawab dengan nada suara yang teramat bersalah dan lirih. "Mereka... berakhir di kamar mandi, Sayang. Maafkan aku."

Mendengar jawaban itu, Emmeline justru semakin murka. Di dalam benak dokternya, kata "berakhir di kamar mandi" diartikan sebagai tindakan aborsi yang kejam dan menjijikkan yang dilakukan Kyle bersama kekasih masa lalunya.

"Kau... kau benar-benar kejam, Kyle Stone!" tangis Emmeline pecah semakin histeris, menunjuk dada Kyle dengan jari bergetar. "Kalian menggugurkannya begitu saja?! Oh, sialan! Di saat orang lain di luar sana mati-matian membutuhkan seorang anak, kau dan kekasih masa lalumu itu justru membuang mereka hingga berakhir di kamar mandi?! Kau benar-benar pria brengsek yang keji!!!"

Mendengar kata "menggugurkan" dan "kekasih", Kyle Stone seketika melotot. Kebingungan di dalam otaknya mendadak pecah, berganti dengan kesadaran akan kesalahpahaman kosmik yang luar biasa konyol yang baru saja terjadi di antara mereka.

"Tunggu, tunggu sebentar, Sayang! Aku benar-benar tidak mengerti," potong Kyle dengan cepat, menahan kedua tangan Emmeline yang hendak memukulnya lagi.

"Kekasih apa? Gugur? Siapa yang menggugurkan kandungan?!"

Kyle menarik napas dalam-dalam, menahan tawa baritonnya yang hampir meledak melihat wajah murka istrinya yang ternyata telah salah paham sejauh ini. Pria itu memajukan wajahnya, menatap Emmeline dengan tatapan geli yang teramat seksi.

"Tentu saja 'anak-anak' itu akan berakhir di kamar mandi, Sayang..." bisik Kyle dengan suara baritonnya yang berat, menekan setiap kata dengan senyuman smirk yang menyebalkan. "...karena sebelum aku bertemu denganmu dan merenovasi hidupku, aku sangat sering melakukan 'pelepasan' itu menggunakan tanganku sendiri saat sedang mandi di dalam kamar mandi barak militer."

Deg.

Emmeline seketika membeku. Mulutnya yang semula terbuka untuk memaki lagi mendadak terkunci rapat. Air mata yang menggantung di bulu mata indahnya berhenti menetes.

"Apa...?" bisik Emmeline dengan wajah bodoh yang luar biasa syok.

1
Agus Tina
Iya thor jangan buat ketiga pangeran kembar itu berpasangan sama wabita biasa, bukan kalangan dari mereka. Buat mereka apt daddynya yg bisa berpasangan dgn wanita hebat swperri mommy mereka
Zahra Alifia Hidayat
love my kaelix😍😍😍😍
Zahra Alifia Hidayat
pangeran bungsu kak😍😍😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Sholikhah Sholikhah
penasaran dgn mantannya emmelin 🤔
Ros 🍂: mantan suaminya Sudah berakhir ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
Ros 🍂: Hihihi author mah ngikut alur Reader saja 🤭🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
Ros 🍂: haha mommy perlu dikasih tau kak🤭🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!