NovelToon NovelToon
TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:964
Nilai: 5
Nama Author: Aynaaa12

Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.

Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.

Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.

Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 35

Ting

Bunyi notifikasi memecah keheningan. Sang istri membuka ponselnya.

“Pah, nanti mampir ya di toserba dekat kompleks.” Kata sang istri lembut.

“Mama mau beli sesuatu?” Tanya tuan Marvelle.

“Biasa beli cemilan anak-anak. Mereka lagi pengen katanya.” Jawab sang istri.

“CKCK kebiasaan bangat!” Ujar tuan Marvelle pelan.

“Papa kayak nggak pernah remaja saja.” Ujar istrinya tertawa.

“Nanti langsung borong saja Mah, biar besoknya gak minta mulu.” Canda Tuan Marvelle.

Istri tuan Marvelle hanya tersenyum mendengar itu.

...****************...

Tak lama kemudian, mobil berbelok menuju sebuah minimarket yang masih buka. Lampunya terang di tengah jalan yang mulai sepi.

Mereka turun dan memilih beberapa cemilan yang mereka tahu pasti bakal disukai oleh kedua putrinya.

Udara malam terasa dingin.

Saat selesai membayar, mereka langsung keluar menuju mobil yang diparkirkan tak jauh dari sana. Tuan Marvelle membukakan pintu penumpang depan. Ia memperlakukan istrinya dengan lembut. Tuan Marvelle menutup pintu itu dengan hati-hati, lalu berbalik, memutar ke sisi kemudi. Kunci sudah berada di tangannya. Ia baru saja menunduk, setengah badannya sudah masuk ke dalam mobil, ketika bayangan dua pria berbadan lumayan besar muncul dari balik pilar parkir.

Cepat, kejadiannya begitu cepat.

BUGH!

Sebuah balok kayu sebesar lngan menghantam punggung tuan Marvelle. Tulangnya serasa retak. Napasnya tercekat. Tubuhnya terhuyung ke depan, dahinya membentur setir hingga klakson mobil melengking memecah pelataran.

“Tolong! Rampok!” Jeritan Nyonya Marvelle meledak dari dalam mobil. Ia meronta membuka pintu, tapi belum sempat karena ditahan oleh salah satu orang yang berbadan gemuk.

Sementara tuan Marvelle tidak pingsan. 43 tahun hidupnya tidak dihabiskan hanya untuk tunduk. Dengan raungan dan menahan rasa sakit di bahunya, ia berbalik, menyambar pergelangan si kurus. Balok kayu itu jatuh menggelinding.

Si gemuk tak buang waktu. Ia menerjang dengan pisaunya. Tuan Marvelle mengelak, tangannya mencoba menahan lengan si gemuk, namun salah satu dari mereka bangkit. Terjadilah perkelahian dua lawan satu.

“PAPA!” Teriak nyonya Marvelle berhasil membuka pintu.

Namun salah satu dari mereka yang memang tugasnya memantau keadaan, tiba-tiba membekap mulut nyonya Marvelle. Menyeretnya menjauh dari mobil. Tangan satunya menahan kedua tangan perempuan itu.

“Mmmp! Mmph!” Nyonya Marvelle meronta. Matanya melotot melihat suaminya bergulat. Pria dengan masker itu berbisik di telinganya dingin. “Diam kalau tidak mau dia mati lebih cepat.” Sambil matanya terus memantau sekitar, memastikan tidak ada yang melihat kejadian itu.

Di depan kap mobil, tuan Marvelle berhasil membanting si kurus ke aspal. Tapi yang satunya lebih licik. Saat Tuan Marvelle lengah, ia menusuk dengan sebilah pisau tajam.

JLEB!

Pisau tajam itu masuk ke perut kiri Tuan Marvelle. Napasnya tersengat. Darah langsung merembes di kemeja putih dan jas hitam yang ia kenakan.

Tapi Tuan Marvelle masih berdiri. Matanya mencari istrinya—dan melihat sang istri yang dibekap oleh salah satunya, air mata mengalir di pipi wanita itu.

Karena masih hendak melawan sekali lagi pria gemuk itu kembali menusuk perut tuan Marvelle.

JLEB!

Tusukan kedua. Di ulu hati dan jelas Lebih dalam.

Tubuh Tuan Marvelle kaku sesaat. Lalu lututnya menyerah. Ia jatuh berlutut, lalu ambruk menyamping di aspal. Darah mengalir di atas air sisa hujan tadi sore .

“Udah! Cabut!” si Tinggi memberi perintah, melepas bekapan dari mulut Nyonya Marvelle dan mendorongnya hingga jatuh terduduk di aspal.

Si Gemuk membuang pisaunya dan melompati tubuh Tuan Marvelle. Si Kurus sudah lebih dulu masuk ke kursi belakang. Mesin sedan hitam itu menggerung.

Di dalam Toserba, Dika, kasir shift malam, gemetar di balik etalase sambil mencet 119. “Halo! Polisi! Toserba Harapan! Ada penusukan, tiga orang! Pakai masker! Bawa kabur mobil! Korbannya udah banyak darah, Pak! Cepat!”

Tapi ‘cepat’ tidak pernah cukup.

Mobil itu melesat mundur, bannya memercikkan air bercampur darah. Lalu menghilang di tikungan, membawa kabur mobil dan barang-barang berharga lainnya.

Yang tertinggal hanya deru mesin yang menjauh, bau karet terbakar, dan lolongan seorang istri.

Nyonya Marvelle merangkak. Lututnya robek kena aspal, tapi ia tidak peduli. Ia meraih kepala suaminya, dipangkunya. Kemeja putih itu berubah menjadi warna merah.

“Pah... Bangun Pah.” suaranya habis. “Bangun, Pah.. Anak-anak tungguin di rumah...”

Darah Tuan Marvelle terus mengalir, melebar di pelataran.

“TOLOOONG!” Nyonya Marvelle menjerit ke arah ruko yang satu-satu mulai membuka pintu. “SUAMI SAYAAA!”

Sirine polisi baru membelah malam lima belas menit kemudian. Terlambat. Sangat terlambat.

Karena di pelataran Toserba, Tuan Marvelle, empat puluh tiga tahun, sudah tergeletak dengan dua luka tusuk di perutnya. Tiga lelaki bermasker hitam telah pergi. Dan Nyonya Marvelle memeluk tubuh yang makin dingin, dengan jerit histeris yang malam itu menempel di aspal, bersama darah dan hujan.

...****************...

1
EvhaLynn
Wah Semangat Author😉
Aksara Langit
Bagus bangat Thor Alurnya. Tapi kenapa Papa Allyssa meninggal secepat itu😭😭😭
Aynaaa12: Namanya juga takdir🫠
total 1 replies
Aksara Langit
Lanjut Thor😍
Aynaaa12: Lanjut bbesok Ya🤭
total 1 replies
Ainul Ayn
Karyanya bagus bangat Thor. Jangan lupa Up terus ya/Drool/
Aynaaa12: Eh makasi Ya🙏 Jangan kupa Pantengin terus🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!