NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi penyelamatan

"Kau tidak tahu apapun yang terjadi Myoga, jika kita tidak menghentikan desa ini akan dalam bahaya, dia memiliki sisik terbalik dan tingkat kekuatannya adalah Ekteus!"

Semua orang hening secara tersentak menyadari apa yang sebenarnya terjadi mengapa semuanya kembali dalam keadaan babak belur, Ekteus (Maha hebat) sebuah tingkat kekuatan amat dasyat, konon kalanya orang terlahir akan terpilih satu dari sekian sepuluh generasi, saking langkanya, seseorang yang terlalu mempunyai kekuatan Ekteus akan dipuja-puja disembah dan secara otomatis akan diangkat untuk pemimpin karena kekuatannya bisa menyatukan benua.

Tingkat 7-8 bintang saja sudah bisa memimpin beberapa ras, 9 bintang sudah bisa disebut legenda saking hebatnya magis dan kekuatannya, apalagi Ekteus, dan sebuah sisik terbalik yang terdapat pada ular raksasa menandakan ular tersebut ganas, tidak punya akal sehat yang tetap, sehingga dapat dibayangkan orang-orang yang akan menyerangnya di bawah bintang 9 akan bernasib seperti apa.

"Pantas saja, tapi untungnya kalian berhasil keluar!"

"Ya, tidak dapat dibayangkan ternyata Ekteus terlahir kembali."

"Bagaimana bisa? Tidak tanda apapun kemunculannya berabad-abad, mengapa kemunculannya tiba-tiba dan dari kapan dia tinggal di sekitar sungai itu?!"

"Tapi Ashen, kasihan sekali.... Kita harus mengenang jasanya, dia berhasil menyelamatkan orang-orang."

"Benar, dia pasti... Tidak bisa diselamatkan lagi."

"Ya, kasihan sekali.....

Yuna terdiam linglung sejak tadi, tubuhnya membeku pikirannya entah kemana memikirkan nasibnya, yang terburuk dan tentunya satu-satunya jawaban yang ada, Ashen mati dan lebih buruknya tubuhnya mungkin tidak bersisa dimakan ular tersebut.

"Drak...Drak, drak...

Tiba-tiba langkah berat tergesa-gesa datang masuk, seorang wanita cantik dengan wajah gelisah ditemani ketiga putrinya dan satu wanita dibelakang yang mengikuti berlari menghampiri kerumunan.

"Apa yang sebenarnya terjadi?! Mengapa ini bisa terjadi, bukankah ini hanya patroli biasa?" Teriak wanita cantik tersebut, ialah sang patriak desa Suika saat ini, Mito Katsua, menelisik keadaan dengan wajah iba, gelisah mencari keberadaan putranya.

"Geon! Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana keadaan putraku....

Geon mendengar namanya dipanggil perlahan maju, manusia setengah beruang tersebut hanya menunduk malu tak berdaya. "Kita awalnya berpikir seperti itu, tapi menyadari ular tersebut mempunyai sisik terbalik tanpa mengetahui dia mempunyai bintang Ekteus kita gegabah menyerangnya, soal Ashen.....

"Saya berat hati mengucapkan turut berdukacita! Dia dengan segenap hati maju menahan ular tersebut agar kita melarikan diri, mohon maaf nyonya kita ingin menyelamatkannya... Tapi dengan kekuatan kita...amat mustahil untuk menyelamatkannya."

Membuat sang patriak mendengarkan ucapannya reflek membekap mulut, mulai menangis berusaha menahan suara.

"Dia selalu seperti itu! Sudah kubilang padanya untuk selalu menyelamatkan dirinya sendiri tapi dia selalu.....

"Ibu!" Ketiga saudari itu perlahan maju mengerubunginya berusaha menenangkan sang ibu.

"Ibu, kumohon tenanglah, kita belum tau apa yang terjadi, mungkin Ashen berhasil menyelamatkan diri." Eida mengangkat suara, mengelus tangannya agar menenangkan.

Elta juga berada di belakang mengelus punggungnya, berusaha meredakan suasana mulai memberikan harapan. "Benar, mungkin saja Ashen bisa melarikan diri kan? Kita tidak tahu apa yang terjadi."

Putri tertua, Elta hanya mengamati dengan resah, ia hanya diam karena tau kemungkinan apa yang terjadi, apalagi mengingat Ashen anak kesayangan ibunya, kematiannya pasti akan memberikan dampak dalam bagi ibunya.

"Mustahil, meskipun selamat... Tubuhnya tidak akan kuat.....

