Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )
Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?
Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.
Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran Seorang Ibu
Setelah kedatangan Panji ke rumah dan setelah sempat meragukan ketulusan Widya, Wisnu berjanji pada dirinya sendiri jika dirinya tak akan lagi meragukan ketulusan dan akan sepenuhnya percaya pada Widya.
" mas sudah bangun " ucap Widya yang baru saja kembali ke kamar setelah menyiapkan makan siang untuk dirinya suaminya dan juga Abah.
" mas sangat lelah " ucap Wisnu yang malah menarik Widya yang akhirnya jatuh terjerembab ke atas tubuhnya yang masih bertelanjang dada.
" mas " ucap Widya manja yang sejujurnya merasa bahagia karena Wisnu tak lagi marah pada dirinya karena sikap Wisnu sudah kembali seperti sebelum Panji datang.
" semoga saja setiap usaha kita akan segera membuahkan hasil " ucap Wisnu sambil melingkarkan tangannya di pinggang Widya.
" aamiin " ucap Widya.
" mas mandi sana, Abah sudah menunggu kita untuk makan siang " ucap Widya yang baru mengingat jika Abah sudah menunggu mereka di meja makan.
" kamu makan dulu saja temani Abah, mas mau membersihkan tubuh mas dulu " ucap Wisnu yang sudah melepaskan pelukannya dari Widya karena tak ingin Abah sampai menahan lapar karena menunggu dirinya yang bahkan masih butuh waktu untuk membersihkan diri sebelum makan siang.
" apa mas yakin ?" tanya Widya.
" tentu saja sayang, lagi pula mas sudah mendapatkan apa yang mas butuhkan untuk menambah imun mas " ucap Wisnu yang mana tangannya begitu jahil meremas gunung milih Widya.
Widya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Wisnu yang baru Widya tau setelah beberapa hari mereka menikah.
" jangan lama lama ya Widya tunggu " ucap Widya.
Wisnu pun bangkit dari tempat tidurnya setelah Widya menutup kembali pintu kamar mereka dan di saat yang bersamaan dering ponsel Widya tiba tiba saja berbunyi dan ini dari nomor asing dan tanpa bisa Wisnu sangkal keraguan kembali menghantui hati dan pikirannya jika laki laki itu tak akan semudah itu membuatkan widya hidup tenang.
" apa mungkin itu nomor laki laki tadi ?" tanya Wisnu yang hanya melihat ke arah handphone Widya tanpa ingin mengangkat demi untuk meluruskan keraguannya.
" mungkin memang harus aku angkat agar laki laki itu berhenti mengganggu Widya " ucap Wisnu yang tak bisa lagi menahan diri untuk tidak bersikap tegas pada laki laki itu.
Dengan amarah yang coba Wisnu tahan Wisnu pun mengambil handphone Widya dan menekan tombol terima dan menempelkannya ke telinganya seolah ingin memastikan jika orang yang menghubungi Widya saat ini memang mantan kekasih Widya yang masih belum bisa move on.
" selamat siang "
" perkenalkan saya Rengganis "
" kami dari aplikasi pinjaman berbasis online ingin mengajukan penawaran, apa kami bisa meminta waktunya ?"
Wisnu langsung mematikan handphone milik Widya sambil tersenyum simpul saat menyadari kekonyolan yang iya lakukan saat ini, sambil geleng geleng kepala Wisnu mulai berjalan ke arah kamar mandi.
" dasar bodoh kamu Wisnu " ucap Wisnu pada dirinya sendiri yang kembali meragukan Widya tanpa dasar yang jelas.
Berbeda dengan Panji yang kini sudah berdiri di ruang operasi bersama dengan Bu Ersa karena baru saja Naira masuk ke dalam tapi masih dengan kondisi yang tiba tiba saja tak sadarkan diri setelah mengalami kejang.
" sebenarnya apa yang terjadi pada Naira Bu ?" tanya Panji yang masih belum mengerti dengan bahaya yang sedang membayangi Naira di meja operasi ini.
