Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.
Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Ardana memasuki ruangan Tiana, diikuti Nepa.
Saat melihat Ardana, Tiana sangat senang sekali. Tangan kanan Tiana merekah menyambut Ardana. Dengan sukarela Ardana menyambut dan memeluk Tiana.
Nepa berhenti beberapa meter di belakang Ardana. Dia tidak bisa menghalangi Ardana untuk mendekati Tiana, karena Tiana sudah terlebih dahulu bersikap posesif, seakan kehadiran Ardana adalah obat segala-galanya bagi dia.
"Mas Arda, aku tidak mau jauh-jauh dari kamu, Mas," mohon Tiana sambil terisak.
"Iya, aku sudah ada di sini. Kenapa kamu bisa begini lagi Tia? Kemarin kamu sudah membaik dan pulang. Sudah Mas katakan, kamu jangan stres dan berpikir yang terlalu berat," oceh Ardana memperingatkan Tiana.
Tiana diam, dia tidak mungkin katakan kalau dirinya kembali kambuh karena sebelumnya berdebat dengan Nepa. Nepa lebih membela sahabatnya dan tidak berpihak padanya.
"Entahlah, Mas. Yang jelas, setiap aku jauh darimu, aku merasa stres dan takut," alasannya. Kali ini Tiana mengada-ngada.
"Maaf, Mas tidak bisa selalu ada di smapingmu 24 jam. Kamu tahu sendiri, Mas...."
"Mas ada istri di rumah, meski tidak cinta, pernikahan kami kuat dan direstui keluarga kedua belah pihak, kana?" Tiana langsung memotong ucapan Ardana, seakan tahu apa yang akan Ardana katakan,
Ardana memejamkan mata sejenak, ia sadar dirinya memang berada di persimpangan dua hati. Di rumah ada Nayra, istri yang masih belum dia cintai, sementara di sini, Tiana yang kembali dengan keadaan yang memprihatinkan kemudian mengemis harap dan ingin kembali seperti dulu. Bahkan Tiana meminta Ardana untuk menikahinya secara siri.
"Dengan menikahi aku meski secara siri, aku yakin sakit yang aku rasakan akan sembuh," yakin Tiana berulang kali.
Sementara Nepa yang masih berdiri di belakang Ardana, hanya bisa mendesah berat. Ia sama sekali tidak paham dengan sikap Tiana.
"Ya ampun, Mbak Tiana ini benar-benar keterlaluan. Sepertinya dia sudah berhasil memperdaya suaminya Nayra. Apa yang harus aku lakukan?" Nepa sangat bingung, apa yang harus dia lakukan untuk menghentikan langkah Tiana.
"Nepa, pulanglah. Aku di sini sudah ada yang jaga. Tolong bilang sama Mama dan Papa kalau aku baik-baik saja," ucap Tiana setengah mengusir. Tatap matanya penuh sorot intimidasi.
"Kenapa Mbak tidak mau sekali saja ditungguin aku? Harus banget dijagain orang lain, sementara Mas Arda ini punya keluarga. Aku ini adikmu Mbak. Aku sukarela ingin menjagamu di sini," balas Nepa kurang suka saat Tiana menatapnya penuh intimidasi. Nepa tahu, Tiana takut kalau dirinya mengatakan hal yang sebenarnya kepada kedua orang tuanya.
Ardana tersentak, lalu ia mengurai pelukannya di tubuh Tiana. Ardana membalikkan badan dengan cepat ke arah Nepa dan berkata.
"Mbak Nepa, tolong. Hentikan dulu salah perdebatan kalian, demi kebaikan kakak Anda," mohon Ardana dengan tatap
Nepa dengan berat hati mengikuti permintaan Ardana demi Tiana sang kakak.
"Pergi... Aku tidak mau dia di sini, Mas. Usir dia. Aku tidak bisa melihat orang yang tidak memihak saudaranya sendiri," pekik Tiana menunjuk ke arah Nepa dengan tatapan bengis.
"Ya ampun, Tia. Kalau kamu begini terus, bisa-bisa kamu akan semakin menjadi. Tenangkan pikiran kamu. Jangan tegang begini," bujuk Ardana sembari mengusap bahu Tiana.
Ardana memberi kode pada Nepa supaya mengalah dan pergi.
Kali ini Nepa terpaksa mengalah dan keluar dari ruangan Tiana.
Dan Ardana kamu tuh bodoh , mau aja dibohongin sama Tiana 😡😡😡
Udah deh ini mah fix kamu harus harus pergi Nayra daripada tersiksa batin kamu , kamu berhak bahagia Nayra 🫢🫢🫢
mantau dikit lagi nih...