seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Devano punya penyakit?
"Nggak mungkin,pasti tuan bercanda haha!"ucap Kayla merasa tak percaya.
"terserah kalau,nggak percaya tapi ini kenyataan Kayla!"tegas Devano dengan tersenyum.
"apa sih yang membuat anda, menikah dengan nya padahal dia gadis tak berguna?!"tanya Kayla membuat Devano kesal dengan ucapan Kayla.
"Karena dia, lebih baik dari pada kamu!"jawab Devano dengan tegas.
"jika kamu,menghina nya makan kerja sama kita batal saya tak mau bekerja sama dengan mu Kayla!"tegas Devano dengan tatapan tajam.
Devano pun pergi dari ruangan Meeting merasa begitu kesal dengan Kayla,namun mencoba bersabar nggak mau sampai emosi nya tak terkendali apalagi Kayla adalah seorang wanita..
"Benar benar,aku nggak bisa terima dia bersama gadis itu!"gumam Kayla merasa kesal.
"awas saja Alina,aku pasti akan singkirkan dirimu!"gumam Kayla dengan tersenyum licik.
"untuk saat ini,aku harus bermain cantik dulu,"ucap Kayla menghela nafas.
________________________________________
SIANG HARI KEMUDIAN..
Siang ini ada kedatangan Alina di perusahaan Devano karena sedang antar makan siang untuk sang suami,namun ternyata ada mamah Devano membuat Alina menghela nafas dirinya tak berani jika ada Mamah mertuanya itu..
"Devano,kapan sih dirimu menikah?"tanya Vania membuat Devano menghela nafas.
"Devano sudah menikah,sejak lama mah!"jawab Devano membuat Vania terkejut.
"dengan siapa Devano?"tanya Vania merasa penasaran.
"Nanti juga tau!"jawab Devano dengan santai.
Vania merasa penasaran dengan wanita yang menikah dengan putranya itu, dirinya harap dari kalangan setara karena berharap bisa menolong perusahaan suaminya yang sekarang banyak masalah akibat curang kalo bekerja..
"Yaampun.. Ada Alina,"gumam Devano sembari menatap pintu.
"Yaudah.. Mamah mau, pulang dulu nak!"pamit Vania balas Anggukan Devano.
Alina sembunyi saat mamah mertuanya pergi takut di lihat Vania dan mungkin nggak akan menyukai nya karena selalu dekat Devano, entah sampai kapan rahasia nya tak di ketahui mamah Devano..
"Syukurlah.. Mamah mertua tak melihatku,"gumam Alina menghela nafas.
"Alina!"panggil Devano melihat Alina sembunyi.
Alina pun segera keluar dari persembunyian nya kalau sampai lihat bahaya bisa kena omel atau mungkin tatapan tajam dari orang tua Devano, dirinya sudah terlanjur cinta dengan Devano rasanya berat jika memilih meninggalkan Devano.
"Aku benar benar, kurang pantas menjadi istri mu,"ucap Alina membuat Devano menghela nafas.
"kamu sangat pantas Alina, karena kamu tipe aku sebenarnya!"ucap Devano membuat Alina menatap.
"Tolong Alina, jangan berpikir ingin pergi dariku,"lirih Devano balas Anggukan Alina.
"Baiklah tuan,saya berjanji nggak akan meninggalkan kamu,"ucap Alina membuat Devano tersenyum.
Cup..
Devano mengecup kening Alina dengan penuh cinta dirinya sangat sayang Alina hingga tak mau Alina tinggal, dirinya ingin bersama Alina sampai tua itu harapan Devano untuk pernikahan nya..
"Kamu bawa apa?"tanya Devano membuat Alina tersenyum.
"ini makanan mu, untuk makan siang!"jawab Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Wahh.. Sepertinya enak, terimakasih sayang!"ucap Devano balas Anggukan Alina.
Devano pun membuka rantang nya entah apa yang Alina buat dirinya nggak tau,namun merasa terkejut Alina ternyata bawakan Sushi untuk nya mungkin biar simple aja untuk makan siang..
"Terimakasih Alina,kamu ini kreatif sayang haha!"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
"aku belum pernah lihat, dirimu tertawa seperti ini,"gumam Alina dengan tersenyum.
"Aku sangat suka, perubahan mu sekarang,"gumam Alina sembari menatap Devano.
