NovelToon NovelToon
Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.

Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.

Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.

Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.

Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33.

Tiga jam kemudian.

Jack tidak menemukan Esther di kamar, setelah ia selesai berbicara dengan Nick.

Ia pun mencarinya ke kamar bayi kembarnya, dan menemukan Esther di sana telah tertidur di sofa kamar.

Jack memandang Esther dengan perasaan campur aduk, yang membuat hatinya terasa tidak nyaman.

Sepertinya Esther menjaga jarak darinya, dan hanya ingin memperdulikan bayi kembar mereka saja.

Dengan pelan, agar tidak membangunkan Esther, perlahan Jack mengangkat tubuh Esther.

Membawa Esther ke kamar, dan membaringkannya ke atas tempat tidur dengan lembut.

"Apa yang harus kukatakan padamu agar kamu yakin, kalau aku tidak memiliki hubungan dengan perempuan itu?" dengan lembut Jack menyentuh pipi Esther.

Ia perlahan menghela nafas, lalu membaringkan tubuhnya di samping Esther, dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.

Sementara itu di rumah sakit, bangsal Vera setelah melahirkan.

"Bodoh! kamu itu benar-benar bodoh!!!" sentak Edison kepada Melda dengan suara yang begitu kencang.

Melda menundukkan kepalanya dengan dalam, ia tidak berani memandang Ayahnya yang sedang marah.

"Kita sudah merencanakannya dengan baik, agar Adriana tidur dengan Jack, dan membuktikan kalau Jack itu mandul! kamu dengan tidak sabaran memanggil semua orang, sebelum Jack tidur dengan Adriana!!!"

Emosi Edison semakin kencang, sampai urat lehernya terlihat menonjol, serta raut wajahnya begitu memerah.

"A.. aku sudah mendengar suara aneh dari dalam kamar, jadi aku pikir kak Jack sudah melakukan sesuatu kepada kak Adriana, setelah pengaruh obatnya bereaksi pada kak Jack!!" jawab Melda.

"Seharusnya kamu pastikan lebih teliti, jangan membuat keributan yang tidak menghasilkan apa pun!!" Williams ikut memarahi Melda.

"Seharusnya tidak seperti itu, kan? kenapa sepupumu bisa kesakitan saat pengaruh obat itu bereaksi pada tubuhnya, sampai hidungnya mengeluarkan darah?!"

Vera yang sedari tadi diam saja, menanyakan rasa penasarannya dengan keadaan Jack, yang sangat jauh berbeda saat tidur dengan Esther.

"Jack menderita penyakit hidung, sejak ia mengalami kecelakaan di usia enam belas tahun!" jawab Williams.

"Hah? kenapa tidak kamu kasih tahu sedari awal, kalau sepupumu itu memiliki penyakit hidung?!"

Akhirnya Vera pun mengetahui, kenapa waktu itu Jack mendorongnya dengan kasar.

Ternyata Jack tidak tahan dengan aroma tubuh wanita, yang tidak dapat dihirup oleh penciuman sepupu Williams tersebut.

Tapi dengan aroma tubuh Esther, penciuman Jack tidak mengalami sakit sama sekali.

Ternyata seperti begitu rupanya! bisik hati Vera semakin mengerti, kenapa Jack bisa dekat dengan Esther.

"Apakah kak Adriana mengetahui Jack menderita penyakit indra penciuman?" tanya Vera memandang keluarga Edison satu persatu.

"Sepertinya belum!" jawab Melda.

"Seharusnya diberitahu sebelumnya, agar kak Andriana bisa dekat dengan Jack!"

"Tapi, itu kan sama saja, kalau Jack tetap tidak dapat dekat dengan Adriana!!" Williams merasa tidak mengerti dengan maksud Vera.

"Aku akan bertemu dengan Esther, dan mencari tahu parfum apa yang dia pakai selama ini, dan Adriana dapat membeli merk parfum itu, lalu memakainya untuk mendekati Jack!!" Vera tersenyum senang menyampaikan idenya.

Semua terlihat senang mendengar apa yang dikatakan Vera.

"Benar! kenapa kita tidak terpikir sampai ke sana?!" Williams terlihat begitu senang sekali.

"Dan, kalau ide itu tidak berhasil juga, aku punya ide lainnya!" kata Vera lagi dengan penuh semangat.

"Apa idemu yang lainnya?" tanya Williams tidak sabaran.

"Kemarilah!"

Esther memberi kode tangan, agar mereka mendekat padanya, lalu membisikkan apa yang akan mereka lakukan.

Raut wajah semuanya terlihat begitu senang mendengar ide Vera.

"Kenapa kita tidak terpikir ke sana tadinya?" Edison sampai tertawa kecil merasa begitu senang.

Sudut bibir Vera menyunggingkan senyuman, menyiratkan rasa puas dalam hatinya, memikirkan bagaimana Esther akhirnya akan dibuang keluarga Sebastian.

Esther, kamu tidak akan pernah dapat menyaingi aku! kamu itu hanyalah yatim piatu tanpa pendukung sama sekali! bagaimana mungkin kamu bisa mengungguli ku! bisik hati Vera semakin menyunggingkan senyuman puasnya.

Esoknya.

Saat Esther bangun tidur, ia merasa heran bisa berada di dalam kamar Jack.

