NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:809
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Kanaya menata barang dagangannya dengan rapi, 2 hari kemarin ia tak jualan. Penyakit ibunya mendadak kambuh, 2 hari ia menemani ibunya dirumah sakit.

Aksara adiklaki-lakinya sibuk dengan bengkelnya yang mulai berkembang, sementara adik bungsunya ayunda yang kuliah di kota kabupaten, sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri untuk ujian semester.

Hanya dirinya yang memiliki waktu luang untuk menemani ibunya di rumah sakit, syukurnya penyakit ibunya tidak begitu parah.

Dokter menyarankan beliau untuk lebih banyak istirahat, dan mengurangi kerja berat. Dan kanaya sangat menyetujui saran dokter tersebut, ibunya sudah begitu lelah membesarkan mereka bertiga sendirian, kini tugas itu sudah bisa ia ambil alih dari pundak ibunya.

Kanaya cukup capek meminta ibunya untuk tidak lagi memikirkan kehidupan anak-anaknya. Tapi yah, namanya seorang ibu tidak akan pernah berhenti memikirkan hidup anak-anaknya selama hidup.

Perceraian kanaya sempat membuat ibu dan adik-adiknya sedih, namun kanaya memastikan kepada keluarganya bahwa ia tidak kenapa-kenapa.

 Walau sebenarnya, jujur kanaya sangat merindukan kala. tak ada hari tanpa kanaya tidak ingat dan tidak merindukan pria itu.

Benar ia tak berharap apapun lagi,

Benar ia tak lagi mengharapkan kala akan datang mencarinya kemari, walau harapan itu sempat hadir di awal-awal ia pulang ke kampungnya.

Tapi logika kanaya mengatakan siapa dirinya, hingga pria itu harus mencarinya. Logikanya menyadarkan dirinya untuk tidak memiliki harapan yang tidak akan mungkin terjadi, hidup mereka yang bagaikan langit dan bumi menyadarkan kanaya ke dalam realita dan kenyataan.

Kala, pria itu memiliki syafira disisinya. Wanita cantik yang sangat mencintainya, sementara ia hanyalah seorang gadis miskin yang sempat menjadi istri palsu untuk pria itu.

Dari sudut manapun dilihat, kanaya sangat tak layak untuk bersanding dengan kala. Namun jujur kanaya tak mampu menampik rasa ini, rasa rindu ini masih sering hadir didalam malam-malamnya.

 Tiada hari tanpa rasa rindu yang membelenggu hatinya, di setiap malamnya di setiap malam ketika kanaya akan tidur, rindu itu selalu menyeruak, menggelepar sendu di sudut hatinya, memaksa kanaya untuk menangis.

 Menangisi rindunya yang tak berbalas, menangisi hatinya yang nelangsa, bantal yang menjadi saksi bagaimana setiap malam, air matanya membasahi bantal itu.

"naya..nduk, tolong ibu, ambilin minum ibu"

panggilan ibunya menyadarkan kanaya dari lamunannya.

Kanaya melangkah masuk kekamar ibunya, mendudukkan ibu dan meletakkan air minum ketangan ibunya yang menatap sendu ke arahnya.

"Ibu ingin makan, atau ingin sesuatu, biar naya masakin?"

Ibunya menggeleng sendu, mengulurkan gelasnya pada kanaya.

"Ibu lelah nduk...ibu benar-benar merasa bersalah kepadamu dan adik-adikmu, betapa penyakit ibu ini, sangat tak tahu diri"

"Ibu..kenapa ibu ngomong seperti itu?"

Kanaya menatap sedih kearah ibunya, hatinya teriris melihat semangat hidup ibunya meredup.

"naya dan adik-adik, tidak keberatan sama sekali buk.., bagi kami ibu adalah segalanya"

Buk risma menggeleng sedih, hatinya iba menatap anak sulungnya itu.

"Kamu yang paling banyak berkorban di keluarga kita nduk, dan itu yang membuat ibu begitu nelangsa dan merasa tak berguna"

"Ibu.." potong kanaya cepat, mengenggam jemari ibunya yang kurus.

"Naya tak pernah merasa terpaksa, itu emang sudah kewajiban naya buk."

"Kamu emang anak baik nduk, tapi ibu merasa bersalah, perasaan ibu mengatakan, suami kamu menceraikanmu karena kami membebani hidupmu"

"Tidak ibu...tidak" geleng kanaya cepat, hatinya mencelos sedih. Ingin rasanya ia menjelaskan pernikahan bagaimana yang ia jalani, tapi ia takut malah akan semakin membebani pikiran ibunya.

"Ibu jangan berpikir terlalu jauh yah, yang pasti pria itu tidak seperti itu buk"

Ibunya menatap putri sulungnya itu dengan tatapan penuh tanya, ada nada cinta dalam pembelaan kanaya untuk pria itu.

