NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:70.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Mimpi buruk

"Dimana aku sekarang?!" Fitra menatap sekeliling dengan aneh karena mendadak saja dia ada di ruangan yang sangat tidak dia kenal.

"Kenapa cuma seperti itu dengan ruangan ini?" tanya sebuah suara yang begitu lembut mengalun.

"Hah!" Fitra menoleh dan dia seketika menjadi membeku setelah melihat siapa gadis yang ada di belakang dia.

"Jangan terlalu kaget seperti itu, bukankah selama ini kau juga sangat bahagia bila bertemu dengan aku?" Airin tersenyum dan berjalan sembari menyeret Senina.

"Tidak, kau sudah meninggal dunia sehingga tidak mungkin bisa bertemu dengan aku lagi." tolak Fitra sambil mundur ke belakang karena agak takut juga melihat keadaan Senina.

Senina penuh dengan darah segar dari ujung kepala hingga ujung kaki dan dugaan Fitra mengatakan bahwa bisa saja gadis itu telah mendapat siksa dari Airin, Senina sama sekali tidak bisa melawan karena dia tidak memiliki tenaga dan sekarang bisa dikatakan bahwa dirinya ada di dalam kendali Airin itu sendiri sehingga hanya bisa pasrah.

Rasa sakit yang saat ini Senina alami tentu saja sebanding dengan rasa sakit yang Airin rasakan ketika dia masih hidup dulu, mulai dari pengkhianatan dan kemudian penyiksaan yang dilakukan oleh rombongan pria tidak tahu diri itu dan sekarang air yang datang untuk menuntut balas apa yang telah terjadi.

Senina walau tidak ikut andil dalam penyiksaan itu namun tetap saja Airin merasa dendam kepada gadis itu, sebab Senina telah berani merusak kebahagiaan milik Airin dan dia tega pergi ke hotel hanya untuk bersama dengan Fitra, untuk itu meninggalkan luka yang begitu dalam di dalam diri Airin setelah mengetahui fakta tersebut.

"Kau harus melihat bagaimana wanita ini menderita." Airin tersenyum dan melemparkan tubuh Senina.

"Aku tidak ada urusan dengan kalian berdua lagi, jangan menyiksa mental aku seperti ini." Fitra berteriak keras.

"Bahkan saat kami berdua sudah mati kau tetap saja tidak merasakan rasa bersalah walau hanya sedikit saja." Airin menatap Fitra dengan air mata berderai.

Susah bila memang sudah tabiat karena Fitra tidak akan pernah merasakan perasaan bersalah walau hanya sedikit saja, padahal persahabatan Airin dan juga Senina ini rusak karena ulah dia sendiri yang tidak hanya puas dengan satu wanita dan bahkan sebenarnya Airin sama sekali tidak ada kurang untuk memberikan effort dalam hubungan ini.

Pada dasarnya Fitra dan juga Senina sama-sama gatal sehingga terjadi persetubuhan di antara mereka dalam waktu yang cukup singkat itu, Airin mengetahui Karena dia sudah feeling sejak awal namun kedua orang itu terus menyangkal sehingga kemudian bukti itu datang sendiri kepada gadis Malang ini.

Sraaaaak.

"Aaasagkkk!" Senina menjerit keras ketika rambut dia di jambak hingga terlepas dari batok kepala.

"Ah!" Fitra kaget dan juga syok melihat adegan tersebut.

"Kau nikmati pemandangan ini dan lihat bagaimana aku menyiksa dia di depan mata kau sendiri." Airin tersenyum kepada pria yang pernah dia cintai sepenuh hati itu.

Sraaaaaak, sraaaaaak.

"Aaaagkkkk, hentikaaaaaan!" Senina sangat kesakitan sekali.

"Hihihiiiiii.....

Fitra menahan mual yang tidak terkira ketika dia melihat kepala milik Senina udah tidak ada rambut sama sekali, bahkan sekarang terlihat plontos lengkap juga dengan darah yang mengalir keluar sehingga siapa saja yang melihat pasti akan sangat ketakutan sekali.

"Lihat!" Airin mendadak saja sudah berpindah tempat dan mencengkeram erat wajah Fitra.

"Lepaskan aku!" Fitra berusaha untuk berontak namun ternyata dia tidak kuat juga.

"Kau lihat sendiri wajah orang yang pernah kau cintai itu kan, Aku kurang apa selama ini kepada dirimu namun kau begitu tega kepada aku!" Airin menatap Fitra dengan penuh kebencian.

Sayang nya rasa benci itu terlambat datang ketika dia sudah menjadi arwah gentayangan seperti ini, andai saja ketika dulu masih menjadi manusia dia tetap memiliki rasa benci itu maka pasti tidak akan pernah mengalami kematian yang begitu buruk dan dia juga pasti akan memiliki banyak tabungan di dalam hidup nya.

"Maafkan aku, tolong beri aku maaf sekali ini saja." Fitra memohon karena dia yakin tidak akan bisa selamat bila tidak meminta maaf.