Sedangkan wanita terakhir yang berada di belakang, menyadari apa yang terjadi ia mulai berlutut menangis terisak-isak rambutnya tergerai menutupi wajahnya, matanya yang bulat secara bertahap lembab karena air mata.

"Ashen, bagaimana ini bisa terjadi...."

Alta melihatnya mulai maju, memapahnya agar berdiri, mencoba menenangkannya. "Tenanglah Lara, mungkin benar Ashen bisa saja melarikan diri dan selamat, kau harus kuatkan dirimu."

"Tapi Alta, sangat mustahil, kau dengar juga? Dia sudah tertangkap!" Lara mengengam tangannya sembari menggeleng keras, menyangkal, akhirnya ia mulai mengangkat wajahnya menatap keberadaan pria yang sedari tadi diam di samping Yuna.

"Bagaimana bisa ini terjadi Myoga, mengapa kau tidak ikut patroli dan segera menyelamatkan Ashen?! Mengapa kau hanya diam seperti orang bodoh!"

Orang-orang mendengarnya mulai memusatkan perhatian pada keberadaan Myoga yang terlihat berantakan, mereka mulai berbisik berspekulasi.

"Dia terlihat keluar bersama betina yang dimiliki Ashen kan?"

"Apa jangan-jangan dia tidak pergi karena sedang menghabiskan waktu bersamanya?"

"Kasihan sekali Ashen, saat tidak ada betinanya sedang direbut."

"Lihatlah penampilan? Apakah mereka sedang....

"Mungkin saja, lihatlah tadi wajahnya yang seperti terganggu, mereka sedang kawin mungkin."

Mendengar spekulasi orang-orang apalagi stigma buruk terhadap Yuna, Myoga mulai maju menghela nafas menghampiri sang patriak, Mito.

"Mohon maaf Nyonya, saat tidak tahu ini bisa terjadi, saya mengira ini patroli biasa untuk mengira identitas ular tersebut, saya tidak mengetahui terjadinya penyerangan seperti ini, jika saya tau pasti saya akan menemani mereka atau melarangnya....

Ucapnya terhenti sembari melirik tajam sang ketua ekspedisi yang sedari tadi diam, karena tanggung jawabnya yang lalai dan gegabah sehingga kejadian seperti ini terjadi.

"Soal penyelamatan, saya berat hati mengatakan bahwa ini terlambat, dengan kemungkinan mereka sampai dan penyekapan pada Ashen, itu.... Saya tidak bisa mengalahkannya, hanya kemungkinan bisa membawa yang tersisa."

"Apa yang maksudmu tersisa Myoga?! Kau---

Mito dengan cepat mengangkat tangan menghentikan ucapan sang anak, Eida, ia hanya tersenyum lemah menyeka air matanya dengan ujung kain tangannya.

"Aku paham Myoga, aku paham apa yang terjadi dan opsi terakhir adalah mengikhlaskan kepergian Ashen, lakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan, dan tolong hati-hati, jika kau tidak sanggup, tidak apa-apa asalkan kau kembali dengan selamat."

"Baik Nyonya! Saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik, saya akan menyiapkan perlengkapan dulu untuk persiapan dan lain-lain, mungkin akan membutuhkan waktu tiga jam sebelum berangkat."

"Begitu ya, tidak apa-apa, siapakah apapun yang bisa kau lakukan, aku harap keselamatan selalu menyertaimu."

"Siap Nyonya, saya pasti akan melakukan yang terbaik, jika begitu saya pergi dulu ke gua untuk menyiapkan gulungan sihir dan jebakan."

Mendengar semuanya Yuna mematung bertanya-tanya bagaimana bisa Myoga dengan entengnya menunggu lama untuk keselamatan Ashen. "Tiga jam? Apa yang kau katakan.. Ashen mungkin saat ini sedang berjuang, dengan gampangnya kau membuatnya menunggu?!

"Jangan memaksa dirimu sekali lagi."

"Tentu Nyonya, jika begitu saya pamit un--

Namun ucapan Myoga terpotong saat matanya memerhatikan bagaimana Yuna tiba-tiba berlari ke arah hutan dalam, membuatnya panik menyadari apa yang terjadi, dengan cepat dia berlari mengikutinya.

Yuna berlari dengan cepat tanpa memperdulikan kakinya yang terluka akibat gesekan kasar permukaan tanah, bebatuan dan ranting-ranting pohon yang menggesek kulitnya.

"Bagaimana bisa? Apa yang kau lakukan Yuna? Ashen sedang sekarat menyelamatkan orang-orang dan apa yang kau lakukan? hampir bersetubuh dengan pria lain?!"

