NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

“Capek tidak, Sayang? Aku masih mau sekali lagi.”
“Kamu kuat sekali, Mas,” jawab istrinya sambil tersenyum lelah.
Tama tertawa pelan dan mencium pipi wanita itu dengan penuh kasih. Namun beberapa detik kemudian ia bertanya pelan,
“Sudah diminum pilnya?”
Senyum sang istri perlahan memudar.
“Harus terus, Mas? Aku lelah minum pil KB…”
Tama terdiam sejenak sebelum mengelus rambutnya lembut.
“Turuti saja, Sayang. Ini demi kebaikan kita.”
Istrinya tidak pernah benar-benar mengerti mengapa Tama selalu menolak memiliki anak.
Malam kembali hening saat Tama memeluknya dari belakang. bayangan masa lalu itu kembali datang.
Sebuah rahasia yang selama ini ia sembunyikan.
“Aku takut kamu meninggalkanku jika tahu siapa aku sebenarnya,” bisiknya dalam hati.
Karena jauh di masa lalu, Tama pernah melakukan sesuatu yang tidak akan pernah bisa ia lupakan.
Dan jika kebenaran itu terungkap…
yang hancur bukan hanya rahasianya.
Tetapi juga pernikahan yang selama ini ia jaga mati-matian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA MASA LALU

BAB 35

Satu minggu ketenangan ternyata hanyalah topeng yang dipasang Kevin dengan sangat rapi. Di saat Tama mulai sedikit melonggarkan urat syarafnya, Kevin justru masuk melalui celah yang paling tidak terduga.

Kehidupan sosial Alisya.

Pagi itu, Jessika berkunjung ke rumah besar Tama. Saat ia sedang menyesap teh di ruang tamu, Tama turun dari tangga dengan setelan jas navy yang pas di tubuhnya, aroma parfum maskulin yang mahal seketika memenuhi ruangan.

Jessika sampai lupa bernapas. Ia terpaku melihat bagaimana Tama mengecup kening Alisya dengan begitu protektif sebelum berangkat kerja.

"Suamimu... ternyata jauh lebih tampan aslinya dari pada di foto, Sya," bisik Jessika setelah Tama menghilang di balik pintu.

Alisya hanya tersenyum tipis.

"Dia hanya pria biasa yang sangat cerewet kalau soal keamananku, Jess."

Karena merasa bosan di dalam rumah terus-menerus, Alisya meminta izin untuk berjalan-jalan sore di taman komplek. Mengingat lokasi taman masih dalam jangkauan patroli keamanan internal komplek yang ketat, Tama akhirnya mengizinkan, meski tetap dengan pengawasan Argo dari kejauhan.

Di sana, di bawah rindangnya pohon kenari, mereka bertemu dengan seorang pria yang sedang asyik melukis di atas kanvas.

"Loh? Alvaro?" seru Jessika kaget.

Pria itu menoleh dia adalah Kevin, namun dengan identitas yang Alisya kenal sebagai Alvaro, seorang seniman yang pernah mereka temui secara singkat di sebuah galeri bulan lalu.

Alisya sama sekali tidak tahu bahwa pria yang tampak lembut dan sopan ini adalah adik tiri suaminya sendiri yang telah menghancurkan hidupnya di Swiss.

"Alisya? Jessika? Dunia memang sempit," ucap Kevin dengan senyum yang tampak begitu tulus.

Percakapan mengalir dengan sangat lancar. Kevin sangat pintar menempatkan diri. Ia berbicara tentang seni, tentang bunga, dan tentang ketenangan taman ini, hal-hal yang membuat Alisya merasa nyaman setelah berbulan-bulan dilingkupi ketakutan.

"Aku baru saja membeli rumah di blok sebelah," ujar Kevin santai sambil menunjuk ke arah deretan rumah mewah tak jauh dari sana.

"Aku butuh suasana baru untuk inspirasi melukisku. Senang rasanya tahu kalau aku punya tetangga secantik kamu,Alisya."

Alisya tertawa kecil, tidak menyadari ada kilat obsesi yang gelap di balik mata cokelat pria itu.