" ibu sendiri tak tau pasti entah itu eklampsia atau pre-eklampsia tapi yang ibu tau apa yang terjadi pada Naira itu hal yang serius dan penyebabnya karena tekanan yang terjadi dalam dirinya selama kehamilan "
" dan kamu tau siapa yang menyebabkan semua itu terjadi ?"
" kamu !" tunjuk Bu Ersa pada Panji putranya sendiri.
" dan apa kamu tau bagaimana tuhan mencabut nyawa seorang ibu saat melahirkan ?" tanya Bu Ersa yang tak bermaksud mendoakan yang tidak baik pada Naira tapi Bu Ersa hanya ingin Panji sadar jika perjuangan seorang ibu dan istri itu tidak lah mudah.
" tuhan hanya memberikan dia kantuk yang luar biasa pada seorang ibu yang hendak atau baru selesai melahirkan dan itu akan menjadi tidur panjangnya untuk selamanya " ucap Bu Ersa lagi.
" kenapa ibu berkata seperti itu ?"
" apa ibu tidak takut jika sampai Naira tak bisa kembali setelah operasi nanti ?" tanya Panji yang merasa ibunya tak mendoakan keselamatan Naira dan juga bayi yang ada dalam kandungannya.
" tentu saja ibu ingin Naira dan anaknya baik baik saja tapi ibu juga ingin kamu sadar jika perjuangan Naira itu tidaklah mudah dan kamu harus bisa menjaganya mulai saat ini sebelum semuanya terlambat " ucap Bu ersa.
" lupakan wanita itu karena dia juga sudah memiliki keluarga nya sendiri " ucap Bu Ersa lagi.
" tapi panji masih mencintai Widya Bu " ucap panji yang ingin ibunya juga mengerti pada dirinya jika cinta tak bisa di paksakan karena semakin di paksakan hanya akan memberikan luka untuk semuanya.
" lalu ?"
" apa wanita itu masih mencintai mu ?"
" ibu rasa tidak ?"
" jika memang dia masih mencintai mu, dia tak akan mungkin meninggalkan mu dan menikah dengan laki laki lain " ucap Bu Ersa yang terus menasehati Panji untuk bisa berpikir jernih dan tak lagi di butakan oleh cinta sepihak.
" dan jika memang dia seperti yang kamu pikirkan bahwa dia masih mencintai mu, apa kamu yakin jika dia tak menyerahkan dirinya pada suaminya yang sudah jelas jelas sah memiliki hak atas dirinya ?"
" pikirkan semua itu baik baik karena ibu tau jika kamu sudah dewasa dan kamu sudah tau mana yang benar dan mana yang akhirnya akan berakhir sia sia" ucap Bu Ersa.
" tapi bagi ibu hanya Naira satu satunya menantu ibu dan jika kelak kamu masih memutuskan untuk berpisah dengan Naira, ibu akan memilih tinggal bersama dengan Naira dan juga cucu ibu di banding harus dengan kamu yang di butakan cinta yang sia sia " ucap Bu Ersa tak henti hentinya.
" dan jika sampai terjadi sesuatu pada Naira, hanya kamu orang yang patut di salahkan dalam hal ini " ucap Bu Ersa yang memang begitu sangat menyayangi Naira seperti anaknya sendiri.
Lagi dan lagi panji hanya bisa termenung mendengar semua yang ibunya katakan apalagi saat mengingat cara Tuhan mengambil nyawa seorang wanita yang melahirkan.
" kenapa tidak ada dokter ataupun suster yang keluar dari ruang operasi ?" tanya Bu Ersa yang terus saja melihat ke arah jam di handphonenya karena Bu Ersa merasa operasi yang Naira lakukan sudah berlangsung sangat lama.
" kita doakan saja semoga Naira dan bayinya baik baik saja " ucap Panji yang tetap saja tak pernah mengharapkan keburukan terjadi pada Naira meski dirinya tak mencintai Naira.
" apa tidak bisa kamu belajar mencintai Naira dan kembali memperbaiki pernikahan kalian yang sempat gagal ?" tanya Bu Ersa penuh harap.
✍🏻✍🏻✍🏻 apa Panji akan kembali memikirkan pernikahannya dengan Naira dan memperbaiki semuanya dari awal ?"
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