Ia tidak perlu menebak lagi, siapa yang membawanya ke kamar Jack, kalau bukan si empunya kamar itu sendiri.

Sebelum ia turun sarapan, setelah membersihkan diri, dan berpakaian rapi untuk pergi kuliah, ia menyempatkan diri melihat keempat bayinya.

Melihat si kembar masih tidur, ia mencium kening keempat bayinya, lalu turun untuk sarapan pagi.

Di meja makan telah menunggu Jack yang tengah sarapan, dan segera berdiri dari duduknya melihat Esther melangkah ke meja makan.

Jack menarik kursi makan untuk Esther, "Sarapannya baru saja dibuat Bibi koki, makanlah!"

Jack mendekatkan piring sarapan Esther, dan gelas susu hangat tepat ke depan Esther di atas meja.

"Terimakasih" ucap Esther pelan.

"Kenapa suaramu terdengar pelan? apakah kamu sudah begitu lapar?" tanya Jack bercanda sembari tersenyum.

Esther tidak menjawab, ia meraih gelas susunya, dan menyesapnya perlahan.

Jack tetap memperlihatkan senyumannya, memandang Esther yang terlihat kembali canggung padanya.

Saat mereka sampai di depan kampus Esther, sikap canggung Esther masih juga terlihat.

Jack meraih tangan Esther saat tangan Esther hendak membuka pintu mobil, "Kenapa kamu diam saja, tidak mengatakan apa pun padaku?"

Esther seketika bingung hendak mengatakan apa untuk menjawab Jack.

Mengingat postingan pada media sosial tadi malam, ia merasa seperti gadis ketiga diantara hubungan Jack dan Adriana.

"Akh!!"

Mata Esther membulat, tubuhnya membentur tubuh Jack dengan sekali tarik.

"Kamu marah padaku, ya?"

"Tidak!"

"Jadi, kenapa kamu diam saja sedari tadi malam? kamu jelas sekali menjaga jarak padaku! aku dan Adriana tidak memiliki hubungan apa pun! sedari dulu aku hanya berteman saja dengannya!"

Jack menjelaskan tentang kedekatannya dengan Adriana, kalau ia sama sekali tidak berpacaran dengan Adriana.

Esther mengedipkan matanya, mendengar penjelasan Jack.

Esther tidak tahu hendak menjawab apa dengan penjelasan Jack, apakah ia senang, atau merasa bersyukur mendengar penjelasan Jack?

Ia merasa nyaman tinggal dengan keluarga Sebastian, yang begitu baik padanya, dan memperdulikan keadaannya yang tertindas.

Keluarga Sebastian cerminan keluarga yang ia dambakan, tapi ia dan Jack menikah hanya karena benih ahli waris Sebastian yang ia lahirkan.

Mungkin suatu saat mereka pasti akan berpisah, karena tidak saling mencintai.

"Oh, i.. iya! aku mengerti! apa aku sudah boleh turun?" tanya Esther mencoba melepaskan diri.

"Turun begitu saja?"

"Iya, tentu saja! bukankah aku harus kuliah?"

"Sebelum turun... !" Jack menunjuk pipinya.

Kening Esther mengerut, dan ia pun mengerti apa yang diinginkan Jack.

Ia pun mendekatkan wajahnya untuk mencium pipi Jack.

Cup!

Seperti biasa Jack selalu membuat gerakan reflek memutar wajahnya, dan Esther bukannya mengecup pipi Jack, tapi mencium bibir Jack.

Jack tersenyum senang, akhirnya Esther menciumnya.

Sementara Esther, ia merasa dipermainkan Jack, hanya bisa melototkan matanya memandang Jack.

Bersambung........

1
vania larasati
lanjut
partini
Jack dah tau harusnya antisipasi lah aduhhh bikin gumussss aja sih kamu CEO 1/2 ons🤦🤦🤦
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
💝F&N💝
esther, kau harus mempertahankan jack. jack itu sudah bucin sama kamu. kamu jangan merasa rendah. jack sangan mencintai kamu. kau harus tau itu
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
vania larasati
lanjut
partini
aaihhhh ini mah si Jack nya aja nya yg goblok udah tau Kunti bogel
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Endang Sulistiyowati
bukannya Jack ga bisa berdekatan sama perempuan, karna hidungnya yg sensitif?
partini
ini Jack yg lolos bodoh lemot bin bodoh aihhh kenapa CEO ogeb semua
partini: dua" mah itu kalau belum di ucapkan belum sah kata cinta
total 4 replies
partini
hemm pasti bikin masalah,, insting suami biasanya rada" kalau udah kena baru reaksi
Mineaa
hadeech.....melda....melda.....
cari penyakit aja kamu.....😡
partini
masa Tidak saling mencintai belum nyadar aja kalian berdua ,,wihhhh tahan sekali ga di sentuh Ampe lahiran
Reni Anjarwani
lanjut thor
Anita Rahayu
karma itu namanya buat anaknya kena autisme biar di buang sama keluarga william😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Anita Rahayu
Ayo dong cepet buat si verot di siksa di hotel prodeo karna udah mau bhnuh ester😠😠😠😠😠🙏🙏🙏🙏
partini
kasih bodyguard bayangan dong Mr Jack biar istri mu mana, Secara banyak ygbga suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!