Devano memakan makanan buatin Alina sepertinya istri jago membuat makanan sampai Sushi aja bisa,lalu suapi Alina membuat Alina terkejut tiba tiba menyuapi nya..
"ihh.. Bikin kaget, tiba tiba menyuapi aku!"celetuk Alina membuat Devano tersenyum.
"aku mau,makan bersama kamu,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Baiklah.. Kita makan bersama,tapi jangan campur hijau hijau itu!"ucap Alina balas Anggukan Devano.
"padahal lebih enak pake itu,jadi nggak amis Sayang!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Yaudah.. Tapi sedikit saja, karena pedasnya ke hidung,"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
_________________________________________
MALAM HARI KEMUDIAN..
Malam ini Devano sedang berada di rumah sakit karena dirinya sering pusing sangat pusing hingga membuat Devano sering kali lelah dengan pusing yang Devano rasakan akhir akhir ini,namun di depan Alina nggak mau lemah.
"Dokter, bagaimana kondisi saya?"tanya Devano merasa penasaran.
"anda mempunyai penyakit yang, lumayan serius!"jawab Alya sang Dokter.
"Anda sakit masalah ginjal tuan!"ucap Alya membuat Devano kaget.
Devano benar benar merasa Shock dengar Ginjal nya bermasalah saat ini,namun penyakit apa dirinya harap bukan gagal ginjal karena itu penyakit yang sangat serius Devano belum siap untuk sampai tiada karena ada Alina yang harus dirinya jaga..
"apa penyakit saya?"tanya Devano membuat Alya menatap.
"Gagal ginjal!"jawab Alya membuat Devano terkejut.
"anda jangan terlalu kecapean, yang akan membuat perburuk kesehatan anda,"ucap Alya membuat Devano ngangguk.
****
Sementara itu Alina sedang menyiapkan makanan untuk Devano karena ingin makan malam bersama hari ini,namun Devano belum sampai juga di rumah padahal ini sudah jam nya Devano pulang..
"Aku tunggu deh, siapa tau sebentar lagi pulang,"gumam Alina dengan tersenyum.
Alina mendengar suara mobil langsung berlarian pergi membuka pintu untuk Devano, karena tau pasti yang datang adalah suaminya apalagi sudah jam 10 malam,tapi ia tau Devano belum makan malam..
"Wahh.. Kamu sambut aku nih hm,"ucap Devano dengan tersenyum.
"iya aku menunggu mu, karena katanya mau makan malam,"ucap Alina balas Anggukan Devano.
"Baiklah.. Ayo kita,makan bersama sayang,"ucap Devano dengan tersenyum.
Devano sebenarnya kepikiran tentang penyakit nya ini karena lumayan serius,ia takut akan tiada dan meninggal kan Alina yang mungkin akan mengandung anak nya nanti saat satu bulan.
"Bagaimana rasanya?"tanya Alina merasa penasaran.
"Ehmm.. Nikmat sayang,aku selalu suka masakan mu dan juga dirimu hihi!"jawab Devano membuat Alina merona.
"kamu ini ya,udah jago gombal ternyata!"ucap Alina membuat Devano tersenyum.
****
Setelah beberapa menit berlalu kini mereka pun kekamar ingin istirahat, mungkin Devano ingin dengarkan nasehat Dokter yang menasehati agar tidak terlalu kecapean yang akan membuat nya nambah parah.
"Kamu nggak ada,tugas kan malam ini?"tanya Alina membuat Devano menghela nafas.
"Nggak ada, waktu ku untuk mu,"jawab Devano membuat Alina terkejut.
"Wahh.. Baru kali ini,kamu nggak mengerjakan tugas kantor di rumah biasanya sibuk,"ucap Alina dengan tersenyum.
"Aku minta maaf ya,jika jarang luang kan waktu untuk kamu!"ucap Devano merasa bersalah.
"Nggak apa kak,aku paham kok!"ucap Alina menatap Devano.
Devano pun meletakkan obat nya di laci lalu memeluk Alina merasa gemas dengan Alina karena pipi makin Cubi, Mungkin karena sejak dengan nya kini Alina sangat bahagia karena nggak ada ketakutan lagi seperti dulu..
"kamu menggemaskan sayang, seperti bakpao!"celetuk Devano dengan tersenyum.
"ihh.. Masa kayak bakpao, berarti nggak menarik,"ucap Alina membuat Devano geleng.
"Menarik dong, buktinya aku makin sayang dengan mu Alina,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"