Air matanya terus mengalir mengaburkan penglihatannya saat Yuna terus menyalahkan dirinya sepanjang jalan, tubuhnya terus bergetar kelelahan namun hatinya menolak untuk berhenti tanpa memperdulikan keadaan fisiknya.

"Yuna! Hei berhenti! Kau tidak boleh gegabah, kau tidak boleh pergi ke hutan Abara, ini bahaya untukmu apalagi dengan keberadaan ular itu!"

"Yuna!" Namun sekeras apapun Myora berteriak menghentikan, ia hanya melihat tubuh Yuna terus berlari tanpa memperdulikan konsekuensinya, sebelum melihat tubuhnya menghilang masuk ke hutan Abara, ia melompat menggunakan sayapnya, menghentikan bergerak langsung memeluknya.

Yuna terbelak seketika memberontak merasakan tubuhnya dibawa ke udara, menatapnya tajam tidak terima bersiap protes.

"Tenanglah! Kau tidak boleh gegabah, aku bukannya tidak ingin menyelamatkan Ashen tapi kita harus menyiapkan persiapan lainnya agar kita berhasil selamat dari ular itu, sia-sia jika kita mati juga kan?"

"Tapi Ashen bisa saja... Yuna ingat membantah karena masih keberatan walaupun tau ucapannya terdengar masuk akal tapi hatinya terus berteriak berkata tidak memikirkan kemungkinan Ashen selamat.

Akhirnya Myoga menghembuskan nafas kasar, sadar kemungkinan yang terjadi bisa saja Ashen selamat tapi menyelamatkan tanpa persiapan terdengar bunuh diri, walaupun ia kuat tapi melawan Ekteus seperti melawan orang yang mempunyai sepuluh kekuatan bintang sembilan dan dia hanya sendiri.

Ia melihat konflik dan kekeraskepalaanya yakin Yuna tidak akan menyerah sebelum melihat kondisi Ashen, ia hanya bisa menyerah mengikuti keinginannya karena tau agar Yuna tidak punya penyesalan apapun nanti. "Baiklah kita pergi sekarang."

"Eh?" Mata Yuna terbelak bingung mendengar ucapannya, namun seketika senyumannya terbit, air matanya terasa mengapung menjadi kering, ia kembali bertanya memastikan. "Kau yakin?"

"Ya." melihat senyumannya yang akhirnya menghiasi wajahnya yang sedari tadi gelap mengeluarkan air mata, Myoga hanya bisa menghela nafas hanya berserah diri pada keberuntungan karena berangkat tanpa persiapan apapun.

Sayapnya mulai mengerut kembali mengepak turun ke bawah permukaan tanah, kembali masuk ke dalam punggungnya, Myoga dengan hati-hati menurunkan tubuh Yuna, berlutut menyentuh pergelangan kaki Yuna yang terluka, untuk menyembuhkan mengunakan sihir healer rendah.

"Asalkan kau tetap berada di sampingku jangan gegabah melakukan apapun tanpa kuperintahkan, kau dengar?"

"Ya aku mengerti, aku dengar dan akan melakukan apapun yang kau perintahkan!" Dengan semangat sembari tersenyum lebar Yuna mengangguk membalas ucapannya.

1
Musdalifa Ifa
Yuna murahan😏
Musdalifa Ifa
Thor kasihan arsen jangan buat Yuna menjadi wanita yang gampangan Thor 🙏 saya maunya tetap arsen yg jadi pasangan Yuna , Thor jangan buat Saya kecewa arsen selama ini sudah mengalah dan berusaha serta bersabar untuk Yuna karna trauma Yuna tapi kenapa dengan yg lain gampang aja dipegang -pegang dan diraba-raba 😡😡😡, saya mohon jangan sampai saya kecewa karna author sendiri yg bikin saya baper sama Yuna dan arsen🙏 sekarang author menghadirkan orang lain diantara mereka dan parahnya Yuna tergoda 😤😤😤
Musdalifa Ifa
saya jadi sedih dan kasihan sama arsen🥺🥺🥺
Sraine Annase
biar alurnya panjang kak, kalo fokus ma Lily bakal pendek, tamat 50 chapter, ceritanya juga nyambung kok nantinya
Musdalifa Ifa: mana cerita Lily Thor saya penasaran sekali dengan yg terjadi terakhir ceritanya waktu ketemu sama Steven
total 1 replies
Herli Yani
ko campur2 sih Thor cerita jdi bingung
Musdalifa Ifa
semoga Lily tidak apa"
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!