“kita bertetangga. Mas Tama pasti akan terkejut mendengarnya.” Kevin membatin.

Kevin menatap Alisya tanpa berkedip. Awalnya, ia mendekati Alisya hanya untuk menghancurkan Tama. Namun, melihat kelembutan dan kecantikan Alisya dari dekat, sebuah keinginan baru muncul di hatinya.

Kenapa pria kasar seperti Tama bisa memiliki wanita seanggun ini?pikir Kevin.

Niatnya kini bergeser. Ia tidak hanya ingin membuat Alisya membenci Tama, ia ingin mengambil Alisya untuk dirinya sendiri. Ia ingin melihat wajah Tama hancur saat menyadari bahwa istrinya sendiri lebih memilih pindah ke rumah ‘sang tetangga’ dari pada tinggal bersamanya.

"Sampai jumpa lagi, Alisya," ucap Kevin dengan nada suara yang rendah dan penuh rahasia saat mereka berpamitan.

“Bu?” Argo mendekat saat menyadari ada sosok asik mendekati Nyonyanya, Alisya tersenyum merespon kecemasan Argo.

“Aman Go, dia tetangga rumahku kok.”

Mendengar itu Argo membuang nafasnya.

Malamnya, Tama pulang dengan wajah lelah. Saat Alisya bercerita dengan antusias tentang tetangga baru mereka yang bernama Alvaro, Tama mendadak terhenti saat sedang membuka jam tangannya.

"Alvaro? Seorang pelukis?" tanya Tama, instingnya langsung berteriak waspada.

"Iya, Mas. Dia sangat sopan. Besok dia bahkan mengajakku dan Jessika untuk mampir melihat koleksi lukisannya," jawab Alisya polos.

Tama tidak menjawab, tapi ia langsung mengirim pesan singkat ke grup rahasia bersama Gani, Argo, Selin, dan Gery:

"Gani, cek data pembeli rumah di Blok C nomor 12. Namanya Alvaro. Lakukan sekarang atau nyawa kita semua taruhannya."

Kecurigaan Tama bukanlah tanpa alasan. Nama ‘Alvaro’ memang nama belakang keluarga ayahnya, namun bagi Alisya, nama itu hanyalah nama depan seorang pria ramah yang ia temui di taman.

Di ruang kerja yang gelap, Gani bekerja dengan kecepatan penuh. Jari-jemarinya menari di atas keyboard hingga akhirnya sebuah data akta jual beli rumah di Blok C muncul di layar.

"Sial..." umpat Gani lirih.

Ia segera memanggil Tama melalui jalur komunikasi khusus.

"Tam, kamu harus lihat ini. Rumah itu dibeli atas nama perusahaan cangkang di Singapura. Tapi aku berhasil menembus lapisan enkripsinya. Pemilik aslinya adalah Kevin. Dia tidak ke Swiss, dia tepat di depan hidungmu!"

Tama mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih.

"Dia sudah sangat dekat dengan Alisya, Gani. Dia menggunakan identitas palsu sebagai pelukis."

Keesokan siangnya, Alisya sudah berada di rumah Kevin. Jessika, yang juga diundang, tampak sangat bersemangat melihat galeri pribadi di lantai dua rumah itu. Kevin menyuguhi mereka teh hangat dengan aroma melati yang menenangkan.

"Silakan dinikmati, Alisya. Ini teh khusus yang kubawa dari perjalanan terakhirku," ucap Kevin dengan nada suara yang sangat lembut.

Saat Jessika sedang asyik memotret beberapa lukisan abstrak di sudut ruangan, Kevin mendekati Alisya yang sedang memandangi sebuah lukisan besar yang ditutupi kain putih.

"Kamu ingin melihat mahakaryaku, Alisya?" tanya Kevin.

Tanpa menunggu jawaban, Kevin menyibak kain itu. Alisya tersentak. Itu adalah lukisan seorang wanita yang sangat mirip dengannya, namun dalam suasana yang gelap dan penuh duka.

"Indah, tapi... kenapa tampak begitu sedih?" tanya Alisya.

