Kisah seorang ilmuan gila yang melawan pemerintah dunia yang dzalim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Michael Jack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan Sengit
Kembali ke medan pertempuran, Rio, Pio, dan Dragon segera berubah menjadi Tritan dan langsung menyerang Ymir secara bersamaan.
"Serahkan Ymir pada kami!" teriak mereka dengan penuh semangat.
Ksatria Emas pun tidak tinggal diam. Ia segera berubah menjadi Valkyrie dan langsung menyerang Typhon. Begitu pula dengan Rey yang telah berubah menjadi Shinigami, ia segera melesat ke arah Typhon untuk menghadapi monster tersebut.
Sedikit informasi mengenai ukuran mereka.
Tinggi Ksatria Emas adalah sekitar 15 meter. Sementara tinggi Shinigami dan Valkyrie mencapai 20 meter. Sedangkan tinggi para hewan monster, termasuk hewan roh dan makhluk lainnya, rata-rata berada di kisaran 20 hingga 30 meter.
Di sisi lain, Aren segera mengendarai kendaraan tempur ultimatenya dan langsung menyerang pasukan duyung. Kendaraan tempur tersebut memiliki empat mode berbeda, yaitu mode terbang, mode darat, mode kapal, dan mode menyelam.
"Ayo ke sini bahan makanan!" teriak Aren sambil menyerang.
Aren dibantu oleh para hewan roh tipe air serta dua makhluk air yang dipanggil oleh Rey, yaitu Kappa dan Wani.
Kappa adalah makhluk legenda dalam mitologi Jepang. Ia memiliki bentuk seperti anak kecil, namun dengan cangkang kura-kura di punggungnya. Tangannya berselaput, kulitnya berwarna hijau, dan di kepalanya terdapat cekungan kecil yang menjadi sumber kekuatan utamanya.
Sementara itu, Wani adalah monster laut raksasa dalam mitologi Jepang. Tubuhnya dapat berubah menjadi hiu maupun buaya laut, bahkan dapat berubah menjadi naga air yang sangat besar.
Mereka semua bertarung bersama untuk mengalahkan pasukan musuh.
Kappa menggunakan kekuatannya untuk memanaskan air laut hingga mencapai suhu yang sangat tinggi, membuat banyak pasukan duyung mati terbakar di dalam air.
Sementara itu, Wani menciptakan pusaran air raksasa yang menelan kapal-kapal milik pasukan dari Negeri Necromancer.
Melihat situasi tersebut, pasukan musuh segera memanggil monster mereka sendiri untuk mengimbangi kekuatan Aren dan yang lainnya.
Monster tersebut adalah Makara dan pasukan Siren.
Makara merupakan makhluk dalam mitologi Hindu-Buddha. Ia digambarkan memiliki kepala gajah, tubuh buaya, dan sirip seperti ikan.
Sementara Siren adalah makhluk dalam mitologi Yunani. Ia terkadang digambarkan sebagai manusia setengah burung, dan terkadang sebagai manusia setengah ikan. Mereka memiliki kemampuan untuk menghipnotis seseorang melalui suara nyanyian mereka sebelum akhirnya memakan korban mereka.
Makara dengan cepat menerjang Wani. Kedua monster tersebut langsung saling menyerang menggunakan ekor dan rahang mereka.
Makara membuka mulutnya lebar-lebar lalu menyemburkan gelombang air dahsyat yang langsung menghantam tubuh Wani hingga membuatnya terpental jauh.
Wani sempat bangkit kembali, namun luka dalam yang dialaminya membuat ia memuntahkan darah.
Meski begitu, Wani tetap bertahan.
Ia menyelam ke dalam kegelapan laut, menghilang dari pandangan, lalu tiba-tiba muncul dari bawah Makara dan langsung menggigit tubuhnya.
Makara meraung kesakitan. Ia memutar belalainya lalu menghantam kepala Wani berkali-kali hingga akhirnya Wani melepaskan gigitannya.
Makara kembali menyemburkan gelombang air yang membuat Wani jatuh hingga ke dasar laut yang gelap.
Saat Makara mengira lawannya telah kalah, tiba-tiba Wani muncul kembali dengan kecepatan tinggi dan menggigit leher Makara.
Dengan kekuatan besar, Wani mengayunkan tubuh Makara lalu membantingnya berkali-kali ke terumbu karang hingga darah mulai mengalir deras dan mewarnai laut menjadi merah.
Makara sempat mencoba melawan dengan menyabetkan belalai dan ekornya ke tubuh Wani. Namun Wani tetap menggigit dengan kuat hingga akhirnya Makara kehilangan banyak darah dan jatuh tak sadarkan diri.
Di sisi lain, Aren sedang menghadapi pasukan Siren dan para duyung.
Para Siren mencoba menghipnotis Aren dengan nyanyian mereka.
Namun nyanyian tersebut justru dibalas oleh tembakan laser dari kendaraan tempur Aren yang langsung membakar para Siren yang sedang bernyanyi.
Pasukan duyung menyerbu dari berbagai arah, menghantam kapal dengan senjata dan sihir laut hingga menyebabkan berbagai kerusakan.
Pada saat situasi menjadi sangat genting, Kappa muncul dan menciptakan gelombang air besar yang membuat gerombolan duyung itu terpental jauh. Banyak dari mereka kemudian dimakan oleh hewan roh yang bertarung di lautan.