Lantas mengapa anaknya bercerai, ibu risma masih penasaran. alasan yang diberikan kanaya mengapa mereka bercerai sangat tak masuk akal, ibu risma yakin, anak gadisnya itu masih menutupi alasan sebenarnya, ibu risma sangat yakin akan hal itu.

"Naya.., " panggilan ibunya membuat kanaya menengadah, menatap sepasang mata sayu yang kelihatan sangat kelelahan.

"Ya bu.."

"Sudah 2 bulan sejak kamu bercerai nduk, apakah kamu mau menerima lamaran dari pria lain?"

Mata kanaya membelalak kaget, terperangah menatap ibunya.

"Apa maksud ibu?"

"Kamu tahu dokter yang merawat ibu nduk? dokter zayyan, dia menanyakanmu pada ibu, tapi ibu belum menjawabnya,

Ia memang duda, punya anak 1, tapi orangnya baik nduk"

"Ibu.." potong kanaya cepat, menghentikan ucapan ibunya.

"Naya baru 2 bulan bercerai ibu, naya belum berpikir untuk menikah lagi, naya mohon jangan bahas hal ini, naya belum mau" tatapnya sendu menatap ibunya dengan penuh permohonan.

Ibunya menghela nafasnya keras, hatinya semakin yakin kalau putrinya masih memikirkan pria itu—mantan bos sekaligus mantan suaminya.

"Baiklah nduk...terserah kamu saja, ibu hanya menyampaikan pesan dokter zayyan padamu nduk, ini hidup kamu, ibu hanya bisa berdoa untuk kamu" Elus ibu risma lembut ke kepala kanaya yang duduk bersimpuh di sisinya.

Kanaya meninggalkan ibunya dikamar, setelah memastikan kenyamanan ibunya, ia beranjak menuju ke depan.

Ke warung kecil miliknya yang menyediakan beragam camilan, kanaya membuka warung kecil-kecilan, menyediakan seblak dan camilan lain.

Kebetulan di depan rumah kanaya ada kompleks persekolahan, jadi target pasarnya adalah, anak-anak sekolah yang mencari jajanan.

Sementara bengkel aksara pindah ke daerah yang lebih ramai, dan keputusan adiknya itu cukup berdampak baik untuk usahanya, perlahan namun pasti usaha adiknya mulai membaik.

Kanaya memandang lalu lalang kendaraan di depan rumahnya, matanya menatap begitu jauh, pikirannya melayang.

Ucapan ibunya tadi cukup menganggu pikirannya, tawaran dokter yang merawat ibunya itu sebenarnya cukup membuat hati kanaya goyah.

Bukan karena kanaya wanita yang gampang jatuh cinta, sempat terpikir dihatinya jika ia menerima lamaran itu, tentu perawatan ibunya akan lebih mudah dan ringan baginya.

Tapi entah mengapa, ketika ibunya tadi menyampaikan berita itu, sekelebat bayangan kala menyelinap kedalam benaknya.

Hatinya memberontak dan menolak, ia masih mencintai kala. Rindu yang setiap malam menghajarnya tak mengijinkannya sama sekali untuk berpaling dari pria itu.

Kenapa cinta ini begitu sakit, kenapa rindu ini begitu menyiksa, kania meringis sedih. Denyutan di jantungnya berdebar lebih kencang, ketika kanaya menyebut dan mengingat nama itu, denyutan itu masih saja indah.

Denyutan itu masih saja sakit, kanaya menyentuh dadanya, menghitung debar yang semakin berdetak di dadanya, berirama menghasilkan denyut yang sakit namun indah.

Rindunya semakin membuncah, ingin rasanya kanaya berteriak, memanggil nama itu dengan sekuat-kuatnya, kanaya meraup oksigen sebanyak-banyaknya, paru-parunya terasa sesak.

'Tuhan..aku sangat merindukannya'

'Tolong aku tuhan..'

'Aku memang hanya mampu mencintai bayangnya'

'Namun jika Engkau tak mengijinkan rindu ini berbunga, tolong aku ya tuhan..'

Bola mata kanaya berkaca-kaca, air mata menggenang di sudut matanya. Kanaya ingin teriak, namun yang dapat ia lakukan hanya terisak, menahan sesak di dada, menahan rindu yang meledak dan membuncah dalam hatinya.

Hatinya teriris pedih, menyadari betapa sia-sia cinta yang ia punya, ia meringis pilu menyadari mencintai pria yang tidak mencintainya adalah hal yang paling menyebalkan.

Kanaya merasa seperti seorang pecundang, ia membenci rindu ini, ia membenci cinta ini, tangannya menghapus air mata yang sempat jatuh ke pipinya.

Bersambung....

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!