"Karena wanita di dalam lukisan ini tidak tahu bahwa dia sedang tinggal bersama seorang monster," bisik Kevin tepat di telinga Alisya.

Alisya merasa bulu kuduknya berdiri.

"Maksudmu apa, Alvaro?"

"Oh, panggil saja aku Kevin. Nama asliku adalah Kevin Alvaro," ucapnya sambil tersenyum sinis.

"Aku punya sesuatu yang mungkin ingin kamu lihat. Sesuatu yang sengaja disembunyikan suamimu di brankas kantornya."

Kevin meletakkan sebuah amplop cokelat di atas meja. Di dalamnya terdapat dokumen asli mengenai kejadian di Swiss, termasuk laporan medis yang menyatakan bahwa stres berat akibat ‘ancaman internal’adalah pemicu kegugurannya.

Ada juga foto-foto Tama yang sedang berbicara dengan orang-orang gelap di masa lalunya.

"Tama bukan melindungimu, Alisya. Dia mengurungmu. Dia takut jika kamu tahu bahwa dialah alasan sebenarnya kenapa hidupmu hancur," hasut Kevin.

Tepat saat Alisya hendak meraih amplop itu dengan tangan gemetar, suara ban mobil yang berdecit kencang terdengar di depan rumah.

BRAAAKK!

Pintu depan rumah Kevin didobrak paksa. Tama masuk dengan wajah yang mengerikan, diikuti oleh Argo dan Selin yang menodongkan senjata ke arah anak buah Kevin yang menyamar sebagai pelayan.

"JANGAN SENTUH ISTRIKU DENGAN TANGAN KOTORMU, KEVIN!" teriak Tama.

Kevin tertawa terbahak-bahak sambil mengangkat kedua tangannya.

"Terlambat, Kak. Dia sudah tahu sedikit tentang siapa suaminya sebenarnya. Bukankah begitu, Alisya sayang?"

Alisya berdiri mematung di antara kedua pria itu. Matanya beralih dari Tama yang tampak penuh amarah ke arah Kevin yang penuh muslihat. Di tangannya, ia memegang selembar foto Tama yang sedang memegang pistol, foto yang sama dengan yang pernah diperlihatkan Kevin sebelumnya, namun kali ini dengan sudut pandang yang berbeda.

“Sayang..” Kedua mata Tama berlinang, dia melihat tatapan Istrinya sudah sangat berbeda.

Tak ada lagi tatapan kelembutan seorang Alisya.

“Sayang, aku bisa jelaskan.”

1
R⁸
aaahhh kaaannn.. mesti deh c alisya terpengaruh 😒
Ipus
mau komen kaya gimana ya Thor,,?🤔satu kata az lah, kerennnn😊.
R⁸
aq knp ya, klo baca part tama selin.. suka dagdigdug serrr.. suudzhon aja klo mereka ada something 🤭🤣🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
R⁸: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
R⁸
mending tama alisya bicara dari hati ke hati dulu deh, tama harus jujur sama alisya, ttg semua nya.. n yakin, alisya ga bakal ninggalin tama, klo emang cinta mereka kuat fondasi nya
Yeni Suprianti Laba'a
terima kasih thor ceritanya bagus lanjut jgn lama2 up-nya
Yeni Suprianti Laba'a
lanjut thor
Nufie: siap kakak.. jangan lupa follow author yaaa😍
total 1 replies
Yeni Suprianti Laba'a
ceritanya bagus thor tp updatenya lama sekali
Amelia Kesya
jgn lama" update nya thor aku semakin cinta karyamu ni
Amelia Kesya
semakin menarik.🥰🥰
Amelia Kesya
aaaaah semakin suka dgn ceritanya,jgn lama"donk thor upnya🙏
Nufie: siap kakak.. jangan lupa follow authornya yaaa😍
total 1 replies
Amelia Kesya
lama kali updatenya thor,,,,,kenapa?bolak balik ditunggu" nggak muncul".
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Amelia Kesya: oke KK tp kenapa update nya lama kali.
total 2 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!