Sementara itu, pasukan tengkorak mulai turun dari kapal mereka.
Aren dengan cepat menembakkan rudal dan menghancurkan kapal-kapal terkutuk tersebut satu per satu.
Namun pasukan Necromancer segera membangun kembali kapal-kapal mereka dan menggabungkannya menjadi satu kapal raksasa.
Dengan amunisi yang hampir habis dan kondisi kapalnya yang hampir hancur, Aren akhirnya mengambil langkah nekat.
Ia melajukan kapal tempurnya dengan kecepatan penuh menuju kapal musuh dengan tujuan menghancurkannya melalui tabrakan.
Tabrakan besar pun terjadi.
Ledakan dahsyat muncul dan menciptakan gelombang besar yang menyapu bersih mayat-mayat yang mengapung di laut.
Kappa segera mendekati bangkai kapal tersebut dan menggunakan kekuatannya agar para undead tidak dapat bangkit kembali.
Namun Kappa tidak melihat keberadaan Aren.
Karena pada detik-detik terakhir sebelum tabrakan, Aren telah berteleportasi ke tempat Griffin Angin yang sedang terbaring sekarat.
Griffin melihat Aren sebagai harapan terakhirnya. Ia segera berubah menjadi embrio kecil dan masuk ke dalam tubuh Aren setelah Aren mengizinkannya.
Kini Aren telah menjadi wadah baru bagi Griffin Angin.
Kembali ke pertempuran.
Tritan masih terus melawan Ymir.
Namun kini mereka dibantu oleh sang Kaisar yang telah berubah menjadi Gorila Api, serta Aren yang kini memiliki kekuatan Griffin Angin.
Ymir menyerang Tritan dengan tinju raksasanya.
Namun Tritan berhasil menghindar dan membalasnya dengan pukulan keras ke dada dan dagu Ymir hingga membuat raksasa itu memuntahkan darah.
Aren melesat dengan sangat cepat dan menebas leher Ymir. Meskipun tidak mampu memutuskan lehernya, serangan tersebut tetap meninggalkan luka serius.
Gorila Api kemudian melompat dan menghantam dada Ymir dengan pukulan api yang sangat kuat hingga menghancurkan organ dalam raksasa tersebut.
Ymir meraung kesakitan.
Namun raungan itu langsung dibalas oleh Tritan yang menghantam dagu Ymir dengan capitnya hingga menembus mulut raksasa itu sampai ke otaknya.
Gorila Api kemudian melompat sekali lagi dan memukul Ymir dengan seluruh sisa kekuatannya.
Aren akhirnya mengangkat pedangnya dan berteriak,
"BUKALAH GERBANG KE HELHEIM!"
Sebuah portal besar pun terbuka dan menelan tubuh Ymir, membuangnya langsung ke dalam Helheim.
Di sisi lain, Typhon masih terus mengamuk.
Rey kini telah berubah menjadi Shinigami yang telah digabungkan dengan kekuatan Xuanwu dan Longgui.
Typhon menyerang dengan pukulan api yang sangat dahsyat.
Valkyrie yang sudah muak dengan pertempuran panjang ini segera menghindari serangan tersebut lalu menebas beberapa kepala naga milik Typhon.
Typhon meraung kesakitan.
Ia kemudian membalas dengan bola api besar yang diarahkan ke Valkyrie.
Namun Shinigami segera melesat dan melindungi Valkyrie menggunakan perisai raksasa.
Valkyrie kembali menyerang dan menebas seluruh kepala naga Typhon hingga tidak tersisa satu pun.
Typhon kini tidak lagi dapat menggunakan kekuatan apinya.
Shinigami kemudian mengaktifkan kekuatan domain milik Xuanwu.
"DOMAIN XUANWU — SEGELKAN MONSTER INI!"
Typhon pun terjebak dalam domain tersebut.
Shinigami kemudian menyatu dengan Naga Putih dan Ular Hitam.
Dengan seluruh kekuatan yang tersisa, Shinigami dan Valkyrie menyerang secara bersamaan.
Mereka menebas leher Typhon dengan serangan gabungan yang sangat kuat.
Meskipun leher Typhon sangat keras, setelah mengerahkan seluruh kekuatan mereka akhirnya berhasil membunuh monster tersebut.
Setelah Typhon berhasil dikalahkan, Rey kembali ke wujud manusianya.
Ia kemudian mendekati Kappa dan Wani yang terluka parah.
Rey menyerap mereka berdua.
"Kembalilah ke taman dan sembuhkan diri kalian."
Rey kemudian mendekati tubuh Makara yang mengapung di laut.
Ia menyerap makhluk tersebut untuk dihidupkan kembali di taman monster miliknya.
Tidak lupa, hewan roh yang gugur dalam pertempuran juga ia serap.
Ia selalu melakukan hal tersebut kepada monster yang telah mati agar dapat dijadikan pasukannya di masa depan.
Setelah perang berakhir, Aren, Rey, Rio, Pio, dan Dragon berpamitan kepada sang Kaisar.
Sang Kaisar juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mereka karena telah membantu Kekaisaran Xianying dalam pertempuran besar tersebut.
Aren kemudian membuka portalnya untuk kembali pulang.
"Selamat tinggal semuanya... sampai jumpa lagi," ucap Aren sambil melangkah masuk ke dalam portal.