"Tidak ada kata maaf, bila penghianatan bisa dimaafkan maka saat ini iblis masih ada di surga." Airin berkata dengan tatapan mata penuh kebencian.

"Airin, aku khilaf dan saat itu yang mengejar diriku adalah Senina." Fitra berusaha untuk cuci tangan.

Sama sekali tidak dia sadari bahwa saat ini yang dihadapi bukan lagi manusia, tapi seorang iblis yang memiliki kekuatan besar dan bila dia tidak segera memanfaatkan celah untuk melarikan diri maka yang ada dirinya akan celaka malam ini juga.

Plaaaaak.

PLAAAAAAK.

Tubuh Fitra melanting jauh sampai berguling-guling ketika tanpa tamparan keras mendarat di wajah pria itu, Airin berjalan santai dan dia menyeret gaun pengantin yang sudah dia pakai itu karena saat kejadian itu maka mereka baru saja selesai fitting baju dan malah nasib malang menimpa gadis ini.

Byuuuur.

"Hah!" Fitra terperanjat dengan rasa ngeri yang begitu besar sekali.

Darah berbau amis serta warna hitam mengalir deras dari dalam kemaluan milik Airin sehingga membasahi seluruh tanah serta gaun pengantin yang sedang dia pakai, bisa dibayangkan sendiri bagaimana ngerinya perasaan Fitra saat ini karena dia harus melihat sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

"Aku pasti hanya mimpi saja karena tadi memang habis menggunakan sabu." Fitra berulang kali menepuk kepala.

"Tidak, aku harus segera bangun dan meninggalkan tempat ini karena ini semua hanya mimpi belaka." Fitra terus berusaha keras.

"Aku akan datang setiap malam dan bahkan setiap kau memejamkan mata, kematian dirimu tidak akan pernah mudah." Airin berkata sambil tersenyum.

Senyum yang dulu terasa begitu indah namun sekarang senyum itu berubah menjadi senyum kepahitan yang tidak pernah bisa dirasakan oleh semua orang, hancurnya seorang harga diri wanita dan selama ini apa saja telah dia berikan demi seorang pria yang dia cintai setulus hati. tapi apa yang dia dapat selama ini, penghianatan dan selalu saja ucapan kasar yang keluar dari mulut Fitra saat dia menginginkan sesuatu dan Airin terlambat untuk memberikan nya.

"Aku mati juga karena kau!!!!!"

"TIDAAAAAAK!" Fitra menjerit keras karena mendadak saja Senina loncat di atas tubuh dia dengan darah mengucur itu.

Blaaaaap.

"Fit, kamu kenapa?" Bu Indah mengguncang tubuh sang putra yang tampak berkeringat banyak.

Fitra menatap ke sana kemari untuk memperhatikan sekitar ruangan tersebut, setelah mengetahui dengan pasti maka Fitra menarik nafas lega. sebab dirinya memang sudah ada di dalam kamar seperti sebelum dia memejamkan mata tadi, mimpi yang begitu buruk telah berhasil dia lewati namun rasa berdebar serta rasa trauma itu masih membekas di dalam pikiran.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
anakmu tak akan mengakui nya pak buk mungkin nanti bila udah mau mati baru ngaku, anakmu itu angkuh, keras kepala, yang ada dia marah-marah minta sabu lagi 🙃🙃
ρυтяσ kang'typo✨
ya kali mau ngaku, yang ada mengelak dan marah bu😏😏
Eli Rahma
ya udah coba dulu bu tanya baik² ke fitra..barangkali dia mau jujur sama ibu
MiilaaManurung
👍👍👍
Ela Jutek
ah percuma kau bicara sama anak mu itu buk, kena bentak yg ada
Apriyanti
enak tuh klo si Jamil di datengin jg,,biar tau rasa 🤣
Ela Jutek
nyesel pun gak guna kan, wanita baik tapi di bunuh
Raffaza Direzky87
otak dalang dari pembunuhan itu ternyata bang jamil toh
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah kena kalian ...modar2 tuh ya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
paling geh bentar lagi si Jamil jadi korban selanjutnya
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
oooooo ternyata ide jamil, egois amat jadi orang cepat airin datangi jamil biar tahu rasa cepat hajar habis 🥰🥰
Raffaza Direzky87
Nanti malam paling giliran kamu mil yg di datangi arwahnya airin
ρυтяσ kang'typo✨
owalah... dalang kasus ini ternyata Jamil, tapi dia g ada rasa takut sedikit pun dengan semua yang sudah terjadi pada teman'y😏
neni nuraeni
nah loh Airin jgn smpai kamu trtngkp dukun itu,,,
K & T K & T
mlm jg Bess..
Raffaza Direzky87
mungkin dengan kematian judit, yoga baru berani mengungkap kematian airin
ρυтяσ kang'typo✨
belum di datangin maka'y Jamil kekeh ngemeng gitu sama Yoga
Eli Rahma
sampai ujung dunia pun Airin akan mengejar kalian berdua untuk bls dendam
Sekar Sekar
selingkuh dngan senina sahabat nya sendiri
MiilaaManurung
lagi dong kak 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!